HANYALAH SEORANG HAMBA

Dinding Madrasah yang telah kehilangan bintang

HANYALAH SEORANG HAMBA

Tuhan engkau adalah penguasa apa-apa yang dilangit dan dibumi. Engkau Maha Tahu siapa hamba-MU ini yang telah Engkau limpahi kasih dan sayang-Mu sepanjang hidupnya. Engkau bentuk ia dengan tangan-MU sehingga jadilah ia.

Tuhan dihadapan-MU bahkan lidah hamba kelu. Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang ada didalam dada hambamu. Yang mencoba tak berpaling dari jalan-MU, yang merasa takut, yang merasa kerdil, yang lemah, yang tak berdaya upaya, yang manja dan hanya mengharap pada rahmat-MU.

Tuhan, hamba-Mu ini angkuh. Dengan polah dan tingkah yang mengotori bumi-MU. Hamba memohon keampunan dari-MU sebelum dan sesudahnya. Hamba hanyalah seorang licik yang memanfaatkan Kepengasihan dan Kepenyayangan-MU. Hamba malu dengan sebenar-benarnya rasa malu.

Tuhan, sebegitu banyak karunia-Mu kepada hamba. Mohon jangan masukkan hamba dalam golongan orang-orang yang tiada mensyukuri nikmat-MU.

Tuhan, Engkaulah tempat hamba mengadu. Menyambut hamba dengan tangan terbuka. Belaian dan kasih sayang-MU menyejukkan hamba-MU yang keras kepala. Yang tiada berusaha keras untuk meraih-MU namun takut sangat akan murka-MU.

Hamba hanyalah seorang hamba yang remuk dan rindu akan ridha-MU.

Beberapa renungan:
  1. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  2. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  3. Kehidupan Yang Terkadang Paradoks; 30 Januari 2009;
  4. Hantu; 20 Februari 2009;
  5. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  6. Wajah Iblis Sang Malaikat; 12 Maret 2009;
  7. Bukan Roman Picisan; 24 Maret 2009;
  8. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  9. Duhai Diriku Mengapa Engkau Bersedih; 13 Mei 2009;
  10. Selamat Kembali Pulang Sahabat; 25 Mei 2009;
  11. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  12. Pledoi Iblis; 12 Juni 2009;
  13. Cerita Tentang Masa Lalu; 1 Juli 2009;
  14. Salam Rindu Selalu; 9 Juli 2009;
  15. Perjalanan ini; 18 Agustus 2009;
  16. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  17. Angin; 19 Februari 2010;
  18. Manusia; 18 Maret 2010;
  19. Kekuatan Hati; 27 Maret 2010;
  20. Pledoi Iblis Jilid Dua; 14 Mei 2010;
Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments

MANIS, ASAM, ASIN BAHKAN PAHIT KEHIDUPAN

Hidup terkadang memberi kejutan yang tak terduga. Ibarat permen terkadang ia berasa manis, asam, asin bahkan kadang-kadang pahit.

MANIS, ASAM, ASIN BAHKAN PAHIT KEHIDUPAN

Hidup terkadang memberi kejutan yang tak terduga. Ibarat permen terkadang ia berasa manis, asam, asin bahkan kadang-kadang pahit. Tak terduga apa yang terjadi selanjutnya. Mengutip perkataan sahabat Abu, Mr.Popo “rasa pahit itulah yang mendewasakan kita”. Membuat kita tersadar dari lena gemerlap dunia.

Malam minggu, mengingat sudah seminggu tidak keramas karena shampoo telah habis. Abu memutuskan belanja. Supermarket Suzuya, Harun square Lhokseumawe menjadi tujuan. Kebetulan Shogun 125 R biru baru selesai diservis abis-abisan paska dilanggar ABG hari sabtu dua-minggu sebelumnya. Cuaca malam tak pernah bersahabat dengan tubuh Abu, tapi dengan mengenakan jaket Abu pun segera meluncur.

Sungguh canggih sistem perbelanjaan disupermarket. Ia menggoda kita dengan pajangan-pajangan cantik dan menarik. Awalnya Abu hanya berniat hanya membeli shampoo Pentene saja malah mencomot lima kantong plastik permen, Deodorant Rexona, tiga sabun Harmoni, dua botol Pocari Sweat, dua bungkus Chitato besar untuk snack dirumah. Huhu, target belanja Abu Overload.

