ODE SEORANG BUJANG

Tak ada bahasa yang mampu mengungkapkan ode seorang bujang. Rindu remuk mengharap menjadi raja sekaligus hamba.

ODE SEORANG BUJANG

Dahulu tak pernah terpikir akan sendiri dimana teman-teman selalu mengelilingi, semendung apapun dunia persahabatan selalu tertawa. Dahulu tak pernah terbayang akan merasa sepi karena keluarga selalu dekat dimata walau tanpa suara seolah memenuhi isi dunia. Ruang dan waktu ada dan tiada menyadarkan disetiap paginya bahwa diri merasa sepi. Bahwa hidup akan dijalani sendiri bahkan nanti di alam berzakh.

Menjadi bujang baru terasa ketika para sahabat telah pergi menempuh hidupnya sendiri. Menjadi abang baru terasa sepi ketika adik telah dilamar orang. Menjadi manusia terasa sendiri ketika hujan lebat namun tak ada teman bicara atau sekedar tertawa. Menjadi makhluk baru merasa rendah apabila sedang bersimpuh di atas sajadah.

Malam ini ketika hujan membasahi bumi, luntur sudah semua angkuh dihati. Bahwa hidup akan ditempuh sendiri saja, bahwa perjuangan ini adalah perjuangan hanya seorang anak manusia. Hidup terkadang lembut terkadang keras ini terasa terasa hambar apabila tiada teman tuk berbagi. Sekedar berbagi gembira dan kesal untuk dinikmati berdua.

Esok hari kuyakin ada matahari yang cerah menyambut. Namun apa guna cinta yang memenuhi seluruh dunia apabila hanya terpendam dihati seorang sahaja. Tiada wadah untuk mencurahkan segala kasih sayang hingga meredup ditiup angin dan menghilang. Bersama batang usia yang terus meninggi menjulang.

Tak ada bahasa yang mampu mengungkapkan ode seorang bujang. Rindu remuk mengharap menjadi raja sekaligus hamba. Oh, Tuhan hanya engkaulah yang mampu mengetahui gejolak jiwa segenap makhluk-Mu, termasuk hamba yang berada dipenghujung masa muda ini. Sekarat tanpa cinta manusia dan hanya kasih dan sayang-Mu yang menghidupi diriku.

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  11. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  12. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  13. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  14. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  15. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  16. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  17. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  18. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  19. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  20. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  21. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  22. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  23. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  24. Ashura; 13 Februari 2013;
  25. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 75 Comments

UDIK INVATION

Orang-orang Mongol mempelajari Al-Quran

UDIK INVATION

Dasar orang udik! Dasar anak kampung! Pernah mendengarkan kalimat tersebut? Atau pernah mengucapkan? Tidak salah memang. Saat ini zaman kota , segala yang bernama udik, kampung identik dengan keterbelakangan.

Disekolah kita diajarkan bahwa orang kota lebih berpendidikan, berkecukupan namun kecendrungan induvidualistis sedangkan orang yang tinggal di desa memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah, hidup sederhana namun memiliki rasa sosial yang tinggi. Mungkin benar, namun tidak mutlak.

Walau begitu saat ini semakin banyak orang dari desa yang mencari penghidupan di kota , persepsinya adalah kota menjanjikan peluang. Cerita-cerita kegagalan para perantau tertutup oleh keberhasilan segelintir orang.

Adakah kota lebih baik dari desa? Kota menjanjikan kenyamanan dalam hidup, semuanya tersedia asal punya uang. Mottonya “ Ada uang ada barang”. Namun kota juga memiliki penyakit, yaitu kekotaannya itu sendiri.

Belajar dari masa lalu, lihatlah bagaimana bangsa Indo German menghancurkan Romawi Barat, bangsa Arab menghapuskan Kerajaan Persia yang berusia ribuan tahun, Mongol/Tatar membumihanguskan Baghdad ibukota kekhalifahan Abbassiyah, bangsa Turki mengalahkan Kekaisaran Byantium dan menduduki ibukotanya Konstantinopel dan menganti namanya menjadi Istanbul.

