BUAH AMARAH

Lukisan Buah Amarah

BUAH AMARAH

sejenak memandang langit biru
buah kata tak terucap
hamparan bumi bergulung-gulung
terpasung kuat semesta ruang

terik matahari membakar amarah
bawa seribu kutuk di hati
di sela-sela angin bawa kisah duka
serakkan ranting-ranting patah merapuh

28-08-2001

Puisi-puisi tentang perasaan yang mendalam:

  1. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  2. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
  3. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  4. Indah Bunga; 20 September 2008;
  5. Padamu Perempuanku; 25 September 2008;
  6. Hikayat Sang Pengembara; 6 Oktober 2008;
  7. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Kalah Perang; 5 November 2008;
  10. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  11. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
  12. Mengejar Bayang-Bayang; 4 Desember 2008;
  13. Melebihi Keangkuhan Iblis; 5 Desember 2008;
  14. Selamanya; 14 Desember 2008;
  15. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to BUAH AMARAH

  1. aryanpoetra says:

    Follback ya 😊

  2. Pingback: FRUITS OF ANGER | Tengkuputeh

  3. Pingback: SEMINGGU SETELAH TSUNAMI ACEH | Tengkuputeh

  4. Pingback: PUISI - TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.