PERKASA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Mister Big Superman

Ketika yang perkasa itu tiada sudah maka mungkin sebuah cerita mampu menjadi kekuatan tersendiri.

PERKASA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Sial!!! Ada kutuk terlepas ketika melewati keramaian. Mereka yang benar penikmat hidup dalam keramaian pasti tidak akan tahan dalam sepi, menghadapi keramaian yang tak dikenal bukanlah suatu kesenangan apalagi jika engkau terbiasa menjadi bagian dari padanya. Ini adalah kisah bersambung atawa akan segera tamat ceritanya? Saat ini Assosiasi berada dalam keadaan berai, ibarat legion yang terpisah dari skuadron inti, keperkasaan memudar bersama dengan usia yang bertambah, ada waktunya ketika kaki-kaki lelah berdiri. Ketika yang perkasa itu tiada sudah maka mungkin sebuah cerita mampu menjadi kekuatan tersendiri. Maka jangan ragukan kehilangan itu, ketika Mister Big akan segera melangkah menuju bahtera kehidupan selanjutnya. Padahal ini adalah sebuah sebuah pernikahan dan bukanlah sebuah pemakaman. Sekelompok orang tua ternyata bisa sekanak-kanak itu, apa kata dunia?

Cristian Sugiono sebagai Mister Big

Cristian Sugiono sebagai Mister Big

Mister Big adalah yang paling perkasa diantara seluruh anggota ABL, Serigala dari Assosiasi. Dia adalah salah satu sosok hampir selalu berhadir dalam sepanjang sejarah Assosiasi, bahkan sebelum Assosiasi berdiri. Sebagai penjaga gudang beras kerajaan Mister Big ini adalah pasangan sejati Barbarossa dalam dunia pekerjaan dan permainan, meski secara sifat mereka bertolak belakang sangat. Memiliki badan atletis dan berkaki panjang membuat ia menjadi salah satu anggota Assosiasi yang paling tangkas. Suara bariton dan kata-kata teratur justru menjadikan manusia yang satu ini sangat pemalu jika berhadapan dengan orang baru, mungkin itu semua didasari oleh perasaan halus yang entah dari mana melekat pada manusia baja. Mister Big adalah anggota yang paling moody diantara ABL. Bukan sebuah keanehan jika tiba-tiba Mister Big tidak bergabung bersama di lepau nasi bersama yang lain dengan alasan tiba-tiba kurang sehat, sebenarnya untuk orang sekuat dia sakit lebih sering bukan dalam arti tersurat melainkan tersirat.

X

Reza Rahardian sebagai Barbarossa

Reza Rahardian sebagai Barbarossa

Pernah suatu hari ketika, beberapa anggota ABL pergi menuju kota sebelah Bandar dengan kereta kuda. Semua anggota sudah lemas sepanjang perjalanan akan tetapi karena memburu waktu, harus tetap melanjutkan perjalanan, Laksamana Chen mengajukan Mister Big yang membawa kereta kuda, dan disetujui. Secara ia yang paling perkasa, ketika Mister Big mengambil kemudi semua berjalan lancar sampai Barbarossa mengoceh, “memang Mister Big sangat ahli mengendarai kereta kuda, kita sangat nyaman dibelakang. Ngomong-ngomong pernah menjadi kusir ya?”

Demi mendengar pujian nyinyir tersebut, Mister Big kumat, “ini kereta aku belokkan ke jurang ya! Biar semua yang di kereta ini mati semua! Bagus-bagus aku mau membawa kereta, malah dikatain kusir!” Sepanjang perjalanan Mister Big mengoceh kesal dan bermuka masam.

Selang beberapa lama, Laksamana Chen mengambil alih kemudi. Kemudian ia bergurau, “ini kereta aku belokkan ke jurang ya! Biar semua yang di kereta ini mati semua!” Anggota ABL lain tertawa terbahak, termasuk Mister Big yang menyadari bahwa ia sedang diolok-olok.

Diantara seluruh anggota ABL lainnya Mister Big adalah yang paling banyak memiliki nama alias mulai dari Hercules, Serigala, sampai Mahaguru. Dengan segala nama samaran yang dimiliki jangan heran jika ada teman tidak mengetahui sama sekali nama asli Mister Big, dan hampir semua nama itu berasal dari Barbarossa selaku sejawat setia dalam dunia pergudangan beras. Meski sangat akrab dengan ketua Assosiasi ini, Mister Big adalah orang yang paling keras berbeda pendapat dengan Barbarossa. Paling sering membongkar tipu daya muslihat serta tak sungkan mendebat keputusan si ketua, biasanya seluruh ABL lebih mempercayai Mister Big dibanding Barbarossa si licik. Kata-kata Mister Big, “jangan kalian pikir apa yang dikatakan Barbarossa itu benar semua! Adakalanya memang benar, namun lebih sering tipu daya.” Biasanya Barbarossa bila ketahuan belangnya akan senyum pura-pura lupa.

Dibalik otot kawat tulang besi yang dimiliki Mister Big, tersimpan suatu sifat terbaik yang biasanya dimiliki seorang perempuan yaitu kasih sayang. Sebagai sebuah organisasi yang di dominasi oleh para lelaki matang dengan testeteron pekat, hal ini sering dilupakan. Memang ABL memiliki pola pikir logis terstruktur dan itu tanpa disadari menjadikan organisasi ini sedikit kejam, setiap keluhan akan masuk ke dalam tong sampah. ABL adalah organisasi di mana para penggerutu tidak mendapat tempat. Dan disinilah Mister Big memiliki peran penting, sebagai pendengar sabar dan pemberi solusi jitu. Ternyata, para paruh tajam juga memiliki sedikit titik lemah. Di grup ini siapa yang mengeluh kecuali kepada Mister Big tak ayal akan dicap lemah oleh pendengarnya, super sekali. Politisasi di ABL jelas, penggerutu akan dilabeli pecundang.

Idris Sardi sebagai Mas Jaim

Idris Sardi sebagai Mas Jaim

“Saya tidak tahan lagi, selama bergabung di ABL setiap malam mengalami mimpi buruk! Tadi malam saya bermimpi ditangkap oleh suku pedalaman, dan setiap hari dipaksa mengangkat beban berupa kayu glondongan!” Mas Jaim selaku anggota yang paling terakhir bergabung merasa menerima teror mental di ABL. Kata-kata yang dikeluarkan para senior dirasakan menusuk jantungnya, canda tanpa tendeng aling-aling sangat menyakitkan kepada anggota yang baru bergabung.

“Jangan pikirkan itu Mas Jaim, sebenarnya mereka tidak bermaksud mengolok-olok dirimu. Memang mereka itu punya kebiasaan mengasah keahlian berbicara dan pengetahuan dengan bahasa tajam, kamu harus ikut! Dengan itu kamu dapat menyesuaikan diri dengan ritme ABL. Kamu akan dipaksa menjadi cerdas, sangat brilyan oleh mereka.” Saran Mister Big, waktu mendengarkan penjelasan tersebut Mas Jaim, perasaan lega menggerumuti tubuhnya, kelak Mas Jaim menjadi anggota penting ABL yang mampu beradaptasi dengan lingkungan semua tak lepas dari andil Mister Big.