Sekeluar dari pintu kaca Supermarket. Abu membuka plastik permen untuk kemudian mengulum sebutir Relaxa. Dibalik bilik kaca ATM Mandiri disebelah kiri Pintu keluar Abu melihat seseorang baju kumal dan memegang kertas plastik permen Kiss duduk bersandar pada Anjungan Tunai Bank Nomor satu di Indonesia itu sambil mengipas-ngipas tubuhnya. Abu pun menghampiri dan tanpa banyak bicara memberikan uang seribu. Orang tersebut melihat ke Abu yang sedang mengulum permen ia berkata, “Rokok apa bang?” kemudian ia mengeluarkan sebuah keranjang dagangan asongan yang tersembunyi disebelah kirinya.

Abu terkesiap, orang ini bukan pengemis. Lagi-lagi Abu salah menilai orang. Menutupi rasa malu Abu berkata, “Sampoerna Mild bang.” Ia menyerahkan sebatang kepada Abu beserta uang kembalian empat ratus rupiah. “Sekalian saya bakarkan bang.” Ia menyalakan Maches Tokkai-nya. Terkejut dengan perkembangan situasai Abu hanya ho-oh dan mengiyakan perintahnya.

Menuju ke parkir, Abu menstarter Shogun 125 R biru yang telah menemani selama tiga tahun belakangan. Udara malam menusuk menerpa wajah Abu dalam perjalanan pulang ke kontrakan  seolah tak berasa seperti biasa. Kali ini kehangatan menjalar memenuhi seluruh rongga tubuh dan Abu tersenyum. Kesalahan kali ini membuat Abu menyadari bahwa selama ini telah berjalan di muka bumi ini dengan penuh keangkuhan dan seenaknya menjustifikasi orang lain.

Membaca buku memang baik, kepercayaan diri itu penting. Tapi apabila berlebihan itu semua akan membusuk dijiwa. Kalau dingat-ingat mungkin banyak teman yang tersakiti dengan performa Abu selama ini yang terlalu “text book” dan cenderung kaku. Ini membuat orang-orang disekitar menjadi jengah hingga akhirnya menjauh. Pulang ke rumah, memandangi Perpustakaan pribadi yang amat sangat  Abu sayangi. Pijakan Abu tersebut telah usang, bahkan dunia telah bergerak ketika buku-buku tersebut diterbitkan. Abu adalah orang yang terpikat dengan teori dan sampai sekarang masih. Mungkin kejadian kali ini ditambah beberapa kejadian belakangan membuat Abu sadar untuk segera merevitalisasi diri. Dunia ini berubah dan lihatlah! Bukan hanya dibalik buku namun juga harus membuka mata lebar-lebar dan memperhatikan sekeliling. Malam itu, Abu lama berpikir sebelum tertidur. Sebelum benar-benar terlelap Abu berharap, semoga besok benar-benar menjadi hari yang baru. Terima kasih Abang penjual asongan yang telah membuka mata untuk memandang dunia.

“Hikmah muncul kapan saja, dimanapun  dan dari siapapun.”

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 11 Comments

KALAH PERANG

Aku harus bangkit! Dan membangun kavaleri baru.

KALAH PERANG

Hari ini keselamati kegagalanku

Panji-panji kerkoyak berbau anyir darah

Dua puluh lima ribu pasukan telah hancur

Menjadi benulang dilantak musuh

 

Aku tak boleh menangis

Walau badan penuh nanah

Pedangku belum bersarung

Masih ada pertempuran lain

 

Sorak-sorai kini tak ada

Buat seorang Jenderal yang kalah

Aku harus bangkit

Dan membangun kavaleri baru

 

Walau dalam hidup, tak semua keinginanmu tercapai. Nikmat tuhanmu yang manakah lagi yang engkau dustakan.

