SURGA

Dimana penglihatan gagal, bumi bisa memberi kabar

Menginginkan surga, yang diriwayatkan dipenuhi kebun-kebun besar. Dialiri oleh sungai-sungai susu, dipenuhi bidadari.

SURGA

Sebenarnya aku, seperti juga para leluhurku.

Sama seperti semua orang juga.

Menginginkan surga, yang diriwayatkan dipenuhi kebun-kebun besar.

Dialiri oleh sungai-sungai susu, dipenuhi bidadari.

 

Namun, suara batinku menjerit.

Menghina dan meracau, bisakah engkau?

Durjana buduk tak tahu diri, haus akan nafsu duniawi.

Menikmati diam-diam setiap basah-kuyup dipelabuhan biru.

 

Sebenarnya aku, bukan seperti disangka.

Sama seperti semua orang juga.

Memiliki nafsu angkara, namun aku tak kuasa menahannya.

Menceburkan diri dalam godaan-godaan tak berbatas.

 

Tak lebih dari selangkangan berkurap ini.

Pernah dengan tegas menolaknya, menghina pengagumnya.

Akan tetapi hari ini merasa gusar, cemas dan takut.

Malu-malu merindukannya, surga.

 

Bait Al Hikmah, 8 Sya’ban 1434 H (bersamaan 17 Juni 2013)

 

Maka tidaklah bagus merenungkan terlalu kesalahan masa lalu. Jika kita tidak bisa saling memaafkan apa yang telah dilakukan masing-masing kita, tak akan ada perdamaian antara kita.

Butiran Hikmah:

  1. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  2. Menyerahkan Nasib Pada Takdir; 3 September 2009;
  3. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  4. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  5. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  6. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  7. Momentum; 18 Mei 2015;
  8. Ramadhan Dan Relativitas; 27 Juni 2015;
  9. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  10. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  11. Manusia Semesta; 21 November 2017;
  12. Rindu Kami Padamu Ya Rasul; 9 Desember 2017;
  13. Pertemuan Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  14. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  15. Bacalah Ini Disaat Engkau Merasa Kalah; 28 Maret 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Puisiku and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to SURGA

  1. Pingback: HEAVEN | Tengkuputeh

  2. Pingback: SEMINGGU SETELAH TSUNAMI ACEH | Tengkuputeh

  3. Pingback: DENGARLAH SUARA KEMATIAN | TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.