Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Puisi tentang gerimis

PUISI TENTANG GERIMIS

Kala gerimis membasahi bumi
Dengarlah suara kematian yang semakin dekat di setiap detiknya
Titik-titik hujan itu pelan
Aku berpulang dengan perasaan enggan

Tahun ini apa yang telah aku lakukan
Tetesan hujan dipunggungku semua tertelan gemuruh dilangit
Sebenarnya aku tak tahu apa yang aku inginkan sekarang
Hanya satu malam saja akan berakhir

Pernah merasa jalannya waktu terlalu pelan
Pernah merasa jalannya waktu terlalu cepat
Pernah rasanya ingin mengulang ke belakang
Rasanya tak ingin kembali

Pesisir Timur Pulau Sumatera, Desember 2008

Puisi-puisi alam:

  1. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  2. Indah Bunga; 20 September 2008;
  3. Cerita Sebuah Gudang; 14 Januari 2010;
  4. Kenangan Akan Gerimis; 11 Februari 2012;
  5. Monolog Bulan; 4 Juni 2012;
  6. Direbut Kabut Kelam; 10 Agustus 2013;
  7. Musim Hujan; 11 September 2013;
  8. Oda Sebatang Pohon; 29 Maret 2016;
  9. Bulan Dan Bintang; 29 September 2017;
  10. Di Tepian Pantai Pulau Bunta; 6 Maret 2018;

 

Advertisements
Advertisements

14 thoughts on “PUISI TENTANG GERIMIS

  1. duh, nada puisinya tragis banget, mas tengku, tiba2 saja saya mencium bau kematian lewat lirik2nya. semoga saja hujan dan gerimis bisa memberikan pertanda yang baik di bulan desember ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: