Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Untuk apa kita mengorbankan kebahagiaan? Hidup kita bukan milik kita. Anak-anak

ANAK-ANAK

Cerita tentang anak terkadang bisa menyebabkan kita merenung. Setiap anak mengandung hal-hal yang mempesona. Jika ada kebebasan, yang tidak terikat pada tujuan, pamrih, target, itulah kebebasan sejati yang terdapat pada mereka.

 anak-anak bermain bola dalam rintik hujan

dalam nikmatnya kebersamaan

anak-anak bermain bola tanpa beban kesengsaraan

tanpa dibayangi ketakutan

anak-anak bermain bola dalam luasnya jagad raya

tanpa tabir kemunafikan

andai dunia seperti realita ini

alangkah indahnya

mereka pun bermain dan terus bermain

mari kita jadikan dunia ini damai seperti hati mereka

Tapi tak semua anak beruntung.

Pernahkah kita bertanya, seberdosakan apakah kita? Ketika memilih tidak berbuat.
Pernahkah kita bertanya, seberdosakan apakah kita? Ketika memilih tidak berbuat.

Ada yang terbongkok-bongkok memikul kaleng minyak sepanjang jalan. Atau membujuk tamu dari lantai warung yang kotor agar suka mengupahnya untuk menyemir sepatu. Pantai dunia mereka sangat terbatas.

Anehnya mereka tak sendiri. Di seberang lain, di rumah-rumah bagus itu, tertimbun dalam kecermelangan plastik, elektronik, ada anak yang dikongkongi nenek, orang tua atau pesawat televisi.

Mereka tak lagi bisa bermain dalam arti sebenarnya. Waktu mereka telah direbut. Mereka tak lagi menciptakan mainan, dan nyanyian sendiri di bawah bulan. Mereka di-karbit oleh lagu, dan dunia orang dewasa.

Malam harinya kepayahan bekerja, atau pasif di depan televisi. Mereka harus menelan dunia orang dewasa, yang sebetulnya tak ingin mereka menyukai dunia mereka sendiri.

Pertanyaannya adalah, untuk apa mereka mengorbankan kebahagiaan? Padahal hidup mereka bukan milik kita.

Advertisements
Advertisements

1 thought on “ANAK-ANAK

Leave a Reply

%d bloggers like this: