PENGEMBALIAN ARTIKEL OLEH KOMPAS

Kompas

PENGEMBALIAN ARTIKEL OLEH KOMPAS

Sdr Milvan Murtadha
Disertai salam dan hormat,

Kami memberitahukan bahwa pada tanggal 26 Juli 2008 Redaksi Kompas telah menerima cerpen Anda berjudul “Elegi Pagi Hari”. Terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang Anda berikan kepada Kompas.

Namun setelah kami membaca, kami menilai cerpen tersebut tidak sesuai untuk Kompas.

Hormat kami,
Redaktur Desk Non Berita

C A T A T A N

Kriteria umum untuk artikel Kompas :

  1. Asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekadar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain.
  2. Belum pernah dimuat di media atau penerbitan lain, dan juga tidak dikirim bersamaan ke media atau penerbitan lain.
  3. Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang actual, relevan, dan menjadi persoalan dalam masyarakat.
  4. Substansi yang dibahas menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan komuninas tertentu, karena Kompas adalah media umum dan bukan majalah vak atau jurnal dari disiplin tertentu.
  5. Artikel mengandung hal baru yang belum pernah dikemukakan penulis lain, baik informasinya, pandangan, pencerahan, pendekatan, saran,  maupun solusinya.
  6. Uraiannya bisa membuka pemahaman atau pemaknaan baru maupun inspirasi atas suatu masalah atau fenomena.
  7. Penyajian tidak berkepanjangan, dan menggunakan bahasa populer/luwes yang mudah ditangkap oleh pembaca yang awam sekalipun. Panjang tulisan 3,5 halaman kuarto  spasi ganda atau 700 kata atau 5000 karakter (dengan spasi) ditulis dengan program Words.
  8. Artikel tidak boleh ditulis berdua atau lebih.
Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PEREMPUAN ACEH FULL POWER

Foto penangkapan Cut Nyak Dhien, bertahun 1905 itu tersimpan di KITLV, Leiden, Belanda. Foto itu diambil oleh komandan marsose, atau pasukan khusus Belanda, Letnan van Vuren.

PEREMPUAN ACEH FULL POWER

Sebuah tabloid Wanita Sehat yang disponsori UNFPA dan Kantor Wilayah BKKBN Aceh, sebuah tulisan yang diambil dari Pustakaloka kompas Online edisi 8 september 2005 sebuah tulisan yang ditulis oleh Ruth Indiah Rahayu seorang pekerja sosial di Kalyanamitra, tulisan tersebut diilhami buku Gender, Islam, Nationalis and state in Aceh : The Paradox of Power, Co-optation and Resistante karangan Jacqueline Aquino Siapno. Dalam tulisan tersebut dia mempertanyakan kenapa perempuan di Aceh jika hendak bepergian ke? Wilayah laki-laki? seperti warung kopi hendaknya ditemani oleh muhrimnya dan bila tidak maka perempuan tersebut akan dicap jelek oleh masyarakat. Dan dia menyesalkan bahwa isu gender tidak pernah mendapat tempat di masyarakat Aceh, “seolah-olah penyakit sampar yang dibawa dari Jakarta” sesalnya.

Dr. Snouck Hurgronye

Diakhir dengan mempertimbangkan tulisan-tulisan Dr. Snouk Hurgronyoe yang pernah “menjelajahi aceh” ia menyimpulkan bahwa kekuasaan perempuan Aceh dimarginalkan oleh nilai-nilai baru yang diaurakan Islam dan Nasionalisme paska kemerdekaan dalam kekuasaan di Aceh. Dari tulisan tersebut tersirat seolah-olah peran perempuan di Aceh terpasung dan ironisnya perempuan Aceh tidak menyadari hal tersebut hal ini didasari bahwa gerakan feminisme tidak pernah mempunyai pendukung di Aceh.

