MANUSIA ADALAH SAMUDERA

upus Tragedi Sinemata terbitan pertama tahun 1987 penerbit gramedia

Lupus Tragedi Sinemata terbitan pertama tahun 1987 penerbit gramedia

MANUSIA ADALAH SAMUDERA

“Kau (manusia) bukanlah setetes air dalam samudera, (tapi) kau adalah samudera dalam (bentuk) sebuah tetesan.” –Jalaluddin Rumi-

Antara tahun 1988-1989 di kota Meulaboh, waktu itu Abu berumur 4-5 tahun kira-kira. Sepanjang tembok-tembok kota dihiasi oleh banyak coretan seorang berjambul yang mengeluarkan gelembung permen karet dari mulutnya. Zaman itu, kata mendominasi, sebuah tulisan fiksi ternyata bisa merasuk sukma kita secara bersamaan. Waktu itu TVRI masih memonopoli segala jenis informasi, belum ada televisi swasta berdiri, sumber informasi lain ketika itu adalah radio, terutama waktu itu Abu belum bisa membaca tapi (sudah) tahu bahwa serial Lupus sedang hits. Mendengar abang-abang kelas 3 SD sudah berbicara tentang tebak-tebakan Lupus, dalam hati Abu berkata, amboy hebatnya juga jika suatu hari nanti sudah bisa membaca. Pada 9 Maret 2022 Hilman Hariwijaya meninggal dunia, Abu baru tersadar betapa sudah lama juga Abu melupakannya.

Beberapa tahun kemudian Abu bisa membaca, mulai membaca kisah-kisah fiksi yang menceritakan tentang berbagai tokoh di dalam buku, lebih menyenangkan untuk menyelami fiksi ketimbang kenyataan. Mungkin karena manusia (sebenarnya) terlalu kompleks untuk digambarkan secara keseluruhan di atas kertas, dan juga (mungkin) sebagian kisahnya terlalu membosankan. (Oleh karena itu penulis bisa mengatakan tokoh Abu dalam serial ini juga adalah fiksi adanya). Cerita adalah kumpulan kalimat, kalimat adalah kumpulan kata. Kata adalah kata, kita cinta karena kata-kata, kita percaya karena kata-kata, nasib (kita) terperangkap dalam kata.

Iklan perumahan di Jakarta Barat tahun 1990

Iklan perumahan di Jakarta Barat tahun 1990 dengan semboyan “Bebas polusi, segar dan diciptakan khusus bagi keluarga bahagia untuk menyongsong tahun 2000” dengan varian : Type 36 (luas tanah 100m2 Rp. 12.500.000); Type 45 (luas tanah 120m2 Rp. 14.000.000); Type 58 (luas tanah 135m2 Rp. 21.000.000). Sumber Majalah ASRI.

Waktu Abu masih remaja, kisaran tahun pertengahan tahun 90-an, di kampung kami ada anak orang kaya, sebutlah namanya Nakata. Dia ketika kami mengatakan sebagai anak orang kaya secara mentah-mentah menolak dan menyatakan bahwa dia orang biasa. Sepulang bermain bola sore hari di kampung bersama-sama kami semua membaca tabloid (almarhum) BOLA, dahulu sepakbola luar negeri terasa sangat jauh, dan cara menjangkaunya adalah melalui surat kabar. Hampir semuanya sudah punah, kalau pun masih ada yang hidup rasanya hari ini seperti dinosaurus. Kemudian perputaran waktu berjalan sebegitu cepat, permainan mesti harus berakhir, beranjak dewasa untuk kemudian menghadapi problematika masing-masing. Sebuah generasi akan menemui senjanya sendiri. Hari yang baru telah disiapkan untuk generasi yang baharu pula. Bukankah itu sudah terjadi sepanjang zaman?

Tahun 2022, manusia dijejali informasi yang berlimpah. Fenomena paling gress adalah “Grazy Rich” yang kemudian melakukan flexing dan menghebohkan jagad nitizen tahun ini. Inilah zaman ketika youtube bercerita tentang gaya hidup orang kaya dan termasyur, menampilkan mobil-mobil mewah, cincin berlian mahal, serta pakaian-pakaian mahal. Dengan barang-barang mahal melekat di badan, terlihat bahwa “tamak itu tampan” sebagaimana sebuah kisah fiksi mereka tak malu-malu memamerkan kekayaan, tak lama kemudian kita lagi-lagi dikejutkan sebagaimana dalam kisah Qarun, mereka bersama hartanya tenggelam.

Sempat Abu merasa salah, kenapa bisa anak-anak muda sekarang begitu hebat dalam mengumpulkan harta, jauh mengalahkan orang-orang tua yang telah bekerja keras bertahun-tahun. Sampai akhirnya tersadarkan kembali, seperti siuman dan baru terjaga bahwa dalam setiap kisah, mereka yang tamak tidak akan pernah menang, pada akhirnya.

Seumur hidup Abu adalah orang yang banyak membaca buku, tapi kehidupan (memang) tak persis buku. Bukan bacaan yang persis sama untuk tiap-tiap keadaan, semua tergantung kepada siapa yang membaca dan cara membacanya, sangat subjektif. Mungkin di sela-sela kekurangan Abu ini, (bisa) belajar ada banyak hal yang bisa diterapkan dalam keadaan yang nyaris serupa. Karena (sering) salah, makanya Abu ketika ditanya membiasakan diri untuk mengawali setiap jawaban, “bahwa saya sesungguhnya masih baru belajar.”

Kalah atau salah harus diakui sering terjadi, (memang) belajar itu tidak mudah. Manusia harus diakui sering mandeg, atau dipaksa oleh keadaan untuk berjalan. Mungkin yang harus dicari awalnya bukan menang atau berhasil. Menjadi seseorang yang senantiasa dapat diperbaiki kekurangannya, secara segera, dan secara damai menjadi samudera yang senantiasa terbuka untuk apa saja, suatu pencarian tanpa kegamangan. Mustahil kita menjalani hidup tanpa kesalahan, atau menolak untuk salah. Kesalahan demi kesalahan yang kita kumpulkan sepanjang hidup, justru menandai kegagalan sekaligus keberhasilan kita sebagai manusia.

“Manusia dengan segala keanehannya, mungkin ia pernah selamat melewati hujan badai, tapi juga kemudian (bisa) menggigil ketika melewati gerimis, tak perlu malu.”

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

ACEH YANG DILUPAKAN

Tentara Belanda pada ekspedisi II di Dalam “Kraton” Sultan Aceh. Jenderal Van Swieten (kiri di atas meriam) dan Jenderal G.M. Verspijck (Kanan di atas meriam); arsip KITLV;

ACEH YANG DILUPAKAN

“Adalah duka sebuah kebudayaan ketika kegeniusan (telah) berhenti muncul, ambisi tiada, keingintahuan manusianya berkurang, maka cahaya sebuah negeri pudar, harapan-harapan sirna, dan mereka yang telah mati menangisi mereka yang hidup.”

Setiap akhir Maret orang-orang Aceh akan mengenang bahwa pada hari Rabu, 26 Maret 1873, dari geladak kapal Citadel Van Antwepen yang sedang mengintai perairan Aceh, Pemerintah Kerajaan Belanda secara resmi menyatakan perang dengan Kesultanan Aceh Darussalam, selang beberapa saat Pasukan Belanda dipimpin Mayor Jenderal Kohler mendarat di Pantai Ceureumen, Ulee Lheu (Banda Aceh sekarang). Maka terjadilah perang dahsyat yang pernah dialami Belanda di Nusantara, dan menjadi objek kajian sejarah, sosial dan bahkan budaya bagi Belanda.

