Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Undangan kepada Assosiasi Budjang Lapok

UNDANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Hanya ada satu manusia di bumi yang luas ini, berani melemparkan sebuah undangan sekurang ajar ini!!! Undangan kepada Assosiasi Budjang Lapok. Ia yang penuh senyum jahil. Seseorang dengan kualitas brutal dengan gaya anggun, terlihat layaknya pandir, pemikiran pandita dilengkapi lidah berandalan. Dialah Santiago, membawa suara risau, suara yang menganggu perasaaan, seperti sembilu, halus, tajam, khas pasar. Bagi khalayak awam suara ini terkesan sebagai sebuah angkuh, tapi bagi para sahabat, ia (selalu) menjangkau khalayak, tanpa menjadi sumbang.

X

Selepas Isya, seorang dengan seragam pelaut Kekhalifah masuk kelepau nasi depan pelabuhan, melihat kekiri dan kekanan, tanpa banyak bicara ia menuju kesebuah meja. Tanpa basa-basi ia menyerahkan sesuatu kepada seseorang diantaranya. Dan orang yang menerima itu ternyata adalah si Penyair, adalah sebuah undangan, pernikahan antara Santiago dengan puteri kerajaan sebelah Bandar. Tujuan tertulis untuk Anggota Assosiasi Budjang Lapok di-tempat, Penyair menyerahkan kepada Barbarossa untuk dibaca. Kemudian mengedarkan lagi kepada Laksamana Chen, Mister Big dan terakhir Amish Khan. Mereka semua bingung, dalam kebingungan sekaligus keterkejutan mereka baru menyadari bahwa pelaut tadi sudah menghilang.

XX

Sebuah undangan yang dikirimkan atas nama Assosiasi adalah dokumen resmi pertama bagi ABL sepanjang sejarah, adalah undangan Pernikahan Santiago. Ia yang bertualang kemana-mana dan jarang pulang ke Bandar menikah di kerajaan sebelah Bandar, dengan jarak tempuh setengah hari berkuda dari ibu kota Kerajaan Bandar. Assosiasi Budjang Lapok (ABL) sebagai sebuah organisasi tidak pernah resmi, dan tidak pernah diresmikan. Barbarossa sang ketua Klub, ditambah Laksamana Chen as. Sekretaris Jenderal, Penyair sebagai Notulen, Mister Big, Amish Khan dan lain-lain, termasuk Santiago seperti pada kolom-kolom sesudah tak lebih hanya sebuah keluarga besar. Sesuatu (Undangan itu) yang dengan penuh kebingungan disikapi bersama oleh Assosiasi, apalagi terselip tulisan daun lontar yang usil.

“Para sahabat bergembiralah! Dan ketahuilah bahwa itik buluk ini,  telah berubah menjadi angsa. Undangan ini, mewakili peran aku di dunia ini, adalah mengingatkan kalian agar segera menikah. Salam hangat, Santiago Sang Pelaut.”

“Ini sudah pasti untuk Barbarossa dan Panyair, aku sudah punya calon jadi tidak masuk kategori! Tuan Takur sudah aman, Mister Big sudah punya cinta, Laksamana Chen memiliki surga. Jelas kami tidak masuk kategori Budjang Lapok.”

Amish Khan memperlihatkan kejengkelan. Barbarossa menunjukkan ketidaksiapan ketika Amish Khan memplenokan undangan tersebut. Memang ada konvensi dalam ABL untuk boleh memplenokan sesuatu yang bersifat darurat.

“Aku tidak ikut, kalian  lanjutkan sendiri ya!” Amish Khan melempar koin kemudian pergi.

“Dasar Amish!” Penyair menggerutu.

“Bukan begitu Penyair, Amish Khan bukan kesal karena undangan itu. Tapi ia kesal, hari pernikahan Santiago sama dengan hari ia harus mengikuti tes masuk Dinas Cacah Jiwa kerajaan Bandar. Dia kan pernah cerita. Sebagai seorang yang punya hati, ia kesal karena harus memilih pekerjaan atau sahabat. Biarkan saja dia dulu. Amish Khan seorang setia kawan sejati, Cuma caranya menunjukkan saja yang berbeda dengan kita.”

Barbarossa tertawa mendengarkan penalaran Laksamana Chen.

“Kami, saya, Laksamana Chen dan Mister Big pasti bisa berangkat Kamis sore ke Kerajaan Sebelah Bandar, agar dapat mengikuti akad nikah Santiago Jum’at pagi. Kamu bagaimana Penyair?”