Itu semua tidak benar!!! Secara Makro mungkin kita tidak melihat peran perempuan Aceh yang terlalu menonjol saat ini, tapi secara Mikro perempuan aceh memiliki peran yang sangat besar dan bisa dikatakan Penguasa Aceh yang sesungguhnya. Dari hubungan pernikahan kita bia melihat bahwa isteri disebut dengan sebutan? Po Rumoh? yang jika diindonesiakan kira-kira berarti Pemilik/Penguasa rumah dan suami diawal pernikahan arus tinggal di rumah mertua untuk menghindarkan terjadinya kekeraan dalam rumah tangga. Suatu adat yang dicetuskan oleh Sri Ratu Safiatuddin untuk melindungi kaum perempuan di aceh pernah pula menyebabkan pusat kesultanan Aceh tidak berpindah ketika ayah beliau menunjuk suaminya Sultan Iskandar Thani dari Kesultanan Kedah untuk menjadi penerusnya.

Peran perempuan aceh dalam kehidupan rumah tangga juga cukup besar, seorang Teuku Umar tidak akan muncul ke permukaan pabila tidak didukung seorang Cut Nyak Dien. Laksamana Malahayati, Cut Nyak mutia, Pocut baren, Sri Ratu Nuzulul Alam dalah perempuan-perempuan perkasa yang tidak melupakan tugas perempuan yang sesungguhnya yaitu sebagai ibu.

Tranfer kebudayaan di Aceh lebih dominan dilakukan oleh kaum ibu, bagi anak-anak yang dilahirkan sampai dengan tahun 1980-an tentu masih ingat ketika masih kecil sewaktu hendak ditidurkan dalam ayunan kadang nenek atau ibu menyenandungkan lagu Dodaidi yang berisi semangat perjuangan melawan penjajah kafir walaupun Belanda sudah lama angkat kaki dari bumi Aceh. Setiap anak diharuskan mendengarnya agar menjadi orang yang berguna di kemudian hari. Bayangkan setiap hari, pagi dan siang sampai tidur sulit melupakan isi syairnya walaupun sudah beranjak dewasa sekarang. Bagi anak-anak aceh, para ibu, nenek, kakak, adik adalah sosok tegar, kuat dan Full Power yang akan selalu hormati, kami cintai dan kami rindukan.

Lukisan Cut Mutia, Desa Beuringen Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Sejarah mencatat. Setiap peperangan membawa penderitaan pribadi kepada para perempuan, sehingga diperlukan paling sedikit suatu kekuatan yang sama besarnya untuk menanggulangi bahagian pasifnya, yakni menanggung, menyerahkan dan menjalani, seperti halnya untuk bagian aktifnya peperangan itu sendiri yang dapat memberikan kebahagiaan dalam menjalankannya.

Kaum perempuan, mereka tinggal dan menunggu di rumah dan melalui “pintu gerbang penanggungan” yang untuk orang kebanyakan mereka selalu terbuka lebar, telah membiarkan seorang tamu baru masuk ke dalam rumahnya, yakni perasaan cemas yang selalu timbul terhadap seseorang atau mereka yang pergi melalukan tugas. Tamu itu berada dalam pusat kehidupan di rumah dan bayangannya bergelantungan di atas semua serta seluruhnya, di atas seluruh gerak dan pikiran mereka yang tertinggal di belakang.

Foto Pocut Baren
Sumber : Aceh; H.C Zentgraff; Penerbit Beuna Jakarta; Cetakan ke-1; 1983.

