MELEBIHI KEANGKUHAN IBLIS

mimpi-buruk

Keangkuhan Iblis

MELEBIHI KEANGKUHAN IBLIS

“Iblis yang karena keangkuhannya menolak keampunan dari Tuhan-Nya, sehingga harus menelan kesombongannya menjadi penghuni neraka pada akhir zaman pun memerlukan teman. Untuk itu ia merayu manusia untuk menjadi sahabatnya didasar neraka.” Katamu menusuk jantungku.

“Mengapakah kamu manusia yang mengaku beriman masih keras membatu sendiri?” Tudingmu

Mukaku memerah, amarahku meledak. “Kurang ajar! Engkau menyamakan aku dengan Iblis.”

 Lhokseumawe, 5 Desember 2008

KATALOG HIKMAH

  1. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  2. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  3. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  4. Orang Asing Yang Terasing; 3 Februari 2009;
  5. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  6. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  7. Menyerahkan Nasib Pada Takdir; 3 September 2009;
  8. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  9. Menelusuri Sejarah Perang Salib; 30 April 2010;
  10. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  11. Pahit; 8 Maret 2012;
  12. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  13. Nun; 3 Desember 2014;
  14. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  15. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  16. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  17. Momentum; 18 Mei 2015;
  18. Ramadhan Dan Relativitas; 27 Juni 2015;
  19. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  20. Ibrahim; 20 September 2015;
  21. Hijrah; 14 Oktober 2015;
  22. Tsunami; 26 Desember 2015;
  23. Ismail; 9 September 2016;
  24. Idul Fitri Dan Hukum Tekanan Pascal; 25 Juni 2017;
  25. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  26. Manusia Semesta; 21 November 2017;
  27. Bagaimana Cara Cemburu Yang Baik dan Benar; 28 November 2017;
  28. Rindu Kami Padamu Ya Rasul; 9 Desember 2017;
  29. Pertemuan Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  30. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to MELEBIHI KEANGKUHAN IBLIS

  1. genthokelir says:

    padahal aku ini melebihi iblis hahaha
    itu kalo aku yang melanjutkan
    salut atas pencerminannya dan pencerahannya
    salam kangen dan salam hormat selalu

  2. Pozan says:

    Saya mengakui ‘kita’ melebihi dari Iblis.
    Iblis cuma merayu dan menggoda. “Kita’ lebih dari itu, merampas hak orang dan membunuh hak orang.
    Untung iblis tak membunuh dan korupsi…

  3. tengkuputeh says:

    Jawab…
    @Mas Tok ==> Setiap manusia bisa menjadi alat Iblis, begitupun diri kita. Bukan begitu Mas Tok…
    @Bang Ozan ==> Iblis adalah manajer dan kita adalah pelaksananya, hehehe…

  4. Pingback: DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA - TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.