Namun sekali lagi, tiada satu pun tokoh di ABL sempurna, masing-masing memiliki kecacatan tersendiri, jika tidak bagaimana bisa berbagai orang dengan beragam latar belakang bersatu bersama-sama, nyaris tanpa persamaan sama sekali. Menurut Tabib Pong selaku satu-satunya ahli pengobatan di ABL, Mister Big mengidap dua penyakit serius, yaitu; Pertama, terlalu menjaga citra baik yang melekat dan itu mengesalkan!; Kedua, dengan segala potensi yang dimiliki Mister Big terperangkap dalam diri sendiri, sehingga hampir tidak pernah melakukan usaha untuk lebih baik, bahasa halus dari menikmati bermalas-malasan di gudang beras.

XX

Selamat datang April, sudah setahun lewat Mister Big menemukan sang pujaan hati. Ketika di suatu sore, mereka pertama kali bertemu, duduk dikursi yang saling berhadapan. Dan sejak itu setiap langkah semakin dekat menuju pelabuhan terakhir, dan apabila ada aral melintang itu semua tak lebih dari persiapan menuju pertempuran asmara. Saatnya menyongsong masa depan gemilang.

XXX

Gadeng Marten sebagai Santiago

Gadeng Marten sebagai Santiago

Tentu, ketika si “dandy” ini menikah, ada yang hilang. Tiada suara tawa lepas Mister Big, seperti waktu para ABL saling serius untuk saling mendoakan selepas sebuah obrolan di penghujung duapuluhan. Perkiraan dalam pemikiran sering kali berbanding terbalik dengan kenyataan, ketika akhirnya Mister Big melepaskan diri dari bayang-bayang Barbarossa.

“Jadi hari begini, masih mencari kekasih?”

Barbarossa dan Penyair terkejut dengan gumaman tiba-tiba Mister Big, sedangkan disisi lain Laksamana Chen cekikikan. Tabib Pong kentara terlecut emosi, sedang Mas Jaim hanya menunduk.

“Makanya cari yang halal dong!” Tambah Mister Big tanpa perasaan.

Daniel Mananta sebagai Laksamana Chen

Daniel Mananta sebagai Laksamana Chen

Laksamana Chen punya kuasa berkata, “waduh belum menikah sudah sensitif tiba-tiba. Semenjak mau kawin mulutnya sudah tajam ya.” Untunglah, semua anggota ABL teguh mempertahankan prinsip bersatu dalam suka dan duka, Barbarossa hanya terganga mulut. Sedang Tabib Pong seperti hendak mengucapkan sesuatu akan tetapi ditahan. Hingga akhirnya Penyair buka suara.

“Benar kata pepatah, kita akan bersedih jika tidak mencapai tujuan bersama para sahabat. Akan tetapi akan lebih bersedih jika kita gagal, akan tetapi sahabat berhasil.”

“Mulut penyair!” Barbarossa memberi kode menutup mulut. “Kita harus paham, sahabat kita ini berada dalam kegalauan atau bisa jadi kegembiraan berlebih karena akan segera menikah. Itu wajar akan dihadapi siapapun yang akan menikah. Sebagai orang beradab kita harus paham, karena kita bukan orang biadab.” Sang Patriach berceramah dihadapan massa.

“Macam dia sudah menikah saja.” Sambar Laksamana Chen.

XXXX

Rizky Hanggono sebagai Professor Gahul

Rizky Hanggono sebagai Professor Gahul

Fenomena Mister Big menuju ke pelaminan tak luput dari perhatian Professor Gahul yang sedang melakukan riset di negeri antah berantah, sehingga begitu mendengar kabar langsung mengirimkan surat, “Wahai Mister Big yang baik, mudah bergaul, murah senyum, tulus dan tidak neko-neko. Walaupun kisah asmara anda berakhir dalam waktu dekat ini. Saya berharap Mister Big dapat tetap bergabung bersama kami dalam dunia per-lepau-an. Wassalam.” Kentara sekali, pesan dalam surat tersebut. Ketakutan bahwa ketika sang Profesor kembali, ABL sudah jatuh dan lepau nasi kosong.

Association Has Fallen???

XXXXX

Sungguh perputaran waktu sebegitu cepat. Di akhir, segala pesta akan berakhir. Sebuah generasi akan menemui senja tersendiri, dan memulai hari baru keesokan hari dengan generasi baru. Bukankah itu sudah terjadi sepanjang zaman.

XXXXXX

Tora Sudiro sebagai Tabib Pong

Tora Sudiro sebagai Tabib Pong

Hari berbahagia itu pun tiba. Para anggota Assosiasi pun berhadir di Masjid Arabia tercatat Amish Khan, Barbarossa, Laksamana Chen, Penyair dan Tabib Pong mengambil posisi jauh didepan. Sedang Tuan Takur menjadi pendamping pria Mister Big. Suasana Masjid di pagi hari ini penuh, mengingat yang dipersunting oleh Mister Big adalah seorang putri dari salah satu trah kebangsawanan kerajaan Bandar. Kebatinan ABL sebenarnya dalam keadaan vulkanis, terutama Tabib Pong yang baru menyelesaikan pelatihan pengobatan setahun di negeri Selatan Bandar. Ia merasa geram, karena semalam ia memanggil seluruh anggota ABL untuk merayakan kepulangannya, akan tetapi tidak satu orang pun yang datang dengan berbagai macam alasan. Ibarat kata seperti seorang pendekar yang telah melengkapi pelatihan di negeri orang dan pulang, kemudian mendapati para sejawat sudah memutuskan berhenti dari dunia persilatan. Ditambah desas-desus yang beredar bahwa Barbarossa telah menemukan kekasih hati, membuat Tabib Pong bermuka masam.

Fauzi Baadila sebagai Amish Khan

Fauzi Baadila sebagai Amish Khan

Sesuai tradisi Negeri Bandar, sebelum akad nikah Penghulu memberikan wejangan kepada calon pengantin dan undangan, suasana semakin memanas ketika Amish Khan yang baru seminggu lalu menikah berbisik pelan kepada para anggota Assosiasi, “yang belum menikah dengar itu!” Gaya kocak dibuat sombong itu membuat Laksamana Chen yang telah menikah tertawa. Barbarossa, Penyair dan Tabib Pong tersenyum kecut. Untunglah Mas Jaim sedang diluar kota sehingga selamat dari cemoohan Amish Khan. Kerusuhan disudut Barat Masjid Arabia tersebut tidak disadari oleh Mister Big dan Tuan Takur ditengah masjid nun jauh disana.

Begitu saksi menyatakah sah. Malah Tuan Takur yang girang, rupanya dia lebih tegang daripada sang pengantin. Acara ditutup dengan bersalaman dengan para undangan,  tanpa tahu asal muasal ketika Barbarossa meyalami Mister Big berkata, “cepat menyusul ya.” Barbarossa tersenyum.

Penyair maju, “cepat menyusul ya.” Dan diaminkan oleh Penyair.

Tiba Tabib Pong, “cepat menyusul ya.”

Kening Tabib berkerut, “jangan bilang itu sama aku!”

Mister Big hanya bisa menggelengkan kepala.

XXXXXXX

Sehabis acara, seperti biasa para Assosiasi duduk di lepau nasi.

“Heran, sekarang makin tua semakin sensitif.” Sentil Barbarossa terhadap Tabib Pong.

“Jadi salah aku!”