Hari kekalahanku, 5 Nopember 2008

Puisi-puisi lainnya:
  1. Maksud Hatiku Padamu; 1 Agustus 2008;
  2. Dinda Dimanakah Engkau Berada; 1 Agustus 2008;
  3. Elegi Puisi Kematian Cinta; 3 Agustus 2008;
  4. Dalam Jubah Sufiku; 3 Agustus 2008;
  5. Dipersimpang Jalan; 3 Agustus 2008;
  6. Puisi Terindah; 3 Agustus 2008;
  7. Maghribi dan East; 3 Agustus 2008;
  8. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  9. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  10. Dua Puluh Empat Setengah Tahun; 6 Agustus 2008;
  11. Elegi Pagi Hari, Sebuah Puisi; 7 Agustus 2008;
  12. Cryptogram; 4 September 2008;
  13. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  14. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
  15. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  16. Indah Bunga; 20 September 2008;
  17. Padamu Perempuanku; 25 September 2008;
  18. Hikayat Sang Pengembara; 6 Oktober 2008;
  19. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  20. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
Posted in Cerita, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 12 Comments

MENGENANG SEBUAH PERJALANAN CINTA

Disaat itulah mata kami berjumpa, aku dengan segala kenaifan adalah orang yang percaya bahwa cinta itu datang pada pandangan pertama, tanpa mau bertanya, tanpa mau peduli.

MENGENANG SEBUAH PERJALANAN CINTA

Hari itu, ketika kami pertama kalinya kami bertemu setelah sekitar tujuh tahun sudah aku mengenakan jubah sufi dengan menolak dunia meski terkadang ia datang menghiba. Sebagaimana orang bijak menemukan kebijaksanaan dalam kebersihan batin, seperti itu pula seorang pertapa menemukan perenungan dalam kesunyian. Sepi adalah teman yang paling sejati, ia datang ketika yang lain pergi. Menemani dan selalu menemani.

Disaat itulah mata kami berjumpa, aku dengan segala kenaifan adalah orang yang percaya bahwa cinta itu datang pada pandangan pertama, tanpa mau bertanya, tanpa mau peduli. Kulipat baik-baik shuf*) dan kutinggalkan goa tempatku berkhalwat untuk menyambut dunia, menikmati cahaya mentari, mengecup suara burung-burung memandangi hijaunya dedaunan. Untuk pertama kali setelah sekian tahun, aku berusaha membuat wajah seorang perempuan bersemu merah. Tak pernah kupercaya sedemikian mudahnya. Entah perasaan apa yang mengendap ketika kami tertawa, kupikir itu bahagia. Kuceritakan segala legenda, segala kisah-kisah. Ia begitu bergelora dan menganggap diriku mengetahui segalanya.

Namun tiba-tiba ia menjauh, sebegitu cepatnya perubahan dunia sehingga aku terpana. Aku tahu, meski ekor mata mengikuti namun mukanya berpaling tak kenal. Ada sesuatu yang berubah pada dirinya, sesuatu yang berbeda. Aku tak tahu itu apa. Ingin kutepikan perasaan ini. Bukankah seorang laki-laki harus lebih berpijak pada logika.

Aku bertanya, ia menghindar sampai disuatu ketika ia tak bisa berlari. “Aku tidak sebaik yang engkau pikirkan, aku adalah seorang pengkhianat.” Katanya. Aku tidak mengerti, sebuah pengkhianatan seperti apa? Bahkan tidak terjadi apa-apa diantara kami, mengapa bisa hadir sebuah kisah pengkhianatan?

“Semakin lama bertemu denganmu, semakin aku merasa bersalah pada cintaku.” Ia menunjukkan sebentuk cincin dijari manisnya. Bodohnya aku selama ini tak pernah memperhatikan. Aku hanya tersenyum, menertawakan kebodohanku sendiri. Egoku berkata, “Aku tidak tahu, tapi lebih tepatnya tidak mau tahu.” Tidak terjadi apapun diantara kami yang harus disesali, mohon jangan mendramatisir keadaan.

“Tamparlah aku, pukullah aku tapi kumohon jangan dekati aku lagi dengan pesonamu.” Pintanya. Namun bagaimana bisa, tanganku ini tak pernah menyentuhnya jadi bagaimana mungkin memiliki kemampuan untuk menampar. Dan tinju ini untuk melindungi bukanlah untuk menyakiti. Meski telah meninggalkan goaku, menanggalkan shufku namun aku tetaplah seorang sufi.

“Aku pergi, tapi tidak sepertimu aku tidak akan menyesali pertemuan kita.” Aku kembali ke goa, mengenakan kembali shufku. Kali ini dengan pemahaman baru, kembali pada sahabatku yang paling setia diantara segenap makhluk-Nya, yaitu sepi.

Shuf*) = Jubah yang terbuat dari wol. Selanjutnya dipercaya sebagai asal muasal dari kata sufi dimasa kekhalifahan Abbasiyah Abad 11-12 M.

