ACEH SEPANJANG ABAD

Aceh Sepanjang Abad
Disain sampul oleh : Prof. Hembing Wijayakusuma F.B. Ac. A.

ACEH SEPANJANG ABAD

Buku Aceh Sepanjang Abad terdiri dari dua Jilid

  1. Aceh Sepanjang Abad Jilid Pertama; Cetakan Kedua Direvisi dan Diperlengkap, Mengungkapkan Perkembangan Dari Masa Permulaan Sejarahnya Hingga Kekalahan Belanda April 1873; Penulis H. Mohammad Said; Diterbitkan oleh P.T. Percetakan dan Penerbitan Waspada; Medan; 1981.
  2. Aceh Sepanjang Abad Jilid Kedua; Mengungkapkan dari eskpedisi Belanda kedua ke Aceh sampai keadaan tahun 1945; Penulis H. Mohammad Said; Dicetak oleh P.T. Percetakan Prakarsa Abadi Press; Diterbitkan oleh P.T Harian Waspada; Medan.

Free download Buku Aceh Sepanjang Abad

  1. Mohammad Said – Aceh Sepanjang Abad Jilid 1
  2. Mohammad Said – Aceh Sepanjang Abad Jilid 2

Review Buku Aceh Sepanjang Abad

Aceh Sepanjang Abad Jilid 1 dan 2 Hitam Putih

Bagi para penikmat sejarah Nusantara khususnya Aceh, Maka tidak asing jika mendengar tentang buku “Aceh Sepanjang Abad”. Buku ini merupakan Buah karya dari Mohammad Said, dan merupakan satu-satunya buku sejarah Aceh terlengkap yang sampai saat ini belum ada tandingannya. Sejarah Aceh yang dalam perjalanannya yang memiliki lika-liku sejarah yang sangat panjang dan unik dalam perlawanan terhadap Belanda seakan-akan tidak pernah habis-habisnya untuk dikupas. Ini dikarenakan sejarah Aceh merupakan sejarah yang berhubungan langsung dengan peristiwa sejarah dunia, baik sebelum datangnya Islam maupun setelah Aceh dipengaruhi oleh agama Islam.

Buku ini dijadikan sebagai buku induk sejarah Aceh, dikarenakan isinya yang sangat lengkap dan menceritakan fakta sejarah Aceh yang pernah terjadi mulai abad ke-16 hingga abad ke-19. Menurut Prof. Ali Hajmy, buku Aceh Sepanjang Abad karya H. Mohammad Said ini adalah buku yang paling lengkap membahas sejarah Aceh. Buku yang pertama diterbitkan pada tahun 1961 tersebut mengulas tentang keberadaan Aceh sejak awal Masehi sampai abad ke-19. Buku kedua Mengungkapkan dari eskpedisi Belanda kedua ke sampai keadaan Aceh tahun 1945.

Lukisan Sultan Iskandar Muda

Hal ini dapat dilihat sejak jilid pertama buku Aceh Sepanjang Abad yang mengungkapkan sejarah Aceh sejak zaman pra-sejarah hingga ke Pemerintahan Aceh masa Sultan Mahmudsyah. Bila dibandingkan dengan apa yang ditulis Danys Lombard dalam buku ‘Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda’, maka buku “Aceh Sepanjang Abad” ini jauh lebih lengkap. Buku Mr. Lombard hanya mengungkapkan sejarah Aceh dalam periode 1607-1636. Sedangkan buku ini mengulas perjuangan Aceh hingga tahun 1945.

Buku-buku sejarah Aceh ini penting untuk dipelajari kembali oleh generasi sekarang dan yang akan datang dengan lebih memperbanyak kembali literatur-literatur sejarah Aceh termasuk upaya pemerintah mencetak ulang berbagai buku sejarah Aceh yang berkaitan dengan pergolakan bersenjata dengan penjajahan Belanda tempo dulu.

Buku “Aceh Sepanjang Abad”, merupakan buku sejarah terlengkap yang mengungkapkan peristiwa demi peristiwa sejarah Aceh dalam periode klasik hingga peristiwa-peristiwa sejarah Aceh kontemporer, Dengan perjalanan Aceh yang memiliki lika-liku sejarah yang sangat panjang dan unik.

Aceh Sepanjang Abad cetakan tahun 2007

Buku Aceh Sepanjang Abad

Aceh Sepanjang Abad jilid 1 dan 2 cetakan tahun 2007

Buku yang pernah dicetak ulang tahun 1980, kemudian terakhir tahun 2007 itu menguraikan tentang pemikiran penulis, Mohammad Said tentang Aceh dari berbagai referensi dan sumber bacaan terbitan lokal dan internasional berbahasa Inggeris dan Belanda. Penulis buku ini sendiri merupakan wartawan legendaris yang memadukan sumber-sumber dari dalam dan bahkan dari luar negeri.

Riwayat Penulis – H. Mohammad Said

Biografi H. Mohammad Said

MOHAMMAD SAID, lahir di Labuhan Bilik, Sumatera Utara di tahun 1905 dari keluarga tani, menempuh Sekolah Rendah dan Normal (Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama zaman penjajahan Belanda), karena keterbatasan biasa untuk melanjutkan sekolah ia belajar dengan giat secara mandiri, seorang otodidak.

Di tahun 1928 berangkat dari desa kelahiran ke Medan dan diterima menjadi anggota redaksi surat kabar harian Tionghoa Melayu “Tjin Po”. Pada 1929 menjadi redaktur I surat kabar “Oetoesan Sumatra”, ia berhenti karena penerbit ingin merevolusionerkan haluan surat kabar dengan menyerahkan pimpinan kepada seorang politikus kiri.

Setelah beberapa tahun menjadi wartawan freelance, ia turut memimpin surat kabar mingguan “Penjebar”, lalu pindah menjadi pemimpin redaksi mingguan “Penjedar”, selanjutnya menerbitkan sendiri dan menjadi pemimpin redaksi mingguan politik populer “Seruan Kita” hingga menjelang Perang Dunia kedua.

Pada Nopember 1943 menjadi pegawai bagian sensor Departemen Kebudayaan pemerintahan sipil militer Jepang di Medan. 30 September 1945 (segera setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia) memimpin surat kabar harian Republikein “Pewarta Deli” yang diawal tahun 1946 terpaksa terhenti akibat mesin pencetaknya dihancurkan oleh pasukan Sekutu yang benci dengan perjuangannya.

Juli 1946 sampai pertengahan 1948 menjadi wakil kantor berita “Antara” untuk memimpin daan membangun cabang-cabangnya di Sumatera. Tanggal 11 Januari 1947 menerbitkan dan memimpin harian Republiken di daerah pendudukan Belanda/Nica Medan bernama “Waspada”, yang terus terbit sejak pemulihan kedaulatan sampai dengan sekarang.