Dalam hal peperangan panjang pernah terjadi di Aceh, sebagaimana sebuah perang, di manapun ia pernah berkecamuk di muka bumi ini. Namun hal ini lebih hebat lagi pernah dirasakan di Aceh karena di sana para perempuannya sangat dekat dengan ataupun memang berada dalam kancah peperangan. Di sana mereka hidup bersama peperangan, jiwa mereka setiap hari mengikuti suami atau putera pada perjalanan-perjalanan yang mereka kenal keadaannya sampai sekecil-kecilnya. Kecemasan yang disebabkan oleh panggilan telepon yang tiba-tiba adalah sama artinya dengan telepon yang tak kunjung tiba. Dan jika hal ini terjadi sangat lama, maka kecemasan itu dapat berubah menjadi hantu yang menakutkan di rumah, suara gemerisik kaki yang tiba-tiba, suara ketikan lembut di pintu atau suara orang di kejauhan cukup menempatkan mereka yang sedang menunggu-nunggu dalam keadaan binggung, karena bukan tak mungkin dan selalu demikian. Bahwa itu merupakan sebuah pesan sial mengenai suami ataupun kedatangan seseorang yang tewas diangkut ke rumah sakit.

Makam Cut Nyak Dhien di Sumedang, Jawa Barat. “Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid, ” kata Cut Nyak Dhien.

Meskipun sekarang perang telah usia, Aceh sejak tahun 2005 pelan-pelan sepenuhnya damai. Mengenai perempuan Aceh dapat diceritakan, bahwa sejak peperangan Kolonial melawan Belanda. Perannya sampai saat sekarang sukar dinilai dan biasanya aktif sekali. Perempuan Aceh, gagah berani, adalah penjelmaan dendam kesumat terhadap penjajahan kolonial (Belanda) yang tak ada taranya serta tak mengenal damai. Jika ia turut bertempur, maka tugas itu dilaksanakannya dengan suatu tenaga yang tak kenal maut dan biasanya (selalu) mengalahkan kaum lelakinya. Ia adalah pengemban dendam yang membara yang sampai-sampai ke liang kubur dan dihadapan mautpun masih berani meludah ke muka si “kaphe” (=kafir).

Di masa lalu, rasanya tak ada seorang penulis roman manapun yang sanggup dan berhasil mengungkapkan daya khayalnya yang segila-gilanya seperti yang telah dibuktikan perempuan Aceh dalam kenyataannya.

Perempuan adalah tiang Negara, seorang ibu adalah madrasah dimana seorang anak pertama kali mengenal dunia dan membentuk pola pikir sang anak dalam memandang dunia. Menghadapi tekanan global dan pengaruh media yang dikuasai Barat samapai kapankah perempuan-perempuan Aceh dapat bertahan? Terus terang tidak ada yang mampu menjawabnya karena proses pengikisan itu simultan terjadi, dan terus berlanjut.

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  2. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  3. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  4. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  5. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  6. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  7. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  8. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  9. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  10. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  11. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  12. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  13. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  14. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  15. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  16. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  17. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  19. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  20. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  21. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  22. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  23. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  24. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  25. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 142 Comments

MELANJUTKAN PERJUANGAN

“Alexander fighting king Darius III of Persia”, Alexander Mosaic, Naples National Archaeological Museum

MELANJUTKAN PERJUANGAN

Seberapa banyakkah orang-orang besar? Bila kita buka satu demi satu lembaran sejarah, maka cukup banyak kita temukan tokoh-tokoh dengan kegemilangan luar biasa, tapi seberapa banyakkah mereka meninggalkan orang-orang yang akan melanjutkan kecemerlangan mereka? Sayang seribu sayang hanya sedikit diantara mereka yang menyadari hal tersebut.

Lihatlah The Great Alexander dari Macedonia yang berhasil menaklukkan dua pertiga luas dunia yang dikenal pada saat itu, tapi apa hasilnya pada saat ia meninggal dunia, para pengikutnya saling baku hantam memperebutkan wilayah taklukan dan nama Macedonia tenggelam untuk selama-lamanya, walaupun diawal 1990-an Negara beribu kota Skopje ini muncul sebagai Negara baru pecahan dari Yugoslavia.

Di Indonesia contoh yang paling jelas adalah bagaimana digjaya, sholeh, tegas dan perkasanya Sultan Agung dari Mataram, dan lihatlah anaknya Sultan Amangkurat I yang kelakuannya menyebabkan terlepasnya satu demi satu wilayah Kesultanan Mataram ke tangan VOC.