The Cave, 2 Nopember 2008

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Selamanya; 14 Desember 2008;
  9. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  10. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  11. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  12. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  13. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  14. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  15. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  16. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  17. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  18. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  19. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  20. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  21. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  22. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  23. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  24. Ashura; 13 Februari 2013;
  25. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 73 Comments

MUDA DAN OPTIMIS

MUDA DAN OPTIMIS

Sebagai akademisi Abu lebih mempercayai sektor riil sebagaimana diusung oleh Bapak Teori Ekonomi Dunia, Adam Smith. Meskipun kurikulum di setiap kampus di Indonesia lebih berkiblat kepada Jhon Maynard Keynes, lewat kebijakan Fiskal dan Moneter yang berarti campur tangan pemerintah. Tak heran hujjah-hujjah ekonomi yang Abu kemukakan kerap berseberangan dengan pihak pengajar yang menepikan “the insvible hands” yang pernah membuat Eropa Barat berjaya. Dan lebih berkiblat ke Amerika Serikat.

Beruntunglah Abu bertemu praktisi yang sepaham, Jojo. Mantan seorang ketua OSIS SMU 1 Seruway, Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam drama nasib mengantarkannya menjadi seorang Cleaning Service di KPPBB Lhokseumawe yang telah berganti nama menjadi KPP Pratama Bireuen.

Saat ini kami masih muda. Abu (24 tahun) dan Jojo (22 tahun). Bersama gejolak idealisme bercampur aduk dengan optimisme kami bermaksud membangun sebuah Firma yang harapan kami akan mendunia kelak. Tekad kami saat ini adalah membangun sektor riil dengan modal pas-pasan.

Berikut, kumpulan pemikiran kami sebagai dua orang anak muda yang masih mentah. Abu, sebagai PNS bagian Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Lhokseumawe sekaligus mahasiswa semester tiga Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Malikussaleh dengan Jojo, seorang praktisi pemilik Joker Cell. Terinspirasi oleh filem Young and Dangerous inilah hasrat kami untuk menjadi manusia yang muda yang berguna.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

J.M. CELL

AKTA PENDIRIAN

Aset awal Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah)

Komisaris Utama                                                                 Direktur Utama

 

Milvan Murtadha                                                                  Joko Priono

KONTRAK HUKUM DAGANG

  • Penyertaan saham awal oleh Tuan Milvan Murtadha selaku Komisaris Utama, Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah) diserahkan kepada Tuan Joko Priono selaku Direktur Utama.
  • Dengan ini aset dibagi kepada tiga bahagian, dikonversikan kepada saham sebanyak 10 (sepuluh) lembar ;
  1. 40 % Perusahaan
  2. 30 % Komisaris
  3. 30 % Direktur
  • Terhitung perusahaan mulai berjalan tanggal 1 Nopember 2008 dan harus dilaporkan pada setiap akhir bulan.
  • Seandainya terjadi pailit maka direktur utama harus mengembalikan penyertaan modal sebesar 30% serta seluruh aset disita oleh Komisaris Utama.
  • Penambahan saham harus disetujui minimal 2/3 dari pengambil keputusan setingkat top manajerial.
  • Komisaris Utama memberikan wewenang penuh kepada Direktur Utama untuk merekrut karyawan.
  • Strategi penjualan, pengembangan usaha merupakan hak preogratif Direktur Utama sebagai penanggungjawab Eksekutif. Disampaikan secara lisan atau tulisan kepada Komisaris Utama sebagai representasi kekuasaan Legislatif.
  • Hal yang bersifat tekhnis dimusyawarahkan lebih lanjut.
  • Dokumen ini merupakan salinan dari catatan asli pendirian J.M Cell yang ditulis tangan oleh Tuan Milvan Murtadha yang merupakan manuskrip historis. Diadministrasikan oleh Komisaris Utama.

Memoranding of Understanding

Dengan dihadiri oleh pendiri, Tuan Milvan Murtadha selaku penyerah mandat dan Tuan Joko Priono selaku penerima mandat. Disaksikan oleh Allah S.W.T beserta seluruh malaikat-Nya.

Banda Masen, Banda Sakti, Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam

26 Oktober 2008, Pukul 23.33  WIB

 

Penyerah Mandat                                                                Penerima Mandat

Milvan Murtadha                                                                  Joko Priono

Masa depan tak pernah pasti, kita tak akan pernah tahu. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali dan tak ada salahnya jika bermimpi. Postingan ini sebagai pelecut untuk tetap bersemangat apapun yang tejadi kelak.