Kemudian Perang Dunia kedua terjadi, negeri Belanda diduduki oleh Jerman. Bangsa Belanda yang terbiasa menjajah merasakan juga dijajah. Maklumat perang Aceh sendiri tidak pernah dicabut oleh pemerintah Belanda, suatu fakta yang dianggap penting oleh sebagian orang-orang di Aceh. Tapi sebenarnya (mungkin) Belanda sudah lupa, bahwa mereka pernah berperang di Aceh dengan sangat susah payah, dan berdarah-darah. Aceh sendiri setelah dikalahkan oleh Belanda mengalami kehancuran struktur sosial, budaya serta kekayaan berabad-abad telah dijarah oleh penjajah.

Salahkan marah kepada Belanda? Aceh yang diserang oleh mereka dulu tidak sama dengan yang ada sekarang. Sebuah arogansi kolonialisme imperialisme, atas dasar nafsu menyerang sebuah negeri, selanjutnya mereka lupa terhadap perbuatannya. Sebuah Kesultanan berdaulat yang diakui dunia dahulu menjadi provinsi (yang katanya) termiskin di pulau Sumatera. Bahwa ada banyak kerajaan yang menjadi bagian Kesultanan Aceh Darussalam ada yang menjadi kabupaten, kecamatan bahkan kampung. Atau mungkin kita juga yang salah, ketika tidak mampu beranjak dari masa lampau?

Masa lampau memang sering menakutkan, khususnya ketika dilihat dengan kacamata masa kini. Bahwa masa lampau itu tak mudah punah dari alam bawah sadar kita, meskipun semua kemegahan masa lampau itu kini (sebenarnya) sudah tidak ada lagi. Mereka-mereka yang memuji kita (sekarang) dapatlah dimaafkan selama mereka tidak tahu apa yang mereka omongkan. Orang-orang Aceh telah kehilangan keperkasaan, kecerdasan, (bahkan) kehormatan. Bendera, adat, bahkan sejarah! Semuanya (sudah) tidak ada.

Hari ini, Aceh menyiratkan kepedihan, menghadapi kekuasaan yang bertaut dengan pengetahuan, menghadapi senjata, harta dan kata-kata yang begitu kuat dan menaklukkan, ia berangkat untuk membebaskan, (pada) akhirnya ia (sekarang) terlupakan.

Katalog Opini:

  1. Umat Islam Tak Lagi Memiliki Perimbangan Antara Ilmu Dan Iman; 30 Juli 2018;
  2. Menafsir Alam Membaca Masa Depan; 14 Maret 2019;
  3. Nilai Seorang Manusia; 8 Juli 2019;
  4. Membaca Angin Menghindari Badai; 28 September 2019;
  5. Kaya Tanpa Harta; 24 November 2019;
  6. Perjalanan Yang Luar Biasa; 4 Desember 2019;
  7. Merekonstruksikan Kembali Letak Istana Daroddonya; 3 Maret 2020;
  8. Abu Nawas Menasehati Raja; 2 Juni 2020;
  9. Bustanus Salatin Panduan Berkuasa Para Sultan Aceh; 27 September 2020;
  10. Kenapa Sejarah Tak Boleh Dilupakan; 4 Oktober 2020;
  11. Penjara Pikiran; 9 Oktober 2020;
  12. Mengapa Harus Mempelajari Bahasa Daerah; 17 Maret 2021;
  13. Ilmu Memahami Ilmu; 15 Juni 2021;
  14. Lembu Patah; 18 Desember 2021;
  15. Jangan (Mudah) Percaya Dengan Apa Yang Kau Baca; 12 Februari 2022;
Posted in Cuplikan Sejarah, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments

KECERDASAN GENETIK

Kaos tengkuputeh.com tahun 2022

KECERDASAN GENETIK

Setiap tahun ketika Februari datang, seperti ada sebuah kewajiban (tidak tertulis) harus merangkum sebuah cerita selama setahun (belakangan) seiring dengan bertambahnya umur, menjaga (itu) tradisi ternyata tidak lebih sulit dibandingkan dengan keinginan menghentikan tradisi itu sendiri. Bahwa kemampuan hanya sebegitu-gitu saja (tidak meningkat pesat), sementara pembaca semakin bertambah, juga usia dan atau umur tentunya. Sehingga ada (perasaan) menjaga reputasi yang tak ingin salah (dimana takut salah itu kurang baik sebenarnya), betapa mudahnya menulis di tahun 2008 ketika pertama kali menulis disini, tanpa beban, tanpa pembaca hanya sebagai tempat menampung celoteh-celoteh tak jelas semata. Tentu keadaan hari ini (2022) sudah meninggalkan jauh keadaan tahun-tahun awal tersebut seperti Nokia Way (dahulu) pernah berjaya, Yahoo telah mejan, sebagaimana Friendster tinggal sebuah mitos tak berjejak, dan Nyoya Meneer tak lagi berdiri. Iya Abu semakin menua, setahun demi setahun. Pengetahuan (mungkin) bertambah, bersama dengan masalah, harapannya hikmah kebijaksanaan juga bertambah.

Bertambahnya umur menunjukkan seseorang telah mengalami penambahan peristiwa, gejolak perubahan yang harus dialami jasad bertubi dan terus, karena hidup dalam kefanaan di dunia, sementara surga adalah keadaan tetap dan damai, peristiwa tidak hadir di sana, itulah yang menyebabkan keabadian, waktu telah berhenti. Semakin kemari semakin Abu merasa bahwa diri ini biasa-biasa saja tak ada keistimewaan sama sekali, cara memandang dunia pun sudah agak lebih selow, ada keinginan mengubah dunia menjadi lebih baik. Tapi tak ada niat serta merta untuk berhasil, Abu paham sekali kita tidak mampu mengatur persepsi orang, yang bisa dilakukan adalah mengontrol persepsi sendiri, terutama di tahun-tahun terakhir ini.

Bicara masalah persepsi sebenarnya Abu bukanlah seorang yang pandai-pandai (amat), sebagaimana yang Abu katakan pada paragraf sebelumnya bukan istimewa melainkan biasa-biasa saja. Namun jika ada orang-orang yang berpikir sebaliknya maka itu berpulang kepada mereka. Di negeri ini (dianggap) cerdas ternyata membuat kita menjadi orang yang terasing. Buktinya banyak orang-orang pintar yang tidak laku dengan idenya disini akhirnya memilih keluar negeri dan mengembangkan karir. Pilihan yang aman adalah menjadi biasa-biasa saja, hidup tentram dan tidak menjadi perhatian. Meninggalkan kampung halaman bukanlah pilihan nyaman. Banyak yang berlomba-lomba keluar dari zona nyaman untuk mencari tantangan, tapi pernahkah kita merenung, apa nikmatnya hidup tanpa kenyamanan?

Semakin banyak bicara maka semakin rentan terhadap kesalahan, apa lagi ketika semakin banyak menulis (maka) akan (lebih) rentan lagi untuk salah, jejak digital tak akan terhapus. Bahwa pendapat (mungkin) telah berubah, sebagaimana manusia punya kecenderungan bertumbuh, tapi coretan-coretan masa lalu tidak akan (serta merta) terhapus. Tahun ini 2022, tengkuputeh.com berusia 14 tahun tentunya pada tulisan-tulisan disini ada banyak kesalahan. Alangkah baiknya jika Abu mohon maaf terhadap semua kesalahan atau khilaf yang ada. Abu menulis tentang sejarah Aceh bukan berarti pintar tentang bidang ini, melainkan karena telah membaca banyak topik ini, kemudian berupaya menganalisa berdasarkan pola pikir dan pemahaman sendiri. Tentunya bukan seorang ahli, melainkan hanya (seorang) peminat yang antusias.

Entah mengapa ketika Abu membaca atau mempelajari hal-hal yang baru (terutama Sejarah), seolah telah lama mempelajarinya, padahal baru pertama kali mendengarkan. Menurut seorang kawan ini adalah sebuah kecerdasan genetik. Artinya sebagaimana disebut bahwa leluhur Abu sebenarnya telah mempelajarinya, namun hilang dan ketika Abu mulai mengkajinya kembali alam bawah sadar genetika terasa telah mengenal sebuah pengetahuan yang pernah ada. Apakah benar? Wallahualam.

