Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Hati adalah raja ditubuh manusia dimana otak menjadi perdana menterinya. (Raja Hati vs Perdana Menteri Otak).

RAJA HATI VS PERDANA MENTERI OTAK

Hati adalah raja ditubuh manusia dimana otak menjadi perdana menterinya, hati membuat manusia seolah memiliki sayap yang mungkin bisa patah akibat perasaan yang ditimbulkan olehnya. Sebaliknya otak merupakan kuasa pemerintahan yang menentukan arah kebijakan yang diambil.

Dikebanyakan negara atau manusia yang menganut monarki ketika raja bersuara persetan perdana menteri walau ia menguasai parlemen. Raja yang sejatinya hanya kepala negara mampu bertahan diera konstitusi yang membatasi kekuasaannya.

Namun diriku adalah tubuh yang manganut parlementer ekstrim, “Raja Hati duduk di singgasana dan jangan menganggu perdana menteri otak yang memerintah!” Prinsip tak boleh dikorbankan untuk sebuah perasaan.

Untuk itu maafkan tubuh ini adinda ketika engkau berkata, “I Love You.” Meski sang Raja Hati menitahkan, “I Love You too,” tapi instruksi Perdana Menteri otak adalah diam dan itu yang kulakukan.

Sebuah permintaan maaf yang tak akan terucap dari mulutku yang terkunci oleh sensor Perdana menteri otak. Padahal banyak puisi yang telah dibuat oleh sang raja hati dan itu hanya untukmu dan itu semua terbrendel oleh aparat pemerintahan kerajaan tubuh yang setiap sendinya tunduk pada Prime Minister.

Sekarang adalah era dimana Czar, Sultan, Kaisar ataupun Raja tiada lagi berkuasa. Undang-undang Prinsip dan harga diri betapa aku miris dengannya, dan air mataku pun menangis akan batunya kepalaku.

Advertisements
Advertisements

1 thought on “RAJA HATI VS PERDANA MENTERI OTAK

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: