PUISI TERINDAH

Apa guna semua orang tersenyum bila wajahmu cemberut.

PUISI TERINDAH

Apakah wajahku layaknya izrail
Sehingga engkau berpaling
Apakah lakuku sedingin es
Sehingga engkau membuang muka

Apa guna seluruh dunia memuji
Bila mulutmu mencibir
Apa guna semua orang tersenyum
Bila wajahmu cemberut

Seluruh puisi yang kutulis
Hanya untukmu
Walau sengaja engkau merobek
Tepat didepan hidungku

Engkau menyebutku kepala batu
Tak gentar dipermalukan
Didepan khalayak ramai
Atau civitas akademika sekalipun

kau harus tahu
Tak ingin kumenyesal
Nanti usia tua tiada mendapati
Dirimu disisiku

Lhokseumawe, kemarin.

Puisi-puisi tentang perasaan:

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Catatan Seorang Pecundang; 1 Agustus 2008;
  3. Dinda Dimanakah Engkau Berada; 1 Agustus 2008;
  4. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  5. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  8. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  11. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  12. Mencumbui Kematian Sebuah Elegi; 16 Mei 2009;
  13. Berakhir Disini; 16 Juli 2009;
  14. Sang Maha Durjana; 18 Juni 2010;
  15. Kenangan Akan Gerimis; 11 Februari 2012;
  16. Untukku; 17 November 2013;
  17. Cincin; 15 Maret 2013;
  18. Buah Amarah; 18 Desember 2016;
  19. Rindu; 4 Agustus 2017;
  20. Penantian; 21 Februari 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to PUISI TERINDAH

  1. Pingback: ALL FOR THE SAKE OF LOVE | Tengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.