Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Adakah engkau masih mengingat kala gerimis membasahi bumi, tentang kita yang pernah berjalan pelan mengharumi aroma hujan berdua.

KENANGAN AKAN GERIMIS

Adakah engkau masih mengingat

Kala gerimis membasahi bumi

Kita pernah berjalan pelan

Mengharumi aroma hujan berdua

 

Ketika gerimis turun

Segala keindahan turun ke bumi

Sebagai tanda rahmat dari sang Pencipta

Bahkan pada insan yang durhaka

 

Ketika itu kita masih muda

Penuh cita dan cinta

Menantang kejam dunia dengan rasa

Dan sekejap saja kita telah menua

 

Tahun demi tahun telah berlalu

Dengarlah suara kematian yang semakin dekat di setiap detiknya

Titik-titik hujan itu jatuh pelan

Aku berpulang dengan perasaan enggan

 

Tahun ini apa yang telah aku lakukan

Tetesan hujan dipunggungku semua tertelan gemuruh dilangit

Sebenarnya aku tak tahu apa yang aku inginkan sekarang

Hanya satu malam saja akan berakhir

 

Pernah merasa jalannya waktu terlalu pelan

Pernah merasa jalannya waktu terlalu cepat

Pernah rasanya ingin mengulang ke belakang

Tapi akhirnya aku tak kembali

 

Banda Aceh, 11 Februari 2012

Tentang Kita:

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Maksud Hatiku Padamu; 1 Agustus 2008;
  3. Puisi Terindah; 3 Agustus 2008;
  4. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  5. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
  6. Padamu Perempuanku; 25 September 2008;
  7. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  8. Puisi Tentang Gerimis; 22 Desember 2008;
  9. Direbut Kabut Kelam; 10 Agustus 2013;
  10. Aku Mencintaimu Dengan Sederhana; 15 Mei 2017;

 

Advertisements
Advertisements

4 thoughts on “KENANGAN AKAN GERIMIS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: