MENGEJAR BAYANG-BAYANG

Bayang-bayang

MENGEJAR BAYANG-BAYANG

Aku adalah bayangan terbang melayang
Janganlah engkau mengejarku
Detak waktu akan menghentikanmu
Dalam sebuah kepastian kenihilan

Aku adalah bayang-bayang
Sudah selayaknya tak tersentuh
Dan tak akan pernah terjamah
Sekuat apapun engkau berusaha

Bersama gelapku berpadu
Cahaya adalah sahabatku
Setengah-setengah sifatku
Dan inilah sesungguhnya aku

Air matamu tak akan mengibakanku
Aku tak punya jasad apalagi hati
Itu semua sudah mati karena aku
Adalah bayangan untukmu

Bayangan tak bisa menyimpan kemarahan tapi,
Bayangan juga tak punya kemampuan memaafkan.

Lhokseumawe 21 Nopember 2008

PUISI

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Catatan Seorang Pecundang; 1 Agustus 2008;
  3. Maksud Hatiku Padamu; 1 Agustus 2008;
  4. Dinda Dimanakah Engkau Berada; 1 Agustus 2008;
  5. Elegi Puisi Kematian Cinta; 3 Agustus 2008;
  6. Dalam Jubah Sufiku; 3 Agustus 2008;
  7. Dipersimpang Jalan; 3 Agustus 2008;
  8. Puisi Terindah; 3 Agustus 2008;
  9. Maghribi dan East; 3 Agustus 2008;
  10. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  11. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  12. Dua Puluh Empat Setengah Tahun; 6 Agustus 2008;
  13. Elegi Pagi Hari, Sebuah Puisi; 7 Agustus 2008;
  14. Cryptogram; 4 September 2008;
  15. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  16. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
  17. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  18. Indah Bunga; 20 September 2008;
  19. Padamu Perempuanku; 25 September 2008;
  20. Hikayat Sang Pengembara; 6 Oktober 2008;
  21. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  22. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  23. Kalah Perang; 5 November 2008;
  24. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  25. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
  26. Melebihi Keangkuhan Iblis; 5 Desember 2008;
  27. Selamanya; 14 Desember 2008;
  28. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  29. Puisi Tentang Gerimis; 22 Desember 2008;
  30. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Kisah-Kisah, Literature, Puisiku and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to MENGEJAR BAYANG-BAYANG

  1. Nadiah Alwi says:

    paragraf terakhirnya dalem banget.

    Salam kenal…

  2. tengkuputeh says:

    SALAM KENAL JUGA NADIA

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.