Keberhasilan orang-orang dengan tingkat kebudayaan yang “dibawah rata-rata” itu sendiri disebabkan kedinamisan kebudayaan tersebut menyerap segala kebaikan yang ada pada kebudayaan yang lebih tinggi. Sebaliknya kebudayaan yang sudah merasa tinggi akan mengalami kemandegan dalam kemajuan hingga akhirnya mengalami pembusukan dari dalam.

Lihatlah bagaimana dengan cepat Kesultanan Turki Usmani meniru dengan cepat segala keburukan Kekaisaran Byzantium, hingga akhirnya memggerogotinya hingga lumpuh sedikit demi sedikit. Ataupun Khalifah Abbasiyah meniru gaya Metropolis dengan segala penyakitnya kisra Persia hingga akhirnya mereka diluluhlantakkan oleh Pasukan Tatar (Mongol).

Kota dan Desa adalah dua sisi mata uang, keduanya memiliki sisi baik dan sisi buruk, keduanya melengkapi satu sama lain. Namun mengapa kita sering kali hanya mengikuti segala sesuatunya berdasarkan sisi buruknya saja?

Itulah pertanyaannya, mampukah kita menjawabnya.

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 27 Comments

SELAMANYA

Masih juga kamu ucapkan itu. Datar. Dunia berubah begitupun aku namun kamu tetap bertahan di kenangan zaman lama. Ketika engkau masih menjadi seorang dewi yang penuh akan mantra dan puja. Sadarlah nona.

SELAMANYA

Selamanya tiada cinta darimu untukku

Selamanya.” Telunjukmu tepat dihidungku. Waktu telah banyak meninggalkan kita namun kamu belum sedikitpun berubah masih dalam keangkuhan yang sama, seperti dulu.

“Selamanya.” Aku tahu arti kata-kata itu. Masih sama dengan dulu. Tak usah kau ulang berkali-kali. Sekali berarti hingga akhir waktu. Aku sudah tahu ketika pertama kali engkau menyebutkan maka itulah keputusanmu. Final.

“Selamanya.” Masih juga kamu ucapkan itu. Datar. Dunia berubah begitupun aku namun kamu tetap bertahan di kenangan zaman lama. Ketika engkau masih menjadi seorang dewi yang penuh akan mantra dan puja. Sadarlah nona.

“Selamanya.” Dengarkan dulu, aku datang dengan senyum untuk mendengarkan bagaimana kabarmu sekarang, bukan untuk cinta. Bukan pula untuk menertawakan keadaanmu.

“Selamanya.” Tak kuduga kamu telah terjebak curigaisme berlebih terhadap apapun. Juga masih keras melebihi karang, namun itu semua sudah tak menarik lagi bagiku. Rasa sakitmu yang mengundangku untuk membezuk.

“Selamanya.” Bahkan caramu mengusirku pun masih sama. Pahamilah jika kamu masih seperti ini maka selamanya engkau akan menjadi pesakitan seperti saat ini.

“Selamanya.” Baiklah aku pergi. Mengingatkan aku untuk tidak peduli padamu selamanya. Biarlah kau membusuk disana tanpa pertolongan. Apa urusanku.

Lhokseumawe, Pukul 01.30 Dini Hari

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  10. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  11. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  12. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  13. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  14. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  15. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  16. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  17. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  18. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  19. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  20. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  21. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  22. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  23. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  24. Ashura; 13 Februari 2013;
  25. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 77 Comments

MALAM YANG TERTAKLUKKAN

Adakah kuasa malam menahan pagi?

MALAM YANG TERTAKLUKKAN

Hitam, gelap dan malam bagi kebanyakan orang merupakan hal yang sama. Sebelum lampu ditemukan malam menjadi penjara bagi sebagian orang, banyak orang pada saat itu berada di tempat tidurnya masing-masing tapi masih melek.

Malam juga menjadi sarang dari kejahatan, dimana perampokan dan pencurian kerap terjadi. Banyak dogma-dogma lain tentang malam yang jelas membuatnya semakin angker. Maka hitam, gelap, malam merupakan asumsi dari “evil” yang bahkan masih berlaku hingga saat ini.