Sebuah awal percakapan yang buruk di lepau nasi, akan tetapi para ABL akhirnya melupakan dan mulai membicarakan hal remeh-temeh, lucu-lucu dan asyik. Sampai akhirnya Tuan Takur memasang wajah serius.

“Teman-teman aku mempunyai berita baik untuk kalian semua. Dua minggu lagi saya akan menikah. Sesuai tradisi kelompok kita, saya wajib memilih salah satu di antara kalian menjadi pendamping saya menghadap pak penghulu.”

Seperti berkali-kali terjadi di Assosiasi, terjadi dengan sendirinya bahwa setiap kali anggota ABL menikah maka satu orang anggota lainnya bertugas menemani, dimulai ketika Laksamana Chen menikah didampingi Amish Khan. Selanjutnya Amish Khan ditemani Mister Big dan barusan Mister Big disokong oleh Tuan Takur. Dan secara kebetulan pula, setiap pendamping biasanya menjadi pengantin selanjutnya. Barbarossa, Penyair dan Tabib Pong adalah pendamping available saat ini mengingat Professor Gahul dan Mas Jaim tidak berada ditempat. Laksamana Chen dan Amish Khan telah kehilangan hak menjadi pendamping. Suasana menjadi hening.

Okan Cornelius sebagai Tuan Takur

Okan Cornelius sebagai Tuan Takur

“Dan saya memilih Barbarossa sebagai pendamping untuk pernikahan saya.

“Kenapa bukan beta!”

“Kenapa bukan aku!”

Penyair dan Tabib Pong satu suara.

“Mohon maaf kepada Penyair dan Tabib Pong, saat ini anggota ABL yang telah memiliki bayangan untuk menikah  adalah Barbarossa, mungkin belum menjadi sesuatu yang jelas. Akan tetapi setidaknya dia sedikit lebih maju dibandingkan kalian berdua.”

Mereka diam.

“Boleh, tapi pendamping selanjutnya harus aku!” Tabib Pong memandang Penyair.

“Kenapa begitu?” Tanya Barbarossa

“Karena sejarah pasti berulang.” Balas Tabib Pong.

Nicholas Saputra sebagai Penyair

Nicholas Saputra sebagai Penyair

“Waduh, kalian menyisakan beta terakhir sebagai penulis cerita kita.” Penyair memegang kepala dengan kedua tangan.

Amish Khan tertawa, Laksamana Chen mengosok-gosok punggung penyair, “tenang Penyair. Sejarah tak selalu berulang.”

Sejarah itu memiliki dua bentuk pengulangan. Pertama berbentuk komedi dan wujud kedua adalah tragedi. Dan dalam cerita ini, tentu kita semua lebih senang pilihan pertama, sebagaimana tuhan yang MAHA PERKASA juga lebih menyukai bentuk pertama.

XXXXXXXX

KATALOG SERI ABL

  1. GEMPAR
  2. TERLARANG
  3. NASIB
  4. RAGA
  5. BOIKOT
  6. RISAU
  7. BAHAGIA
  8. BERAI
  9. LALAI
  10. CIDUK
  11. UNDANGAN
  12. LINGKARAN
  13. PLEDOI
  14. KURANG
  15. HILANG
  16. DENDANG
  17. PERKASA
  18. ENIGMA
  19. ALIANSI
  20. MEMORI
  21. BAYANGAN
  22. MERAJOK
  23. BATAS
  24. ILUSI
  25. EVOLUSI
  26. BUKU
  27. VIRTUE
  28. REALITAS
  29. KRISIS
  30. BERSATULAH
  31. AKHIR
Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 35 Comments

SANG PENYAIR

Sang Penyair

Harus ada manusia yang percaya bahwa kekuatan akan hati yang percaya kebenaran, meski ia tak pernah meyakini diri sebagai wajah kebenaran.

SANG PENYAIR

Apatah apa kemampuan seorang penyair terhadap kemajalan dunia, pada kehilangan orang-orang terdekat. Pada sinar rembulan meredup, sebenarnya tiada ada. Hanya merangkai kata-kata yang sejatinya sudah lama ada. Ketika aku menulis syair yang bukan terlalu suci, aku mensyukuri ketika apa yang tertulis pada lembaran ini apabila memberi manfaat kepada siapapun jua. Mungkin suatu saat segalanya akan pergi, maka biarkanlah ia menjadi sebuah kenangan yang indah. Manusia akhirnya hanya akan menjadi kenangan kepada yang ditinggalkan, ketika hadir lenyap.

Ketika terjaga, aku membuka mata menatap langit-langit berukir ini. Di luar, malam masih berkuasa dan suara-suara penduduk kota mengalun dari kota yang berkilau dibawah. Siapakah yang akan menunggu untuk cemas ini, ditempat asalku? Siapakah yang akan menampilkan kegelisahan jika aku gagal? Haruskah aku merasa kecewa? Sebenarnya aku yang memiliki wajah yang senantiasa berganti disepanjang waktu, ada kala aku merasakan sesat dalam pengembaraan ini. Tapi sebenarnya aku orang yang kalah, aku mengakuinya dengan tulus. Meski orang selalu berkata kepadaku, bahwa aku telah melakukan yang terbaik namun bersamaan dengan itu, aku membenci diriku karena tak bisa melakukan apa-apa. Aku membenci diriku yang tak punya kekuatan apa-apa. Bila mengingat bertahun yang berlalu, aku tak mau mengulangi perasaan yang pernah aku alami, segala kesalahan dan amarah walaupun aku menyembunyikan, untuk orang yang sudah tahu, tetap saja tahu.

Beberapa orang di dunia menghindari apa yang diinginkan beberapa orang lain di dunia yang sama, adakala aku merasakan suara-suara ini menuju ruang hampa. Beberapa orang menganggap terlalu tinggi hingga ketakutan menjangkaunya, padahal aku tiada pernah berusaha untuk muluk. Entahlah, aku selalu merasa ada yang busuk dibalik sesuatu yang muluk. Andai mereka mengetahui, segala buah pikir ini terbit dari seorang termanggu dibilik kayu. Tapi terkadang, ada kejadian tak terduga ketika sebuah karya selesai, seolah tangan-tangan gaib merekatkan dalam kedalaman tak terkira. Sebuah syair sejatinya bukan hanya kata-kata namun lebih sebuah kediplinan diri, yang mungkin tak terkira. Suatu saat berharga, sesuatu saat tiada berarti apa-apa. aku terlalu naïf jika berpikir tangan tuhan juga bermain disini. Mungkin aku bukanlah seorang ulama, tetapi bukankah siapapun dia wajib meyakini ada campur tangan-Nya dalam setiap kejadian.

Sebenarnya ada saat-saat tertentu dimana kita harus tetap harus bertarung walau sebenarnya tak ingin.  Mungkin berpikir kalau tak punya harapan lain. Terlepas dari segala cemar dunia, harus ada manusia yang percaya bahwa kekuatan akan hati yang percaya kebenaran, meski ia tak pernah meyakini diri sebagai wajah kebenaran. Adalah tatapan seseorang yang telah melewati pergolakan batin dan telah mengambil keputusan menjadi hanya seorang penyair. Entahlah. Bumi beserta isinya adalah bagian yang sangat kecil dari alam semesta. Bagi manusia ternyata bumi bergaris cakrawala ini sangatlah luas. Ada banyak hal yang masih menjadi misteri bagi insan. Jangankan pengetahuan langit yang dituliskan dalam kitab suci, manusia pun bahkan tidak mengerti siapa dirinya.