Itulah sebabnya saya kagum ketika membaca kisah pendiri Keshogunan Tokugawa di Jepang pada awal abad ke-17 yang bernama Ieyasu Tokugawa mendidik putranya Hidetada Tokugawa menjadi sebagai calon penerus guna melanjutkan estafet perjuangan bapaknya mempersatukan Jepang.

Tapi itu semuanya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sebuah proses yang kita namakan saja Tarbiyah Rasulullah. Orang-orang seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Saad bin Abi Waqqash dan banyak lagi para sahabat lainnya bukanlah orang-orang yang dengan muncul dengan sendirinya ke panggung sejarah. Mereka adalah orang-orang yang ditempa langsung oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi orang-orang yang siap pakai, untuk kemudian mampu melanjutkan perjuangan beliau.

Jadi wajar saja jika seorang sarjana nonmuslim Michael H Hart menempatkan Nabi Muhammad Saw di puncak tertinggi dari 100 orang yang paling berpengaruh di dunia hingga saat ini. Beliau bukan hanya pemimpin agama dan Negara saja melainkan juga seorang guru yang mampu menciptakan generasi terbaik sepanjang sejarah umat manusia.

Dari berbagai pengalaman di atas dapatlah kita mengambil pelajaran bahwa kita ini tidak akan hidup selamanya. Segala macam cita, harapan belum tentu terwujud selagi kita masih hidup dan kalaupun tercapai kita sangat memerlukan orang-orang yang menjaganya tetap pada jalurnya jika tidak semuanya itu hanya akan menjadi one man show. Untuk itu sangatlah penting sesuatu yang dinamakan kaderisasi perjuangan.

Ada suatu ungkapan yang sangat melekat di kepala saya saat membaca buku La Tahzan, bunyi ungkapan tersebut kira-kira begini “Belajarlah dari pengalaman orang lain, karena orang tersebut meraihnya dengan pengorbanan yang mahal sedang kamu memperolehnya dengan cuma-cuma.”

Semoga kita semua adalah orang-orang yang mau belajar.

Katalog SEJARAH DUNIA

  1. Udik Invation; 15 Desember 2008;
  2. Jangan Melupakan Sejarah; 26 Juli 2009;
  3. Perjalanan Ini; 18 Agustus 2009;
  4. Apa Yang Machiavelli Lakukan; 1 Juni 2011;
  5. Kisah Sebelum Sang Pangeran Selesai; 5 Juli 2010;
  6. Heil Ceasar; 15 Maret 2012;
  7. Manifesto Politik; 27 Maret 2012;
  8. Penaklukkan Kebudayaan; 30 Desember 2012;
  9. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  10. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  11. Mereka Yang Bangkit (Kembali); 18 Desember 2013;
  12. Bajak Laut Pemberontak Atau Perompak; 17 Maret 2016;
  13. Membakar Buku Membunuh Intelektual; 6 Juni 2016;
  14. Menentang Tradisi Memang Tradisi; 5 April 2017;
  15. Kopi Dalam Lintasan Sejarah Dunia; 1 Mei 2017;
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

TAHUKAH ENGKAU CINTA

Akh sayang janganlah engkau cemberut
Sungguh senyummu tak terganti

TAHUKAH ENGKAU CINTA

Wahai cinta tahukah engkau
Siang tadi ku bertemu seorang gadis
Yang senyum dan geraknya
Mengingatkan aku akan dirimu

Akh sayang janganlah engkau cemberut
Sungguh senyummu tak terganti
Bagai maharani di palung hati ini
Dan menahanku untuk jatuh cinta lagi

Cinta ku tahu engkau di atas sana tergelak
Mengingat apa yang engkau sebut dulu
Aku hanyalah seseorang yang terikat masa lalu
Dan hanya selalu melihat belakang

Ku akui cinta, hatiku tlah membatu
Seiring kabar kepergianmu
Ntah kapan ia akan mencair
Namun kutahu engkau mendoakanku dari sana