Terlepas Cerdas atau bukan, benar atau salah. Hari ini Abu ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke-14 kepada tengkuputeh.com (Alhamdulillah) bukan usia yang muda lagi, tapi juga tidak terlalu tua untuk bisa salah. Tetap semangat semoga mampu berkelanjutan pada tahun-tahun (panjang) ke depan. Amin.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

JANGAN (MUDAH) PERCAYA DENGAN APA YANG KAU BACA

Amaran "Dilarang Pacaran" oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Melanggar Qanun Hukum Jinayah No.6/2014

Amaran “Dilarang Pacaran” oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Melanggar Qanun Hukum Jinayah No.6/2014

JANGAN (MUDAH) PERCAYA DENGAN APA YANG KAU BACA

“Tuhan adalah Zat yang Maha Kreatif. IA menciptakan segala sesuatu berbeda satu sama lain. Segala pabrikasi dan standarisasi adalah pekerjaan manusia, makhluk yang memiliki kreatifitas yang terbatas.”

XXX

Sebuah benda yang putih bersih akan terasa nyata “terangnya” jika disandingkan dengan benda yang berwarna hitam (gelap). Sebagai orang yang hidup di Aceh terasa jelas bahwa banyak aktivitas yang disokong oleh pihak-pihak yang terancam oleh pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Serangan di media massa maupun media sosial menarasikan Provinsi Aceh dalam lembah kebodohan dan keterbelakangan.

XXX

Amaran “Dilarang Pacaran” oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Melanggar Qanun Hukum Jinayah No.6/2014

Kemaslahatan sebagai tujuan syariat Islam. Secara sederhana diartikan sesuatu yang baik dan dapat diterima akal sehat. Diterima akal bermakna, mengandung arti bahwa akal itu dapat mengetahui dengan jelas kenapa hal tersebut terjadi. Setiap perintah Allah dapat diketahui dan dipahami oleh akal, Allah memerintahkan sesuatu karena mengandung kemaslahatan untuk manusia, baik dijelaskan langsung atau tidak.

Salah satu kemaslahatan adalah untuk memelihara keturunan (Hifzh Al-Nasl) dalam peringkat daruriyyat, seperti disyariatkan menikah dan melarang perzinahan, jika diabaikan maka eksistensi keturunan (nasab) akan terancam.

XXX

Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat

Beberapa opini terdahulu:

  1. Kejatuhan Sang (Mantan) Pejuang; 6 Juli 2018;
  2. Umat Islam Tak Lagi Memiliki Perimbangan Antara Ilmu Dan Iman; 30 Juli 2018;
  3. Menafsir Alam Membaca Masa Depan; 14 Maret 2019;
  4. Nilai Seorang Manusia; 8 Juli 2019;
  5. Membaca Angin Menghindari Badai; 28 September 2019;
  6. Kaya Tanpa Harta; 24 November 2019;
  7. Perjalanan Yang Luar Biasa; 4 Desember 2019;
  8. Merekonstruksikan Kembali Letak Istana Daroddonya; 3 Maret 2020;
  9. Abu Nawas Menasehati Raja; 2 Juni 2020;
  10. Bustanus Salatin Panduan Berkuasa Para Sultan Aceh; 27 September 2020;
  11. Kenapa Sejarah Tak Boleh Dilupakan; 4 Oktober 2020;
  12. Penjara Pikiran; 9 Oktober 2020;
  13. Mengapa Harus Mempelajari Bahasa Daerah; 17 Maret 2021;
  14. Ilmu Memahami Ilmu; 15 Juni 2021;
  15. Lembu Patah; 18 Desember 2021;
Posted in Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

ORIDA (OEANG REPUBLIK INDONESIA) ACEH 1947-1949

Oeang Republik Indonesia Daerah Aceh dicetak di Langsa. Arsip Museum Kota Langsa dipamerkan pada Pekan Kebudayaan Aceh ke VIII tanggal 4-12 November 2023

ORIDA (OEANG REPUBLIK INDONESIA) ACEH 1947-1949

Latar Belakang ORIDA

Republik Indonesia yang baru memproklamasikan kemerdekan harus menghadapi penjajah Belanda yang berusaha kembali melalui “Agresi Militer Belanda I” dan “Agresi Militer Belanda II” sehingga harus mendirikan Pemerintan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi. Maka berdasarkan Peraturan No.19-1947 tanggal 26 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk menerbitkan alat pembayaran yang berlaku terbatas di masing-masing daerah, karena gangguan atas distribusi Oeang Republik Indonesia (ORI). Alat pembayaran yang diterbitkan oleh pemerintah daerah itulah yang dikenal dengan Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).

Berbagai daerah di Indonesia ketika itu menerbitkan ORIDA, namun pada pembahasan ini kita hanya akan membahas ORIDA yang diterbitkan dan diedarkan di wilayah Aceh.

Lahirnya URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera)

Pada 30 Oktober 1946 ORI (Oeang Republik Indonesia) menjadi pembayaran yang sah bagi rakyat Indonesia, namun tantangannya adalah distribusi, mengingat wilayah Indonesia yang luas, transportasi tidak memadai dan beberapa wilayah dikuasai Belanda. Peredaran ORI yang terbatas untuk wilayah Sumatera menyebabkan uang Jepang masih digunakan, akibatnya terjadi inflasi di Sumatera, nilai mata uang merosot dan harga barang naik tinggi, peristiwa ini terjadi karena campur tangan dan blockade Belanda.

Gubernur Sumatera saat itu, Mr. Teuku Muhammad Hasan mengambil langkah menyelesaikan masalah ini dengan mengeluarkan Maklumat No.20/mgs tanggal 2 Desember 1946 yang mengumumkan berlakunya ORI sebagai alat tukar yang sah. Pemerintah menetapkan kurs 1 (satu) Rupiah sama dengan 100 (seratus) uang Jepang. Namun hal ini belum mampu mengatasi persoalan keuangan di Sumatera. Pada awal 1947, anggaran gaji pegawai dan biaya perjuangan sudah tidak terpenuhi. Kas negara tidak cukup, upaya meminta bantuan ke pemerintah pusat untuk mengirimkan ORI juga tidak berhasil. Mr. Teuku Muhammad Hasan selaku Gubernur Sumatera meminta pertimbangan Menteri Keuangan Mr. Syafruddin Prawiranegara agar Pemerintah Provinsi Sumatera dapat mencetak uang sendiri.

Mr. Syafruddin Prawiranegara memberikan usul agar Provinsi Sumatera mencetak promesse “surat janji”. Namun Mr. Teuku Muhammad Hasan memiliki pandangan lain, menurutnya uang kertas akan lebih efektif, setelah melakukan diskusi yang panjang, akhirnya Mr. Teuku Muhammad Hasan memutuskan untuk mencetak uang kertas URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera) dan diberlakukan pada 11 April 1947 melalui Maklumat No.92/KO.

URIPS ATJEH

URIPS ATJEH; Emisi 1 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 1 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan oleh Pertjetakan Negara Pematang Siantar (Permeps) dan ditandatangani oleh Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera).

Untuk URIPS ATJEH memiliki kekhasan dibandingkan URIPS daerah lainnya yaitu selalu mengunakan NO sebelum angka seri. Misalnya No.74916CCV, di wilayah lain (Jambi misalnya) 73430RUH. Keunikan ini membuat nilai URIPS ATJEH memiliki nilai lebih tinggi di mata kolektor numastik dibandingkan URIPS Sumatera lainnya.

Selain URIPS Atjeh yang beredar di wilayah Aceh juga ada ORIDA Koetaradja (Banda Aceh sekarang) dan ORIDA Langsa.

ORIDA ACEH KOETARADJA

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 15 September 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 15 September 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani oleh A. Muid (Peng. Oeang Negara Karesidenan Atjeh)- M. Daud Sjah (Residen Atjeh).