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

GAM CANTOI TIADA

GAM CANTOI TIADA

Siapa Gam Cantoi?

Siapapun yang pernah hidup di Aceh, dan memiliki hubungan keterkaitan dengan Provinsi Aceh pasti mengenal tokoh ini. Gam Cantoi, sebuah sosok karikatur yang hanya menyajikan tiga gambar saja yang gampang diartikan ke kehidupan nyata oleh masyarakat umum. Kocak, tapi memberikan pesan sosial yang kuat, hadir setiap hari melalui Koran lokal Serambi Indonesia. Secara fisik Gam Cantoi mirip dengan sebuah tokoh karakter yang diciptakan oleh Joanna Ferrone dan Sue Rose ditahun 1985, Fido Dido.

GAM CANTOI IMIGRAN GELAPGAM CANTOI POLIGAMIGAM CANTOI MELAPORGAM CANTOI DAN SAPIGAM CANTOI DAN PLN

M. Sampe Edwards komikus Gam Cantoi

Disajikan oleh seorang seniman sejati, M. Sampe Edwards. Kadang-kadang terpikir bagaimana bisa orang ini tidak pernah kehabisan ide disetiap harinya menghibur masyarakat Aceh lewat karikatur Gam Cantoi dari masa ke masa. Tak pernah kehilangan kreatifitas dalam setiap pergantian zaman. Banyak dari kita saat membaca harian Serambi Indonesia yang pertama kita buka adalah karakter Gam Cantoi, sangat mengasyikkan dan mengundang tawa. Ketika politik tak lagi asyik, maka humorlah yang menyelamatkan kita dari kebosanan.

Tiada yang abadi di dunia yang penuh kefanaan ini, termasuk sang seniman M. Sampe Edwards meninggal dunia pada hari Sabtu 30 Maret 2013 pukul 19.15 WIB di Rumah Sakit Colombia Asia Medan (RSCAM) Sumatera Utara karena mengidap penyakit tumor pada belakang batang hidung. Kita patut berduka, ditinggalkan seorang seniman besar yang lebih berharga dari pada seluruh Bupati dan Walikota se-Aceh, bahkan jika Gubernur dan wakil ditambahkan sekaligus.

Berdukalah kita semua, ketika M. Sampe Edward tiada, maka Gam Cantoi juga tak akan ada (lagi), menghibur kita semua. Selamat Jalan Legenda, semoga berkah dan rahmat Allah SWT atasmu.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  7. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  8. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  9. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  10. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  11. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  12. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  13. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  14. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  15. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  16. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  17. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  19. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  20. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  21. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  22. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  23. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  24. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  25. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 102 Comments

DENDANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

dendang

Mungkin orang lain tidak tahu, sebelum terbentuk ABL para anggotanya telah menjadi karakter utuh, meski setiap anggota telah saling mengenal dimasa lalu sekilas.

DENDANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Ini adalah seorang memiliki tubuh kekar berotot kencang, kekuatan pilih tanding sekaligus pemberani sejati tanpa gentar, kesetiakawanan tanpa keraguan, seorang berjiwa merdeka, bertutur tak teratur akan tetapi memiliki jiwa yang sangat musikal, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga adalah senandung kesukaannya. Percayalah siapapun yang memiliki jiwa musikal adalah seseorang yang memiliki perasaan halus dibalik tampilan preman yang ditonjolkan. Dialah sang legendaris Amish Khan. Terlahir dan dibesarkan di daerah pelabuhan lama, menjadikan orang ini dekat dengan segala hikayat masa lalu. Pengetahuan dibidang tradisi sekaligus kemampuan bergaul dengan siapa saja adalah ciri khas sang Amish Khan, hampir tidak ada orang yang hidup di Bandar tidak dikenali olehnya.

Mungkin orang lain tidak tahu, sebelum terbentuk ABL para anggotanya telah menjadi karakter utuh, meski setiap anggota telah saling mengenal dimasa lalu sekilas. Bersyukurlah karena itu mereka memiliki ciri khas unik dimana satu tidak terdapat pada lainnya. Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri, saling menutupi satu sama lain. Bukankah itu essensi persahabatan. Dan ketika semua menjadi terlalu teratur, terlalu literatur maka disitulah Amish Khan menjadi penyekat dengan pembawaan humor khas pasar, sering salah dan menyalahkan lawan bicara. Itu sebabnya manusia menyukai humor sebagai penyambung kekariban.

Ada yang mengkhawatirkan ketika “tuan selalu ada” meninggalkan Assosiasi, Penyair menjadi susah tidur, Barbarossa menjadi semakin sensitif dan Tabib Pong meledak-ledak. Terlepas dari segala kelebihan sekaligus kekurangan yang dimiliki, akhirnya Sang Amish Khan akan meninggalkan Assosiasi Budjang Lapok, sebagai yang paling diharapkan oleh Assosiasi untuk segera pergi. Bukan karena benci, namun lebih dikarenakan kasih sayang, bagaimanapun Amish Khan adalah orang pertama yang merencanakan menikah diantara seluruh anggota ABL, meski kelak Santiago dan Laksamana Chen mendahului itu adalah kejadian yang tak pernah disangka awalnya. Akhirnya sang hiu siap melaut lepas.

X

Pada hari yang berbahagia itu, akad nikah berjalan lancar. Ada hari dimana Penyair kehilangan kemampuan mengambarkan keseluruhan prosesi sesuatu dan ini adalah hari dimana Amish Khan menikah. Suasana yang biasa lucu dan ceria menjadi syahdu ketika Amish Khan terisak-isak. Belum ada diantara anggota ABL yang telah menikah yang menangis kecuali Amish Khan. Seseorang yang memiliki jiwa bebas itu ternyata memiliki kerapuhan yang lain. Akan tetapi bukan Amish Khan jika kehilangan rasa humor, setiap anggota ABL yang mengejek ketika bersalaman harus menanggung konsekuensi diremas pantatnya oleh sang preman. Meski telah menikah Amish Khan tetap seorang Bajingan tengik.

XX

“Apa saja kegiatan selama ini?” Barbarossa kesal kepada Penyair yang selama ini jarang bergabung di lepau nasi bersama Assosiasi. Penyair diam saja. “Sekarang ABL semakin tua semakin sensitif, ada lagi teman kita kalau ditanya kabarnya marah-marah.” Barbarossa menyindir Tabib Pong yang bersiul-siul.

Selepas akad nikah Amish Khan, ABL berkumpul dilepau nasi langganan. Barbarossa, Mister Big, Laksamana Chen, Tabib Pong, Penyair, Mas Jaim dan Tuan Takur berkumpul bersama, setelah sekian lama tak pernah berkumpul dalam jumlah besar. Segala uneg-uneg dan tuding menuding dilakukan. Terlihat kanak-kanak, bukan seperti kumpulan orang dewasa. Menarik perhatian seluruh pengunjung warung, namun bukankah selalu ABL menjadi pusat perhatian dimanapun berada.