Tahun ke tahun berlalu dengan mudahnya.

Mimpi berputar-putar.

Hidup ini  adalah mimpi berkelanjutan.

Sampai mentari mengecupmu.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

DINGIN SEPERTI ES KRIM

Hati yang sedingin eskrim

DINGIN SEPERTI ES KRIM

Ketidakpedulian adalah sebuah sikap akbar, melebihi cinta dan benci bahkan ketika keduanya disatukan dalam satu wadah.

“Hari ini aku ulang tahun, tolong belikan aku es krim.” Seorang perempuan mendekati Abu yang asyik nongkrong disamping gerobak es krim di depan kampus UNIMAL. Kuliah sabtu-minggu, pukul sebelas hari sabtu, matahari menyengat. Abu kenal perempuan ini, kami satu SMU angkatan 2002. Bahkan ketika Abu berkuliah di Unsyiah Banda Aceh kami satu angkatan pula. Namun beda nasib, Abu diDO dari Strata satu Akuntansi sedang ia menyelesaikan Diploma III dijurusan Akuntasi. Sekarang Malikussaleh mempertemukan kami, sama-sama melanjutkan kuliah. Kuliah Non-Reguler Sabtu-Minggu khusus bagi yang sudah berkerja, dikota Lhokseumawe. Abu di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lhokseumawe sedang ia disebuah bank dikota ini juga. 270 km dari kota asal kami Banda Aceh.

“Oh ya, aku traktir deh. Bang buatkan satu untuk gadis manis ini!” Sebenarnya ketika SMU kami tak pernah berbicara, beda habitat. Ketika kuliah di Unsyiah kami sama-sama tahu bahwa satu almamater SMUNTIG Banda Aceh, dan sekarang ketika sama-sama lagi kuliah diUNIMAL pun kalau berjumpa kami hanya say hai saja, tak lebih.

“Terima kasih.” Ia tersenyum lalu duduk ditepi trotoar dekat Abu mengunyah es krim sambil berdiri dekat pohon asam. Jauh dari kampung dan sendiri dihari ulang tahun membuat teman tadi, sebutlah namanya Rini menyapa Abu yang secara hubungan emosional terikat dengannya sejak SMU walau tak pernah dekat. Abu ingin menyapa lebih lanjut, tapi tidak tahu berbicara apa soal sebelumnya kami tak pernah saling mengenal secara personal. Sebatas I know Her dan begitupula sebaliknya.

“Semalam mama menelpon. Biasanya beliau bilang menikahlah, menikahlah tapi semalam mama tak akan mengatakan apa-apa lagi katanya.” Malah ia yang membuka pembicaraan.

Kalau dilihat Rini memiliki wajah yang cantik, pekerjaan oke. Menurut logika Abu sangatlah mudah baginya menemukan pendamping hidup. Dengan sok tahu Abu nyeplos. “Mungkin Rini terlalu keras bekerja?”

Sambil memainkan sendok es krim Rini berbicara, “Pekerjaan? Memang waktuku begitu sempit. Senin-Jumat bekerja, Sabtu-Minggu kuliah. Masalah juga banyak. Itu bukan masalah karena aku menikmatinya.”

Abu tidak terlalu paham masalah ini. Sungguh jadi hanya diam saja.

“Teman-temanku sudah menikah, punya anak dan jadi orang tua. Berbeda sekali rasanya dengan waktu yang kujalani sambil bekerja. Sudahkan begitu ketinggalan aku?” Ia melihat ke Abu. “Hari ini aku dua puluh empat tahun.” Tambahnya.

“Sama, malah tuaan Abu delapan bulan lagi.” Abu bermaksud menghibur. “Plus dengan status yang sama, jomblo.” Supaya suasana cair Abu tertawa.

“Yang menyiksaku dan membuatku gelisah adalah terpencil, sendiri.” Rini mengabaikan pendapat Abu. Ia terlihat begitu rapuh, dan saat itu Abu yang sedari kecil lemah terhadap air mata berpaling ketika ia membersihkan wajahnya dengan tisu.

“Kamu sendiri bagaimana? Adakah sama?” Tanya Rini ke Abu.