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 1 Desember 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 1 Desember 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani M. Daud Sjah (Residen Atjeh).

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 15 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 15 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani oleh Peng. Oeang Negara Karesidenan Atjeh – M. Daud Sjah (Residen Atjeh) – Pew. Bank Negara Koetaradja.

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 1 Maret 1949/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 1 Maret 1949/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani oleh Mr. S.M. Amin (Gubernur Sumatera Utara).

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi Bank Negara Indonesia Koetaradja.

Emisi Bank Negara Indonesia Koetaradja

ORIDA ACEH LANGSA

ORIDA Langsa Aceh; Emisi 2 Januari 1949/Issue;

Dari semua varian ORIDA yang beredar di seluruh wilayah Indonesia, ORIDA Langsa adalah yang paling “Indah” dan bermutu paling “baik”. Emisi 2 Januari 1949/Issue; Percetakan Aceh Trading Company dan ditandatangani oleh Tengku Maimun Habsjah (Bupati Atjeh Timur) – Usman Adamy (Markas Pertanahan Atjeh Timur).

Kesimpulan ORIDA ACEH

Kami membagikan referensi ORIDA ACEH ini agar generasi muda Aceh memahami nilai numastik yang terkandung padanya. Siapa tahu di rumah tua milik kakek masih ada maka simpanlah! Jangan dibuang dan dianggap sampah karena nilainya sangat tinggi, nilainya dan sejarahnya.

Referensi:

Suwito Harsono dan Michell Suharti; ORIDA Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949; Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama; Jakarta; tahun 2020.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  2. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  3. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  4. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  5. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  6. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  7. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  8. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  9. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  10. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  11. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  12. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  13. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  14. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  15. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  16. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  17. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  18. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  19. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  20. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  21. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  22. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  23. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  24. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  25. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  26. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  27. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  28. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  29. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  30. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  31. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  32. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  33. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  34. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  35. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  36. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  37. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  38. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  39. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  40. MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARODDONYA; 3 MARET 2020;
  41. LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU; 29 MEI 2020;
  42. LEGENDA ASAL USUL GUNUNG GEURUTEE; 1 JUNI 2020;
  43. HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU; 4 JULI 2020;
  44. GEREJA PERTAMA DI ACEH; 12 JULI 2020;
  45. PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR; 1 AGUSTUS 2020;
  46. SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH; 14 AGUSTUS 2020;
  47. SEJARAH KERAJAAN PEDIR (POLI) ATAU NEGERI PIDIE; 18 AGUSTUS 2020;
  48. SEJARAH KERAJAAN DAYA (LAMNO); 21 AGUSTUS 2020;
  49. KETIKA ACEH MINTA MENJADI VASAL TURKI USTMANI; 21 SEPTEMBER 2020;
  50. HENRICUS CHRISTIAN VERBRAAK MISIONARIS KATOLIK PERTAMA DI ACEH; 23 SEPTEMBER 2020;
  51. BUSTANUS SALATIN PANDUAN BERKUASA PARA SULTAN ACEH; 27 SEPTEMBER 2020;
  52. SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH); 16 OKTOBER 2020;
  53. PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946); 25 OKTOBER 2020;
  54. KENAPA SULTAN ACEH MENYERAH PADA BELANDA; 9 APRIL 2021;
  55. HIKAYAT MEURAH SILU; 8 JUNI 2021;
  56. SULTAN ALAIDDIN MAHMUDSYAH II, SULTAN ACEH MERDEKA TERAKHIR; 29 JUNI 2021;
  57. RAJA DEKAT TUHAN JAUH; 3 AGUSTUS 2021;
  58. BERZIARAH KE MESJID ASAL PENAMPAAN DI BLANGKEJEREN GAYO LUES; 17 AGUSTUS 2021;
  59. KISAH-KISAH DI BLANG; 22 NOVEMBER 2021;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments

ALMANAK AKAN TERUS BERGANTI

Waktu adalah sesuatu yang fana, mengalir bagaikan air, kadang-kadang berbelok oleh secuil puing, atau oleh hembusan angin sepoi-sepoi. FotoDanau Laut Tawar tahun 2021

Waktu adalah sesuatu yang fana, mengalir bagaikan air, kadang-kadang berbelok oleh secuil puing, atau oleh hembusan angin sepoi-sepoi. Foto: Danau Laut Tawar tahun 2021

ALMANAK AKAN TERUS BERGANTI

Tiap kali almanak berganti di situ kita merenungi, dunia ini berjalan dengan waktu. Waktu adalah sesuatu yang fana, mengalir bagaikan air, kadang-kadang berbelok oleh secuil puing, atau oleh hembusan angin sepoi-sepoi. Entah kini, entah nanti. Sebuah gangguan kosmis akan (bisa) menyebabkan sungai waktu berbalik dari aliran utama menuju aliran sebelumnya. Ketika hal itu terjadi, burung-burung, tanah dan orang-orang yang berada di anak sungai itu (bisa) terbawa ke masa lalu.

Bayangkan sebuah dunia, di mana hubungan antara sebab dan akibat tak menentu. Adakala yang awal mendahului yang terdahulu, terkadang yang lebih baru mendahului yang awal. Atau sebab selalu menjadi masa silam, sementara akibat adalah masa depan, masa depan dan masa silam (sebenarnya) berjalinan.

Di sebuah pasar yang riuh, ada keadaan yang mencolok bertolak-belakang, orang-orang mondar-mandir tanpa belanja. Ekonomi sedang mati suri, sungai Alas dan pegunungan Leuser di sana, di tengah-tengah segi tiga dunia. Seorang laki-laki duduk di sebuah sudut pasar, karena pikirannya hampa, ia (telah) menghabiskan seluruh isi kantongnya dan kemudian menangis. Tadi sore dia telah mengancam petugas pemerintah yang mendatangi kedainya, gunting rumput dia putar-putar di wajah mereka. Ia memaki dan menghina pemerintah yang menurutnya korup, tentang pejabat yang berpakaian rapi dan bermobil mewah, peraturan-peraturan yang memberatkan bahkan di saat sulit sekalipun. Padahal selama puluhan tahun ia adalah warga negara yang baik, membayar pajak secukupnya, pemurah dan penuh perhatian. Apa yang terjadi? Setahun belakangan dia merasa krisis terjadi, sehingga ia menghina semua orang, memakai baju berbau apak, menjadi kikir, membuat lelucon yang kasar. Yang mana sebab yang mana akibat, yang mana masa depan yang mana masa silam?

Dunia akan berakhir, dan tiap-tiap hidup pasti akan menemui mati. Semua orang tahu itu. Petugas pemerintah yang muda dibawah ancaman gunting rumput menyebut nama Tuhan berkali-kali dalam hatinya, seraya berdoa tentang keselamatan mereka. Selama sejam pemiliki kedai mencaci-maki mereka, dengan segala kata-kata agar mereka bereaksi, agar mereka marah dan salah berkata-kata. Tapi petugas itu hanya berdoa, tidak berbicara.

Senja hari, matahari segera berbaring di pegunungan. Cahaya yang panjang menjalar melintasi ngarai dan lembah yang tenang, membentuk bayang-bayang di kota di bawahnya. Petugas yang lebih tua itu tahu seharusnya ia mendengar firasatnya, bahwa tempat ini berbahaya. Tapi ia tak mungkin mengelakkan tugas yang dibebankan kepadanya, hatinya terlalu tinggi untuk menafikan tugas. Ia hanya menunduk menghadapi pandangan kebencian pemilik kedai, seraya dia memutar-mutar gunting pemotong rumput. Ia melihat di kedai tersebut juga menjual cangkul, sabit dan segala benda tajam pertanian. Dia dipaksa untuk salah berbicara, keajaiban macam apa ketika ketika dipaksa dia menjadi tak pernah salah. Ketika dia berkata, kami hanya melaksanakan tugas. Tiba-tiba pemiliki kedai luluh, dan membiarkan mereka pergi. Ada rasa mencekam ketika mereka pergi, sekaligus rasa syukur bahwa nikmat kehidupan telah diperpanjang oleh Tuhan satu hari lagi.