Namun ketika malam tertaklukkan, lampu-lampu jalan dipasang di sudut-sudut kota, kejahatan menurun akan tetapi muncul problematika baru yaitu berkembangnya prostitusi, hiburan malam menjamur. Malam menjadi gemerlap.

Binatang dihalau, jin diusir, manusia menjadi penguasa mutlak dari malam.

Percayakah anda bahwa malam merupakan suku kata yang khusus dalam bahasa indonesia dimana dia walaupun dibalik tetap menjadi malam.

TAMAT

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , | 11 Comments

MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH

 

Dara Portugis yang melegenda kecantikannya.

JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH

Menurut catatan sejarah ketika armada Portugis dibawah pimpinan Alfonso Alberqueque hendak menaklukkan kota Malaka tahun 1511 M, Raja Portugis mengirimkan pasukan untuk membantu namun sayang pasukan tersebut tidak pernah sampai karena terdampar dipesisir Barat Sumatera tepatnya kota Lamno, Aceh dan kehilangan kontak dengan pasukan induknya di Goa/ India (pusat koloni Portugis saat itu) maupun dengan pasukan Portugis di Malaka. Dengan segera pasukan Portugis tersebut ditawan oleh Sultan Aceh saat itu, dan pasukan Portugis itu segera dimanfaatkan oleh Sultan Aceh saat itu yaitu Sultan Ali Mogayatsyah untuk mengembangkan armada perang Aceh meliputi pembuatan meriam, kapal perang, mesiu sehingga nantinya Kesultanan Aceh dapat memerdekakan diri dari Kerajaan Pedir Hindu (didaerah Aceh Pidie sekarang). Fakta sejarah tidak tercatat secara resmi, sehingga lebih meyerupai sebuah legenda.

Tak pelak keturunan bangsa Portugis tersebut ada yang tetap tinggal di Aceh dan berbaur dengan penduduk lokal, sehingga di Aceh terkenal sebuah idiom yaitu Bule Lamno, yaitu orang hasil perkawinan campur antara bekas keturunan Portugis dengan penduduk lokal (kebanyakan bermata coklat) namun bercakap-cakap dengan bahasa lokal.

Daerah tersebut juga terdapat sebuah suku eksklusif (Sebagian keturunan Eropa tersebut menutup diri yang tidak berkawin campur dengan penduduk lokal) bernama “suku mata biru” namun jumlahnya relativif sangat sedikit. Bahkan banyak pemuda dari dalam dan luar Aceh terkadang sengaja mencari jodoh kepesisir Barat, siapa tahu mendapatkan “Dara Portugis” tersebut.

Sedangkan menurut cerita penduduk lokal, kaum keturunan Eropa tersebut adalah rombongan keturunan dari umat Muslim yang melarikan diri dari Renquista dari Ratu Isabella dan Ferdinand dari Castilla/Arragorn (Spanyol sekarang) hingga keujung dunia ketika Andalusia ditaklukkan oleh pasukan Salib.

Ketika mudik kemarin ke pesisir Barat setelah sekian lama Abu tidak menjejakkan kaki dipesisir Barat, Abu secara iseng ingin melihat apa yang dinamakan “Dara Portugis.” Ketika melewati kota Lamno (Sekitar 80 Km dari kota Banda Aceh), maka Abu menanyakan kepada penduduk lokal mengenai ilwal keberadaan Dara Portugis tersebut (Siapa tahu………?).

Menurut SBR (32 tahun) penduduk kota Lamno “Setelah Tsunami menghantam pesisir Barat Aceh Desember 2004 suku mata biru tidak pernah terlihat lagi, sedangkan yang yang bermata coklat masih ada namun sudah banyak yang meninggalkan kota tersebut kebanyakan menikah dengan pendatang dan meninggalkan kampung halaman.

