ELEGI PAGI HARI, SEBUAH PUISI

Ketika terbangun pagi ini, ku sadari hidup trus berlanjut.

ELEGI PAGI HARI, SEBUAH PUISI

Ketika terbangun pagi ini
Ku sadari hidup trus berlanjut
Memandang lurus ke depan
Dengan kepala terdonggak

Dalam setiap tarikan nafas
Ku sadari hidup ini terlalu berharga
Tuk sekedar tertawa
Atau hanya memejamkan mata

Mana cita-cita yang dulu membara
Haruskah pupus berjalan waktu
Betapa misteri diri
Tak terpahami oleh jiwa

Kemana semua tanya kubawa
Ketika tubuh merenta
Tulang-tulang merapuh sudah
Dan matahari trus meninggi

Lhokseumawe, 1 April 2008

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke ELEGI PAGI HARI, SEBUAH PUISI

  1. Ping balik: A POEM ABOUT MORNING | Tengkuputeh

  2. Ping balik: BARA API IDEALISME | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.