“Begini Barbarossa, beta sebagai pemungut cukai adalah orang terakhir yang boleh meninggalkan pasar Kerajaan Bandar. Kalian tahu sendiri, bahwa pasar tutup Jum’at sore. Sampaikan salam kepada Santiago pada saat akad, beta akan hadir hari sabtu ketika resepsi. Beta pasti pergi, untuk sahabat kita itu, walau harus sendiri, walaupun harus menaiki burung besi.”

“Memang September adalah bulannya Santiago, ia menikah ketika emas seharga 526 ribu Rupiyem per-gramnya. Tertinggi untuk tahun ini.” Mister Big akhirnya berkata-kata, Laksamana Chen menyalami Mister Big dan berkata, “walau cekak tetap harus gerak.”

“Penyair, sepertinya dalam waktu yang tak akan lama lagi, kita akan menerima undangan dari Mister Big dan Laksamana Chen, mereka sudah memantau harga emas, apalagi kalau bukan untuk emas kawin?” Barbarossa tertawa sambil memukul meja.

Penyair menempelkan telunjuk kemulut, “pelankan suara duhai Barbarossa, ketika berbicara tentang koin. Mari kita mendekat dan berbicara berbisik, membicarakan perjalanan sehemat mungkin. Jangan sampai orang mengetahui betapa sedikitnya jumlah koin yang kita miliki.” Penyair memajukan kursi, begitupun Barbarossa dan Mister Big, Laksamana Chen mengeluarkan cipoa. Mereka berdiskusi serius sekali, diselingi tawa dan bunyi cipoa.

XXX

Malam semakin larut suasana lepau nasi pinggiran Kota Bandar lenggang ketika Anggota Assosiasi selesai berdiskusi.

“Tidakkah kalian terpikir bahwa undangan ini, mungkin palsu? Lalu kita datang ke Kekerajaan Sebelah untuk terjebak? Mungkinkah seorang Santiago, yang kita dulu terpikir yang terakhir menikah, mendahului kita? Dengan salah satu puteri Kerajaan Sebelah Bandar pula, apakah ini tidak seperti dongeng? Bisa saja ada yang tidak menyukai ABL dan menjebak kita?”

“Hidup Santiago memang seperti dongeng kawan, tanyakan kepada Penyair kalau tidak percaya Mister Big. Lagian tidak ada, tidak ada orang yang bisa menuliskan tulisan sekurang ajar itu dengan indah selain si Santiago.”

“Benar apa yang dikatakan Barbarossa itu. Begini Mister Big, itulah jeniusnya si filosof setengah-jadi bernama Santiago itu. Tulisan daun lontar itu adalah penanda hadirnya ia dalam hidup kita. Aksi yang khas penuh harap untuk dibalas dengan reaksi khas pula. Pasti kita balas tentunya pada hari yang berbahagia itu, kita harus membisikkan padanya, bahwa Santiago ini, meski ia telah berubah menjadi angsa, janganlah pernah melupakan bahwa ia dulunya berasal dari sekumpulan itik, itik buruk rupa. Agar ia tidak melupakan sejarahnya.”

Penyair tersenyum, Mister Big mengangguk-angguk dan Barbarossa tertawa. Laksamana Chen memasukkan Cipoa ke dalam tas, ia terlihat mengantuk, “pulang kita?”

XXXX

Selamat menempuh bahtera kehidupan baru, sahabat (kami) Santiago. Kami turut berbahagia untukmu, ingatlah selalu ada syukur berlebih dan tafakur, setelah sebuah penantian panjang. Kami berdoa untukmu, semoga bahagia bagimu di dunia dan di akhirat.

XXXXX

KATALOG SERI ABL

  1. GEMPAR
  2. TERLARANG
  3. NASIB
  4. RAGA
  5. BOIKOT
  6. RISAU
  7. BAHAGIA
  8. BERAI
  9. LALAI
  10. CIDUK
  11. UNDANGAN
  12. LINGKARAN
  13. PLEDOI
  14. KURANG
  15. HILANG
  16. DENDANG
  17. PERKASA
  18. ENIGMA
  19. ALIANSI
  20. MEMORI
  21. BAYANGAN
  22. MERAJOK
  23. BATAS
  24. ILUSI
  25. EVOLUSI
  26. BUKU
  27. VIRTUE
  28. REALITAS
  29. KRISIS
  30. BERSATULAH
Advertisements
Advertisements

32 thoughts on “UNDANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: