MUSIM HUJAN

MUSIM HUJAN

Telah datang lagi musim hujan, dari langit kelabu berjatuhan butiran-butiran air. Kemarau telah usai.

MUSIM HUJAN

telah datang lagi musim hujan

dari langit kelabu berjatuhan butiran-butiran air

lalu merambat di bumi kesayangan

musim kemarau telah usai

 

bumi hijau terhampar sejauh mata memandang

lalu angin bertiup kencang

menerjang pepohonan merunduk laju

menampar-nampar dipipi beku

 

tetes air berjatuhan satu demi satu

hidup terlalu asing di bumi

membuat hati tidak betah

tanah azali menghimbau selalu biru

 

tahun ini, telah datang kembali musim penghujan

dari langit kelabu

bertambah satu berkurang satu

yang berkurang hanyalah waktu

 

Bait Al Hikmah, 5 Dzulqaidah 1434 H (bersamaan 11 September 2013)

Puisi-puisi:

  1. Dalam Jubah Sufiku; 3 Agustus 2008;
  2. Dipersimpang Jalan; 3 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Hikayat Sang Pengembara; 6 Oktober 2008;
  5. Puisi Tentang Gerimis; 22 Desember 2008;
  6. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  7. Anak-Anak Bermain Bola; 26 Februari 2009;
  8. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  9. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  10. Sang Maha Durjana; 18 Juni 2010;
  11. Kenangan Akan Gerimis; 11 Februari 2012;
  12. Al-Muwasysyah; 23 Mei 2013;
  13. Setitik Noktah Di Dalam Noktah; 25 Februari 2015;
  14. Hujan; 12 November 2015;
  15. Senang Bagi Mereka Yang Berpunya; 30 November 2016;
  16. Supaya Aku, Kamu Dan Kita (Lebih) Saleh; 9 Desember 2016;
  17. Rindu; 4 Agustus 2017;
  18. Menantikan Bayang-Bayang; 26 Oktober 2017;
  19. Renungan Malam; 19 November 2017;
  20. Di Tepian Pantai Pulau Bunta; 6 Maret 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.