Tiap almanak berganti kita (juga) mengingat bahwa masa lalu merupakan hal yang paling jauh, tidak dapat kita jangkau kembali. Tapi jangan lupakan juga, bahwa kita hidup saat demi saat, dan tiap saat adalah penuh. Ketika kita menghitung ulang tiap kenangan, tiap tindakan, tiap sebab akibat, dan terkagum-kagum bagaimana peristiwa itu mengantar pada saat ini, pada kejadian ini.

Almanak akan terus berganti. Hari-hari akan terus berlanjut, ketika kita menghadapinya dengan kepastian keberhasilan ataupun kepastian kegagalan maka itu adalah (sama) sebuah sikap takabur. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi besok hari, tapi kita tidak akan berlanjut utuh tanpa melalui dilema moral. Pilihan-pilihan yang kian rumit tiap bertambahnya waktu, terutama ketika sejarah berubah dan menorehkan luka.

Pukul 23.59 Abu kembali ke meja, duduk sebentar dan keluar kamar. Tak berminat untuk memeriksa catatan-catatan kuliah, atau membuka file-file pekerjaan, atau belajar untuk ujian kompetensi. Almanak akan terus berganti, (begitu) juga orang-orang (dan teman-teman sekawan). Ia merasa hampa, dan menatap bulan yang ada di langit, menerawang jauh.

XXX

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

BEK TA MEURAKAN NGEN SI PALEH HAREUTA HABEH TANYOE BINASA

Bek ta meurakan ngen si paleh hareuta abeh tanyoe binasa

Bek ta meurakan ngen si paleh hareuta abeh tanyoe binasa

BEK TA MEURAKAN NGEN SI PALEH HAREUTA HABEH TANYOE BINASA

Uroe nyoe ulon surah saboh riwayat khususan keu bansa droe. Urueng-urueng Aceh awai na saboh seujarah nyang dum na ceudah. Dari jameun Aceh hana meubah trok jinoe, mantong di Selat Malaka bak persimpangan donya. Peu nyang meubah? Indatu ka geutinggai tanyoe, tinggai gata! Peu nyan ka leuh gata peugot ngon pusaka?

Seujarah nyan pusaka! Bek tuwo-tuwo tanggai-tanggai nyan na lam seujarah, buet buluen likot atawa seribe thon nyang ka likot, mandum na makna. Ngon teupeu seujarah jeut ta peusifeut tanyo. Saboh keumeunangan menyoe tanyoe ta tusoe droe.

Beu ingat! Watee Belanda jak meupake dan meuprang bansa Aceh, hana alasan sabab bansa Aceh hana neupeugot sapeu nyang peurugoe awak nyan. Awak nyan taloe! Pakon? Watee nyan Aceh mantong bulat meusaboh, kreuh kong teuga. Aleuh taloe Belanda nyan han keumah ithuen taloe malee lagee na, di surak ban saboh donya.

Ji kirem Snouck u Aceh, jak (pura-pura) meurakan ngon tanyoe. Jih peugah urueng Aceh hanjeut dipeutalo karena jih merasa mulia that, meunyoe ka kaphe dimiyup dikalon le urueng Aceh. Kiban cara peu anco? Aniaya urueng Aceh, peu malee sampoe batin awak nyoe hana meusambong ngon lahee. Aceh hana rakan ngon jih, hana ji pakoe. Ji peugah indatu tanyoe urueng-ureung bangai! Kepeu? Jeut tanyoe malee keu nasab tanyoe.

Peu nyang ji peugah le Snouck nyan, hanjeut ta seutot. Karna peu nyang get bah jih hana get bak tanyoe, meunan cit seubalik jih. Nyoe tanyoe hanjeut ta seumikee abeh ateuh peu nyang dipeugot nyan, sama tanyoe ngon mandum bansa Jawa ngen Nusantara ka dipeulamiet le Belanda. Adak pih urueng lagee  Snouck duk lam kawan tanyoe, bek (sagai) ta meurakan ngen si paleh hareuta habeh tanyoe binasa.

Meunyoe ureung Aceh (jinoe) mantong hantom deungo ata nyan, hantom jeut kenira ata nyan atawa hana keumah seumike ata nyan. Bek harap teupeu peu kejadian lam donya, karna hana tepeu cara duk bak rung donya. Watee ta teupeu saboh-saboh peukara beuteupu beuabeh-abeh, bek na soe jeut peugeut tanyoe ata nyan.

Nyan bacut ulon surah riwayat nyoe, nyang udep. Seujarah bansa Aceh nyang bernafas, nyang (wajeb) meuyum dari jameun away trok an uroe nyoe. Peu makna pike keudroe!

XXX

Posted in Mari Berpikir | Tagged , , , , , | 1 Comment

LEMBU PATAH

Seekor lembu terperosok ke lubang akibat terlalu memandang jauh ke depan, dia lupa bahwasanya ia adalah seekor lembu sahaja.

PERASAAN SEEKOR LEMBU

Jangan terlalu terkosentrasi pada daun, karena kamu tidak akan melihat pohon. Jangan terlalu terkosentrasi pada pohon, karena kamu tidak akan melihat hutan. Jangan terlalu terkosentrasi pada hutan, karena kamu tidak akan melihat gunung. Wahai, pandanglah dunia melampaui garis horizon. Niscaya kamu akan menjadi lebih sabar dan bijak.

XXX

Seekor lembu terperosok ke lubang akibat terlalu memandang jauh ke depan, dia lupa bahwasanya ia adalah seekor lembu sahaja. Hewan yang dituntun menuju padang rumput atau dibawakan makanan kepadanya. Seharusnya ia hanya ingin hidup saja, peliharaan tak perlu kebanggaan dan (atau) kehormatan.

Di dunia yang aneh ini semakin sedikit manusia yang rela mengorbankan dirinya untuk melindungi manusia lainnya. Ketika manusia takut akan dera dan siksa perjuangan, cemas kalah dan salah justru membuat mereka menjadi lemah. Keadaan ini mengakibatkan mereka hanya ini hidup saja selayaknya ternak, kebanggaan dan kehormatan mereka tidak ada. Untuk melindungi dirinya sendiri, mereka lebih senang bila persoalan diselesaikan orang lain, tanpa harus berpikir, tanpa harus berbuat.

Tuhan menciptakan takdir untuk menjalaninya tiap-tiap makhluk tugas (hukum dan aturan). Tidak ada kebetulan dalam segala hal. Benda-benda langit, bumi, tumbuhan dan hewan memiliki tugas masing-masing. Takdir manusia berhubungan erat dengan itu, mencoba mengetahui bahwa segala sesuatu memiliki arti, lalu menyadari bahwa jalan tugas itu adalah inti dari segalanya, untuk akhirnya mencapai tujuan kemunca yaitu bertemu dengan Sang Pemilik Segala.

XXX

*Setelah lembu dikeluarkan dari lubang langsung disembelih, mencegah lembu tersebut meninggal terlebih dahulu akibat kekacauan mental dan emosional. Karena kesialan nasibnya dia disebut “Lembu Patah”.

Berbagai tulisan terkait lainnya:

  1. Pertemuan Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  2. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  3. Bacalah Ini Disaat Engkau Merasa Kalah; 28 Maret 2018;
  4. Dengarlah Suara Kematian; 15 Juli 2018;
  5. Umat Islam Tak Lagi Memiliki Perimbangan Antara Ilmu Dan Iman; 30 Juli 2018;
  6. Jika Hari Ini Adalah Kemarin; 20 Februari 2019;
  7. Jangan Mencintai Lautan; 3 April 2019;
  8. Membaca Angin Menghindari Badai; 28 September 2019;
  9. Kaya Tanpa Harta; 24 November 2019;
  10. Perjalanan Yang Luar Biasa; 4 Desember 2019;
  11. Sunyi; 19 Maret 2020;
  12. Abu Nawas Menasehati Raja; 2 Juni 2020;
  13. Bustanus Salatin Panduan Berkuasa Para Sultan Aceh; 27 September 2020;
  14. Penjara Pikiran; 9 Oktober 2020;
  15. Ilmu Memahami Ilmu; 15 Juni 2021;
Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments

PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBNU RUSYD

Keindahan Alhambra karya arsitek muslim masa lalu.