Cerita penduduk itu mengingatkan kepada nenek Abu, beliau pernah bercerita kalau ibu beliau yaitu nenek buyut Abu memiliki mata biru, dan satu kaitan lagi ketika Abu masih kecil ada satu lagu yang popular yaitu lagu ISABELLA yang dinyanyikan oleh Grup Band SEACH asal Malaysia, waktu itu lagu tersebut sangat popular sehingga Abu yang masih kecil sangat menyukai lagu tersebut. Tapi ketika Abu menyanyikan lagu tersebut didepan nenek, beliau sangat marah dan menyuruh Abu untuk tidak pernah lagi menyanyikan lagu tersebut.

Ketika Abu menanyakan korelasi antara kedua hal tersebut kepada ibu Abu, beliau hanya angkat bahu. Dan ketika Abu menanyakan apakah ada kemungkinan bahwa Abu memiliki keturunan muslim Eropa yang diusir oleh Ratu Isabella, beliau hanya tersenyum. Dan ketika Abu menanyakan mengapa Abu ini tidak memiliki kemiripan dengan keturunan Portugis tersebut, ibu Abu menjawab dengan santainya “Mungkin kamu terlalu banyak kandungan lokalnya!”

Terlalu banyak kandungan lokal? Memangnya Abu produk Assembling githu? Memangnya orang bisa dirakit apa?

XXX

Berziah ke makam Po Teumeuruhom dari Kerajaan Daya (Lamno Aceh Jaya), sebuah kerajaan di masa silam sebagai cikal bakal Kesultanan Aceh Darussalam. Daerah Daya sampai saat ini masih dihuni oleh keturunan Portugis walaupun jumlahnya sekarang sangat sedikit.

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  3. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  4. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  5. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  6. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  7. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  8. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  9. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  10. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  11. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  12. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  13. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  14. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  15. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  16. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  17. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  19. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  20. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  21. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  22. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  23. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  24. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  25. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 134 Comments

MELEBIHI KEANGKUHAN IBLIS

mimpi-buruk

Keangkuhan Iblis

MELEBIHI KEANGKUHAN IBLIS

“Iblis yang karena keangkuhannya menolak keampunan dari Tuhan-Nya, sehingga harus menelan kesombongannya menjadi penghuni neraka pada akhir zaman pun memerlukan teman. Untuk itu ia merayu manusia untuk menjadi sahabatnya didasar neraka.” Katamu menusuk jantungku.

“Mengapakah kamu manusia yang mengaku beriman masih keras membatu sendiri?” Tudingmu

Mukaku memerah, amarahku meledak. “Kurang ajar! Engkau menyamakan aku dengan Iblis.”

 Lhokseumawe, 5 Desember 2008

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments

MENGEJAR BAYANG-BAYANG

Bayang-bayang

MENGEJAR BAYANG-BAYANG

Aku adalah bayangan terbang melayang
Janganlah engkau mengejarku
Detak waktu akan menghentikanmu
Dalam sebuah kepastian kenihilan

Aku adalah bayang-bayang
Sudah selayaknya tak tersentuh
Dan tak akan pernah terjamah
Sekuat apapun engkau berusaha

Bersama gelapku berpadu
Cahaya adalah sahabatku
Setengah-setengah sifatku
Dan inilah sesungguhnya aku

Air matamu tak akan mengibakanku
Aku tak punya jasad apalagi hati
Itu semua sudah mati karena aku
Adalah bayangan untukmu

Bayangan tak bisa menyimpan kemarahan tapi,
Bayangan juga tak punya kemampuan memaafkan.

Lhokseumawe 21 Nopember 2008

Posted in Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , | 5 Comments

ANUGERAH TAK TERDUGA

keluarga

ANUGERAH TAK TERDUGA

“Bang sidangnya udah selesai, milda dapat A, ipknya 3,72… Makasih b’ya doanya…”

Minggu siang. Pukul 12.30 WIB waktu Dhuhur Kota Lhokseumawe, Abu baru selesai shalat Dhuhur diantara sela-sela waktu kuliah Sabtu-Minggu ketika sms itu masuk. 270 km ke arah Barat adik Abu nomor dua baru menyelesaikan sidang yang menjadi ujian terakhir menyelesaikan strata satu di Universitas paling bergengsi se-NAD tersebut. “Alhamdulillah.” Mulut Abu berucap syukur. Masjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe menjadi saksi hari ini seperti halnya hari ini, tiga setengah tahun lalu ketika Abu pertama sekali menginjakkan kaki di kota ini. Tempat inilah dalam situasi yang masih baru dan asing membuat Abu pertama kali merasa nyaman.