Kegiatan politik H. Mohammad Said:

  1. Agustus 1949 sebagai satu-satunya wartawan Republikein yang ditunjuk oleh pemerintah NRI dari Yogya turut ke Nederland meninjau Konferensi Meja Bundar.
  2. Awal 1950 memimpin Kongres Rakyat se-Sumatera Timur yang menuntut pembubaran negara boneka Belanda, Negara Sumatera Timur “NST”. Sejak itu menjadi aktivis dan ketua umum Partai Nasional Indonesia daerah Sumatera Utara hingga 1956. seterusnya non-aktif.
  3. Tahun 1955. Memenuhi undangan pemerintah Republic Rakyat Cina (RRC) bersama rombongan politisi non-komunis lainnya meninjau Tiongkok.
  4. Tahun 1956. memenuhi undangan pemerintah Arnerika Serikat meninjau negeri itu selama 3 bulan.
  5. Tahun 1957 sampai 1967 memenuhi undangan-undangan meninjau Inggris, Belanda, Jerman, Arnerika Serikat (kedua kali), Mesir (dua kali) dan Saudi Arabia (turut dalam rombongan presiden Sukarno).
  6. Tahun 1966 Ketika Orde Baru berdiri atas rekomendasi PNI Osa Usep menjadi anggota MPRS, hanya setahun karena ia meminta berhenti dengan hormat karena kesibukan lain.

H. Mohammad Said sebagai sejarawan:

Sejak masa kolonial dan hingga sekarang terus memusatkan perhatisn menulis buku-buku sejarah antara lain :  “Kerajaan Bumi Putera Yang Berdiri Sendiri di Indonesia”, “Deli Dahulu dan Sekarang”, “Perobahan Pemerintahan (Bestuurshervorming”), “Busido” (salinan), “14 Bulan Pendudukan Inggris di Indonesia”, “Sejarah Pers di Sumatera Utara”, “Koeli Kontrak Tempo Doeloe”, “Atjeh Sepanjang Abad” dan beberapa naskah tebal yang belum diterbitkan.

H. Mohammd Said sebagai tokoh masyarakat:

Memimpin beberapa kali Seminar Masuknya Islam ke Indonesia, yang berlangsung di Medan dan Banda Aceh.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Download, E-Book, Kolom, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 133 Comments

NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE

Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936; Dirangkum oleh E. Gobee dan C. Adriaanse; Penerjemah Sukarsi; Seri Khusus INIS Jilid I-XI; Jakarta: INIS, 1990

NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936

Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936; Dirangkum oleh E. Gobee dan C. Adriaanse; Penerjemah Sukarsi; Seri Khusus INIS Jilid I-XI; Jakarta: INIS, 1990

Free download Nasihat-nasihat C. Souck Hurgronje

  1. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 1
  2. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 2
  3. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 3
  4. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 4
  5. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 5
  6. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 6
  7. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 7
  8. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 8
  9. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 9
  10. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 10
  11. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Jilid 11

Review Nasihat-nasihat C. Souck Hurgronje

Hasil Pemikiran Snouck Hurgronje disarikan menjadi Politik Islam Pemerintah Kolonial Belanda

Edisi yang diterbitkan oleh Gobée dan Adriaanse untuk karya Ambtelijke Adviezen van C. Snouck Hurgronje (Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje semasa Kepegawaiannya), merupakan sebuah karya yang sangat berharga. Dalam edisinya, Gobée telah membatasi diri pada kurun waktu 1889- 1936. Itulah kurun yang sama ketika Snouck secara resmi diangkat untuk memberikan nasihat-nasihat, pertama-tama kepada Pemerintah Hindia Belanda di Betawi, kemudian kepada Pemerintah Belanda di Den Haag.

Jika diikhtisarkan secara ringkas, berarti bahwa edisi Gobée ini dapat digunakan dengan hasil baik sebagai titik tolak bagi penelitian lebih lanjut di bidang Islamologi dan sejarah. Edisi itu boleh dianggap sebagai penggambaran tetap atau “kanonik” terhadap pikiran-pikiran Snouck tentang politik terhadap Islam, serta dapat dipakai sebagai sumber sejarah alternatif yang menyimpulkan pandangan politik terhadap Islam oleh Pemerintah Kolonial dalam kurun waktu yang bersangkutan (1889-1936).

Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936; Dirangkum oleh E. Gobee dan C. Adriaanse; Penerjemah Sukarsi; Seri Khusus INIS Jilid I-XI; Jakarta: INIS, 1990

Latar Belakang Nasihat-Nasihat C. Souck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936

Sejak Belanda menanamkan kekuatannya di Nusantara, berbagai perlawanan dilakukan orang pribumi untuk mempertahankan posisinya dalam memegang kedaulatan ekonomi dan ideologi. Umumnya, perlawanan dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Nusantara yang dipimpin oleh kalangan elit muslim. Misalnya perlawanan Pangeran Diponegoro yang seorang tokoh elit muslim, dimana dalam pertempuranya perlawanan Pangeran Diponogoro  diredam Belanda dengan menelan biaya dan korban yang sangat besar. Selain itu, ada pula perlawanan yang sangat gigih dari rakyat Aceh yang mampu bertahan dari berbagai macam serangan Belanda. Perjuangan rakyat Aceh merupakan perlawanan terpanjang dalam sejarah kolonial di Nusantara.

Perang Diponegoro (1825-1830)

Perang Paderi 1821-1837

Selain perang Diponogoro dan perang Aceh, masih banyak perang-perang lain di Nusantara yang dipimpin oleh para tokoh elit muslim antara lain Perang Paderi, sehingga Belanda akhirnya menyadari bahwa kekuatan Islamlah yang menjadi penyebab munculnya berbagai pemberontakan.

Untuk membatasi gerak umat muslim, akhirnya pemerintah Hindia-Belanda memberlakukan pelarangan haji. Pemerintah Hindia Belanda juga mencegat rombongan kapal-kapal Haji. Hal ini dilakukan karena menurut beberapa pejabat Belanda, penyebab munculnya berbagai pemberontakan di Nusantara diakibatkan oleh kalangan elit muslim yang pernah naik Haji.

Penaklukkan Benteng Koeta Reh, sebuah operasi dibawah pimpinan Van Daalen di Tanah Gayo. Foto diambil 14 Juni 1904. Bagian dari Perang Aceh (1873-1904)

Kekejaman Belanda di Kampong Likat Tanah Gayo, anak-anak dan perempuan juga di bantai oleh tentara Belanda pimpinan Van Daalen (Juni 1904). Perang Aceh (1873-1904)

Seluruh penghuni benteng Koeta Reh, Gayo yang dibantai oleh pasukan Belanda (Juni 1904) pimpinan Van Daalen (Perang Aceh 1873-1904)

Meskipun diberlakukan pelarangan Ibadah Haji, namun kenyataanya berbagai pemberontakan tetap terjadi. Akhirnya pemerintah Hindia Belanda mengangkat seorang pejabat cerdas sebagai kepala Kantoor voor Inlandsche Zaken (kantor untuk urusan pribumi) yang baru, yaitu Snouck Horgronje. Melalui nasihat-nasihat Snouck Horgronje, Belanda akhirnya berhasil meredam beragai pemberontakan pribumi, misalnya perang Aceh yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Hasil Nasihat-Nasihat C. Souck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936

Snouck Horgronje merupakan tokoh kolonial yang telah mempelajari berbagai seluk-beluk ajaran Islam, ilmunya ia dapatkan langsung di Makkah. Bahkan Snouck berhasil menghafal 30 Juz Al-Quran. Lalu, apa sajakah nasihat-nasihat yang diberikan oleh Snouck Horgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda sehingga sukses mengkerdilkan kekuatan Islam di Nusantara?