Keindahan Alhambra karya arsitek muslim masa lalu di Andalusia.

PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBNU RUSYD (1126-1198 MASEHI)

KONSEP PEMIKIRAN IBNU RUSYD

Ibnu Rusyd termasuk pemikir ekonomi Islam periode kedua (450-850 Hijriah / 1058-1446 Masehi) bersama dengan Ibnu Thufail dan Ibnu Khaldun. Pemikirannya tentang ekonomi banyak dikumpai pada kitab Bidayah al-Mujtahid di antaranya tentang pembagian masyarakat menjadi golongan elit dan golongan awam. Sedangkan konsep kemamuran Negara Ibnu Rusyd menggagas konsep yang terkenal yaitu Jumhuriyah wa al-ahkam yang mirip dengan negara demokrasi.

Menurut Ibnu Rusyd pemikiran ekonomi Islam lahir dari kenyataan bahwa Islam adalah sistem yang diturunkan Allah S.W.T kepada seluruh manusia untuk menata seluruh kehidupan dalam seluruh ruang dan waktu. Kesatuan sumber ini melahirkan suatu karakteristik tertentu yang membedakan Islam dengan sistem yang lain.

Ekonomi syariah atau ekonomi Islam dalam sejarah pemikiran Islam telah ada dan muncul sejak lahirnya Islam itu sendiri. Dia bukan bagian tersendiri atau buah pemikiran tersendiri yang muncul di kemudian hari. Islam yang diyakini oleh penganutnya sebagai agama terakhir, menjadi penyempurna (kamil) dan paripurna atau komprehensif (syamil). Mengatur segala aspek kehidupan manusia baik yang menyangkut iktikad, pola pikir maupun perilaku masyarakat, baik dalam tataran hubungan dengan Sang Khalik (hablumminallah) maupun sesama manusia (hablumminannas).

Di  dalam  kitab,  Fashul Maqal.  Ibnu Rusyd menandaskan bahwa logika harus dipakai sebagai  dasar  segala  penilaian  tentang  kebenaran. Di samping  itu  Ibnu  Rusyd  juga  mengritik pada kelemahan akal manusia sendiri dalam memecahkan masalah  yang gaib dan aneh  yang berhubungan  dengan  agama. Filsafat  diwajibkan  atau  paling  tidak  dianjurkan  dalam  agama (agama dalam pengertian ini dianggap sama dengan Syariah) sebab  fungsi filsafat hanyalah membuat spekulasi atas yang ada dan memikirkannya selama membawa kepada pengetahuan akan Sang Pencipta.

Al-Quran memerintahkan manusia untuk berpikir (I’tibar) dalam banyak ayat seperti: “Berpikirlah, wahai yang bisa melihat.” Merupakan ungkapan yang berarti sesuatu yang lebih dari sekedar spekulasi. Agama sejalan dengan filsafat, jika tradisi bertentangan dengan akal maka tradisi harus ditafsirkan selaras dengan rasional. Pokok tujuan syariat yang sebenarnya menurut Ibnu Rusyd adalah pengetahuan dan amal perbuatan yang benar (al-ilmulhaq wal amalul haq). Ibnu Rusyd bermaksud mengadakan kompromi antara filsafat dengan agama.

Menurut Ibnu Rusyd sebab pertama (prima clausa) atau penggerak pertama adalah Tuhan. Menetapkan bahwa tiap-tiap sesuatu mempunyai sebab yang mempengaruhi apa yang datang setelahnya, dan yang terpengaruh oleh apa yang ada sebelumnya, begitu seterusnya sampai kepada sebab yang pertama. Menurut Ibnu Rusyd, apabila kita membaca Al-Quran dan memahaminya benar-benar, terlihat kepada kita penunjukkannya sifat kenabian, sebab Al-Quran berisi pengetahuan-pengetahuan gaib yang tidak dikenali oleh Nabi Muhammad S.A.W sebelu menerima wahyu, susunan serta gaya bahasa yang tidak sama dengan ragam bahasa seluruh orang Arab waktu itu.

BIOGRAFI IBNU RUSYD

Nama lengkap Ibnu Rusyd adalah Abu al-Walid Muhammad Ibn Ahmad Ibn Rusyd. Di Barat terkenal dengan nama Averroes karena pengaruh bahasa Spanyol. Lahir pada tahun 1126 di Cordova, Spanyol (sekarang) pada masa Al-Murabithun, pada masa itu sebagian Spanyol merupakan wilayah Islam yang dikenal dengan nama al-Andalus. Pada masa itu Cordova menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan, dan memiliki perpustakaan-perpustakaan yang bukunya paling banyak.

Ibnu Rusyd Cahaya Islam di Barat

Ibnu Rusyd berasal dari keluarga terpandang, sebagai keluarga qadhi (hakim) juga terlibat politik. Kakeknya, Abu al-Walid Muhammad Ibn Rusyd adalah ahli hukum termasyur bermahzab Maliki, ayah dari Ibnu Rusyd juga seorang fakih bermahzab Maliki termasyur dan pernah menjabat sebagai qadhi di Cordova. Pada masa muda Ibnu Rusyd belajar adab, ushul fiqh, fiqh dan ilmu kalam seperti kakek dan ayahnya, ia belajar fiqh mahzab Maliki dan ilmu kalam mahzab Asy’ariah. Namun dalam perkembangannya dalam hal-hal tertentu Ibn Rusyd tidak sependapat dengan mahzab Asy’ariah, dengan kata lain bersikap kritis. Para guru yang mangajar Ibnu Rusyd selain ayahnya sendiri adalah Abi al-Qasim ibn Basykual, Abi Marwan ibn Massaroh, Abi Bakr ibn Samhun, dan Abi Ja’far ibn Abd al-Aziz. Mereka adalah para fuqaha yang terkemuka waktu itu.

Kemampuan Ibn Rusyd menguasai ilmu-ilmu tersebut tidak membuatnya puas diri. Ia kemudian mempelajari ilmu kedokteran, matematika dan filsafat. Ia belajar ilmu kedokteran dari Abi Ja’far ibn Harun al-Turjaly yang menguasai filsafat terutama Aristoteles, diduga Ibn Rusyd mengenal filsafat pertama kali darinya. Perkembangan intelektual Ibn Rusyd menunjukkan kejeniusan luar biasa, kemampuan filsafat terutama Aristoteles dimana ia mampu memberikan ulasan secara jelas. Atas kehebatannya ia pernah diberi tugas oleh Khalifah Muwahhidun, Abu Ya’qub untuk menuliskan komentar-komentar karya Aristoteles dan diselesaikan dengan baik. Filsuf Latin, Dante memberikan julukan kepada Ibn Rusyd sebagai juru ulas agung. Hal ini karena terjemahan dalam bahasa Latin dan Ibrani yang didasarkan kepada karya Ibnu Rusyd lebih mudah dipahami dari terjemahan langsung dari bahasa Yunani yang dilakukan oleh sarjana Eropa waktu itu, padahal Ibnu Rusyd tidak menguasai bahasa Yunani, dalam membuat karya terjemahan dan komentar filsafat Aristoteles dia hanya bersandar pada karya-karya Aristoteles yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Ibnu Rusyd mendapat berbagai jabatan penting di bawah pemerintahan al-Muwahhidun, rezim yang menaklukkan pemerintahan al-Murabithun dimana ayah dan kakeknya mengabdi. Pada tahun 1169 M Ibnu Rusyd ditunjuk sebagai qadhi di kota Sevilla, dua tahun kemudian ia kembali ke Cordova sebagai qadhi. Pada tahun 1179 M untuk kedua kali ditunjuk sebagai qadhi di kota Sevilla dan tiga tahun kemudian sebagai qadhi qudrat (hakim agung) di Cordova. Beberapa bulan sebelum pengangkatannya sebagai hakim agung, Ibn Rusyd ditunjuk sebagai dokter pribadi khalifah mengantikan Ibn Thufayl.