“Hayo kalian, aku sudah menikah. Mister Big dua minggu lagi dan Tuan Takur sebulan lagi. Sisanya sepertinya akan lapuk selamanya.” Laksamana Chen tertawa girang menyindir.

“Laksamana Chen ini seperti kejadian kita remaja, yang sudah khitan boleh sombong.” Jawab Penyair.

Tiba-tiba hari yang sebelumnya panas menjadi hujan deras diiringi suara guntur menggelegar, suatu kejadian yang langka terjadi di Bandar. Anggota Assosiasi terdiam, menyeruput teh, rasanya tidak senikmat biasa. Seperti ada yang hilang, suasana lepau nasi tanpa dendang Amish Khan. Kelak, semua akan pergi. Maka nikmatilah hari ini, kemarin sebagai kenangan yang indah.

XXX

KATALOG SERI ABL

  1. GEMPAR
  2. TERLARANG
  3. NASIB
  4. RAGA
  5. BOIKOT
  6. RISAU
  7. BAHAGIA
  8. BERAI
  9. LALAI
  10. CIDUK
  11. UNDANGAN
  12. LINGKARAN
  13. PLEDOI
  14. KURANG
  15. HILANG
  16. DENDANG
  17. PERKASA
  18. ENIGMA
  19. ALIANSI
  20. MEMORI
  21. BAYANGAN
  22. MERAJOK
  23. BATAS
  24. ILUSI
  25. EVOLUSI
  26. BUKU
  27. VIRTUE
  28. REALITAS
  29. KRISIS
  30. BERSATULAH
  31. AKHIR
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 35 Comments

SELAMAT TINGGAL ANDALUSIA

Dan realita barang kali hanyalah persepsi.

SELAMAT TINGGAL ANDALUSIA

Wadi Al-Kabir, Jazirah Iberia. 1468 M.

Kuda Arab ini sudah lelah berjalan. Mendaki bukit membelah malam menuju tempat pertemuan. Hari ini aku Abdurrahman mewakili keemiran Granada, satu-satunya daulah Islam yang tersisa di Andalusia. Pedih hatiku menghadapi hari ini dimana harus menghadiri perlehatan ulang tahun puteri Castila. Setelah Cordoba dan Sevilla takluk aku tak punya pilihan lain selain takzim pada undangan dari Henry IV, Raja Castila yang punya hajatan untuk menyenangkan anaknya Juana. Negeri Maghrib disekat oleh Samudera Atlantik, Turki Ustmaniyah masih sibuk berperang dengan ditimur, Baghdad sudah lewat seratus tahun dilantak bangsa Ya’juj Ma’juj. Tinggallah Granada sendirian disini, di Eropa Selatan dikepung oleh Castila, Aragon dan Navarre ditambah Kerajaan Portugis. Kekuasaan sejengkal membuatku harus merelakan diri kemari. Wadi Al-Kabir menyambut para panglima merayakan pesta ditempat cahaya Islam pernah bersinar.

“Jangan pergi anakku, bisa jadi ini adalah jebakan.” Kata ibuku. Tapi ibu nasib Granada ditentukan hari ini dan aku tidak bisa menolak. Raja Portugal bisa saja menolak mengirimkan utusan karena masih marah dengan kegagalan perjodohan dengan Isabella adik raja Castilla tapi aku tidak. Nasib Granada di ujung tanduk. Sevilla, Cordova sudah jatuh. Tiada taifah muslim merdeka lagi di Andalusia kecuali keemiran Granada. Ini adalah masa dimana harga diri tiada bernilai lagi.

“Selamat datang Boabdil. Akhirnya emir Granada mau merendahkan hatinya dan menepati janjinya untuk hadir.” Jabat Ferdiand pangeran Arragon.

Negeri Maghrib, Afrika Utara. 1497 M.

“Sejarah tidak pernah memihak mereka yang menepati janji.” Kata-kata Ferdinand yang diulangi segenap pengungsi dari Andalusia terngiang ditelingaku, apa daya Granada sudah takluk. Aku harus meninggalkan tanah yang kucintai, Andalusia. Baru lima tahun yang lalu dan inkuisisi pun dimulai.

Castila dan Arragon mengkhianati perjanjian Guadalope. Setiap muslim yang tersisa di jazirah Iberia hanya tiga pilihan, pergi, mati, meninggalkan akidah. Ingkar atas perjanjian toleransi beragama yang telah kuusahakan dengan sekuat tenaga. Sebagai upaya terakhirku menjaga agar tidak banyak darah muslim yang tumpah setelah perang menghadapi tentara gabungan Castilla, Arragon dan Portugis. Lima tahun yang lalu, aku meninggalkan Andalusia. Sebuah syarat perjanjian yang harus kutepati demi perdamaian.

Oleh karena waktu, kini aku dapat melihat jelas kebodohanku. Ya, kesalahanku adalah sangat mencintai jazirah Iberia. Aku rindu setiap batang pohonnya, aku menyukai aliran sungainya dan orang-orang yang hidup dalam naungannya. Kota-kota yang memiliki jalan keras berlampu. Bahkan London di Utara masih berjalan lumpur. Aku merasa memiliki semuanya, padahal tidak! Dan itu semua melemahkanku, sungguh tak patut seorang putra gurun memiliki hati yang lemah.

Aku malu akan ketololanku, sungguhku telah mempermalukan para leluhur. Sungguhku telah menyiakan usaha Thariq bin Ziad tujuh ratus tahun yang lalu. Dan aku pasrah jika kelak Abdurrahman dikenang sebagai pejuang dan pemimpin muslim terburuk, sepanjang masa. Selamat tinggal Andalusia tanah yang kucintai dan tak akan pernah kupandangi lagi.

Aku menangis seunggukan, “Abdurrahman dari Granada mengapa engkau menangis seperti perempuan? Sedang engkau tak bertempur sebagaimana lelaki sejati?” Ibu menghardikku. Beliau kesal mengingat betapa aku menghindari perang total dengan menyerah disuatu hari ditahun 1492. Sejarah itu memiliki kemampuan untuk berulang, namun manusia tak punya kuasa kembali ke masa lalu.

Dan realita barang kali hanyalah persepsi.

Alhambra

Alhambra

Orang bilang masa lalu selalu tetap ditempatnya, dan hanyalah kenangan yang terdistorsi yang selalu terbawa kemana kaki melangkah. Waktu melahap segalanya termasuk kenangan namun tak menyadari, persepsi membungkus, menyimpan dalam liang ingatan, menyajikan dengan bumbu-bumbu nostalgia. Hingga penggal kenangan terasa lebih manis atau lebih pahit dari semestinya. Saat kita berusaha mencicipinya lagi, kita kecewa.

Barangkali kenyataan memang sudah berubah. Waktu memupus ketangguhannya untuk bertahan. Barangkali kita sendiri yang telah pergi jauh dari masa lalu. Hingga terlalu kompleks dan dan terlalu tinggi. Kemudian rindu dan menggorek kenangan dari timbunan kenyataan. Lalu yang kita jumpai sesuatu yang tak mampu kita cerna.

Mungkin kesalahan atau lebih tepat ketololan kita adalah menggunakan persepsi masa kini, untuk sebuah ekspetasi dari masa lalu Atau bahkan terbalik? Siapa tahu?

