INIKAH CINTA

Dia adalah perwujudan sifat indiffrent, acuh. Wajahnya setenang telaga yang tak terduga kedalamannya bagi siapapun jua.

INIKAH CINTA

Dia adalah perwujudan sifat indiffrent, acuh. Wajahnya setenang telaga yang tak terduga kedalamannya bagi siapapun jua. Dia adalah pembuktian mengapa patung dewi Venus selalu dipuja dalam keheningannya, mungkin dia bukanlah ciptaan tuhan yang paling indah tapi ia adalah yang paling misterius setidaknya bagiku.

Dibalik bibirnya yang merah merekah bak apel Australia tersimpan lidah setajam sangkur tentara yang siap mengiris telinga yang mengangga. Kata-kata hanyalah permainan untuk mengeluarkan suara indahnya. Tidak kasar, tidak lembut, tidak keras, tidak renyah hanya ketus dan pahit. Pertahanan sekokoh setangguh benteng Konstantinopel justru menambah daya tarik dirinya.

Apabila ia tersenyum maka akan terlihat barisan indah berlian yang kilauannya mempesona melebihi merek de beers. Namun karena sebegitu berharganya sehingga amat jarang ia melakukannya, bagiku periodenya bahkan lebih lama dari siklus melintas komet Halley melewati bumi. Tak ingin diri ini melewatkan satu kesempatan saja untuk melihatnya.

Awalnya biasa saja, lelaki mana yang menyukai perempuan dengan mata menikam? Ada mungkin, tapi laki-laki aneh tentunya. Jadi mengapa bisa? Ini semua gara-gara sebuah mimpi. Entah mengapa diri ini bisa mengimpikan dirinya dalam sebuah nyenyak dikeheningan malam.

Terasa menyentak, karena menurut Fritz Paris “Mimpi …. Adalah suatu pesan dari dan untuk dirimu sendiri.” Duhai perwujudan Venus kembalilah ke ranah Yunani, mengapa engkau mengusik putra hujan tropis ini, sungguh tak sanggup aku menanggungnya.

Akibatnya sekujur tubuh terasa berbeda, jantung terasa rock on roll dengan hanya mengingat namanya. Serasa badan menjadi aneh, memori di kepala selalu mengingat wajahnya, serasa ada yang tertinggal apabila belum bertemu dengannya. Dibalik topeng besi dan baju zirah yang kukenakan terasa dada ini bergetar hebat.

Apakah ini yang namanya Cinta? Aku tidak tahu, karena sungguh seumur hidup baru sekarang mengalami ini. Mana mental baja yang selama ini kubanggakan? Mengapa harus mencair bila bertemu dengannya. Kacau! Rasanya fikir dan perasaan tumbang tindih. Aku mau tapi juga malu, aku berani tapi juga takut.

Kemana harus ku cari jawaban? Semua buku yang telah terbaca tak pernah menjelaskannya. Pengalaman nihil, bertanya juga malu. Maka pada andalah aku bercerita.

Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to INIKAH CINTA

  1. Pingback: IS THIS LOVE | Tengkuputeh

  2. Pingback: RENUNGAN MALAM | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s