LALAI

Cerita ringkas yang (pasti) tak seindah dongeng. Tapi mungkin masih kebih manis ketimbang kenyataan.

LALAI

Diantara tubir-tubir perbukitan, atau jalan basah hujan badai tak kunjung selesai, atau bahkan curam ngarai pegunungan besi. Perjalanan panjang yang sedih, hampir tampak sia-sia, dengan, pengorbanan sampai dasar, tiada hendak mencapai apa yang begitu berharga, merasa tiada pilihan lain. Aku pikir aku sudah memahami semuanya.

Padahal azas berjalan pada tapak pertama, bambu harus diretakkan, istana pikiran dibuka, dimulai, mungkin, sebuah imaji bersahaja, segera akan pergi keluar (melihat), untuk membentuk hari esok yang bernyanyi kembali.

Mungkin aku lupa, akan cara berkreasi, padahal Tuhan sendiri ialah IA yang tak menyesali apa yang ia ciptakan sendiri. Tiap hari, tiap kali. Berbuat merupakan sebuah petualangan baru, ada berbagai kemungkinan langkah ke depan yang tak diduga.

Bisa jadi, aku terkena penyakit terbesar manusia, kian gemuk, bahkan kian bengkak. Berhenti dan berpuas diri, karena tentunya hidup berarti bukan karena (hanya) mencapai, Hidup menjadi berarti karena mencari.

Aku lalai. Harapanku hanya pada Tuhan, yang setahuku IA tak pernah menolak mereka yang mengaku, menyesal pada-Nya.

Lagi-lagi, aku merasa memahami, aih, alangkah tololnya.

Koetaradja, 10 Syawwal 1435 H. (bertepatan 6 Agustus 2014)

 

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Puisiku dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke LALAI

  1. Ping balik: KEGUNCANGAN FILOSOFIS | Tengkuputeh

  2. Ping balik: KEGUNCANGAN FILOSOFIS | TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.