AKHLAK

Mengetahui kita bersama orang yang menyayangi kita, dan yang mengerti diri kita sampai ke tulang-tulang, dan tidak akan menelantarkan kita bahkan dalam situasi yang paling sulit, itulah hubungan paling berharga yang dimiliki seseorang.

Mengetahui kita bersama orang yang menyayangi kita, dan yang mengerti diri kita sampai ke tulang-tulang, dan tidak akan menelantarkan kita bahkan dalam situasi yang paling sulit, itulah hubungan paling berharga yang dimiliki seseorang.

AKHLAK

Nenek moyang kita mengenal alam dari lingkungan sekitarnya. Semua orang pada masa itu menjadi biolog, dan dunia menjadi ruang kelas. Dengan pengertian yang masih kabur, konon mereka tidak membedakan benda hidup dan mati. Selama belajar, nenek moyang kita tentu telah mengamati fakta yang muncul, beberapa benda cenderung membiakkan dirinya sendiri. Orang melakukannya, binantang melakukannya, dan dalam benak mereka yang primitive nampaknya batu dianggap dapat melahirkan banyak kerikil.

Beberapa filsuf Yunani berpikir lebih mendalam, merekalah yang pertama menyusun teori hereditas yang kukuh setelah berusaha menjawab pertanyaan. “Mengapa anak-anak menyerupai orang tuanya?”

Sebenarnya Socrates, filsuf, telah lama penasaran, mengapa kadangkala anak-anak justru tidak serupa orang tuanya. Ia sering berkata, putra pejabat Negara biasanya malas dan tak berguna. Kita harus selalu ingat, tidak semua kualitas diwariskan. Malangnya, dengan berkata jujur tanpa kenal gentar semacam itu, Socrates seperti memancing penduduk Athena untuk menghukumnya sampai mati.

Teori Hereditas Yunani yang paling koheren disusun oleh Hippocrates seorang dokter terkenal. Hippocrates menemukan, sumbangan laki-laki terhadap pewarisan anak terdapat pada cairan semen. Dia menganggap perempuan memiliki cairan serupa. Cairan tersebut, menurutnya dibuat di sekujur tubuh, dan dikumpulkan dalam organ reproduksi. Cairan semen dari jari jemari mengandung bahan-bahan banyak jari, cairan dari rambut untuk membuat rambut dan begitu juga seterusnya.

Pada saat pembuahan, terjadi semacam pertempuran antarcairan. Apakah tangan anak akan mirip dengan ibu atau bapak bergantung pada cairan semen jari siapa yang menang! Teori yang bagus hanya saja ia tidak memperhitungkan adanya anak yang berbeda dengan kedua orangtuanya. Pasangan bermata coklat sering memiliki anak bermata biru. Empedocles menganggap perbedaan ini sebagai hasil si ibu memandang patung-patung dengan penuh damba selama kehamilan.

Peradaban Yunani mungkin telah punah, tetapi Ilmu Pengetahuan terus bergerak maju!

X

Orang bilang kecerdasan seorang anak itu menurun dari ibunya, tapi ingatlah anakku! Segala kurang atas akhlakmu merupakan tanggungjawabku, ayahmu dalam mewariskan karakter. Itulah sebabnya pepatah melayu kuno berbunyi, bukan salah ibu mengandung.

XX

Sewaktu kecil, belum sekolah mungkin sekitar 4 tahun. Ketika aku tidur-tiduran di tikar, terpikir olehku tentang Allah. Bagaimana bentuknya? Dan dimana dia berada? Terbayang olehku seorang lelaki berjanggut yang berada di antara bintang-bintang. Tiba-tiba aku merasakan takut amat sangat, salahkah aku? Berdosakah aku? Rasa takut itu mendera sepanjang hari sehingga membuat aku tidak bersemangat untuk makan siang.

Dalam lelahnya ia setelah bekerja, setiap selepas Maghrib ia menjadi guru pertamaku mengaji dalam mengenal huruf-huruf hijaiyah. Alif, ba, ta, tsa. Setelah berpikir lama, aku mengutarakan pertanyaanku tadi siang, dan menceritakan apa yang aku bayangkan berserta perasaan yang telah aku alami sedari tadi.

Aku tidak ingat persis ekspresinya, aku masih sangat kecil saat itu. Aku rasa ayah terkejut, ia tidak siap mendapat pertanyaan tersebut saat itu. Ia menarik nafas panjang, mungkin keringat dingin juga. Kemudian ia menjawab setelah berpikir lama.

