PENGEMBARAAN

Pengembaraan adalah pengembalaan diri.

Pengembaraan adalah pengembalaan diri.

PENGEMBARAAN

Tiap kelahiran jika dipikirkan dengan seksama, hanyalah suatu kebetulan. Dengan ratusan juta sperma yang berenang dengan buta dalam kegelapan, sungguh amat kecil kemungkinan seseorang bisa menjadi apa adanya kini. Dari semua yang berjejalan di alam semesta, berapa banyak yang memang direncanakan? Dia bertanya-tanya, merasa melayang karena kecapekan mendapati dirinya merenungkan kebetulan-kebetulan yang telah menjadikan mereka ada.

Pengembaraan adalah pengembalaan diri, begitu pula kehidupan, mungkin hidup adalah pengembaraan yang melelahkan, padang yang luas, yang mencemaskan, bila angin samun datang, gunung pasir yang berpindah-pindah itu, dan terbentanglah padang yang luas di hadapan. Dalam perjalanan yang luas, kerap diserang dahaga dan membayangkan fatamorgana, akh ini semua khayal belaka sedang dahaga kosong dan sirna.

Dan bila tiba pada oase, dikira itulah syurga. Hendak menikmati dan memuaskan di syurga itu. Tapi ternyata itu pun fana, dan hanyalah tempat singgah semata sementara manusia hanyalah pandai menguras, kemudian berangkat lagi menempuh padang pasir, mencari yang lain. Tanpa tujuan dan arah.

Selalu badewi atau nomaden. Dipermainkan olah alam berkeliling, oleh angan-angan yang tak berkesudahan dalam warna-warni yang tak tercapai. Lesu dan letih, menurutkan sayap angan-angan tak tentu arah. Di antara rayuan-rayuan dunia, ia harus menjaga kemuliaan. Bukan hanya budak belaka, budak segala bunga yang lekas layu. Terpujilah mereka yang tak terpesona dengan warna-warni awan gemawan, yang dibawa angin mengembara angkasa luas.

Pengembaraan adalah pengembalaan diri. Mereka yang tegak dengan dua kaki, mereka yang melihat semua yang mengelilinginya dengan Nur Illahi dan mencipta sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Mereka yang membangun taman-taman bunga, dalam mengabdi pada Sang Khaliq. Pengembaraan, sinarilah jiwa dengan Nur Illahi, taat, penenang hati, membina bakti dan penenang jiwa.

Bait Al-Hikmah, 20 Rabbiul Awwal 1436 H (Bertepatan 11 Januari 2015)

Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to PENGEMBARAAN

  1. masichang says:

    “Tiap kelahiran jika dipikirkan dengan seksama, hanyalah suatu kebetulan….. ”

    mungkin kelahiran adalah salah satu yang telah direncanakan dengan seksama dan mendetail…

    • tengkuputeh says:

      Mungkin kehidupan ini adalah sekumpulan kemungkinan yang menjalin satu sama lain membentuk sebuah jalan-jalan pilihan bercabang baik yang disengaja maupun tiada.

  2. Pingback: LIFE IS A JOURNEY | Tengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.