Lhoksukon, 31 Mei 2007

XXX

Beberapa puisi romantik:

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Catatan Seorang Pecundang; 1 Agustus 2008;
  3. Maksud Hatiku Padamu; 1 Agustus 2008;
  4. Dinda Dimanakah Engkau Berada; 1 Agustus 2008;
  5. Elegi Puisi Kematian Cinta; 3 Agustus 2008;
  6. Dalam Jubah Sufiku; 3 Agustus 2008;
  7. Dipersimpang Jalan; 3 Agustus 2008;
  8. Puisi Terindah; 3 Agustus 2008;
  9. Maghribi dan East; 3 Agustus 2008;
  10. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  11. Dua Puluh Empat Setengah Tahun; 6 Agustus 2008;
  12. Elegi Pagi Hari, Sebuah Puisi; 7 Agustus 2008;
  13. Cryptogram; 4 September 2008;
  14. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  15. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

JANGAN TERLALU NAIF

Jangan terlalu naif memandang dunia karena ia tak sama dengan literatur yang ada di buku-buku.

JANGAN TERLALU NAIF

“Jangan terlalu naif memandang dunia karena ia tak sama dengan literatur yang ada di buku-buku. Hidup selalu berkembang dan berubah tak seperti perpustakaan yang selalu sama isinya. Dalam hidup kita harus mampu mengkombinasikan antara integritas dan kelicinan. Jangan sangka jika kita berbuat baik kepada orang lain maka orang lain akan berbuat sama kepada kita.”

Mr.Popo menceramahi Abu dengan berapi-api ketika pulang cuti tiga hari kemarin ke Banda Aceh. Kekecewaan beliau karena lamarannya ditolak oleh orang tua sang kekasih membuat salah seorang mentor terbaik Abu menjadi curiga memandang hidup.

Ia yang dari pihak ibu merupakan keturunan langsung Po Teumeureuhom, Ali Mogayatsah pendiri Kesultanan Aceh Darussalam. Ditolak lamarannya bukan karena pekerjaan, keturunan maupun pangkat melainkan karena suku. Ia yang dikampungnya di Lamno sana memiliki nama panggilan Radja benar-benar merasa terhina.

“Apa yang salah jika aku bersuku Aceh dan dilahirkan di bumi ini!” Katanya berapi-api, Abu sebagai pendengar sejati hanya menyimak dengan takzim. Sebagai seorang sahabat mau tak mau Abu harus menelan juga keluhan-keluhan beliau.

“Sebagai seorang anak manusia sebaiknya kamu jangan terlalu ortodoks!” Giliran Abu diserang oleh Mr.Popo,seperti biasa mulut ini hanya tersenyum saja. “Lihatlah Ali bin Abi Thalib yang jelas memenangkan perang Shiffin malah dikalahkan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan dimeja perundingan. Karena apa?” Tanyanya lagi. “Karena dengan naif mengirim utusan Abu Musa Al-Asyari seorang ulama menghadapi wakil keluarga Ummayyah Amr bin Ash seorang politikus licin.”

“Begini Mister, jangan sampai kekecewaan tersebut membuat kamu berubah seperti itu, apalagi dalam memandang sejarah.” tampik Abu.

“Aku berkata seperti ini, karena melihat diantara teman-temanku kamulah yang paling bodoh,” vonis Mr.Popo kejam kepada Abu. “Tidak ada sedikitpun sifat licin pada dirimu!”

Tudingan Mr.Popo kok serasa pujian ditelinga Abu. “Terima kasih Mister,” Abu tersenyum.

“Itulah sebabnya aku menyebut kamu bodoh! Jangan menganggap semua orang baik Abu, hidup ini kejam.” Mr.Popo ahli debat sekaligus logika, sebaiknya Abu tidak menantang dirinya berargumen. “Lihatlah kehidupan Abu, jika tidak kelak kamu akan hancur. Aku mengatakan ini karena sebagai teman aku menyayangi kamu dan tidak ingin melihat kamu kecewa.” Suara Mr.Popo memelas.