Pada tahun 1184 M, Khalifah Abu Yaqub wafat dan digantikan oleh Abu Yusuf Yaqub al-Mansur. Awalnya Ibnu Rusyd tetap memiliki hubungan baik dengan istana, dan tetap menjabat sebagai dokter istana tetapi pada 1195 M situasinya berubah.Ia mendapat berbagai tuduhan, termasuk tuduhan mengajarkan aliran sesat, dan ia harus menghadapi pengadilan di Cordova. Pengadilan memutuskan Ibnu Rusyd bersalah, menyatakan ajarannya sesat dan memerintahkan agar tulisan-tulisannya dibakar. Ibnu Rusyd diasingkan ke kota kecil Lucena, sebuah permukiman Yahudi yang berada di sekitar Cordova. Biografi-biografi klasik menyebutkan berbagai sebab memburuknya situasi Ibnu Rusyd ini, salah satunya karena Ibnu Rusyd dianggap menghina khalifah dalam tulisannya. Namun para sejarawan modern menganggap bahwa perlakuan keras terhadap Ibnu Rusyd ini bermotif politik. Encyclopedia of Islam menyebutkan bahwa khalifah berusaha menjauhkan dirinya dari Ibnu Rusyd untuk mendapat simpati dan dukungan dari para ulama tradisional yang banyak menentang ajaran Ibnu Rusyd. Pada saat itu, khalifah sedang butuh dukungan para ulama untuk melancarkan perang melawan kerajaan-kerajaan Kristen. Sejarawan Majid Fakhry menulis bahwa banyak fukaha atau ahli fikih tradisional pada saat itu menentang Ibnu Rusyd dan menekan sang khalifah. Setelah beberapa tahun, Ibnu Rusyd kembali didukung khalifah dan ia bertugas lagi di istana kekhalifahan. Namun tak lama kemudian ia meninggal pada tanggal 11 Desember 1198 (atau 5 Safar 595 H). Awalnya ia dikuburkan di Maroko, tetapi kemudian jenazahnya dipindahkan ke Cordova.

KARYA-KARYA IBNU RUSYD

Beberapa kitab/buku yang dihasilkan oleh Ibnu Rusyd antara lain:

  • Kulliyah fit-Thibb terdiri 16 jilid, mengenai ilmu medis secara umum;
  • Mabadil Falsafah berisi pengantar ilmu filsafat;
  • Tafsir Urjuza membicarakan medis dan tauhid;
  • Taslul buku mengenai ilmu kalam;
  • Tahafut al-Tahafut yang kandungan isinya membela kaum filsuf dari tuduhan kafir sebagaimana dilontarkan al-Ghazali dalam kitab Tahafut al-Falasifah;
  • Muwafaqatil Hikmah wal Syari’a menyentuh persamaan antara falsafah dengan agama;
  • Fashl al-Maqal menguraikan tentang adanya keselarasan antara agama dan akal karena keduanya adalah pemberian Tuhan;
  • Al-Kasyf’an Manahij al-Adillah fi Aqaid al-Millah menyingkap perbagai argumentasi ideologi agama-agama;
  • Bidayah al-Mujtahid merupakan sebuah buku studi perbandingan hukum Islam, di dalamnya menguraikan pendapat Ibnu Rusyd dengan mengemukakan pendapat-pendapat imam mazhab;

KONTRIBUSI PEMIKIRAN IBNU RUSYD TERHADAP EKONOMI ISLAM

Ibnu Rusyd melakukan upaya mendamaikan agama dengan filsafat melebihi upaya yang dilakukan oleh para filosof muslim seperti al-Kindi, al-Farabi dan lain-lain. Perumusan Ibnu Rusyd merupakan perpaduan utuh kebenaran agama dan filsafat disertai argument yang kokoh, dan sepenuhnya berangkat dari ajaran Islam. Dengan cara itu Ibnu Rusyd mematahkan serangan al-Ghazali dengan menyatakan bahwa filosof dan al-Ghazali bukanlah berbeda dengan Al-Quran dan hadist melainkan perbedaan interpretasi.

Ibnu Rusyd membenarkan teori Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai kebahagiaan. Dalam mencapai kebahagiaan yang merupakan tujuan akhir manusia, diperlukan agama yang meletakkan dasar-dasar keutamaan akhlak secara praktis, juga bantuan filsafat yang juga mengajarkan keutamaan teoritis, untuk itu diperlukan kemampuan akal aktif dalam memadukan antara agama dan filsafat.

Penguasaan serta kedalaman ilmu pengetahuan pada Ibnu Rusyd serta sikap dan pandangannya memperlihatkan bahwa Ibnu Rusyd adalah seorang filosof Islam yang paling dekat pandangan keagamaan dengan golongan ortodok. Ibn Rusyd telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pengembangan pemikiran Islam atau filsafat Islam di dunia Islam Barat dan memberikan sumbangsih tersendiri terhadap bidang pengetahuan baik di dunia Islam Timur maupun Islam Barat.

Hukum sebab akibat dalam gejala alam dan sosial dikembangkan menjadi hukum ekonomi demand dan supply oleh ilmuan berikutnya. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup kata Ibnu Rusyd semakin tinggi pula berbagai macam kegiatan (termasuk konsumsi dan produksi). Sistem masyarakat dibagi kepada dua golongan yaitu golongan elit yang terdiri dari ahli filsafat dan golongan masyarakat awam mengihami teori kelas Karl Marx.

Kontribusi Ibnu Rusyd terhadap ekonomi selama ini belum banyak menjadi perhatian. Dalam kritiknya tentang perubahan bentuk pemerintahan, mengatakan bahwa sukses atau gagal suatu negara tergantung kerjasama antara pemimpin dan rakyatnya. Tetapi yang lebih ditekankan Ibnu Rusyd adalah sebaiknya  seorang  pemimpin  harus  memimpin dengan benar dan adil sehingga kesejahteraan masyarakat tercapai. Pemikiran Ibnu Rusyd di bidang ekonomi syariah ini masih terasa relevan sepanjang zaman, karena kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat khususnya ditentukan oleh kualitas pemimpin ataupun bentuk pemerintahan, hawa nafsu dalam menumpuk harta oleh para penyelanggara Negara akan membuat masyarakat menderita, utamanya secara ekonomi.

KRITIK TERHADAP KONSEP PEMIKIRAN IBNU RUSYD

Ibnu Rusyd lebih dikenal dan dihargai di Eropa daripada dunia Islam, tulisan-tulisannya banyak diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan diedarkan. Sementara teks asli dalam bahasa Arab dibakar dan dilarang diterbitkan. Eropa pada masa Renaissance dengan mudah menerima filsafat dan metode ilmiah, sedang di dunia Islam ilmu dan filsafat mulai tertinggal.

Ibnu Rusyd lebih terkenal sebagai filsuf yang berseberangan dengan al-Ghazali sebagaimana kitabnya Tahafut at Tahafut, Ibn Rusyd juga dikenal sebagai pembela filsuf Yunani Aristoteles dengan mengemukakan prinsip hukum kausal dan menolak prinsip Ijratul Adat dari al-Ghazali. Bentuk kemungkaran tidak selalu terlihat besar. Ada juga kemungkaran kecil, namun dampaknya sangat besar jika sudah menjadi adat dan kebiasaan umat di masyarakat. Kemungkaran yang terlanjur jadi kebiasaan ini jangan dibiarkan agar tidak diikuti oleh generasi selanjutnya,  Al-Ghazali dalam Ikhtisar Ihya Ulumiddin. Polemik pemikian Ibnu Rusyd terutama dengan Al-Ghazali oleh banyak pihak dianggap memperlihatkan keberpihakan kepada filsafat dibandingkan agama.