XXXXXXXXXXXXXX

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  16. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  17. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  18. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  19. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  20. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  21. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  22. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  23. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  24. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  25. Ashura; 13 Februari 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 63 Comments

29 (DUA PULUH SEMBILAN)

Usia telah meninggalkan jejakku, meski telah selalu menuliskan hal-hal baik belum tentu hidupku baik.

29 (DUA PULUH SEMBILAN)

Ketika angka 29 tiada dialmanak, ada yang tak menjadi bekas. Setiap pementasan seakan-akan peristiwa yang lahir dari ketiadaan. Meski angka-angka terus bergerak maju dimana baru menggantikan lama akan tetapi manusia tidak berubah semudah itu, mungkin lebih baik kalau kita bisa mengubah isi hati semudah mengubah warna kain, tapi kenyataannya kita tidak bisa.

29 tahun, ini adalah waktu yang lama, tak ada perayaan. Seorang ditakdirkan mendapat kehidupan, termasuk ujian untuk bertemu dengan diri sendiri di masa lalu. Memiliki jiwa anak-anak,  masih berkembang dewasa dengan menyadari banyak hal. Hanya berusaha dewasa dengan perlahan-lahan. Itu yang terbaik untuk saat ini.

Usia telah meninggalkan jejakku, meski telah selalu menuliskan hal-hal baik belum tentu hidupku baik. Dan meski pun selalu berusaha menuliskan kehebatan belum tentu apa aku telah melakukan banyak kehebatan. Hidupku selama ini sangat sederhana, ia sebenarnya bukanlah proses untuk menemukan kebenaran, melainkan untuk menghadapi kesalahan, dan mengatasinya, terkadang dengan sedih, terkadang dengan ketawa. Terkadang merasakan sakitnya terjatuh agar mengetahui bagaimana cara berdiri, merasakan dibenci agar menghargai cinta.

29Hari ini meski telah mengalami banyak kejadian, bertemu dengan banyak orang. Ternyata aku, memang belum mengerti apa-apa. Dan sungguh aku seorang laki-laki yang memiliki banyak kelemahan. Betapa ketika aku mengingat, ketika ayah menanam puluhan tunas pohon pinang. Aku diingatkan bahwa ketika belasan tahun kemudian pohon-pohon itu setinggi lima meter, beliau tak melihatnya. Lelaki itu, tumbuh dengan berpedoman pada punggung pria di depannya. Jadi, aku bertekad melihat banyak punggung laki-laki baik.

Adalah sebuah kebanggaan hidup sebagai manusia, walaupun pada akhirnya akan menemui kematian.

Banda Aceh, 1 Maret 2013

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , | 4 Comments

KEBENARAN YANG SAMAR

 

Kuburan massal genosida Bosnia di peternakan Pilica di dekat Srebrenica, lebarnya dua puluh kaki dan seratus kaki, digali oleh ahli patologi forensik pada tahun 1996. Korban Bosniak ditutup matanya dengan tangan diikat di belakang punggung mereka. Foto oleh Gilles Peress

KEBENARAN YANG SAMAR

Seorang Filsuf Yunani yang hidup sebelum Masehi Plato pernah berkata “Kita tidak akan mengetahui bahwa sebuah tongkat itu lurus seandainya kita tidak melihat tongkat yang bengkok”

Dalam sejarah umat manusia terdapat banyak kebohongan besar, hal ini dapat dimaklumi karena sejarah yang berlaku saat ini adalah sejarah yang ditulis oleh para pemenang. Dimana yang menang menjadi pahlawan dan yang kalah menjadi bandit.

Sampul permainan catur Toekoe Oemar, sebagai bentuk olok-olok Kolonial Belanda kepada (kelak) Pahlawan Nasional Teuku Umar Berdasarkan SK Presiden No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973

Pemainan catur Toekoe Oemar dengan peta Aceh sebagai latar. Sebuah olok-olok Pemerintah Kolonial Belanda setelah jatuhnya Kesultanan Aceh Darussalam.

Patut diingat bahwa Pangeran Diponegoro sebelum Indonesia merdeka digolongkan sebagai seorang pemberontak, begitu pula nasib Teuku Umar, Imam Bonjol, Sultan Hasanuddin dan banyak lagi para pahlawan lainnya diberi label penjahat oleh pemerintah Kolonial dan ironisnya diajarkan dalam pelajaran sejarah versi Kolonial disekolah-sekolah.

Baca Juga: Teuku Umar Pahlawan

Bahkan Westerling yang jelas-jelas seorang penjahat perang yang membantai ribuan penduduk di Indonesia dianggap pahlawan oleh masyarakat Belanda, begitupun anggapan masyarakat Serbia terhadap pembantai muslim di bosnia yang jelas-jelas melakukan “genocida” yaitu mantan presiden Slobodan Milosevic.

Dalam sejarah umat manusia memang terdapat kebohongan-kebohongan besar, namun terkadang terlihat kebenaran-kebenaran kecil yang bisa digunakan untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih besar, jika kita berpikir.

Saat ini banyak orang yang mengeluhkan mengapa begitu banyak penyimpangan yang terkadang membuat orang apatis dan tidak mau untuk peduli, namun dapatkah pernah kita mencoba membedakan mana “tongkat lurus” maupun “tongkat bengkok” seperti yang dikatakan oleh Plato ribuan tahun yang lalu.

Kebenaran tiada pernah sesamar saat ini

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  6. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  7. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  8. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  9. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  10. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  11. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  12. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  13. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  14. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  15. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  16. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  17. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  19. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  20. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  21. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  22. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  23. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  24. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  25. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 106 Comments

SEBUAH KOTA BERAGAM CERITA

Sebuah kota yang jalan-jalannya lebih aku ketahui ketimbang tempat aku dilahirkan.

SEBUAH KOTA BERAGAM CERITA

Masa lalu mungkin bisa salah diingat, sebenarnya masa lalu juga berubah bersama masa depan. Meski setiap orang memiliki satu dua cerita lampau yang tak perlu diketahui orang lain. Akan tetapi, selalu ada yang berbeda jika harus ke kota ini, sebuah kota dimana aku merasa terikat olehnya. Sudah berjalan dua tahun, keadaan kota berubah sedikit. Jadi inilah tempatnya, dan disini suasananya sama sekali tidak berubah. Ketika aku mulai memasuki kota ini, sesuatu yang hangat menjalari tubuhku. Ada perasaaan hangat yang terus aku tekan, untuk pertanyaan itu aku sudah menemukan jawaban yang tepat.

Sebelum semua menjadi terlalu bijak, biarkanlah aku mengenang sesaat. Ketika aku bukanlah aku yang sekarang menjejakkan kaki pertama kali di kota ini. Sebuah kota yang jalan-jalannya lebih aku ketahui ketimbang tempat aku dilahirkan. Ketika aku bertemu dengan orang-orang di kota ini, aku menjadi banyak tertawa dan juga bertengkar dengan mereka. Yang aku alami biasa-biasa saja, tapi aku merasa senang. Aku tahu jalan hidupku tidak menggariskan aku biasa senantiasa selalu bersama mereka, aku pun paham bahwa kelak aku akan pergi. Tapi berada di antara mereka begitu menyenangkan. Dan aku bahagia bersama mereka. Itu bukanlah berarti aku tidak bahagia di tempat lain, akan tetapi tiap ketenangan memiliki cita rasa sendiri, dan kota inilah yang telah membentuk sebahagian besar diriku.

