MANAJEMEN KRITIK

Manajemen Kritik

MANAJEMEN KRITIK

“Seseorang yang berhenti mendengarkan kritik dan belajar walau sehebat apapun dia tak akan menjadi lebih baik”

Dalam berbagai kasus, kritik telah menghancurkan mental banyak orang. Sehingga mereka terpuruk dan tak dapat kembali lagi.

Tidak sedikit pula, orang-orang yang membalikkan keadaan. Justru kritik membuat mereka menjadi lebih baik, kritik justru menempa batin dan jiwa mereka.

Namun terlalu mendengar kritik juga tidak terlalu baik, sering maju mundur karena terlalu mendengar kritik, sehingga segala perencanaan dan keinginan justru hancur sebelum dimulai.

Tak sedikit pula yang menulikan telinga mereka menghadapi kritik, menurut pengamatan penulis orang-orang yang tidak mau mendengar kritik justru memiliki karakter yang mapan, artinya sikap dan mental sudah mencapai final sehingga tidak mungkin mengubahnya kembali.

Secara umum ada 3 reaksi dalam menerima kritik :Menerima, menolak dan terakhir bernegoisasi. Bagaimana dengan pilihan anda sendiri dalam menerima kritik? Segalanya terserah kepada anda. Tetap keukeuh dengan pendirian walau dibilang sebagai kepala batu namun kelebihannya memiliki dasar karakter yang kuat. Atau menuruti kritik tersebut dengan resiko dianggap terombang-ambing namun kelebihan dari pilihan ini kita selalu masih ingin belajar.

Apapun pilihan anda, saran penulis jangan berlebihan.

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Asal Usil, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke MANAJEMEN KRITIK

  1. mbadeni berkata:

    –haiii–
    biasanya yang mengkritik justru orang yang paling susah ngejalanin apa yang dia omongkan. hueheheheh…

  2. tengkuputeh berkata:

    Haii juga, bener. Setuju mbadeni….
    Ngomong2 thanx a lot sudah mampir kemari, dengan hidangan seadanya, halah…

  3. Neo Agustina berkata:

    jangan bosan2 ya bg…neo cuma amatir kok…
    (^O^)

  4. Ozan berkata:

    Kalau saya tergantung dan menerima sejauh mana kemampuan saya membidani seuatu itu.

  5. tengkuputeh berkata:

    Jawab
    Neo ==> Iya sama2, sama2 amatir, hehehe….
    Ozan ==> Bener segala yang berlebihan tdk baik, bro ozan lebih memahaminya ketimnag saya, ternyata…

  6. Ping balik: MISI MENCARI ABU NAWAS | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.