Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
ketika mereka tiba-tiba berai. Teman masa kecil tak terbeli oleh waktu.

BERAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Hanya mereka yang kuatlah mampu berdiri sendiri, akan tetapi ada sesuatu yang tidak mungkin dikerjakan sendirian di bawah langit yang luas ini. Takdir bahwa ditempat yang dinaungi cahaya juga memiliki tempat yang curam, dan terbuka kemungkinan akan rasa pahit. Akan tetapi hidup ini adalah parodi, dimana segala sesuatu yang asik meskipun menyedihkan akan membawa banyak tawa dibandingkan air mata.

Belakangan ini, Assosiasi Budjang Lapok sudah jarang berbual-bual dalam lepau nasi. Jarang sudah berassosiasi. Dalam keanggotaan penuh, mungkin sulit. setidaknya mencapai kourum pun tidak mampu, hanya Barbarossa dan Mister Big saja yang ada, pastinya sangat sepi. Walaupun sesekali Amish Khan dan Tuan Takur datang namun terasa kurang jika Laksamana Chen dan Penyair tidak berhadir. Seperti sayur tanpa garam. Top Five ABL sedang dalam keadaan berai !!!

Isu yang beredar Laksamana Chen dan Penyair setelah lebaran haji akan menikah, dan ini tentunya membuat ketua Assosiasi kebakaran jenggot. Bersama Mister Big, ia merencanakan sesuatu, mulai dengan menyurati dan mengecam, sampai menyebut Laksamana Chen dan Penyair sudah menua, dan memerintahkan keduanya untuk tidak menuakan diri. Apa jadinya ABL bila ditinggalkan dirigen (Laksamana Chen) dan Wiracarita (Penyair). Cerai berailah ABL.

Jumat malam, Barbarossa, Mister Big, Amish Khan dan Tuan Takur menikmati hidangan nasi di Lepau dekat pelabuhan sambil mencicipi teh tarik hangat. Kelihatan muka mereka cemberut, ini adalah malam libur mengapa Laksamana Chen dan Penyair tidak datang. Mister Big adalah yang paling runyam wajahnya, kecewa berat dengan kelakuan para sahabat yang dianggap mbalelo.

“Apa kau harap Mister Big, mereka sudah tua! Sudah tidak main lagi.” Barbarossa paling mengerti hati sejawat penjaga gudang beras kerajaan yang terkenal akan kegalauan itu

“Tua itu pasti, yang jelas beta kecewa mereka menuakan diri. Harusnya selamanya muda.” Mister Big lebih kecewa kepada Penyair dibandingkan Laksamana Chen, kalau Laksamana memang terkadang kumat kemalasannya, namun penyair biasanya bersemangat. Namun belakangan ini sering absen dengan alasan sakit. Malam tidak pernah keluar, mengapa bisa sakit. Sepertinya ada yang mencurigakan disini.

“Tidak baik memikirkan mereka, lebih baik kita bersenandung saja.” Potong Tuan Takur, ia tidak pernah tahu atau mau tahu essensi. Nikmati hari ini, peduli apa masa lalu dan masa depan. Sayangnya pilihan jalan pikiranya sering tidak dipedulikan anggota ABL lainnya.

“Sik, asikk. Sik, asikk. Sik, asikk.” Amish Khan menggoyang-goyangkan kepala.

“Kamu itu Inlander yang senang melihat kehancuran ABL. Dan kamu itu Inlander yang suka bergembira setiap saat.” Tunjuk Barbarossa kepada Tuan Takur dan Amish Khan. “Penyair pun satu, sudah aku minta untuk meneruskan serial ABL tapi malah sibuk bersyair tidak jelas, kemudian sakit pula. Sama seperti Laksamana Chen yang tua! Apa jadinya kalau nanti kita hanya makan nasi berdua Mister Big!” ABL terkesima. Tak sari-sarinya Top Leader ABL jadi begitu sewot dan berkobar semangat kebujangannya.

“Sebelum ABL berai, malam besok undang mereka. Aku mau bicara, penting!”

“Ada apa? Mau menikah ya Barbarossa?” Amish Khan mencoba mendinginkan suasana.

“Besok malam pukul sepuluh disini! di lepau nasi depan pelabuhan, aku bilang!” Barbarosa pergi dengan raut wajah kesal. Berbeda dengan anggota ABL lainnya, Barbarossa, Laksamana Chen dan Penyair adalah teman sedari kanak-kanak. Wajar jika Barbarossa gusar, ketika mereka tiba-tiba berai. Teman masa kecil tak terbeli oleh waktu.

XXXXX

KATALOG SERI ABL

  1. GEMPAR
  2. TERLARANG
  3. NASIB
  4. RAGA
  5. BOIKOT
  6. RISAU
  7. BAHAGIA
  8. BERAI
  9. LALAI
  10. CIDUK
  11. UNDANGAN
  12. LINGKARAN
  13. PLEDOI
  14. KURANG
  15. HILANG
  16. DENDANG
  17. PERKASA
  18. ENIGMA
  19. ALIANSI
  20. MEMORI
  21. BAYANGAN
  22. MERAJOK
  23. BATAS
  24. ILUSI
  25. EVOLUSI
  26. BUKU
  27. VIRTUE
  28. REALITAS
  29. KRISIS
  30. BERSATULAH
Advertisements
Advertisements

41 thoughts on “BERAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: