KITA YANG TAK AKAN BERTEMU KEMBALI

Kita yang tak akan bertemu kembali

KITA YANG TAK AKAN BERTEMU KEMBALI

Dinda bahagiakah engkau disana
Sekian lama tiada berjumpa
Tlah lama tak mendengar kabarmu
Hilang dalam ruang dan waktu
Pernah kita merasa bahagia
Membaui hujan menjejak tanah
Luruhnya debu membersihkan kalbu
Memandang bias-bias pelangi
Pernah juga kita menangis bersama
Tiada pernah kuingkari
Tegar menghadang tempaan
Memandang senyummu itu
Dinda, kita yang takkan bertemu kembali
Ku ingin tiada lagi air matamu untukku
Dinda dimanapun engkau berada
Kuharap engkau bahagia disana

Lhokseumawe, 26 Maret 2006

Puisi-puisi melankolis

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Catatan Seorang Pecundang; 1 Agustus 2008;
  3. Elegi Puisi Kematian Cinta; 3 Agustus 2008;
  4. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  5. Kalah Perang; 5 November 2008;
  6. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
  7. Selamanya; 14 Desember 2008;
  8. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  9. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  10. Orang Asing Yang Terasing; 3 Februari 2009;
  11. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  12. Mencumbui Kematian Sebuah Elegi; 16 Mei 2009;
  13. Ada Setelah Tiada; 26 Februari 2012;
  14. Direbut Kabut Kelam; 10 Agustus 2013;
  15. Renungan Malam; 19 November 2017;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to KITA YANG TAK AKAN BERTEMU KEMBALI

  1. Pingback: MALAM INI BIARKAN AKU MENYENDIRI | Tengkuputeh

  2. Pingback: DIREBUT KABUT KELAM - TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.