Dalam bisu dan gugu, tangan Abu menengadah bersyukur kepada Pemilik apa-apa yang ada di langit dan di bumi. Mata Abu berkaca-kaca, sudah lama mata Abu tidak mengeluarkan air mata, mungkin selama ini hati telah keras membatu dan hari ini ia pecah ditempat terbaik dan dalam kondisi terbaik. Sebuah anugerah tak terduga. Tak berasa Milda yang Abu juluki Puteri India yang dulunya merupakan seorang adik perempuan yang akan mengikuti kemana saja Abu pergi ketika kanak-kanak telah berhasi, jujur waktu itu Abu merasa kesal dan jengah. Namun hari ini ia membuktikan dirinya dengan melebihi abangnya (yang masih mahasiswa di Unimal Lhokseumawe) menyelesaikan pendidikan S-1. Tak ada yang sia-sia dalam hidup ini.

Selesai berdoa, sekali lagi Abu pandangi layar HP yang baterenya sudah soak itu. Tongkat estafet sudah selayaknya berpindah ke diri Abu sekarang. Untuk melanjutkan perjuangan. Sejujurnya Abu tidak suka berjanji, karena seperti yang almarhum bapak Abu katakan, “Janji itu adalah hutang dari, oleh dan untuk dirimu.” Maka sangat sedikit seumur hidup Abu berjanji. Tapi hari ini untuk menguatkan tekad Abu yang mungkin selama ini telah melempem. Abu berjanji dalam hati. Adikku, suatu hari Abang akan memberikan kebanggaan yang sama untukmu sebagaimana yang telah engkau lakukan hari ini.

Cinta itu tak berwarna, tak berbentuk, tidak terdefenisikan hanya dirasakan

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

WAJAH PASARAN

Percayakah teman-teman semua bahwa didunia ini kita memiliki tujuh orang kembaran?

WAJAH PASARAN

Percayakah teman-teman semua bahwa didunia ini kita memiliki tujuh orang kembaran? Boleh percaya atau tidak benar tidaknya mitos ini. Setidaknya ini adalah semacam legenda yang beredar luas di masyarakat. Entah karena memiliki wajah pasaran terlalu sering orang salah kira dengan Abu dan menyangka sebagai orang lain. Terlalu sering malah. Berikut beberapa kejadian terakhir.

Pernah disuatu malam ketika Abu makan di warung sendirian sebagaimana anak kos yang merantau lainnya. Ketika hendak membayar, tiba-tiba seorang anak memeluk dari belakang. “Ayah.” Katanya. Abu bingung ada apa ini? Menikah juga belum kok bisa tiba-tiba memiliki seorang anak. Namun anak yang berusia sekitar lima tahunan itu memeluk dengan sangat kuat dan Abu tidak tega juga dan mendiamkan saja. Plus ekspresi bego tentunya. Beberapa saat kemudian datanglah seorang perempuan, dengan merasa malu ia meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Ia meminta maaf kepada Abu dan menyuruh anak tersebut melepaskan pelukannya. Sekedar basa-basi Abu bertanya. Dan dari cerita kakak itu terkuak bahwa suaminya telah berangkat ke Malaysia sebagai TKI lebih dari lima tahun lalu sejak anak tersebut dalam kandungan. Selama ini si anak hanya mengenali wajah sang ayah dari foto yang katanya memiliki rupa mirip-mirip Abu. Dibesarkan tanpa sosok ayah, benar-benar hidup yang sulit wajar sang anak merasa rindu remuk. Terhenyuh Abu pun mengusap-usap kepala anak tersebut. Kemudian tersenyum padanya, ia malu dengan kepolosan kanak-kanak. Mengakhiri pertemuan sang ibu berkata, sebenarnya ia juga sangat merindukan suaminya dan diam-diam berharap bahwa yang tadi itu (maksudnya Abu) adalah benar suaminya yang diam-diam pulang untuk memberi kejutan bagi mereka berdua. Abu hanya diam ketika ibu beranak itu berbalik pergi, kehabisan kata-kata.