Buku “Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje semasa Kepegawaiannya” atau dalam edisi Gobee dan Adriaanse berjudul Ambtelijke Adviezen van C.  Snouck Hurgronje memberikan informasi yang sangat berharga tentang nasihat-nasihat Snouck Hurgronje kepada pemerintah Hindia Belanda terutama untuk menghancurkan kekuatan Islam yang dianggap sebagai ancaman utama terhadap keberlangsungan penjajahan kolonial Belanda di Indonesia.

Hasil Pemikiran Snouck Hurgronje terkait Islam di Indonesia

Snouck memformulasikan dan mengkategorikan permasalahan Islam menjadi tiga bagian, yaitu ; bidang Agama Murni, bidang Sosial Kemasyarakatan, bidang Politik. Pembagian kategori pembidangan ini juga menjadi landasan dari doktrin konsep “Splitsingstheori”.

Pada hakikatnya, Islam tidak memisahkan ketiga bidang tersebut, oleh Snouck diusahakan agar umat Islam Indonesia berangsur-angsur memisahkan agama dari segi sosial kemasyarakatan dan politik. Melalui “Politik Asosiasi” diprogramkan agar lewat jalur pendidikan bercorak barat dan pemanfaatan kebudayaan Eropa diciptakan kaum pribumi yang lebih terasosiasi dengan negeri dan budaya Eropa. Dengan demikian hilanglah kekuatan cita-cita “Pan Islam” dan akan mempermudah penyebaran agama Kristen.

  1. Dalam bidang politik haruslah ditumpas bentuk-bentuk agitasi politik Islam yang akan membawa rakyat kepada fanatisme dan Pan Islam, penumpasan itu jika perlukan dilakukan dengan kekerasan dan kekuatan senjata. Setelah diperoleh ketenangan, pemerintah kolonial harus menyediakan pendidikan, kesejahteraan dan perekonomian, agar kaum pribumi mempercayai maksud baik pemerintah kolonial dan akhirnya rela diperintah oleh “orang-orang kafir”.
  2. Dalam bidang Agama Murni dan Ibadah, sepanjang tidak mengganggu kekuasaan, maka pemerintah kolonial memberikan kemerdekaan kepada umat Islam untuk melaksanakan ajaran agamanya. Pemerintah harus memperlihatkan sikap seolah-olah memperhatikan agama Islam dengan memperbaiki tempat peribadatan, serta memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji.
  3. Sedangkan dibidang Sosial Kemasyarakatan, pemerintah kolonial memanfaatkan adat kebiasaan yang berlaku dan membantu menggalakkan rakyat agar tetap berpegang pada adat tersebut yang telah dipilih agar sesuai dengan tujuan mendekatkan rakyat kepada budaya Eropa. Snouck menganjurkan membatasi meluasnya pengaruh ajaran Islam, terutama dalam hukum dan peraturan. Konsep untuk membendung dan mematikan pertumbuhan pengaruh hukum Islam adalah dengan“Theorie Resptie”. Snouck berupaya agar hukum Islam menyesuaikan dengan adat istiadat dan kenyataan politik yang menguasai kehidupan pemeluknya. Islam jangan sampai mengalahkan adat istiadat, hukum Islam akan dilegitimasi serta diakui eksistensi dan kekuatan hukumnya jika sudah diadopsi menjadi hukum adat.

Warisan yang ditinggalkan Snouck Hurgronje

Tanggal 12 Maret 1906 Snouck kembali ke negeri Belanda. Ia diangkat sebagai Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab pada Universitas Leiden. Disamping itu ia juga mengajar para calon-calon Zending di Oestgeest. Snouck meninggal dunia pada tanggal 26 Juni 1936, diusianya yang ke 81 tahun.

Snouck Hurgronje sebagai Abdul Ghaffar di Arab, kelak diberi julukan Tengku Puteh oleh orang-orang Aceh.

Snouck Hurgronje (kiri) sebagai Abdul Ghaffar di Arab, kelak diberi julukan Tengku Puteh oleh orang-orang Aceh.

Kebesaran Snouck selalu dikenang, dialah ilmuwan yang dijuluki “dewa” dalam bidang Arabistiek-Islamologi dan Orientalistik, salah satu pelopor penelitian tentang Islam, Lembaga-Lembaganya, dan Hukum-Hukumnya. Ia “berjasa” menunjukkan “kekurangan-kekurangan” dalam dunia Islam dan perkembangannya di Indonesia. Di Rapenburg didirikan monumen “Snouck Hurgronjehuis” untuk mengenang jasa-jasanya dan kebesarannya. Christiaan Snouck Hurgronje, tokoh penting peletak dasar kebijakan “Islam Politiek” merupakan “Pembaratan Islam Pribumi” kini diteruskan oleh para pewarisnya di Indonesia yang dikenal sebagai cendekiawan Islam Liberal Indonesia.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Download, E-Book, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 143 Comments

HOW TO TELL HISTORY

A good historian knows that he is drawing. He tells something, a circumstance, an event, from a situation he might not see, he does not face. Because the material of history is actually like a canvas of memory.

HOW TO TELL HISTORY

A good historian knows that he is drawing. He tells something, a circumstance, an event, from a situation he might not see, he does not face. Because the material of history is actually like a canvas of memory.

Memory is never one and stable, memory is easily lost by the sweep of colors that come later. Like a painting, when it appears before us, it is actually in the process of changing. The painting itself may not be visible anymore, crumpled, damp, or even mossy.

Painting or a picture turned out to give a different perception. History is different from mathematics which is an exact science. History is valuable because everyone can tell about a circumstance from different angles. History sparked debate, even contradictions and at the same time, it was easy to remember again. So history is valuable because it is a form of recognition of a perception that the past can not be given a definite form.

Anyone who wants to look back into the past, actually never fully returned. As we can only imagine how cruel the Gayo conquest by Lieutenant Colonel GCE van Daalen (February 8 – July 23, 1904) burned villages, women, and children were killed, the most violent war crimes of Dutch colonial history in Indonesia, we are sad but not present there.

The conquest of Koeta Reh Fortress, an operation under the leadership of Van Daalen in Gayo Land. The photo was taken on June 14, 1904. Part of the Aceh War (1873-1904)

In 1904, Van Daalen ordered Van Heutsz to conquer the Land of Gayo and  Alas with 10 marsose brigades – In the Marsose troop posed by stepping on the dead Gayo fighters.

Dutch atrocities in Kampong Likat Tanah Gayo, children and women were also massacred by Van Daalen’s Dutch army. Aceh War (1873-1904)

All the inhabitants of Koeta Reh fortress were massacred by Dutch troops led by Van Daalen (Aceh War 1873-1904)

The history of suspicion between Aceh and Gayo was created by the Dutch

History is bitter, but here too people cannot fully look back. On June 14, 1904, with the control of the ruins of Kuta Rih after a very heavy resistance. The crackdown was carried out by killing 189 women, and 59 children. The wounded were 51 people, among them 25 women and 31 children, who were caught alive two women and 61 children. Van Daalen gathered all the Gayo elders and made a speech, I imagined. “This is the result of you helping Aceh in the war against us (the Netherlands). Look when you are slaughtered and humiliated! Are they helping you?”

Gayo elders brought sugar cane as an offering to Van Daalen as a sign of submission to the Dutch.