Jika itu palu godam, maka Abu sudah terjejer dua meter. Ingin rasanya berbohong untuk menyenangkan hati Rini. Tapi Abu harus jujur, “Terus terang aku belum terpikir untuk itu.”

“Apa jadinya jika semua laki-laki berpikiran sama denganmu.” Ia bangkit dan membersihkan roknya yang kotor akibat debu trotar tadi. “Jangan menunda hak seseorang perempuan yang telah ditakdirkan menjadi istrimu.” Setelah berkata tepat didepan muka Abu, Rini pergi ia menyeberangi jalan masuk ke kampus.

Abu hanya diam saja, seolah tak peduli namun sungguh kata-katanya menjadi perenungan. Selama ini Abu terlalu dingin, terfokus pada rencana sendiri, tak peduli orang lain apalagi kerlingan, menyendiri dan sangat merasa nyaman karenanya. Haruskah itu berubah? Aduh, untuk sementara Abu tidak mau memikirkan itu. Masih banyak koleksi buku yang belum terbaca, setidaknya selesaikan itu dulu.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

AKU TAK MENGERTI KAMU

 

Oh man, I completely don’t know you.

AKU TAK MENGERTI KAMU

Sebenarnya dia tak lebih dari seorang lelaki busuk dengan impian muluk. Seseorang dengan keangkuhan dan berpusat pada dirinya, berpikir bahwa dunia tercipta hanya untuknya. Padahal dirinya tak lebih dari seorang pemalas dan kalah dalam pertarungan hidup. Terpaku pada mimpi, aspirasi dan rencana sendiri kemudian terhempas dan menciptakan dunia yang hanya dimengerti olehnya. Begitu sulit hidup dengannya. Lelaki itu selalu tahu kapan waktu yang tepat baginya untuk membuatku menangis lalu menertawakannya dengan kejam.

Tapi kata-katanya begitu manis. Meski terkadang menghina dan tak selalu memuja. Sungguh begitu mudah ia membuatku melupakan bahwa belum semenit lalu ia membuatku menangis. Senyumnya bagai tanpa dosa. Dan yang paling luar biasa puisi yang ia ciptakan mempunyai perasaan yang kuat dan mendalam mengakar ke bumi. Entah bagaimana seorang lelaki yang penuh kontradiksi, individualistis dan dingin mampu menjadikan kata sebagai budaknya.

Sungguh aku tak pernah bisa memahami apalagi mengerti mengapa aku terjerat olehnya. Satu kata darinya bisa mengaduk perasaanku, rasanya sudah ratusan tahun aku mengenal bajingan tengik itu. Ia yang telah mengajari aku bagaimana membenci, membara pada dirinya. “Itulah perempuan, jika keinginannya tak terpenuhi pasti mengancam atau menangis.” Adalah perkataan seorang lelaki yang percaya bahwa perempuan adalah makhluk lemah. Ia tak akan pernah tahu dendam seorang perempuan akan menggerakkan seluruh dunia bersamanya, mengkerdilkan seorang lelaki kemudian menghancurkannya tanpa ampun.

Saat ini kebencianku padanya membara. Mengapa? Tanyakan saja pada lelaki lemah dengan cengkraman baja yang telah merenggut kemudaanku itu. Bibirku tersenyum padanya namun sungguh inginku menginjak-injak kepala bangsat itu. Sudah cukup penghinaannya kini tiada lagi cinta untuknya. Dari seorang gadis yang dulu pernah jatuh cinta, cinta yang paling membara dari segala cinta yang pernah ada, cinta yang paling pantas dari segala cinta. Cinta yang baranya sampai ke jiwa dan raga. Dan kini tiada bersisa. Perasaan anak manusia tak dapat dimengerti.

Oh man, I completely don’t know you.

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  8. Selamanya; 14 Desember 2008;
  9. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  10. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  11. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  12. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  13. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  14. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  15. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  16. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  17. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  18. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  19. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  20. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  21. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  22. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  23. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  24. Ashura; 13 Februari 2013;
  25. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 58 Comments

YANG MUDA YANG BERGUNA

Pemuda pada suatu masa

YANG MUDA YANG BERGUNA

Sebuah renungan tentang Sumpah Pemuda, Dalam sejarah negeri ini kaum pemuda selalu menjadi pendobrak zaman, kita bisa melihat kebelakang, Sumpah pemuda 1928 yang merupakan tonggak awal bersatu padunya seluruh kepulauan dengan nama Hindia Belanda (saat itu) bertransisi menjadi sebuah identitas bernama Indonesia justru dipelopori oleh kaum muda.