Sebagai seorang sahabat yang sudah berteman lama, lebih dari dua belas tahun Abu merasakan juga kekecewaan mendalam di lubuk hati Mr.Popo. Ketika ia dengan keinginan yang tulus mempersunting sang pujaan hati malah ditolak dengan alasan yang sangat menyakitkan hati. “Kami menolak karena kamu bersuku Aceh!”

Bahkan secara jujur Abu juga mengakui merasa terhina dengan perkataan tersebut, tidak ada seorang anak manusia pun memiliki hak memilih dilahirkan dimana dan siapa orang tuanya. Penilaian stereotip seperti itulah yang menyebabkan bangsa ini tidak maju hingga sekarang. Biarlah untuk sementara Mr.Popo terluka, namun Abu yakin nanti waktu akan menyembuhkan dan kelak ia akan menjadi manusia yang lebih baik.

“Jangan terlalu naif Abu!” Sempat-sempatnya Mr.Popo sekali lagi menceramahi Abu.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

HARI YANG INDAH

Otak dan hati

HARI YANG INDAH

Petisi Raja Hati,

Betapa angkuh lelaki ini, ia berkepala batu menolak segala cinta. Jangankan cinta yang ia benci, cinta yang ia cintaipun dilindas olehnya. Jika ada orang gila yang membenci cinta, dialah orangnya. Tak terhitung begitu banyak air mata tumpah untuk lelaki ini, ia yang memandang kebenaran hanya dari sudut pandangnya tanpa mau merasakan empati orang lain. Entah dari mana karakter batu itu bisa menurun pada dirinya, meninggalkan aib bagi setiap guru yang pernah mendidiknya, dengan licik ia memanfaatkan itu sebagai kehebatan untuk semua disekitarnya.

Tak kusangka, dibalik senyum manis tersimpan watak srigala. Tak kuduga, wajah sejernih telaga memiliki kekejaman melebihi Westerling sang penjagal. Physikopat ini terlihat tanpa dosa. Jangan tertipu oleh kata-katanya semanis gula, apalagi senyumnya.

Bajingan keparat itu, aku berbicara tentang lelaki yang sedang menulis. Kupandangi wajahnya dari webcam dilaptop ini. Sialnya aku terperangkap dalam tubuh ini. Sekuat apapun kuberteriak tentang kebebasan ia hanya tersenyum tiada bergeming.

Setiap malam ia kuganggu, kuajak ia berdebat selalu. Tidurnya tak akan pernah nyenyak, sehingga kantung matanya berubah hitam. Biar saja ia dituduh menggunakan narkoba. Bencinya aku, keesokkan hari ketika terjaga ia tersenyum didepan cermin mengejekku.

Aku benci dia, lebih menjijikkan lagi karena aku adalah bagian tubuhnya. Aku yang tertanam didada saja muak dengan kelakuannya. Ia menyengsarakan aku lebih dari yang patut dilakukan. Aku adalah Raja Hati yang merana ditindas sesuatu yang ia namakan

Perdana Menteri Otak.

Ia yang terlalu berhati-hati, bagai melangkah dijalan penuh duri. Tak lebih dari seorang berkepribadian ganda dan menyingkirkanku. Saranku jauhi dia, benci dia, buat ia merasa sendiri. Terkucil mungkin akan melunturkan ego orang ini hingga ia mengemis.
Aku tidak akan menyerah untuk menyakiti. Supaya ia berubah, supaya ia tahu. Agar ia menderita dengan prinsipnya yang tenang bagai gunung mengakar dibumi. Mudah-mudahan ini berhasil, setelah banyak cara berhasil ia gagalkan.