That, of course, is a fantasy of colonialism. After Batee Iliek’s fortress fell, all the Aceh troops guarding the fort were killed. Practically Aceh had no power in the long war against the Dutch and protected Gayo, the entire coast of Aceh had fallen into the hands of the Dutch. At that time Gayo was the only independent territory that had not been occupied by the Dutch. The last Sultan Muhammad Daudsyah had fled before being caught by the Dutch army.

But indeed colonialism affixed the wounds that in their memories were once colonized. Suspicions between Aceh and Gayo raised by the Dutch are still living in the prejudices that are still alive in the same land despite the different language.

Politics divide et imperia is taken by Dutch colonialism to conquer the nations in Dutch Indies (Indonesia now), the various inter-regional prejudices inherited by them. Unfortunately, it’s all alive amongst us. And it turns out the ghost of colonialism still leaves its mark even though he has long been independent Indonesia from Dutch colonialism.

Perhaps we should know that the living humans must now be able to escape from the grudges of the past. Far behind massacres or peace, are hidden memories, which never stand full, clean, and alone. There is a gaping wound due to loss, there is an overflow of the heart. That is probably what is called vengeance.

When we dissolve ourselves in the moment of “Passionist Memoria”. A sad memory, then it can all pass by giving forgiveness. For that reason history is needed, it is not easy to find written documents to understand the past. The future is in front of us, hurrying and not waiting.

We can face the future bravely if we have forgiven the past, and bridge it to future generations. That’s why we need to imagine a (historical) painting, in a form full of vigor and imagination, we imagine it flying high.

Translate From: Melukis Sejarah

About Aceh:

  1. CUMBOK WAR, A SOCIAL REVOLUTION IN ACEH (1946-1947); 8 April 2017;
  2. CIVILIZATION WITHOUT WRITING; 13 April 2017;
  3. ACEH THE FIRST SOVEREIGN COUNTRY TO RECOGNIZING THE INDEPENDENCE OF THE NETHERLANDS; 27 April 2017;
  4. VISITING THE EXHIBITION ACEH TOMBSTONE AS AN ISLAMIC CULTURAL HERITAGE IN SOUTH-EAST ASIA; 16 May 2017;
  5. DUTCH RAID OPERATION AGAINST CUT MEUTIA (1910); 20 May 2017;
  6. SAMUDERA PASAI AS THE FIRST ISLAMIC KINGDOM IN SOUTHEAST ASIA; 6 June 2017;
  7. ISLAMIC SHARIAH WHO IS AFRAID, A CASE STUDY IN ACEH; 13 June 2017;
  8. ACEH WOMEN FULL POWER; 13 June 2017;
  9. DUSK IN MALACCA; 4 July 2017;
  10. GOLD, INFIDELS, AND DEATH; 10 July 2017;
  11. MANTE THE LOST PYGMY TRIBE; 13 July 2017;
  12. THE ORIGIN OF THE COFFEE CULTURE IN ACEH; 19 August 2017;
  13. THE UNTOLD STORY ABOUT HISTORY OF THE COMMUNIST PARTY OF INDONESIA IN ACEH PROVINCE; 28 September 2017;
  14. WHEN CRITICISM IS FORBIDDEN; 14 October 2017;
  15. EXPLOITATION OF NATURAL RESOURCES, WHAT IS IT GOOD FOR ACEH; 5 November 2017;
  16. PEUCUT KHERKOFF, ACEH-DUTCH WAR MONUMENT; 12 November 2017;
  17. THE PRICE OF FREEDOM; 5 December 2017;
  18. ACEH CRAZY OR ACEH PUNGO; 25 February 2018;
  19. MARSOSE CORPS, THE DUTCH SPECIAL ARMY DURING ACEH WAR; 19 March 2018;
  20. ISLAMIC POLITICS BY SNOUCK HURGRONJE AS ADVICE TO DUTCH INDIES GOVERNMENT TO REDUCE ISLAM POWER IN INDONESIA; 9 July 2018;
Posted in History, International, Literature, Reportase, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 29 Comments

A SUFI SONG

Trying to avoid the sun
Enjoying quiet in meditation

A SUFI SONG

 

I have ever felt defeat

Then hide in the cave above the mountain peak

Trying to avoid the sun

Enjoying quiet in meditation

 

Quiet in silence

Get rid of the world to pray

Hoping only on the pleasure of God

Where all love is received

 

I have ever felt disappointed

It is said to smile again

Trying to face life

Untouched by the poison of the world

 

And when the world calls

I hesitate to step outside

To once again step out

To unfold my Sufi cloak

 

Lhokseumawe,

100 Years of National Awakening,

May 20, 2008.

Translate From: Dalam Jubah Sufiku

Poems:

  1. ROTTEN; 21 February 2012;
  2. POETRY OF THEBES; 13 March 2012;
  3. CURSE OF HATRED; 25 November 2012;
  4. ODE OF A HERMIT; 17 January 2013;
  5. JUST FOR YOU; 14 December 2013;
  6. COSMOLOGY UNIVERSE; 2 April 2014;
  7. FATE; 15 April 2014;
  8. RUN; 17 October 2015;
  9. A MAN OF FUTURE; 6 January 2017;
  10. HOW TO TURN LEAD INTO GOLD; 3 April 2017;
  11. PLEASE, DO NOT LET ME LOVE HER; 2 May 2017;
  12. LETTER TO LISA; 9 June 2017;
  13. REQUIEM OF UNFINISHED STRUGGLE; 12 July 2017;
  14. HEAVEN; 16 July 2017;
  15. A LETTER TO A STORY IN THE PAST; 19 July 2017;
  16. SADNESS; 21 July 2017;
  17. OH MAN, I COMPLETELY DON’T KNOW YOU; 23 July 2017;
  18. THE LIVING MEMOIRS; 29 July 2017;
  19. A FORGOTTEN DREAM; 7 August 2017;
  20. ALL FOR THE SAKE OF LOVE; 12 August 2017;
Posted in Fiction, International, Literature, Poetry, Story | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

PENJARAHAN KEBUDAYAAN

Soeharto dan Keluarganya adalah “Penjarah” terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Transparency International (TI), lembaga internasional yang dikenal luas dengan komitmennya memberantas korupsi, menobatkan bekas Presiden Soeharto sebagai koruptor paling kaya di dunia. Kekayaan Soeharto dari hasil korupsi mencapai US$ 15-35 miliar. Hasil penjarahan selama 32 tahun berkuasa di Indonesia sejak 1967.

Soeharto dan Keluarganya adalah “Penjarah” terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Transparency International (TI), lembaga internasional yang dikenal luas dengan komitmennya memberantas korupsi, menobatkan bekas Presiden Soeharto sebagai koruptor paling kaya di dunia. Kekayaan Soeharto dari hasil korupsi mencapai US$ 15-35 miliar. Hasil penjarahan selama 32 tahun berkuasa di Indonesia sejak 1967.

PENJARAHAN KEBUDAYAAN

Pekan Kebudayaan Aceh ke-6 Tahun 2013.

Mata kepala Museum Aceh ketika itu menjadi berkaca-kaca ketika Abu memprotes, mengapa Museum Aceh hanya diisi oleh foto-foto dari zaman Belanda saja? Beberapa meriam atau parang usang serta hanya kerajinan rotan ditambah kaligrafi saja. Dimanakah sejarah Aceh yang gemilang itu? Tidak ada bukti fisik yang hebat sama sekali!