Masih ingat dengan peristiwa Renggas dengklok, sebuah momen dimana kaum pemuda menculik Sukarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dengan segera setelah terjadinya kevakuman kekuasaan paska Jepang menyerah kalah oleh sekutu.

Masih banyak peristiwa yang diilhami oleh di negeri kemudian hari, seperti aksi-aksi di tahun 1966, Malari 1974 dan reformasi 1998. Yang membedakan hanyalah setting waktu dan problematika yang dihadapi.

Foto Para Tokoh Jong Islamieten Bond pada Museum Sumpah Pemuda

Kaum pemuda (tentunya pemudi termasuk didalamnya) merupakan pendobrak ketika generasi yang lebih tua mengalami pengapuran, untuk memberi energi baru kepada bangsa ini kerap kali menyelamatkan bengsa untuk direfresh kembali. Sifat bertindak tanpa berpikir terkadang diperlukan dalam situasi tertentu.

Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah apa yang terjadi bila kaum muda sendiri mengalami pengapuran dan membisu. Saat ini hedonis seolah telah merasuk kedalam sumsum kita. Hedonisme adalah sebuah faham yang amat berbahaya, sekarang memperoleh banyak pengikut yang ironisnya adalah kaum muda, Narkotika, free sex dan ritual-ritual “memberhalakan dunia” lainnya seolah adalah hal yang biasa dan amat disayangkan seolah “Tersosialisasikan” dengan cepat melalui Media (Televisi khususnya) dan pergaulan.

Suatu hari tubuh kita akan menjadi tua dan itu adalah sunnatullah segala daya upaya kita lakukan takkan mampu mencegahnya, namun jiwa dan semangat kita pertahankan kemudaannya, untuk itu selamatkan generasi muda selamatkan bangsa! Menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya. Paling tidak dimulai dari diri kita sendiri dulu.

Beberapa opini lainya:

  1. Bersatulah Bangsaku; 1 Agustus 2008
  2. Berpikir dan Bertindak; 3 Agustus 2008
  3. Kenaikan BBM, Sikapi Dengan Harga diri; 3 Agustus 2008
  4. Melanjutkan Perjuangan; 4 Agustus 2008
  5. Perempuan Aceh Full Power; 4 Agustus 2008
  6. Jomblo Bukan Berarti Homo; 12 Agustus 2008
  7. Lebih Menggetarkan Dibanding Asmara; 22 Agustus 2008
  8. Manajemen Kritik; 18 September 2008
  9. Temukan Mentor Rahasiamu; 23 September 2008
  10. Sang Tiran; 15 Oktober 2008
  11. Lughat; 28 November 2008;
  12. Udik Invation; 15 Desember 2008;
  13. Membangun Tradisi Baru; 18 Desember 2008;
  14. Tragedi Andalusia Mungkinkah Berulang; 30 Desember 2008;
  15. Lautan Yang Tersia-siakan; 23 Januari 2009;
  16. Hantu; 20 Februari 2009;
  17. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  18. Bukan Roman Picisan; 24 Maret 2009;
  19. Apalah Artinya Sebuah Nama; 13 Juli 2009;
  20. Jangan Melupakan Sejarah; 26 Juli 2009;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 21 Comments

PADA PANDANGAN PERTAMA

Dia adalah perwujudan sifat indiffrent, acuh. Wajahnya setenang telaga yang tak terduga kedalamannya bagi siapapun jua.

PADA PANDANGAN PERTAMA

Aku jatuh cinta!

“Dalam cinta terdapat setengah kebijaksanaan dan setengah kegilaan,” Bukankah dalam bahasa Arab gila dan cinta ada dalam kosakata yang sama yaitu majnun.

Telah banyak kutuliskan kata Cinta. Cinta…Cinta…Cinta… Hingga melebihi seribu jumlahnya. Namun kuyakinkan tak pernah kata itu kupersembahkan untuk perempuan mana pun dimuka bumi, namun ketika melihat dirinya lidah ini yang biasa fasih terasa kelu. Mana harimau jiwaku? Mengapa mendekam bersembunyi dalam goa.

