ORANG ASING TERASING

Sufi yang terasing dari dunia

ORANG ASING TERASING

Ketika terjaga, tak tahu diriku ini siapa? Bau badan ini milik siapa? Muka acak-acakan dicermin itu akukah? Mungkin hatiku telah dipenuhi belatung. Mungkin otakku sudah membusuk hingga tak mengenali sosok sendiri. Begitu menakutkan sehingga diriku pun gemetar ketakutan pada bayangan hitam dibelakang. Dimana ini, diruang pengap tiga kali enam meter, mendapati diri dibawah lampu teplok kuning. Kasus tipis dan bantal penuh liur. Hidungku mencium bau apak menyengat. Deru debu bercampur tahi cicak. Sungguh persemayaman yang menyeramkan. Kupandangi cat dinding mengelupas, seperti wajahku yang telah bopeng oleh sayatan kuku tajam. Luka ditubuhku belum sepenuhnya sembuh. Tertembus baja satu hasta. Berbalut perban kuning tidak putih. Aku marah, mengerang lalu menjerit, hingga mendapati aku hanya bersama diriku. Aku merasa asing, pada semuanya. Bahkan pada diriku sendiri. Siapakah aku?

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke ORANG ASING TERASING

  1. Baka Klana berkata:

    Begitu kalau Ijrail sudah datang memanggil Tgk
    berarti kita sudah berada di negeri asing terasing

  2. Baka Klana berkata:

    Mudah-mudahan kita idak termasung orang asing terasing disaat Ijrail datang menjemput kita

  3. karangsati berkata:

    …makin sempurna dalam keterasingan…

    ditelan rinai hujan,
    didera imsonia,
    belum lelap
    dipagut
    pagi

    ~k’sati~

  4. tengkuputeh berkata:

    Jawab

    @Bang Baka ==> Ketika izrail datang memanggil, jasad terbujur dipembaringan…

    @KarangSatie ==> Kalau tak merasa sepi, maka kita juga tak merasa ramai…

  5. suryaden berkata:

    ngeri aku, …
    kadang releksi diri pun membuatku takut…

  6. tengkuputeh berkata:

    Hihihi, takut melihat wajah sendiri dicermin???

  7. Ihan berkata:

    sudah sepatutnya kita sering bercermin, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara non fisik, supaya kita tahu apa yang masih menjadi kekurangan kita sehingga bisa segera diperbaiki, dan apa pula kelebihan kita sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebaikan.

  8. Ping balik: KITA YANG TAK AKAN BERTEMU KEMBALI - TengkuputehTengkuputeh

  9. Ping balik: BARA API IDEALISME | Tengkuputeh

  10. Ping balik: POHON KEKEKALAN | Tengkuputeh

  11. Ping balik: IBRAHIM | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.