Logo Pekan Kebudayaan Aceh 2013

Menarik nafas panjang beliau berkata. “Nasib kita sebagai bangsa terjajah. Ketika Belanda menyerang kesultanan Aceh Darussalam mereka menguras istana dan mengambil apa saja yang bisa mereka ambil. Belum lagi oknum-oknum tentara Belanda dari KNIL atau Marsose yang merampas berbagai peninggalan dari Kesultanan Aceh. Tapi itu semua masih bisa kita lihat, kalau anak cucu kita ingin melihat kejayaan Aceh masa lampau datanglah ke Museum Kolonial Belanda di Bronbeek. Nisacaya masih ada yang bisa kita lihat?” Ia merenung, ingin menyambung bicara tapi sedikit tertahan.

Monumen Perang Aceh di Bronbeek Belanda

Meriam Besar Milik Kesultanan Aceh yang dirampas Belanda saat Perang Aceh sekarang ada di Bronbeek Museum Arnhem Belanda.

Abu menunggu beliau mengungkapkan apa yang beliau tahan.

Penjarahan isi museum Aceh oleh Suharto dan keluarga cendana

Akhirnya beliau berkata pelan. “Dulu, ketika Suharto berkuasa. Setiap ia datang kemari rakyat menyambut gembira, tapi seiring Suharto datang maka ibu Tien (istri Suharto) selalu datang kemari dan mengambil isi museum yang dianggap berharga.”

Keluarga Cendana salah satu penjarah museum Aceh. Berbagai artefak Kesultanan Aceh masih dapat dilihat di rumah mereka.

Rumah Soeharto di Jalan Cendana. Diyakini memiliki ruang bawah tanah tempat menyimpan harta dari seluruh Museum yang dijarah oleh Soeharto dan keluarganya.

Abu terdiam, Abu ingat di tahun 1993 Suharto pernah datang ke Aceh. Waktu itu Abu masih kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah dan melambai-lambaikan bendera merah putih. Saat itu Abu melihat Suharto, tapi tidak ibu Tien! Celaka dua belas keluarga Cendana tersebut.

“Tolong jangan salahkan saya Abu, waktu itu saya masih muda. Hati saya menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa.” Beliau terlihat menyesal.

“Dan lebih menyakitkan lagi, dua-tiga bulan setelah mereka kembali ke Jakarta. Ajudan ibu Tien datang kembali untuk mengambil yang tertinggal. Saya curiga itu sebenarnya untuk dijarah secara pribadi. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa juga.” Beliau seperti telah menceritakan sesuatu yang berat.

“Apa yang telah mereka ambil tidak bisa kita lihat lagi. Saya selalu curiga bahwa di Cendana itu ada ruang bawah tanah. Ada berapa museum di Indonesia yang telah mereka jarah? Tentu banyak sekali.”

“Untungnya keluarga Cendana tidak terlalu tertarik dengan naskah kuno. Mereka banya tertarik dengan senjata dan perkakas logam.” Akhirnya beliau tertawa.

Baca: Sang Tiran

“Jadi semua isi museum ini habis dikuras oleh keluarga cendana?” Tanya Abu.

“Tidak juga. Ketika Abdullah Puteh berkuasa sebagai gubernur Aceh (tahun 2003), istri keduanya Marlinda. Dia memiliki hubungan dengan keluarga cendana mengambil sisa-sisa yang bisa dia kumpulkan. Abu kamu tahu tidak? Cukup banyak isi pendopo gubernur yang dia ambil. Semua logam-logam dari zaman Belanda pun disikat. Padahal gubernur Aceh itu sudah banyak, tapi yang mental penjarah ya istrinya Abdullah Puteh itu.”

“Astafirullah!” Abu terhenyak. Kasus pencurian koleksi Museum Aceh  dan pendopo gubernur Aceh merupakan tragedi nasional bagi orang Aceh. Warisan masa lalu bernilai sejarah tinggi yang tersimpan di museum tersebut telah menjadi bulan-bulanan perampok yang menggunakan kekuasaan sebagai tamengnya.

“Marlinda bahkan menggunakan alasan renovasi Masjid Raya Baiturrahman untuk mengambil semua keramik masjid itu yang dibuat Belanda.”

Abu terdiam dan tidak banyak bicara lagi. Sebenarnya masa lalu tak hanya bisa ditemukan dalam buku-buku sejarah semata, atau mungkin sebatas catatan-catatan petualang serta monopoli bangsa-bangsa Eropa. Sejarah itu mungkin terekam melalui artefak-artefak dan peninggalan berupa hasil kerja orang-orang yang hidup di zaman itu. Sayangnya ada banyak realitas masa lalu tersebut yang menjadi bagian dari realitas kebudayaan tersebut telah hilang, bahkan tidak terlintas ke dalam memori generasi sekarang. Dan jika masyarakat Aceh saat ini mengalami degragasi kehidupan dan peradaban, mungkin karena tidak memiliki pijakan sejarah lagi. Maka malanglah Aceh, dan Indonesia (juga) tentunya.

Simak: Petualangan Abu lainnya

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

ALL FOR THE SAKE OF LOVE

What is the use of the whole world to praise me
When your mouth sneers at me
What’s in it for everyone to smile at me
If your face scowls at me

ALL FOR THE SAKE OF LOVE

 

Is my face like a demon?

So you turn away

Am I cold like ice?

So you look away

 

What is the use of the whole world to praise me

When your mouth sneers at me

What’s in it for everyone to smile at me

If your face scowls at me

 

All the poems I wrote

Just for you

Even if you deliberately tear it

Right in front of my nose

 

You call me a stone head

I am not afraid if you embarrassed me

In front of the public

Or even in front civitas academica

 

You should know

I do not want to be regret

Later, in old age, I did not meet

You are by my side

 

Lhokseumawe, yesterday.

Translate From: Puisi Terindah

Posted in Fiction, International, Literature, Poetry, Story | Tagged , , , , , , , , | 7 Comments

AN UNCLE’S STORY ABOUT THE BUTTERFLY EFFECT

Enjoy the days of becoming a cocoon before becoming a butterfly. And that’s the best for you.

AN UNCLE’S STORY ABOUT THE BUTTERFLY EFFECT

Oh, my beloved, you will become an adult by realizing many things. Before it made you. I will give you ethics. Ethics are named Butterfly effect. Because you are so dear to us, and it has become commonplace in this world that they are also loved with too much, often missteps. Because he is beloved with too much, he often does not immediately understand the goodness and decay of the world.

This ethic is told to you, not to say it is sacred. It is also not something free of envy or resentment. I just, want to say. We will never (ever) understand heaven before knowing what is called hell. And in this mortal world (outside heaven) man must be ready to be disappointed. But in this mortal world, humans have both heaven and hell. And the human paradise has a different form, where one’s heaven is capable of being hell for the other. Thus, blessed are those who are happy with another human heaven, because indirectly he has found a fragment of heaven. Flakes from the real paradise.

The butterfly effect is a sensitive dependence on the initial conditions in which small changes in one creature from a deterministic nonlinear system can lead to substantial differences in later states.