Dia adalah perwujudan sifat indiffrent, acuh. Wajahnya setenang telaga yang tak terduga kedalamannya bagi siapapun jua. Dia adalah pembuktian mengapa patung dewi Venus selalu dipuja dalam keheningannya, mungkin dia bukanlah ciptaan tuhan yang paling indah tapi ia adalah yang paling misterius setidaknya bagiku.

Dibalik bibirnya yang merah merekah bak apel Australia tersimpan lidah setajam sangkur tentara yang siap mengiris telinga yang mengangga. Kata-kata hanyalah permainan untuk mengeluarkan suara indahnya. Tidak kasar, tidak lembut, tidak keras, tidak renyah hanya ketus dan pahit. Pertahanan sekokoh setangguh benteng Konstantinopel justru menambah daya tarik dirinya.

Cinta pada pandangan pertama

Tak pernah ku duga sebelumnya bahwa diriku jatuh terkapar seperti ini, tepat pada pandangan pertama!!!

Akibatnya sekujur tubuh ini terasa berbeda, jantung terasa rock on roll dengan hanya mengingat namanya. Serasa badan menjadi aneh, memori di kepala selalu mengingat wajahnya, serasa ada yang tertinggal apabila belum bertemu dengannya. Dibalik topeng besi dan baju zirah yang kukenakan terasa dada ini bergetar hebat.

Apakah ini yang namanya Cinta? Aku tidak tahu, karena sungguh seumur hidup baru sekarang mengalami ini. Mana mental baja yang selama ini kubanggakan? Mengapa harus mencair bila bertemu dengannya. Kacau! Rasanya fikir dan perasaan tumbang tindih. Aku mau tapi juga malu, aku berani tapi juga takut.

Kemana harusku cari jawaban? Semua buku yang telah kubaca tak pernah menjelaskannya. Pengalaman nihil, bertanya juga malu. Maka pada andalah aku bercerita.

“Ketika cinta datang menyapa maka datanglah, meski engkau tahu dibalik sayapnya tersimpan, sebuah pedang yang siap menebasmu.”

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  7. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  8. Selamanya; 14 Desember 2008;
  9. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  10. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  11. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  12. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  13. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  14. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  15. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  16. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  17. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  18. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  19. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  20. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  21. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  22. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  23. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  24. Ashura; 13 Februari 2013;
  25. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 72 Comments

SANG TIRAN

The Smilling Tyrant

SANG TIRAN

Sang Tiran berkuasa menggunakan ketakutan, seorang tiran mengekploitasikan segala potensi dari ketakutan ketakutan. Teror adalah sebuah instrumen penting yang digunakan untuk menekan pihak lain sebelum yang ditekan itu punya keinginan untuk melawan.

Baca: Penjarahan Kebudayaan

Sang Tiran menyukai diperlakukan dengan diistimewa, dengan kelakuannya tersebut ia membenarkan ketidakadilan. Padahal tak seorang nabi dari agama manapun ingin diistimewakan diantara, dan setiap nabi pasti mencintai keadilan.

Sang Tiran memuja dirinya berlebihan dan memandang orang lain dengan rasa jijik, ia menganggap bahwa dirinya yang berhak atas segalanya. Seorang Tiran berpikir segala kebaikan hanyalah miliknya, sedang yang lain buruk semua. Dia dengan logika sempitnya.

Sang Tiran paling menikmati jika seorang sahabat “mengkhianati satu sama lain” demi dirinya. Karena itu berarti ia berhasil, ia telah menjadikan dirinya sebagai berhala di dunia yang dipuja-puja oleh orang lain.

Beberapa Opini lain:

  1. Mereka Yang Bangkit (Kembali); 18 Desember 2013;
  2. Jangan Golput; 22 Maret 2014;
  3. Momentum; 18 Mei 2015;
  4. Gaya Abadi; 23 Mei 2015;
  5. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  6. Tua; 22 Oktober 2015;
  7. Renovasi; 31 Oktober 2015;
  8. Serakah; 7 November 2015;
  9. Tsunami; 26 Desember 2015;
  10. Bajak Laut : Pemberontak Atau Perompak; 17 Maret 2016;
  11. Membakar Buku Membunuh Inteletual; 6 Juni 2016;
  12. Mencoba Menafsir Makna Mimpi Buruk; 30 September 2016;
  13. Kesucian; 26 Oktober 2016;
  14. Para Penyebar Kebohongan; 13 November 2016;
  15. Riwayat Sarung; 9 Januari 2017;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 19 Comments