ODA SEBATANG POHON

Sebatang Pohon (Lukisan Koleksi)

Sebatang Pohon (Lukisan Koleksi Pribadi)

ODA SEBATANG POHON

Sebatang kurma berdiri di tengah Rusafa,
lahir di Barat, jauh dari negeri kurma.
Kataku: Sungguh kau sepertiku, jauh di pengasingan,
terpisah lama dari kawan dan keluarga. 
Kau tumbuh dari tanah yang asing bagimu;
Dan aku, sepertimu, jauh pula dari rumah.

Abdul Rahman I dari Kordoba

Puisi Kehidupan:

  1. Melebihi Keangkuhan Iblis; 5 Desember 2008;
  2. Selamanya; 14 Desember 2008;
  3. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  4. Puisi Tentang Gerimis; 22 Desember 2008;
  5. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  6. Orang Asing Yang Terasing; 3 Februari 2009;
  7. Anak-Anak Bermain Bola; 26 Februari 2009;
  8. Dua Puluh Lima Tahun Seperempat Abad Sudah; 2 Maret 2009;
  9. Wajah Iblis Sang Malaikat; 12 Maret 2009;
  10. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  11. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  12. Mencumbui Kematian Sebuah Elegi; 16 Mei 2009;
  13. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  14. Pledoi Iblis; 12 Juni 2009;
  15. Berakhir Disini; 16 Juli 2009;
  16. Cerita Sebuah Gudang; 14 Januari 2010;
  17. Selamat Ulang Tahun Mama; 1 Februari 2010;
  18. Pledoi Iblis Jilid Dua; 14 Mei 2010;
  19. Sang Maha Durjana; 18 Juni 2010;
  20. Kenangan Akan Gerimis; 11 Februari 2012;
  21. Ada Setelah Tiada; 26 Februari 2012;
  22. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  23. Monolog Bulan; 4 Juni 2012;
  24. Ode Seekor Harimau; 18 Agustus 2012;
  25. Al-Muwasysyah; 23 Mei 2013;
  26. Surga; 17 Juni 2013;
  27. Musim Hujan; 11 September 2013;
  28. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  29. Panton Hana Utak; 1 April 2014;
  30. Nun; 3 Desember 2014;
  31. Setitik Noktah Di Dalam Noktah; 25 Februari 2015;
  32. Hujan; 12 November 2015;
  33. Puisi; 18 November 2016;
  34. Senang Bagi Mereka Yang Berpunya; 30 November 2016;
  35. Supaya Aku, Kamu Dan Kita (Lebih) Saleh; 9 Desember 2016;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to ODA SEBATANG POHON

  1. Kerinduan akan kampung halaman selalu membuat jiwa syahdu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.