Know that we live not alone despite being alone, there are angels on the side and devils on the other side. You are a careful red stone but also do not be too cautious. If possible, challenge the sun. Have burning anger. Failed over and over again, falling down. It is okay. Because by falling, you learn to rise. There is learning, a mental attitude that is formed from a variety of failures. Have an unyielding mental attitude and always want to take learning. If you have then be assured, that you have the best human qualities.

As you make your best efforts, your life will calm down. Your mind will be happy because the quietest life is a life without regret. My dear, there are many stories. There are many things my dear. But before that become adults slowly. Enjoy the days of becoming a cocoon before becoming a butterfly. And that’s the best for you.

Translate From: EFEK KUPU-KUPU

Similar:

  1. FATE; 15 April 2014;
  2. MESSAGE FROM THE MIRROR; 26 April 2017;
  3. POOR OLD MAN BALLADS; 27 April 2017;
  4. PLEASE, DO NOT LET ME LOVE HER; 2 May 2017;
  5. MONOLOGUE OF THE MOON; 3 May 2017;
  6. THE FALL OF ICARUS, WHEN A MAN TRIES TO REACH THE SUN; 14 May 2017;
  7. THE CLOAK OF FATE; 16 May 2017;
  8. GLUTTONY; 29 May 2017;
  9. SOLEMN; 19 June 2017;
  10. THE MOMENT OF HAPPINESS; 23 June 2017;
  11. THE MOVEMENT OF UNIVERSE; 1 July 2017;
  12. THE INTERPRETER; 6 July 2017;
  13. REQUIEM OF UNFINISHED STRUGGLE; 12 July 2017;
  14. SADNESS; 21 July 2017;
  15. THE LIVING MEMOIRS; 29 July 2017;
Posted in International, Literature, Poetry, Story | Tagged , , , , , , , , , , | 7 Comments

PENAKLUKKAN GAYO (1904)

Ia menceritakan sesuatu, sebuah keadaan, sebuah peristiwa, dari keadaan yang kadang-kadang tidak dia lihat, alami. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kanvas ingatan

MELUKIS SEJARAH

Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang sedang mengambar. Ia menceritakan sesuatu, sebuah keadaan, sebuah peristiwa, dari keadaan yang kadang-kadang tidak dia lihat, alami. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kanvas ingatan.

Ingatan tidak pernah satu dan stabil, ingatan mudah hilang oleh sapuan warna-warna yang muncul kemudian. Seperti sebuah lukisan, ketika ia muncul di hadapan kita, sebenarnya ia dalam proses berubah. Lukisan itu sendiri mungkin tidak terlihat lagi, lecek, lembab atau bahkan berlumut.

Lukisan atau sebuah gambar ternyata memberi persepsi berbeda. Sejarah berbeda dengan matematika yang merupakan ilmu pasti. Ia bernilai karena setiap orang bisa bercerita tentang suatu keadaaan dari berbagai sudut pandang. Sejarah memicu perdebatan, bahkan pertentangan dan disaat yang sama ia mudah untuk dikenang kembali. Maka untuk itu sejarah menjadi bernilai karena ia merupakan bentuk pengakuan akan atas sebuah persepsi bahwa masa lalu sebenarnya tak bisa diberi bentuk yang sudah pasti.

Siapapun yang ingin menengok kembali ke masa lalu, sebenarnya tak pernah sepenuhnya kembali. Seperti kita hanya dapat membayangkan betapa kejam penaklukkan Gayo yang dilakukan oleh Letkol G.C.E van Daalen (8 Februari – 23 Juli 1904) banyak desa yang dibakar, perempuan dan anak-anak dibunuh, merupakan kejahatan perang yang paling kejam dari sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia, kita bersedih namun tak hadir disana.

Penaklukkan Benteng Koeta Reh, sebuah operasi dibawah pimpinan Van Daalen di Tanah Gayo. Foto diambil 14 Juni 1904. Bagian dari Perang Aceh (1873-1904)

Kekejaman Belanda di Kampong Likat Tanah Gayo, anak-anak dan perempuan juga di bantai oleh tentara Belanda pimpinan Van Daalen. Perang Aceh (1873-1904)

Seluruh penghuni benteng Koeta Reh di bantai oleh pasukan Belanda pimpinan Van Daalen (Perang Aceh 1873-1904)

Adu domba antara suku Aceh dan suku Gayo oleh Belanda

Sejarah yang terasa pahit, tapi disini pun orang tak bisa sepenuhnya bisa menengok kembali.  Pada tanggal 14 Juni 1904, dengan dikuasainya benteng Kuta Rih setelah perlawanan yang amat berat. Tindakan keras dilakukan dengan membunuh juga 189 orang wanita, dan 59 orang anak-anak. Yang luka-luka sebanyak 51 orang, antaranya 25 orang wanita dan 31 orang anak-anak, yang tertangkap hidup-hidup dua orang wanita dan 61 orang anak-anak. Van Daalen mengumpulkan semua tetua Gayo dan berpidato, saya membayangkan. “Inilah akibat kalian membantu Aceh dalam perang melawan kami (Belanda). Lihatlah ketika kalian dibantai dan dihinakan! Adakah mereka membantu kalian?”

Para tetua Gayo membawa tebu sebagai persembahan kepada Van Daalen sebagai tanda takluk kepada Belanda.

Itu, tentu, sebuah fantasi kolonialisme. Setelah benteng Batee Iliek jatuh, semua pasukan Aceh yang menjaga benteng tersebut dibunuh. Praktis Aceh tidak memiliki tenaga dalam perang panjang menghadapi Belanda, jangankan melindungi Gayo segenap pesisir telah jatuh ke tangan Belanda. Saat itu satu-satunya wilayah merdeka yang belum terjamah Belanda kesanalah Sultan terakhir Muhammad Daudsyah mengungsi sebelum akhirnya ditangkap Belanda.

Gubernur Sipil dan Militer untuk Aceh Jenderal Van Heutz memimpin langsung pertempuran Batee Iliek (1901)

Gubernur Sipil dan Militer untuk Aceh Jenderal Van Heutz memimpin langsung pertempuran Batee Iliek (1901)

Tapi memang kolonialisme membubuhkan luka yang dalam ingatan mereka yang pernah dijajah. Adu domba antara Aceh dan Gayo yang dimunculkan oleh Belanda tersebut masih hidup dalam prasangka anak-anak negeri yang hidup di tanah yang sama meski berbahasa berbeda.

Adu domba merupakan jalan paling murah yang harus dibayar oleh kolonialisme Belanda untuk menaklukkan bangsa-bangsa di Nusantara, berbagai prasangka antar daerah yang diwariskan oleh mereka. Sayangnya itu semua masih hidup di antara kita. Dan ternyata kolonialisme masih meninggal jejaknya meski ia telah lama angkat kaki dari negeri ini.

Mungkin sebaiknya kita harus tahu bahwa, manusia yang hidup sekarang harus mampu melepaskan diri dari dendam masa lalu. Jauh di balik pembantaian atau salam damai, tersembunyi ingatan, yang tak pernah berdiri utuh, bersih, sendirian. Ada luka menganga karena kehilangan, ada yang meluap-luap di hati. Itulah mungkin yang disebut dendam.