Pernah juga seorang nenek ketika Abu sedang mengurus STNK Shogun 125 di Polres Lhokseumawe. Melihat sebentar lalu datang kearah Abu kemudian menghujani ciuman bertubi-tubi dan menangis. Ada apa lagi ini? Dari sang cucu yang kebetulan hendak mengurus Surat Berkelakuan Baik yang menjadi syarat lamaran masuk PNS baru Abu mengetahui bahwa wajah ini benar-benar mirip dengan putra bungsu dari nenek tersebut yang hilang ketika tragedi tsunami terjadi di tahun 2004. Atas dasar simpati sesama manusia yang merasakan kehilangan sama pada hari itu. Abu mendiamkan saja ketika nenek tersebut mengengam erat tangan Abu. Untunglah Lhokseumawe sangat jauh dari Banda Aceh kampung halaman Abu, kalau ada teman atau saudara yang melihat kontan pasti Abu akan menjadi bahan ejekan se-kecamatan pastinya. Ketika Abu selesai mengurus STNK dan hendak pulang nenek tersebut masih mengengam erat tangan Abu dan sungkan melepaskan sampai cucunya sedikit memaksa. Abu pergi tanpa menoleh ke belakang. Mata Abu sembab, hukum kehilangan berlaku untuk siapa saja. Bahkan pada hari yang sama dengan hilangnya cucu nenek tersebut Abu juga kehilangan banyak saudara, sahabat, guru dan termasuk nenek buyut Abu yang usianya hampir mencapai seratus tahun.

Kejadian yang paling baru, kemarin ketika kalkulator Kenko Abu kemasukan air dikarenakan hujan yang terus menguyur kota Lhokseumawe akhir-akhir ini dan bahkan sudah menyebabkan banjir dibanyak titik. Andesty Arloji tujuan Abu untuk menservis Kalkulator tersebut. Bagaimanapun ia adalah instrumen penting bagi Abu dalam menjalani perkuliahan di Unimal. Seorang ibu yang sedang melihat jam tangan terpajang tiba-tiba terpana melihat Abu lalu menangis. Abu tidak terlalu memperhatikan, dan ketika hendak membayar baru Abu sadar di dompet uangnya kurang. Sedikit malu Abu permisi kepada abang penjaga toko untuk mengambil uang sebentar ke ATM. Setelah itu Abu kembali, ibu tersebut dijemput oleh suaminya dengan menggunakan mobil Hardtop. Ibu itu melihat ke Abu, mata kami beradu kemudian isak tangisnya pecah lagi. Ia naik ke mobil dengan lesu dan Abu hanya bengong. “Abang tahu kenapa ibu itu menangis?” Tanya penjaga toko. Abu hanya mengangkat bahu, membaca perasaan orang bukan keahlian Abu.

“Wajah Abang mirip dengan anak ibu itu yang meninggal dua bulan yang lalu. Anaknya meninggal akibat Malaria di Riau sana ketika sedang berkuliah disana.” Kata penjaga toko itu. Ia tersenyum kepada Abu.

Hebat juga penjual toko ini pikir Abu, menceritakan kabar duka sambil tersenyum. “Dari mana kamu tahu, memang kenal dengan ibu itu?” Tanya Abu.

“Tadi ibu itu bercerita waktu abang sedang ke ATM.” Katanya lagi sambil tersenyum again. Abu tidak membalas lagi dan segera membayar tagihan biaya service kalkulator, bagaimanapun Abu harus bergegas ke kampus karena jam kuliah sebentar lagi dimulai. Namun sayangnya ketika Abu sampai setelah menerobos banjir bersama shogun 125 ternyata hari ini kampus meliburkan diri. Karena Unimal kebanjiran dan Abu adalah satu-satunya mahasiswa yang hadir.

