HUJAN

Karena di langit malam yang luas Kamulah satu-satunya bintang yang terlihat

Pada hujan di bulan November. Harum tanah di basahi hujan, Kamulah satu-satunya bintang yang terlihat.

HUJAN

Pada hujan di bulan November

Ada yang tetap tak terucap

Harum tanah di basahi hujan

Aroma pepohonan hijau tersenyum

 

Aku hanya memandang langit

Nan jauh disana

Terkadang tak harus ada alasan sama sekali

Mengingat hujan di bulan November

 

Ketika kita baru bisa bilang kita

Beberapa tahun silam

Ada masa depan yang belum terjangkau

Aku merindukan kemampuanmu tersenyum

 

Hidup ternyata bisa bertahan melalui kesedihan

Ada suatu hal sukar dan kuno tapi kukuh

Sesuatu yang disebut kenaifan

Mungkin naluri, mungkin cinta

 

Sebuah gelora yang menggetarkan, juga mempesonakan

Sesuatu yang tak punya defenisi persis

Karena di langit malam yang luas

Kamulah satu-satunya bintang yang terlihat

 

Bait Al Hikmah, 30 Muharram 1437 Hijriah (bertepatan 12 November 2015)

Puisi-puisi tentang cinta:

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Maksud Hatiku Padamu; 1 Agustus 2008;
  3. Dinda Dimanakah Engkau Berada; 1 Agustus 2008;
  4. Elegi Puisi Kematian Cinta; 3 Agustus 2008;
  5. Dalam Jubah Sufiku; 3 Agustus 2008;
  6. Puisi Terindah; 3 Agustus 2008;
  7. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  8. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  9. Cryptogram; 4 September 2008;
  10. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  11. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
  12. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  13. Padamu Perempuanku; 25 September 2008;
  14. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  15. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.