Ketika kita melarutkan diri dalam momen “memoria pasionis”. Ingatan yang sedih, maka itu semua dapat berlalu dengan memberikan ampunan. Untuk itulah sejarah diperlukan, tak mudah memang mencari dokumen-dokumen tertulis untuk memahami masa lalu. Sedang masa depan sudah ada di depan kita, bergegas dan tak menunggu.

Kita dapat menghadapi masa depan dengan gagah berani jika kita telah memaafkan masa lalu, dan menjembataninya kepada generasi yang akan datang. Itu sebabnya kita perlu membayangkan sebuah lukisan (sejarah) itu, dalam bentuk yang penuh dengan semangat dan imajinasi, kita bayangkan dia terbang tinggi.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 112 Comments

ACEH DI MATA KOLONIALIS

ACEH DI MATA KOLONIALIS (JILID I dan JILID II). Penerjemah : Ng. Singarimbun, S. Maimoen, Kustiyani Mochtar; Disempurnakan oleh Yayasan Soko Guru; Cetakan Pertama; 1985; Yayasan Soko Guru; Jakarta.

ACEH DI MATA KOLONIALIS

Download dan Review buku berjudul : ACEH DI MATA KOLONIALIS (JILID I dan JILID II).

Buku ini adalah terjemahan dari buku :

THE ACHEHNESE by Dr. C. Snouck Hurgronje Adviser for Native Affairs, Netherlands India Translated by the late A.W.S. O’Sullivan Assistent Colonial Secretary, Straits Satlements, with an index by R.J. Wilkinson Inspector of Schools, Federated Malay States Vol.I and Vol. II Late E, J. Brill Leyden, 1906.

Penerjemah : Ng. Singarimbun, S. Maimoen, Kustiyani Mochtar; Disempurnakan oleh Yayasan Soko Guru; Cetakan Pertama; 1985; Yayasan Soko Guru; Jakarta

Download e-book Aceh di Mata Kolonialis Jilid I dan II oleh Snouck Hurgronye

  1. Snouck Hurgronye – Aceh Di Mata Kolonialis I
  2. Snouck Hurgronye – Aceh Di Mata Kolonialis II

Review buku Aceh di Mata Kolonialis :

The ancient map of the Aceh Sultanate

Buku ini adalah karya terjemahan THE ACHEHNESE edisi bahasa Inggris dari buku DE ATJEHERS karangan Dr. C. Snocuck Hurgronje (1857 – 1936) yang ditulis dalam bahasa Belanda. Edisi bahasa Belanda sebagai karangan asli, jilid I terbit tahun 1893 dan jilid II tahun 1894; edisi terjemahan dalam bahasa Inggris—jilid I dan II diterbitkan enam belas tahun kemudian (1906) dengan kata Pengantar yang khusus ditulis oleh pengarangnya. Dengan demikian buku Snouck Hurgronje ini sudah lebih menjadi bahan bacaan masyarakat berbahasa Belanda dan Inggris sejak sebelum Indonesia merdeka.

Seperti diketahui hampir sebahagian besar buku ataupun para penulis yang membicarakan berbagai topik tentang: Nusantara, umat Islam (Indonesia) dan Aceh menggunakan buku ini sebagai salah satu bahan rujukan sehingga Snouck Hurgronje merupakan salah satu nama yang cukup tenar di kalangan ilmuwan, orientalis terutama oleh kaum kolonialis.

Operasi Pasukan Marsose di Mukim XXII (Perang Aceh 1873-1904) Salah satu perlawanan tergigih dan terlama terhadap kolonisasi Belanda di Indonesia

Buku ini kaya dengan berbagai informasi mengenai lika-liku kehidupan di Kesultanan dan suku bangsa di Aceh dan dapat menjadi salah satu rujukan bagi generasi masa kini dan masa mendatang yang bertanggung jawab untuk mengubah dan menyusun kembali peta antropologi budaya yang lebih luas dan menyeluruh, berangkat dari dan dengan Wawasan Nusantara.

Tulisan Snouck Hurgronje ini tentu saja tidak terpisah dari keseluruhan pribadi Snouck Hurgronje dan kedudukannya selaku Penasehat terhormat kaum kolonialis Belanda. Ia telah memainkan peranan yang sedemikian banyak, ia seorang ilmuwan dan dengan kecerdasan yang dimilikinya, ia mengabdi kepada kepentingan kaum kolonialis dengan cara-cara yang tercela. Oleh karena itu ia menjadi tokoh yang diperdebatkan (kontroversial).

Illustrasi sosok Teuku Umar Johan Pahlawan

Sementara itu perlu pula dingat bahwa Dr. C. Snouck Hurgronje tiada lain adalah seorang orientalis Belanda dan di masa lalu beranggapan, “Sangat bertanggung jawab untuk membawa peradaban kepada bangsa-bangsa Timur”, dengan sendirinya buku ini juga akan merupakan pandangan dan tafsiran serta bertitik tolak untuk kepentingan imperialis kolonialis. Sebagai contoh Pahlawan Nasional Teuku Umar, dipandang tidak lebih sebagai seorang “penyamun, penipu yang cerdik, licik tidak dapat dipercaya” dan selanjutnya lukisan ini dijadikan cap stempel kepada seluruh suku bangsa Aceh sehingga menjadi “pegangan” politik pemerintah kolonial Belanda bahkan sampai-sampai hampir mencekoki banyak kalangan para pengambil keputusan selama puluhan tahun.

Dalam hubungan tulisan Snouck Hurgronje ini yang menjadi landasan politik kaum kolonialis Belanda untuk menghancurkan tanpa mengenai ampun terhadap Kesultanan dan suku bangsa Aceh, sejarah Nusantara mencatat bukti lain karena perang kolonial yang berlangsung cukup lama lebih kurang tujuh puluh tahun (Maret 1873 sampai dengan Maret 1942) sebuah perang yang (hampir) tidak dimenangkan oleh pihak Belanda secara menyeluruh.

Siapa Snouck Hurgronje?

Christiaan Snouck Hurgronje. Occupation Professor, author, spy, colonial advisor.

Christiaan Snouck Hurgronje (lahir di Tholen, Oosterhout, 8 Februari 1857 –meninggal di Leiden, 26 Juni 1936 pada umur 79 tahun) adalah seorang sarjana Belanda budaya Oriental dan bahasa serta Penasehat Urusan Pribumi untuk pemerintah kolonial Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Pada tahun 1889 ia menjadi profesor Melayu di Universitas Leiden dan penasehat resmi kepada pemerintah Belanda untuk urusan kolonial. Dia menulis lebih dari 1.400 makalah tentang situasi di Aceh dan posisi Islam di Hindia Belanda, serta pada layanan sipil kolonial dan nasionalisme.

Antara 1891-1892, Snouck yang saat itu telah fasih berbahasa Aceh, Melayu dan Jawa akhirnya pergi ke Aceh yang hancur oleh Perang Aceh yang berkepanjangan. Dia masih terus berkorespondensi dengan ulama-ulama Serambi Mekkah. Jabatan lektornya dilepas pada pertengahan Oktober 1887. Proposal penelitian kepada Gubernur Jenderal segera diajukan pada 9 Februari 1888. Niatnya didukung penuh oleh Direktur Pendidikan Agama dan Perindustrian (PAP), juga Menteri Urusan Negeri Jajahan. Proposal pun berjalan tanpa penghalang. Di bawah nama “Haji Abdul Ghaffar”, ia membangun sebuah hubungan kepercayaan dengan unsur agama penduduk di wilayah ini. Dalam laporan tentang situasi agama-politik di Aceh, Snouck sangat menentang penggunaan taktik teror militer terhadap rakyat Aceh dan sebaliknya menganjurkan spionase terorganisir sistematis dan memenangkan dukungan dari elit aristokrat. Namun Ia melakukan dengan mengidentifikasi sarjana radikal Muslim (Ulama) yang akan menyerah dengan menunjukkan kekuatan.

