KENAPA SEJARAH TAK BOLEH DILUPAKAN

Masjid Indrapuri Aceh Besar tempat di mana para Sultan Aceh dulunya dilantik.

Pensucian Sejarah adalah Metode Indokrinasi.

Sejarah tidak pernah menjadi suatu hal yang sakral, sebuah kitab yang dianggap mati dan statis, berhenti. Adalah salah jika sejarah dipelajari sekedar menghafal tanggal, bukan begitu caranya. Itu sama saja dengan mendefenisikan sejarah sebagai sesuatu kejadian yang (telah) terjadi sebagai sebuah pengetahuan yang tunggal. Jika itu metode yang digunakan maka sejarah hanya menjadi sebuah metode indokrinasi.

Sejarah adalah Informasi untuk dianalisa.

Sejarah (seharusnya) adalah sekumpulan data, atau bahkan informasi yang terbuka untuk dianalisa. Berbagai kemungkinan dan asal mula, disertai sebab dan akibat. Selayaknya dikembangkan, oleh karena itu sejarah praktis sekaligus imajinatif. Kita tak pernah hadir penuh di masa lalu, oleh karena itu kita harus merasakan (untuk) hadir, disitu sejarah memberikan kita peran sebagai penafsir tentang keadaan masa lalu. Disini (kita) diajarkan kebebasan sekaligus tanggung jawab dalam berpikir.

Memahami Sejarah sebagai sebuah ilmu.

Pertanyaan besarnya adalah apakah dengan mempelajari sejarah kita menjadi pintar? Ambisi untuk menjadi pintar semata justru akan menjebak dengan hafalan-hafalan yang (justru) membuat kepala menjadi pusing. Maka sebaiknya kita memahami sejarah sebagai sebuah ilmu bukan dengan tujuan semata-mata menjadi pintar.

Manuskrip asli ketikan Riwayat Hidup Dan Perjuangan Sultan Iskandar Muda sebagai bahan pencalonan Sultan Iskandar Muda sebagai Pahlawan Nasional tahun 1977.

Kenapa Sejarah penting dipelajari?

Setiap manusia adalah baharu lahir ke dunia ini. Tidak mengetahui apa yang terjadi sebelum dilahirkan berarti (kita) selalu manjadi kanak-kanak. Berapalah bilangan tahun manusia dapat hidup? Dan apalah arti hidup? Kecuali hidup (kita) terjalin dengan hidup para leluhur. Itu semua melalui catatan sejarah.

“Matahari pagi mengusap wajah, udara sejuk memanjakan pikiran merasuki tubuh. Aku memandangi gunung yang sama, sungai yang sama, lembah yang sama, bahkan langit yang sama. Berapa cakupan zaman telah berlalu? Bagaimana kehidupan manusia pada zaman itu? Buku-buku sejarah membawa aku berfantasi.”

XXX

Beberapa Opini yang telah lalu:

  1. Ketika Kritis Itu Haram; 9 Oktober 2017;
  2. Eksploitasi Sumber Daya Alam Apakah Bagus Untuk Aceh; 15 Oktober 2017;
  3. Perlukah Kita Menjaga Makam-Makam Warisan Penjajah Kolonial Belanda di Kherkoff Peucut Banda Aceh; 11 November 2017;
  4. Mampukah Puisi Mengubah Dunia: 4 April 2018;
  5. Menyingkap Makna Syair Kutindhieng Selaku Mantra Sihir Aceh Kuno; 15 Mei 2018;
  6. Kejatuhan Sang (Mantan) Pejuang; 6 Juli 2018;
  7. Umat Islam Tak Lagi Memiliki Perimbangan Antara Ilmu Dan Iman; 30 Juli 2018;
  8. Menafsir Alam Membaca Masa Depan; 14 Maret 2019;
  9. Nilai Seorang Manusia; 8 Juli 2019;
  10. Membaca Angin Menghindari Badai; 28 September 2019;
  11. Kaya Tanpa Harta; 24 November 2019;
  12. Perjalanan Yang Luar Biasa; 4 Desember 2019;
  13. Merekonstruksikan Kembali Letak Istana Daroddonya; 3 Maret 2020;
  14. Abu Nawas Menasehati Raja; 2 Juni 2020;
  15. Bustanus Salatin Panduan Berkuasa Para Sultan Aceh; 27 September 2020;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.