Pledoi Perdana Menteri Otak,

Telah kuamati kehidupan hingga akhirnya menarik kesimpulan, sebaik apapun seorang lelaki (atau perempuan), tetap saja tersimpan keburukkan didalamnya (entah hati atau otak) begitupun sebaliknya. Maka janganlah menganggap bahwa selamanya madu adalah manis dan akan menjadi obat, bisa saja ia pahit atau menjadi racun yang membunuh.

Anak itu,

Malam senin pukul 23.59 WIB, hujan gerimis diluar, mata mengantuk namun keduanya (Hati dan Otak) terus berdebat. Otomatis aku terjaga, bosan setiap malam berjibaku, lebih baik kutulis saja. Supaya keduanya puas. Huff, padahal besok harus ke kantor pagi-pagi sekali, sebagai admin harus menghidupkan server sebelum pegawai lain datang, idealnya :). Waduh! Baru teringat pakaian juga belum terambil dari loundry! Terpaksa besok ke kantor pakai celana hari Jumat lagi! Untung baju masih ada cadangan. Nasib ya nasib. Setidaknya besok sore dikantor bisa internetan.

What a beautiful day. Lhokseumawe, 3 Agustus 2008.

Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

RAJA HATI VS PERDANA MENTERI OTAK

Hati adalah raja ditubuh manusia dimana otak menjadi perdana menterinya

RAJA HATI VS PERDANA MENTERI OTAK

Hati adalah raja ditubuh manusia dimana otak menjadi perdana menterinya, hati membuat manusia seolah memiliki sayap yang mungkin bisa patah akibat perasaan yang ditimbulkan olehnya. Sebaliknya otak merupakan kuasa pemerintahan yang menentukan arah kebijakan yang diambil.

Pada kebanyakan negara atau manusia yang menganut monarki ketika raja bersuara persetan perdana menteri walau ia menguasai parlemen. Raja yang sejatinya hanya kepala negara mampu bertahan diera konstitusi yang membatasi kekuasaannya.

Raja Hati duduk di singgasana dan jangan menganggu perdana menteri otak yang memerintah!

Namun diriku adalah tubuh yang manganut parlementer ekstrim, “Raja Hati duduk di singgasana dan jangan menganggu perdana menteri otak yang memerintah!” Prinsip tak boleh dikorbankan untuk sebuah perasaan.

Untuk itu maafkan tubuh ini adinda ketika engkau berkata, “I Love You.” Meski sang Raja Hati menitahkan, “I Love You too,” tapi instruksi Perdana Menteri otak adalah diam dan itu yang kulakukan.

Sebuah permintaan maaf yang tak akan terucap dari mulutku yang terkunci oleh sensor Perdana menteri otak. Padahal banyak puisi yang telah dibuat oleh sang raja hati dan itu hanya untukmu dan itu semua terbrendel oleh aparat pemerintahan kerajaan tubuh yang setiap sendinya tunduk pada Prime Minister.

Sekarang adalah era dimana Czar, Sultan, Kaisar ataupun Raja tiada lagi berkuasa. Undang-undang Prinsip dan harga diri betapa aku miris dengannya, dan air mataku pun menangis akan batunya kepalaku.

XXX

Simak Kisah: Petualangan Abu lainnya.

Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

SURAT KEPADA SEPOTONG MASA LALU

Aku tak bisa dan sungguhku tak mampu
menghancurkan segala cita-cita

SURAT KEPADA SEPOTONG MASA LALU

segala harapan
ternyata hari ini menghalangi
setelah bertarung sekian lama
ternyata logika sang pemenang

maafkan aku
yang kau sebut enggan berkorban
pada harga diri
pada mimpi-mimpi silam

ketika rasa menguasai jiwa
tak ada niatku menurutinya
walau separuh nafas tertawan
ternyata aku masih berkepala batu

inilah kelemahanku
yang kau sebut menara gading
walau pernah ingin berkata
ingin mengalah pada sebuah ego

ketika surat ini kutulis
dengan keteguhan kuputuskan
aku tak bisa dan sungguhku tak mampu
menghancurkan segala cita-cita

untukmu
biarlah kini menghilang
lalu bersama angin
tak tersentuh menjauh

pintu-pintu benteng tlah kukunci
jembatan pembatas kini ditegakkan
dan lampu-lampu akan kupadamkan
sebagai sepotong kisah lama terlupakan