Selama tujuh bulan Snouck berada di Aceh, sejak 8 Juli 1891 dia dibantu beberapa orang pelayannya. Baru pada 23 Mei 1892, Snouck mengajukan Atjeh Verslag, laporannya kepada pemerintah Belanda tentang pendahuluan budaya dan keagamaan, dalam lingkup nasihat strategi kemiliteran Snouck. Sebagian besar Atjeh Verslag kemudian diterbitkan dalam De Atjeher dalam dua jilid yang terbit 1893 dan 1894. Dalam Atjeh Verslag-lah pertama disampaikan agar kotak kekuasaan di Aceh dipecah-pecah. Itu berlangsung lama, karena sampai 1898, Snouck masih saja berkutat pada perang kontra-gerilya.

Snouck mendekati ulama untuk bisa memberi fatwa agama. Tapi fatwa-fatwa itu berdasarkan politik Divide et impera. Demi kepentingan keagamaan, ia berkotbah untuk menjauhkan agama dan politik. Selama di Aceh Snouck meneliti cara berpikir orang-orang secara langsung. Dalam suratnya kepada Van der Maaten (29 Juni 1933), Snouck mengatakan bahwa ia bergaul dengan orang-orang Aceh yang menyingkir ke Penang.

General van Heutz and staff in pertempuran Batee Iliek

Sebagai penasehat J.B. van Heutsz, ia mengambil peran aktif dalam bagian akhir (1898-1905) Perang Aceh (1873-1913). Dia menggunakan pengetahuannya tentang budaya Islam untuk merancang strategi yang secara signifikan membantu menghancurkan perlawanan dari penduduk Aceh dan memberlakukan kekuasaan kolonial Belanda pada mereka, mengakhiri perang 40 tahun dengan perkiraan korban sekitar 50.000 dan 100.000 penduduk tewas dan sekitar satu juta terluka.

ACEH DI MATA KOLONIALIS (JILID I dan JILID II). Penerjemah : Ng. Singarimbun, S. Maimoen, Kustiyani Mochtar; Disempurnakan oleh Yayasan Soko Guru; Cetakan Pertama; 1985; Yayasan Soko Guru; Jakarta.

Pada tahun 1898 Snouck menjadi penasihat terdekat Kolonel Van Heutsz dalam “menenangkan” Aceh dan nasihatnya berperan dalam membalikkan keberuntungan Belanda dalam mengakhiri Perang Aceh yang berlarut-larut. Hubungan antara Heutsz dan Snouck memburuk ketika Heutsz terbukti tidak mau menerapkan ide Snouck untuk administrasi dan etika tercerahkan.

Pada 1903, kesultanan Aceh takluk. Tapi persoalan Aceh tetap tak selesai. Snouck terpaksa membalikkan metode dengan mengusulkan agar di Aceh diterapkan kebijakan praktis yang dapat mendorong hilangnya rasa benci masyarakat Aceh karena tindakan penaklukkan secara bersenjata. Ini menyebabkan sejarah panjang dan ambivalensi dialami pemerintah Kolonial Belanda dalam menyelesaikan Aceh. Snouck pula yang menyatakan bahwa takluknya kesultanan Aceh, bukan berarti seluruh Aceh takluk. Di tahun yang sama, Snouck menikahi wanita pribumi lain dan memiliki seorang putra pada tahun 1905. Kecewa dengan kebijakan kolonial, ia kembali ke Belanda tahun depan untuk melanjutkan karier akademis yang sukses.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;

 

Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Download, E-Book, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 139 Comments

PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE

Judul : PERANG ACEH Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje;
Penulis : Paul van ‘t Veer

PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE

Download dan Review Buku berjudul : PERANG ACEH Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje;

Penulis : Paul van ‘t Veer; Terjemahan dari judul asli De Atjeh-Oorlog ; Diterbitkan oleh Uitgeverij De Arbeiderspers/Wetenschappelijke Uitgeverij; @Erven Paul van ‘t Veer, 1979; Penerbit PT Grafiti Pers; Pusat Perdagangan Senen Blok II, Lantai III; Jakarta 101410; Anggota IKAPI; Cetakan Pertama 1985; Percetakan PT Temprint, Jakarta.

Download e-bookPERANG ACEH – PAUL VAN T VEER

Review buku PERANG ACEH Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje;

Di dalam buku karya Paul Van ‘T Veer ini, terdiri atas empat Bab, yang melingkupi atas empat pembahasan utama, yakni empat periode perang Aceh. Perang Aceh bermula dengan Perang Aceh Pertama (1873), Perang Aceh Kedua (1874-1880), Perang Aceh Ketiga (1884-1896), dan Perang Aceh Keempat (1898-1942). Buku ini berisi tentang Perang Aceh mulai dari Latar Belakang, hingga akibat dari perang Aceh.

PERANG ACEH Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje;
Penulis : Paul van ‘t Veer; Terjemahan dari judul asli De Atjeh-Oorlog ; Diterbitkan oleh Uitgeverij De Arbeiderspers/Wetenschappelijke Uitgeverij ; @Erven Paul van ‘t Veer, 1979; Penerbit PT Grafiti Pers; Pusat Perdagangan Senen Blok II, Lantai III; Jakarta 101410; Anggota IKAPI; Cetakan Pertama 1985; Percetakan PT Temprint, Jakarta.

Buku ini pada intinya merupakan kumpulan kisah kegagalan Snouck Hurgronje yang meneliti tentang aceh. Meskipun gaya bahasa yang digunakan pengarang pada penulisan buku ini masih banyak yang kurang dimengerti (rancu), tapi buku ini mengkaji secara kronologis perang Aceh dari tahun 1873 (Perang Aceh Pertama) sampai tahun 1942 (Menyerahnya Belanda kepada Jepang).

Snouck Hurgronje (Sebelah kiri) menyamar sebagai Abdul Ghaffar untuk memperoleh informasi tentang orang-orang Aceh, kelak diberi julukan Tengku Puteh oleh orang-orang Aceh.

Pertama kali Snouck Hurgronje menyatakan bahwa sifat perlawanan rakyat Aceh hanya ditentukan oleh faktor agama, agama islam melahirkan kaum yang militan, sehingga pemerintah kolonial dangan berbagai cara membendung gerakan islamisasi ataupun pendidikan islam. Meskipun demikian, perlawanan terus ada. Dengan berbagai kekalahan Belanda, akhirnya Snouck mengambil kesimpulan bahwa sifat perlawanan rakyat Aceh bukan hanya masalah keyakinan agama tetapi juga masalah pra-nasionalisme, hasrat kemerdekaan, serta perjuangan sosial terhadap para pemuka feodal. Inilah yang menjadi bumerang bagi pemerintah kolonial sendiri dan menjadi kegagalan Snouck Hurgronje dalam Perang Aceh.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Download, E-Book, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 116 Comments