“Allah berada di arasy, singgasana-Nya. Mengenai bentuk, ketahuilah nak. Bahwa tiada dzat yang patut di sembah melainkan Allah. Allah SWT adalah pencipta segala di alam semesta ini. Allah Maha Sempurna, dan kita adalah ciptaan-Nya yang tidak sempurna. Maka dari itu kita memiliki otak yang tidak sempurna, jadi kita tidak mampu membayangkan kesempurnaan-Nya.”

Aku masih ketakutan. Takut kena marah, takut berdosa, perasaanku masih campur aduk. “Berdosakah aku membayangkan tadi siang?” Mataku berkaca-kaca.

Ia tertawa, perasaan tegang tadi yang dialami ayah mencair, “tentu tidak nak.”

Ia membelai kepalaku.

“Ayah baru ingat, pertanyaanmu tadi kurang lebih sama dengan pertanyaan Nabi Ibrahim. Fitrah manusia memang mencari tuhan, itulah yang dinamakan tauhid.

Aku belum mengerti istilah-istilah Arab itu, tapi dadaku terasa sejuk. Aku tersenyum lebar, setelah sepanjang hari penuh ketakutan.

Ia menambahkan, “jika satu hari nanti di masa depan, kamu merasa ragu, takut atau perasaan-perasaan tidak enak datang. Yakinlah kamu adalah makhluk-Nya, yang suatu hari akan kembali kepada-Nya. Berusahalah menjadi orang baik, meraih ridha-Nya. Mudah-mudahan kamu dapat bertemu dengan-Nya sesudah kematian. Karena ganjaran terbaik bagi kita bukanlah surga, aku ulangi bukan surga anakku. Melainkan melihat wajah sang Pencipta.”

Aku menatap ayahku dengan bangga, lelaki ini begitu istimewa. Ketika orang lain diajarkan untuk berusaha meraih surga, ia mengajarkan kepadaku untuk berusaha bertemu sang Pencipta. Mungkin, bagi orang lain dia hanyalah seseorang dengan vespa tua, tapi bagiku dia adalah ayah terbaik di dunia.

XXX

Aku sudah berkuliah dua semester di salah satu perguruan tinggi ternama di kotaku. Aku Secara iseng aku mengikuti sebuah tes, dan lulus. Tes tersebut meluluskan aku pada sebuah jurusan D1 di kota lain, namun dengan jaminan kerja. Setelah memutuskan matang-matang aku merasa akan mengambil pilihan ini.

Ketika aku bercerita kepada ayah, aku pikir dia sedikit kecewa. Dihidupkannya vespa lalu ayah pergi ke rumah sepupunya yang dianggap lebih bijak meminta pertimbangan. Belakangan hari aku mengetahui dari sepupu ayah tersebut, bahwa hari itu ia menyuruh agar menahan aku pergi. Dan ketika dalam meminta saran tersebut ayah malah mendukung keputusan aku, sepupu ayah itu malah marah. Sepupu ayah bercerita ulang padaku bahwa ia berkata, “Dia itu berprestasi, apa kamu tidak sanggup membiayai lagi sampai harus cepat bekerja!”

Aku hanya tahu hari itu, ayah kembali dan mengajak aku duduk di lantai kemudian berkata, “Sepanjang hidupku aku berharap  mempunyai anak-anak yang bisa membedakan mana yang benar dan salah. Anak-anak yang, pada saat harus membuat keputusan-keputusan besar akan melakukan hal yang benar. Aku percaya padamu, dan kamu melakukan hal yang benar. Mana mungkin bisa aku menahanmu sekarang?”

Selalu, ayahku adalah ayah terbaik di dunia. Ia mempercayaiku, di saat sebenarnya aku pun menyimpan keraguan di hatiku.

XXXX

Aku pikir, aku akan diberikan kesempatan untuk lebih membahagiakan ayahku. Aku sedang makan mie tiaw di kosan ketika mendapat telepon dari rumah bahwa ayah meninggal dunia. Aku terdiam, aku setengah tak percaya. Aku tahu ayah beberapa kali sakit parah, tapi ayah selalu sembuh. Ayah begitu tangguh sehingga aku pikir dia tak akan pernah terkalahkan. Aku salah, dan perlu delapan tahun kemudian untuk berani makan mie tiaw kembali.