Lhokseumawe, 15 Juni 2008.
disudut kantin Universitas Malikussaleh. ditemani buku MENGARUNGI INDONESIA, Memoar Perintis Kemerdekaan, MR. HAMID ALGADRI

Beberapa puisi pilihan

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

THE DIPLOMAT PART II

Sebagai seorang diplomat dadakan, Abu berhasil “memaksakan” opsi-opsi yang sekiranya akan menguntungkan pihak yang Abu wakili.

Sebagai seorang diplomat dadakan, Abu berhasil “memaksakan” opsi-opsi yang sekiranya akan menguntungkan pihak yang Abu wakili.

THE DIPLOMAT PART II

Diplomasi adalah proses rumit, ada tahap-tahap yang harus dilalui. Menurut hukum tata negara tahap pertama adalah negoisasi, tahap kedua adalah Memorandum of Understanding, tahap ketiga adalah signature dan tahap terakhir adalah ratifikasi.
Sebagai juru runding tahap yang paling sulit adalah ratifikasi, berbagai usaha yang telah dicoba untuk menekan pihak lawan akan menjadi sia-sia apabila pihak yang diwakilinya menolak hasil perundingan.

Sebagai seorang diplomat dadakan, Abu berhasil “memaksakan” opsi-opsi yang sekiranya akan menguntungkan pihak yang Abu wakili. Namun apa daya apabila pihak yang Abu wakili menolak hasilnya dan memilih berbalik menyerah yang justru merugikan dirinya dimasa depan.

Jelas Abu kecewa, karena telah mengerahkan segala kemampuan. Bukan bermaksud mengungkit, tapi banyak buku yang telah Abu pelajari, betapa banyak waktu dan pikiran Abu yang tersita. Bahkan dalam perundingan ada pihak yang Abu sakiti atas kengototan terhadap beberapa item, dan bahkan dalam diplomasi terkadang Abu melanggar nilai-nilai yang Abu junjung tinggi. Tapi itu semua untukkmu sahabat yang tidak berkaum di negeri ini.

Mungkin benar kata TSP sebaiknya tidak Abu membela orang yang jelas salah walaupun ia adalah sahabat dekat, mungkin benar kata member of KPP MBO sebaiknya Abu lebih baik berkosentrasi pada PR yang menumpuk dari Unimal. Akhirnya kekeraskepalaan Abu berbuah kekecewaan yang amat sangat.

Sahabat ketika akan tenggelam engkau menjerit minta tolong, namun ketika tangan ini sudah hampir menarikmu keluar, engkau lebih memilih tenggelam di dalamnya. Sebagai seorang sahabat Abu telah berusaha yang terbaik bagimu. Ini semua adalah hidupmu maka pintaku janganlah engkau menyesal pada keputusan yang engkau ambil.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

MAGHRIBI DAN EAST

Perbedaan Kebudayaan

Prasangka Timur dan Barat

di Barat bergelombang sepi dan di timur tenang ramai //
pada Barat membesarkan pada Timur mendewasakan //
oh Barat sunyi oh Timur asing //
Barat gelap, Timur gemerlap //
Barat telah berlalu dan bersama Timur kini adanya //
Barat adalah nostagia dan Timur adalah realita //
bersama Barat Jiwa bersama Timur raga //

pernah Barat berjaya, pernah Timur berkuasa //
Barat Timur paradoks //
hubungan tarik menarik //
ketika tengah menepi //
tengah menjauh membebaskan diri //
dan berteriak tentang perbedaan //
Barat maupun Timur //
Disatukan oleh bahasa //
Sekaligus dipisahkan oleh pengucapannya //

Maghribi dan East
West wa Timur
(dalam ragam bahasa)

Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 10 Comments