Hari ini. Sejujurnya aku tidak tahu, apakah sudah menjadi seseorang yang lebih baik ataukah lebih buruk. Namun jika aku mengingat, betapa bertahun lalu sebelum tiba di kota ini sungguh aku tidak mengetahui banyak hal, terlalu banyak malah. Di kota ini aku belajar memahami ketidaksempurnaan manusia, bahwa ada butir-butir hikmah belum terceritakan dalam segala kitab. Beberapa mengatakan itu kedewasaan, beberapa lagi berkata gejala ketuaan. Entahlah, mungkin aku sudah tidak memiliki ambisi menegakkan sebuah kebenaran sebagai sesuatu yang kaku.

Mungkin aku tidak akan menceritakan semua. Belum, ini belum selesai. Masih jauh di ujung sana tempat yang ingin kudatangi. Di sini, di kota ini adalah sebuah persimpangan jalan yang telah menempatkanku hari ini.

Lhokseumawe, 22 Februari 2013

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

IEYASU TOKUGAWA SANG ASHURA

TOKUGAWA FAMILY

Bendera Tokugawa

IEYASU TOKUGAWA SANG ASHURA

Sunpu. Awal Juni 1616. Cuaca akan lembab, musim hujan selalu akan terjadi pada bulan ini dalam waktu untuk terus selama dua atau tiga minggu. Bukanlah musim yang aku sukai, entah mengapa jika aku mengingat-ingat aku cenderung membenci musim hujan, dimana biasanya setiap orang berkumpul dirumah, mencicipi kue beras di dekat perapian. Tahun ini adalah tahun yang baik, penuh dengan hasil bumi yang baik dari Hokkaido sampai Kyushu. Akankah tahun-tahun perdamaian dan kemakmuran ini berlangsung lama? Orang bilang aku mengetahui rahasia sifat manusia, sebenarnya sungguh aku tidak tahu. Perdamaian ini akan  kujaga sekuat tenaga, pantang mengeluarkan air mata dan menjadi “Ashura” yang tak berperasaan. Itu adalah satu cara seorang lelaki menyatakan kebaikan hati, aku tak berharap seluruh negeri tahu.

Sekigahara Battle

Perang Sekigahara

Hari ini, seorang pejuang, sebagai prajurit atau Jenderal dalam 90 pertempuran. Aku menahan sakit dipembaringan, menunggu ajal. Kemarin sakit ini bertambah parah, Masamune Date datang berkunjung membacakan sepotong puisi Zen, “Kejujuran dilakukan secara berlebihan mengeras menjadi kaku, kebajikan memanjakan melampaui ukuran tenggelam dalam kelemahan.” Etika halus dari seorang yang selalu aku curigai, seorang pelayan Hideyoshi dalam kampanye di Korea, namun berbalik menentang keluarga Toyotomi dalam Perang Sekigahara dan pengepungan Osaka, bersamaku. Mungkin aku harus berpesan kepada Hidetada agar tak merampas status Daimyo Tohoku itu, bagaimana pun dia adalah salah satu orang di eraku, zaman Sengoku.

Lelaki yang tidak memiliki kesetiaan itu tidak ada artinya, bukankah begitu katamu Hideyoshi Toyotomi? Aku tersenyum bahagia mengingatmu. Salahmu sendiri memiliki penerus yang lemah, si Hideyori. Dia kehilangan banyak wilayah yang kau wariskan diambil alih oleh Daimyo wilayah Barat bahkan sebelum pertempuran Sekigahara, maka jangan salahkan aku jika kelak di neraka kita bertemu. Karena aku menghabisi keturunanmu, aku memiliki kewajiban mempersatukan negeri. Akhirnya aku yang kalah kelas dari kalian, Takeda Shingen, Oda Nobunaga, Kenshin Uesugi, Toyotomi Hideyoshi yang berhasil mempersatukan Jepang.

Dalam hal ini aku masih merasa lebih baik dari Mori Terumoto dan Hojo Ujimasa. Aku berhasil hanya karena aku lebih sabar dan berumur panjang dibandingkan kalian, keberuntunganku yang lain memiliki keturunan diwaktu tepat, dan kualitas yang tepat. Hidetada, sembilan tahun yang lalu aku menyerahkan jabatan shogun padanya, keluarga Tokugawalah yang memenangkan zaman ini.

Hideyoshi, aku tahu. Kau dan aku beruntung bisa melihat aksi orang itu. Seseorang yang aku benci sekaligus tunduk padanya, tidak aku tidak sama dengan kau yang mencintainya. Oda Nobunaga, guru kita. Orang yang pertama mencoba mempersatukan negeri dengan dominasi dari Provinsi Owari, jika saja Akechi Mitsuhide tidak berkhianat dan menyerang disaat tak terduga, insiden Kuil Honno. Mungkin ia dan keturunannya yang memimpin negeri. Wahai Nobunaga, Kau memang hebat, tepat bila digelari yang terkuat. Aku mengakuinya dengan tulus. Mungkin engkau di neraka sana juga sedang menantikan aku, ketahuilah terlepas dari segala kekagumanku padamu, ternyata aku sangat membencimu. Ketika kau menuduh putra sulungku Nobuyasu bersekongkol dengan Takeda Katsuyori meracunimu, engkau mengeksekusi istriku dan memaksa Nobuyasu melakukan seppuku. Sebagai ayah engkau telah menghancurkan hati seorang ayah lain, aku bersyukur karma itu ada. Putra-putramu mati mengenaskan oleh intrik Hideyoshi, aku bersyukur Dewa Hachiman tidak menghancurkan mereka melalui tanganku.

Warrior

Pengepungan Osaka

Aku merasakan saatku sudah dekat. Satu-satunya orang yang ingin aku hindari bertemu di alam sana, Sanada Yukimura. Orang yang sampai akhirnya selalu merepotkan aku dan keluarga Tokugawa. Jangan heran, bukankah semua manusia memiliki sisi buruk yang tidak ingin dilihat orang lain. Lemah, culas, pecundang. Tapi itu adalah bagian dari diri. Hidup ini seumpama sebuah perjalanan panjang dengan beban berat. Dimana aku telah  melangkah lambat dan mantap, bahwa ketika aku tersandung. Aku berkata kepada sendiri bahwa ketidaksempurnaan dan ketidaknyamanan adalah banyak manusia alami, dan tidak akan ada ruang untuk ketidakpuasan, baik untuk keputusasaan. Ketika keinginan ambisius timbul dihatiku, mengingat hari-hari yang telah aku lewati.

Sabar adalah akar dari semua ketenangan dan jaminan selama hidupku. Ketika aku memandang murka musuhku. Aku perlu hanya tahu cara untuk menaklukkannya. Aku tidak memenangkan seluruh pertempuran, tapi aku adalah orang yang memenangkan pertempuran terakhir.

Aku pasti akan mati, meski mereka yang hidup mengatakan aku akan menjadi Budha. Aku merasa lebih baik menjadi “Ashura”, agar dapat bertemu kalian yang telah mendahului aku, semua musuh dan teman di masa lalu, karena kalianlah mengajarkan berapa menyenangkannya hidup dan hari-hari yang kulalui ini. Sungguh aku merindukan semangat kalian, orang-orang zaman terdahulu yang tidak dimiliki orang zaman ini. Menyenangkan, entah berapa lama waktu berjalan. Sejak kita bertarung di medan perang ini. Kalian masih menikmatinya kan?