Pulang ke rumah Abu bersalin baju, cuaca dingin menyebabkan mengantuk. Sekilas Abu melihat ke cermin 30×60 cm yang tergantung di dinding, wajah ini. Garis-garisnya, mata, hidung, mulut, dagu, kuping, mata bahkan dua buah tonjolan merah gigitan semut semalam. Ternyata pasaran! Hukum Narcisme Complex runtuh! Abu tersenyum. Tapi setidak-tidaknya selama ini orang-orang yang memiliki wajah yang mirip dengan Abu adalah orang-orang baik yang meninggalkan kesan kepada orang lain. Adalah tidak lucu kalau Abu harus dikejar-kejar polisi karena orang yang mirip dengan Abu adalah perampok. Sekejap kemudian Abu pun terlelap. Menjalani hobi yang sudah dua puluh empat tahun Abu lakoni, tidur.

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , | 10 Comments

LUGHAT

Kitab Mukkadimah Ibnu Khaldun

Kitab Mukkadimah Ibnu Khaldun

LUGHAT

Pendengaran adalah ayah adalah dari segala “ilmu linguistik”, begitulah pendapat Ibnu Khaldun berabad yang lalu yang membandingkan kecenderungan berbahasa bangsa Arab di Andalusia (Spanyol, Portugal sekarang) berbeda dengan bangsa Arab di Timur (Wilayah kekhalifahan Abbassiyah yang berpusat di Baghdad saat itu). Artinya seseorang memiliki kecenderungan untuk mengucapkan logat yang sering ia dengar tanpa disadari.

Anak anak indonesia

Marilah kita perkaya bahasa Indonesia, karena bahasa kita ini adalah bahasa yang besar.

Bahasa Arab yang menjadi bahasa pengantar wilayah dimulai dari semanjung Iberia hingga sungai Indus memiliki kecenderungan memiliki logat yang khas tergantung dari cakupan Geografis yang dijangkaunya.

Dalam ruang lingkup kekinian, begitu pula bahasa Indonesia yang memiliki cakupan dari Sabang sampai Marauke (yang jaraknya kurang lebih sama antara London ke Moskow yang mencakup lebih dari 50 negara Eropah) memiliki keberagaman logat yang khas dan berbeda satu daerah dengan wilayahnya.

Semua itu menambah keberagaman negara yang memiliki potensi satu benua ini. Terkadang menambah keasyikan tersendiri dalam seni mendengar karena setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri dalam bertutur kata.

“Bahasa menunjukkan budaya” artinya bahasa menunjukkan sebuah kebudayaan, mengajarkan cara berpikir, menghargai kesopanan. Kerana kemempuan berbahasa didapatkan dari interaksi sosial yang kita jalani dimulai dari kita dilahirkan.

Oleh karena itu wahai teman, dimanapun engkau berasal, apapun logatmu. Marilah kita perkaya bahasa Indonesia, karena bahasa kita ini adalah bahasa yang besar.

Beberapa opini lain:
  1. Bersatulah Bangsaku; 1 Agustus 2008
  2. Berpikir dan Bertindak; 3 Agustus 2008
  3. Kenaikan BBM, Sikapi Dengan Harga diri; 3 Agustus 2008
  4. Melanjutkan Perjuangan; 4 Agustus 2008
  5. Perempuan Aceh Full Power; 4 Agustus 2008
  6. Jomblo Bukan Berarti Homo; 12 Agustus 2008
  7. Lebih Menggetarkan Dibanding Asmara; 22 Agustus 2008
  8. Manajemen Kritik; 18 September 2008
  9. Temukan Mentor Rahasiamu; 23 September 2008
  10. Sang Tiran; 15 Oktober 2008
  11. Yang Muda Yang Berguna; 22 Oktober 2008
  12. Udik Invation; 15 Desember 2008;
  13. Membangun Tradisi Baru; 18 Desember 2008;
  14. Tragedi Andalusia Mungkinkah Berulang; 30 Desember 2008;
  15. Lautan Yang Tersia-siakan; 23 Januari 2009;
  16. Hantu; 20 Februari 2009;
  17. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  18. Bukan Roman Picisan; 24 Maret 2009;
  19. Apalah Artinya Sebuah Nama; 13 Juli 2009;
  20. Jangan Melupakan Sejarah; 26 Juli 2009;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 22 Comments