Aku tiba di rumah sesaat sebelum ayah dimandikan, mungkin inilah yang dinamakan kiamat kecil dalam hidupku. Seperkasa apapun aku coba menahan diri, air mata tanpa henti menetes.

Aku lemah, sampai mama memelukku. Ia wanita perkasa, aku tahu. Ketika perempuan paling hebat penah aku kenal itu, memeluk tanpa daya sama sekali. Terpikir olehku, aku tak boleh lunglai, karena akulah yang harus menjadi paling kuat, menjadi paling perkasa.

Aku harus menjadi tiang pancang terkuat!

Sebelum beliau dimasukkan ke peti jenazah, aku memandang wajah ayah untuk terakhir kalinya. Aku melihat ayah tersenyum, damai. Aku menciumi wajah beliau, dan aku bisikkan di telinga ayah. “Ayah kembalilah kepada-Nya dalam damai, karena segala tanggungjawab ayah terhadap keluarga ini telah aku terima, ini janjiku!”

Tanah merah selesai ditimbun, satu persatu keluarga pulang. Aku berdoa, “Ya Allah sayangi ayah hamba milyaran kali lipat daripada ia menyayangi aku.” Dan aku selalu berdoa agar ayah menjadi orang yang kelak dijumpai Allah SWT di kehidupan kemudian.

XXXXX

Aku mungkin belum menjadi seorang ayah, tapi sedikit mulai memahami kenapa ridha Allah SWT bergantung pada ridha orang tua. Mereka membesarkan, mendidik, menjawab pertanyaan-pertanyaan kita dengan semampu mereka, kalau dipikir-pikir sebelum mendidik kita, mereka tidak pernah belajar mendidik orang lain.

Aku merasa belum menjadi insan kamil, banyak kesalahan kanak-kanak masih aku lakukan, tapi aku selalu berusaha tidak melakukan tindakan tercela, karena aku meyakini di sana, ayah akan bersedih.

Memiliki orang tua adalah kebahagiaan. Mengetahui kita bersama orang yang menyayangi kita, dan yang mengerti diri kita sampai ke tulang-tulang, dan tidak akan menelantarkan kita bahkan dalam situasi yang paling sulit, itulah hubungan paling berharga yang dimiliki seseorang.

XXXXXX

Katalog Oase:

  1. Taman Kanak-Kanak; 24 Februari 2014;
  2. Lelaki Tua Yang Miskin; 1 Maret 2014;
  3. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  4. Nostagia; 19 April 2014;
  5. Cinta Sebesar Cinta; 10 Mei 2014;
  6. Anak-Anak; 6 Juli 2014;
  7. Lalai; 6 Agustus 2014;
  8. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  9. Pengembaraan; 11 Januari 2015;
  10. Setitik Noktah Di Dalam Noktah; 25 Februari 2015;
  11. Pesan Dalam Cermin; 18 April 2015;
  12. Robotik; 29 April 2015;
  13. Momentum; 18 Mei 2015;
  14. Gaya Abadi; 23 Mei 2015;
  15. Zarah; 11 Agustus 2015;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments

ZARAH

Hari ini masa mudaku, kuhisap tembakau karena ia pelipurku; Jangan salahkan aku, meski pahit tembakau itu sedap, ia pahit karena ia hidupku.

ZARAH

Di akhir penderitaan dalam sejarah panjang manusia, angka yang di dapat hanya satu.

X

Kepada kamu yang pernah menjadi orang yang paling aku sayangi. Ketahuilah, setiap orang pernah terluka. Tidak mungkin kita, dia atau siapapun menjalani hidup tanpa terluka.

Aku selalu membayangkan hal ini, tirai putih yang tertiup angin memandang pucuk daun di luar jendela. Aku terbaring di rumah sakit dalam kondisi tidak bergerak dan hanya merasakan energi dedaunan itu dengan susah payah. Seluruh tubuhku sakit, tapi sebentar lagi operasi yang akan mengakhiri penderitaan akan dimulai.

Waktu operasi akhirnya tiba. Dokter yang akan mengoperasiku pun muncul. Dokter tersebut adalah aku. Tidak usah cemas! Kau adalah aku. Akulah orang yang melakukan operasi itu.

Seperti dokter yang menyebalkan, aku tidak bisa protes karena dia adalah diriku sendiri.

Kau bilang manusia tergoda berbuat jahat akibat pengaruh masyarakat. Kalau terus berpikir seperti itu, kelak akan muncul dokter yang berpikir ini semua gara-gara masyakakat. Kegelapan akan tetap ada.