Aku berharap kalian semua mengerti, apa yang kulakukan ini demi keluarga, demi rumahku agar tetap tegak. Karena itulah  aku ingin membuat Hidetada kuat. Aku ingin dia menjadi laki-laki tangguh yang percaya dengan keyakinannya, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Tidak kalah oleh apapun, tidak ketinggalan zaman. Sebagai pengganti diriku.

Terakhir, saat seseorang telah menyelesaikan tujuan terakhirnya, yang tersisa hanya kematian

Tokugawa_Ieyasu

Ieyasu Tokugawa

Ieyasu Tokugawa adalah Shogun pertama dari Keluarga Tokugawa. Dilahirkan di Kastil Okazaki, Mikawa 31 Januari 1543. Meninggal 1 Juni 1616 (Usia 73) di Sunpu. Keshogunan Tokugawa sendiri berakhir 1868 oleh Restorasi Meiji.

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  16. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  17. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  18. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  19. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  20. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  21. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  22. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  23. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  24. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  25. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 53 Comments

KOMUNITAS TIFOSI

Sepakbola adalah hal menakjubkan lain di dunia setelah cinta. Ia mampu membuat dunia menjadi tanpa batas dan sekat.

KOMUNITAS TIFOSI

Hal yang paling menakjubkan di dunia adalah cinta, karena cinta kehidupan dapat berjalan. Sepakbola adalah hal menakjubkan lain di dunia setelah cinta. Ia mampu membuat dunia menjadi tanpa batas dan sekat. Menggelorakan andrenalin dan mendatangkan kegembiraan maupun kesedihan dalam sebuah episode. Tak heran apabila sepakbola menjadi olah raga yang paling digemari di muka bumi. Perlu diketahui bahwa jumlah anggota FIFA lebih banyak dari pada Negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa. Calcio yang dari bahasa Italia berarti sepakbola telah merambah dunia.

Dalam konteks lokal, masyarakat Aceh sangat menyenangi kopi dan sepakbola tentunya. Tak heran bila kegemaran akan Kopi bersinergi dengan kecintaan akan sepakbola, dimana hampir setiap malam bila ada pertandingan sepakbola, maka warung kopi dengan layar lebar tersaji akan riuh akan para pencinta bola. Hal ini didukung baik televisi swasta maupun televisi berbayar menayangkan berbagai liga. Baik itu liga domestik yaitu liga Indonesia. Maupun liga dunia lain, Liga Champions, Liga Eropa, Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Inggris dan lain-lain.

Salah satu fenomena yang menarik dicermati saat ini adalah marak munculnya Fans Klub sepakbola di Provinsi Aceh.  Berbasiskan klub lokal maupun Internasional, dimana para pencinta sepakbola mengorganisasikan diri membentuk sebuah komunitas, sesuatu hal yang beberapa tahun kebelakang merupakan hal yang belum pernah terjadi.

Fenomena sosial ini merupakan dampak dari perkembangan zaman tekhnologi informasi dan tekhnologi. Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter memberikan kontribusi yang besar terhadap arus pengelompokkan massa yang massive dan terstruktur tersebut. Dengan segera klub-klub domestik memiliki basis massa supporter yang loyal, Persiraja dengan SKULL, PSAP dengan LAN dan PARR, PSLS dengan Pasman, PSBL dengan Brutal. Begitupun dengan Liga dunia, AC Milan, Internazionale FC, AS Roma, SS Lazio, Juventus FC dari Italia. Kemudian MU, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Manchester City dari Inggris. Dari Spanyol ada Real Madrid dan Barcelona. Dengan segera klub-klub yang jauh letaknya secara geografis memiliki cabang fans disini. Dan dunia terasa semakin dekat.

Betapa kita mengingat masa lalu, sebelum terbentuknya komunitas pencinta sepakbola  di Provinsi Aceh. Para pencinta sepakbola merupakan individu-individu yang tidak saling mengenal dengan masing-masing aktivitas, ada saat-saat dimana mendukung tim kesayangan sendiri dirumah, di stadion atau merasa sendiri diantara keriuhan warung kopi. Dengan adanya komunitas mampu membaur dalam sebuah kekeluargaan. Dan mengentalkan idealisme terhadap sepakbola. Tentunya gelora seseorang akan berlipat ganda apabila ia berkelompok, karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial.

Sebagaimana dalam sebuah kompetisi yang selalu bersaing, saling melemparkan Psywar terhadap lawan tak pelak terkadang timbul gesekan-gesekan antar sesama fans klub tersebut. Kata-kata menusuk tak dapat dihindari antara sesama fans klub, menjadikan aroma kompetisi menjadi lebih seru, dan tak berhenti disini para fans klub tersebut juga membentuk tim futsal dan sepakbola yang berhadapan dengan fans klub lainnya dalam laga bertajuk persahabatan membawa panji-panji komunitas. Ke depan harapan kita, komunitas fans klub ini mampu memberikan kontribusinya terhadap kehidupan sosial. Seperti kegiatan donor darah, dan sebagainya.

Namun disini perlu untuk diingatkan bahwa sepakbola bukanlah merupakan agama, yang perlu dipertahankan kemurniannya sampai mati. Selayaknya menghindari kefanatikan yang membabi buta. Buah dari sebuah kecintaan yang berlebihan akan melahirkan kebencian. Dimana seorang fans klub A menganggap fans klub B sebagai musuh. Perlu disadari bahwa kita tinggal di bumi yang sama, dan berbagi mengirup udara yang sama pula. Alangkah tidak elok jika para pemain bola sendiri bersahabat dengan rivalnya, sedangkan disini sebagai suporter bertikai antara kita sendiri.

Sebagai bagian dari pada komunitas tifosi, yang mencintai Calcio. Penulis merasa terpanggil untuk mengingatkan akan beberapa hal. Pertama, kita semua adalah sekumpulan orang-orang yang mencintai Calcio (sepakbola); Kedua, kita meyakini bahwa kita adalah bersaudara; Ketiga, kita semua memiliki tim idola, cintailah dia; Keempat, Jika anda memiliki tim rival yang anda tidak sukai, bersikaplah sewajarnya. Mohon jangan meluapkan emosi dengan meledak-ledak, karena itu akan menyakiti hati saudara kita yang lain; Kelima, hormatilah tim rival; dan yang keenam, nikmatilah kompetisi liga, Europeans Champions League, UEFA Europeans League dan kompetisi lain dengan semangat fair play.

Semangat ini, diharapkan tidak berhenti disini. Dapat kita wariskan kepada generasi berikutnya, agar bahkan ketika jiwa dan raga sudah tidak berada lagi disini. Segala macam cita, harapan belum tentu akan terwujud disaat kita masih ada. Dan andaikan terwujud kita membutuhkan orang-orang yang menjaga tetap pada jalurnya.

Apapun tim yang anda dukung, nikmatilah sepakbola itu sendiri, ia menjadi tanpa batas. Tentukanlah pilihan secara bebas dan terbuka. Salam persahatan, Forza Calcio !!!

Lhokseumawe, 22 Oktober 2011

Posted in Mari Berpikir, Reportase | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment