KECERDASAN GENETIK

Kaos tengkuputeh.com tahun 2022

KECERDASAN GENETIK

Setiap tahun ketika Februari datang, seperti ada sebuah kewajiban (tidak tertulis) harus merangkum sebuah cerita selama setahun (belakangan) seiring dengan bertambahnya umur, menjaga (itu) tradisi ternyata tidak lebih sulit dibandingkan dengan keinginan menghentikan tradisi itu sendiri. Bahwa kemampuan hanya sebegitu-gitu saja (tidak meningkat pesat), sementara pembaca semakin bertambah, juga usia dan atau umur tentunya. Sehingga ada (perasaan) menjaga reputasi yang tak ingin salah (dimana takut salah itu kurang baik sebenarnya), betapa mudahnya menulis di tahun 2008 ketika pertama kali menulis disini, tanpa beban, tanpa pembaca hanya sebagai tempat menampung celoteh-celoteh tak jelas semata. Tentu keadaan hari ini (2022) sudah meninggalkan jauh keadaan tahun-tahun awal tersebut seperti Nokia Way (dahulu) pernah berjaya, Yahoo telah mejan, sebagaimana Friendster tinggal sebuah mitos tak berjejak, dan Nyoya Meneer tak lagi berdiri. Iya Abu semakin menua, setahun demi setahun. Pengetahuan (mungkin) bertambah, bersama dengan masalah, harapannya hikmah kebijaksanaan juga bertambah.

Bertambahnya umur menunjukkan seseorang telah mengalami penambahan peristiwa, gejolak perubahan yang harus dialami jasad bertubi dan terus, karena hidup dalam kefanaan di dunia, sementara surga adalah keadaan tetap dan damai, peristiwa tidak hadir di sana, itulah yang menyebabkan keabadian, waktu telah berhenti. Semakin kemari semakin Abu merasa bahwa diri ini biasa-biasa saja tak ada keistimewaan sama sekali, cara memandang dunia pun sudah agak lebih selow, ada keinginan mengubah dunia menjadi lebih baik. Tapi tak ada niat serta merta untuk berhasil, Abu paham sekali kita tidak mampu mengatur persepsi orang, yang bisa dilakukan adalah mengontrol persepsi sendiri, terutama di tahun-tahun terakhir ini.

Bicara masalah persepsi sebenarnya Abu bukanlah seorang yang pandai-pandai (amat), sebagaimana yang Abu katakan pada paragraf sebelumnya bukan istimewa melainkan biasa-biasa saja. Namun jika ada orang-orang yang berpikir sebaliknya maka itu berpulang kepada mereka. Di negeri ini (dianggap) cerdas ternyata membuat kita menjadi orang yang terasing. Buktinya banyak orang-orang pintar yang tidak laku dengan idenya disini akhirnya memilih keluar negeri dan mengembangkan karir. Pilihan yang aman adalah menjadi biasa-biasa saja, hidup tentram dan tidak menjadi perhatian. Meninggalkan kampung halaman bukanlah pilihan nyaman. Banyak yang berlomba-lomba keluar dari zona nyaman untuk mencari tantangan, tapi pernahkah kita merenung, apa nikmatnya hidup tanpa kenyamanan?

Semakin banyak bicara maka semakin rentan terhadap kesalahan, apa lagi ketika semakin banyak menulis (maka) akan (lebih) rentan lagi untuk salah, jejak digital tak akan terhapus. Bahwa pendapat (mungkin) telah berubah, sebagaimana manusia punya kecenderungan bertumbuh, tapi coretan-coretan masa lalu tidak akan (serta merta) terhapus. Tahun ini 2022, tengkuputeh.com berusia 14 tahun tentunya pada tulisan-tulisan disini ada banyak kesalahan. Alangkah baiknya jika Abu mohon maaf terhadap semua kesalahan atau khilaf yang ada. Abu menulis tentang sejarah Aceh bukan berarti pintar tentang bidang ini, melainkan karena telah membaca banyak topik ini, kemudian berupaya menganalisa berdasarkan pola pikir dan pemahaman sendiri. Tentunya bukan seorang ahli, melainkan hanya (seorang) peminat yang antusias.

Entah mengapa ketika Abu membaca atau mempelajari hal-hal yang baru (terutama Sejarah), seolah telah lama mempelajarinya, padahal baru pertama kali mendengarkan. Menurut seorang kawan ini adalah sebuah kecerdasan genetik. Artinya sebagaimana disebut bahwa leluhur Abu sebenarnya telah mempelajarinya, namun hilang dan ketika Abu mulai mengkajinya kembali alam bawah sadar genetika terasa telah mengenal sebuah pengetahuan yang pernah ada. Apakah benar? Wallahualam.

Terlepas Cerdas atau bukan, benar atau salah. Hari ini Abu ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke-14 kepada tengkuputeh.com (Alhamdulillah) bukan usia yang muda lagi, tapi juga tidak terlalu tua untuk bisa salah. Tetap semangat semoga mampu berkelanjutan pada tahun-tahun (panjang) ke depan. Amin.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Asal Usil, Kisah-Kisah and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.