Menghasilkan uang itu yang paling penting atau bekerja demi hidup atau walau bodoh, asal sepenuh hati tidak masalah. Bayangkan bahwa ditengah masyarakat yang menganut nilai-nilai seperti itu muncul dokter dengan prinsip yang sama.

Tapi alangkah baiknya kalau kau bisa bertahan supaya tidak terseret kedalamnya.

Mengapa? Kita adalah dokter. Ilmuwan yang paling dipercaya tuhan adalah ahli matematikawan, sedang dokter tidak. Aku bukan orang romantis seperti mereka. Melainkan orang yang memegang prinsip realitas. Kau mengerti perbedaannya?

Katanya matematikawan adalah orang yang romantis. Membuat aksioma pembuktian yang tidak memerlukan penjelasan. Matematika eksis karena berdiri di atas setumpuk aksioma.

Ahli matematika selalu memulai dari pembuktian aksioma, setelah itu mereka menciptakan dalil yang akan membuktikan kebenaran pembuktian tersebut. Aksioma para ahli matematika zaman sekarang adalah teori kolektif. Kau tahu apa syaratnya?

Himpunan kosong phi atau nol

Benar, bilangan nol tidak memerlukan pembuktian ataupun paradoks. Seorang dokter sebaiknya mengetahui teori bilangan nol itu, yang juga akhir, kematian. Manusia akan mati itu adalah suatu kenyataan.

Dalam kenyataan ada yang disebut kematian. Kematian adalah sesuatu yang tidak memerlukan penjelasan dan tidak memerlukan paradoks apapun. Orang yang memikirkan hal-hal tak terhingga seperti itu. Adalah orang yang romantis.

Aku bukan orang yang romantis, aku bukan mereka. Padahal hari terang seperti ini. Tapi kata mereka bulan masih terlihat. Kau hanya melihat apa yang ada dalam pikiranmu. Maaf, tapi pemandangan yang kau lihat sama sekali tak terlihat dimataku.

Akan lebih baik bila orang seperti aku yang bercita-cita menjadi dokter mengerti keberadaan bilangan phi itu. Dan sebaiknya manusia mengetahui akan kenyataan keberadaan bilangan kematian (nol)

Tapi coba lihat! Cara pandang manusia dipengaruhi oleh subjektivitas manusia itu sendiri. Biar aku beri satu nasehat. Aku menyampaikan sesuatu yang sepatutnya aku sampaikan. Kelak, pasti kau akan menemui kenyataan.

Rembulan! Kelak kau akan menemukan rembulan. Lebih indah daripada yang pernah kau lihat! Lihatlah! Aku bisa pun akan menggapainya. Meski kita harus patah, harus berpisah, meski kita kembali ke bilangan nol dihidup kita masing-masing.

Saat ini, aku hanya ingin sekali lagi melihat kamu, kenanganku di masa lalu.

XX

Percayalah pada usia tertentu, pada tahap tertentu, seorang pria yang belum menikah bisa menjadi buruk.

XXX

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

KHUSYUK

Dunia ini, waktu, seperti aliran air, kadang-kadang terbelokkan oleh secuil puing, oleh tiupan angin sepoi-sepoi.

KHUSYUK

Andaikan waktu adalah sebuah lingkaran, yang mengitari dirinya sendiri. Demikianlah, dunia mengulang dirinya sendiri, setepat-tepatnya, selama-lamanya.

Biasanya, orang tidak tahu bahwa mereka akan menjalani kehidupan mereka kembali. Pedagang tidak tahu bahwa mereka akan menawar dan menawar lagi. Politikus tidak akan tahu bahwa mereka akan berseru dari mimbar ke mimbar berulang-ulang dalam putaran waktu. Orang tua menikmati sepuas-puasnya tawa pertama anak-anak mereka seolah-olah tak akan mendengar kembali. Sepasang pengantin baru yang pertama kali bercinta malu-malu melepas busana, terkesima oleh paha yang gemulai, puting yang lembut.

Bagaimanakah gerangan mereka tahu bahwa tiap kerlingan rahasia, tiap sentuhan akan berulang tanpa henti, persis seperti sebelumnya?

Sebuah kota, sebuah semesta, demikian juga yang terjadi. Bagaimana gerangan para pekerja tahu bahwa tiap lembar uang, tiap ikat uang, tiap materai, tiap kerusakan yang terjadi dalam perjalanan kembali ke kantong mereka.