XXX

Referensi:

  1. Jurnal Konstribusi Pemikiran Ekonomi Islam Ibn Rusyd Dari Pembagian Masyarakat Sampai Konsep Kemakmuran Negara; oleh Fakhry Zamzam (Universitas Indo Global Mandiri Palembang) dan Ahmad Tohir (Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah Indo Global Mandiri Palembang); diterbitkan 3 Agustus 2020;
  2. Tesis Filsafat Politik Ibnu Rusyd (Kajian atas Kitab ad-Daruri fi as-Siyasah: Mukhtasar Kitab as-Siyasah li Aflatun); oleh Halimatuzzahro (Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta); tahun 2017;
  3. Ibn Rusyd Cahaya Islam di Barat; oleh Fuad Mahbub Siraj; Penerbit Dian Rakyat Jakarta; Cetakan Pertama, April 2012;
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Rusyd diakses 1 November 2021;

XXX

Tulisan ini disusun sebagai tugas makalah pada mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi Syariah Program Magister Ilmu Hukum Ekonomi Syariah pada Institut Agama Islam Negeri Langsa dan telah dipresentasikan pada 11 Desember 2021 oleh penulis.

XXX

Katalog Sejarah Islam

  1. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  2. Orang Sakit Dari Timur; 26 Mei 2013;
  3. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  4. Sultan Abu Nawas; 1 November 2013:
  5. Misi Mencari Abu Nawas; 7 Maret 2016;
  6. Tragedi Barbastro; 3 April 2017;
  7. Komunisme Dalam Perspektif Muslim; 30 September 2017;
  8. Ketika Ibnu Battuta Melawat Samudera Pasai; 16 April 2018;
  9. Kebijakan Politik Islam Oleh Snouck Hurgronje Sebagai Saran Kepada Pemerintah Hindia Belanda Untuk Menghancurkan Kekuatan Islam Di Indonesia; 25 Juni 2018;
  10. Umat Islam Tak Lagi Memiliki Perimbangan Antara Ilmu Dan Iman; 30 Juli 2018;
  11. Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda; 17 Oktober 2019;
  12. Hamzah Fansuri Perintis Sastra Melayu; 4 Juli 2020;
  13. Abu Nawas Menasehati Raja; 2 Juni 2020;
  14. Ketika Aceh Minta Menjadi Vasal Turki Ustmani; 21 September 2020;
  15. Bustanus Salatin Panduan Berkuasa Para Sultan Aceh; 27 September 2020;
Posted in Cerita, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

KISAH-KISAH DI BLANG

Cahaya matahari laksana ditabur oleh Tangan Pemurah di tempat-tempat terbuka pada pingir-pingir jalan. Setiap detik kita mendekati Blang, penuh warna-warni dan romantika.

KISAH-KISAH DI BLANG

Jauh sekali ke Blang

Di daerah Gayo banyak terdapat “blang” yaitu padang-padang rumput yang kebanyakan ditumbuhi pohon tusam. Akan tetapi jika orang berkata tentang “Blang”, maka yang dimaksud adalah Blangkejeren, jantung daerah Gayo Lues tempat berpucuk kebanyakan sungai besar yang mengalir ke Samudera Hindia.

Blangkejeren dapat dicapai dari Takengon, biasanya 3-4 jam menaiki mobil. Memasuki wilayah Gayo Lues melintasi hutan-hutan melalui tepi sungai Alas setelah melintasi daerah-daerah yang sangat menantang yang aspeknya setiap saat dapat berubah. Di sebelahnya terbentang bukit-bukit memanjang dari pengunungan Alas, sementara di sebelah kirinya tampak sangai Alas yang air mengejar-ngejar, menderu-menderu di atas batu-batu gunung yang tak terkira banyaknya ke dasar sungai lebar tapi dangkal.

Menit-menit akhir sebelum memasuki kota Blangkejeren melintasi hutan-hutan belantara merupakan perjalanan yang lebih menyenangkan. Hutan-hutan menjadi lebih jinak, jalan semakin datar. Cahaya matahari laksana ditabur oleh Tangan Pemurah di tempat-tempat terbuka pada pingir-pingir jalan. Setiap detik kita mendekati Blang, penuh warna-warni dan romantika.

Di sepanjang jalan kita melihat cahaya lapangan-lapangan hijau yang ditumbuhi pohon-pohon tusam dan cemara, tenggelam dalam suatu ketenangan yang menonjol disebabkan oleh sinar matahari yang terhampar luas di sini. Dan lagi beberapa tikungan mulai melepaskan diri dari pelukan ketat hutan-hutan belantara yang telah dilalui sebelumnya dimana setiap tikungannya sebenarnya amat menikung dan nyaris tidak ada jalan lurus akhirnya menemui jalan yang lurus dan datar.

Blang-blang di daerah pedalaman Gayo laksana sebuah mimpi, lapangan-lapangan rumputnya yang tebal dengan gunung-gunungnya bagaikan bingkai tak ubahnya permata bertatah. Keagungan yang terlihat disitu dalam keindahan yang suci, abadi menurut kepribadiannya, dilindungi oleh ugahari gunung dan hutan-hutan belantara dan ladang-ladang kopi.

Begitulah keadaanya di Blang, tentunya suatu tindakan bijaksana jika kita berangkat dari sana atau menuju ke sana di siang hari, karena menghadapi alam sungguh manusia lemah.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  2. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  3. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  4. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  5. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  6. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  7. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  8. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  9. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  10. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  11. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  12. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  13. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  14. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  15. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  16. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  17. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  18. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  19. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  20. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  21. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  22. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  23. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  24. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  25. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  26. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  27. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  28. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  29. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  30. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  31. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  32. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  33. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  34. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  35. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  36. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  37. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  38. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  39. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  40. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  41. MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARODDONYA; 3 MARET 2020;
  42. LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU; 29 MEI 2020;
  43. LEGENDA ASAL USUL GUNUNG GEURUTEE; 1 JUNI 2020;
  44. HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU; 4 JULI 2020;
  45. GEREJA PERTAMA DI ACEH; 12 JULI 2020;
  46. PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR; 1 AGUSTUS 2020;
  47. SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH; 14 AGUSTUS 2020;
  48. SEJARAH KERAJAAN PEDIR (POLI) ATAU NEGERI PIDIE; 18 AGUSTUS 2020;
  49. SEJARAH KERAJAAN DAYA (LAMNO); 21 AGUSTUS 2020;
  50. KETIKA ACEH MINTA MENJADI VASAL TURKI USTMANI; 21 SEPTEMBER 2020;
  51. HENRICUS CHRISTIAN VERBRAAK MISIONARIS KATOLIK PERTAMA DI ACEH; 23 SEPTEMBER 2020;
  52. BUSTANUS SALATIN PANDUAN BERKUASA PARA SULTAN ACEH; 27 SEPTEMBER 2020;
  53. SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH); 16 OKTOBER 2020;
  54. PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946); 25 OKTOBER 2020;
  55. KENAPA SULTAN ACEH MENYERAH PADA BELANDA; 9 APRIL 2021;
  56. HIKAYAT MEURAH SILU; 8 JUNI 2021;
  57. SULTAN ALAIDDIN MAHMUDSYAH II, SULTAN ACEH MERDEKA TERAKHIR; 29 JUNI 2021;
  58. RAJA DEKAT TUHAN JAUH; 3 AGUSTUS 2021;
  59. BERZIARAH KE MESJID ASAL PENAMPAAN DI BLANGKEJEREN GAYO LUES; 17 AGUSTUS 2021;
Posted in Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 10 Comments