Pada malam hari, para pekerja pulang ke rumah atau mampir di kedai kopi, berteriak gembira bersama dengan teman-teman, membelai tiap kesempatan berharga itu bagai membelai zamrud yang dititipkan untuk sementara.

Bagaimana gerangan mereka tahu bahwa tak ada yang sementara, bahwa semuanya bisa kembali? Persis seekor semut yang memutari ulir lampu Kristal, tahu bahwa ia akan kembali kepada semula.

Dalam dunia di mana waktu adalah lingkaran, setiap jabat tangan, setiap ciuman, setiap kelahiran, setiap kata akan berulang persis. Begitu juga dengan peristiwa ketika dua orang sahabat berhenti berteman, ketika keluarga menjadi berantakan, ketika kata-kata busuk keluar dari mulut suami istri yang sedang bertengkar, ketika kesempatan rujuk menjadi sirna karena dibakar api cemburu, atau dosa yang terungkap, ketika janji tak tertepati.

Dan karena segala sesuatu akan berulang kembali di masa depan, maka yang terjadi saat ini telah terjadi pula jutaan kali sebelumnya. Beberapa orang di setiap kota, dalam mimpi mereka, secara samar-samar menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka impikan telah terjadi di masa silam. Merekalah orang-orang yang hidupnya tak bahagia. Mereka merasa bahwa penilaian yang keliru, perbuatan yang salah serta ketidakberuntungan mereka telah mengambil tempat dalam putaran waktu sebelumnya.

Di malam yang sunyi senyap, ia bergumul dengan selimut, tak bisa tidur, dibenturkan pada pengetahuan bahwa mereka tak mampu mengubah satu tindakan pun, bahkan satu gerak tubuh. Kesalahan yang telah mereka lakukan akan berulang secara persis dalam kehidupan ini, sebagaimana kehidupan sebelumnya.

Padahal, jika ia berpikir. Manusia adalah ciptaan-Nya, bagian dari semesta. Semesta yang tercipta dengan energi yang sama ketika ia dihancurkan, maka berbahagialah mereka yang khusyuk. “Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya hal itu memang amat berat. Kecuali, atas orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) orang-orang yang sungguh percaya, bahwasanya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan bahwasanya mereka akan kembali kepada-Nya” (Q.S Al-Baqarah ayat 45-46).

Dunia ini, waktu, seperti aliran air, kadang-kadang terbelokkan oleh secuil puing, oleh tiupan angin sepoi-sepoi. Entah kini atau nanti, gerakan kosmis akan menyebabkan anak sungai berbelok dari aliran utama menuju aliran sebelumnya, namun akhirnya ke hulu jua ia akan bermuara.

Posted in Cerita, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments

RAMADHAN DAN RELATIVITAS

Ramadhan dan Relativitas

Apa yang membedakan Ramadhan dengan bulan lain? Pengalaman akan pengorbanan. Sesungguhnya kebijaksanaan manusia itu teruji oleh berbagai hal. Lapar, lemas, marah. Tidak ada yang mampu menandingi nilai pengorbanan, tidak pengetahuan dan tidak pula pengalaman.

RAMADHAN DAN RELATIVITAS

Orang bijak berkata, “Tuhan memberikan semua masalah yang mudah kepada fisikawan”,menjelaskan secara tidak langsung bahwa ilmu di luar fisika tepatnya yang mempelajari manusia itu sangat rumit.

Rasanya konyol mempertanyakan hal yang bekerja sangat baik. Seperti Elektromagnetis misalnya. Elektromagnetis membingungkan, setidaknya membingungkan Albert Einstein. Ia membayangkan dua orang (Misalnya Penyair dan Barbarossa) membawa kompas magnetik, muatan listrik lewat. Penyair berdiri diam, sementara Barbarossa terbang bersama muatan-muatan itu dengan kecepatan yang sama.

Electromagnetism is confusing, at least confusing Albert Einstein. He envisions two people carrying a magnetic compass, electric charge passes by. one stood still, while another flew along at the same speed.

Jarum kompas Penyair melenceng, tapi jarum kompas Barbarossa tidak! Dari sudut pandangnya muatan-muatan listrik itu tidak bergerak. Atau, Barbarossa terbang dengan memegang sepasang muatan. Ia hanya melihat medan listrik mereka. Namun Penyair (diam) juga melihat medan magnet karena pergerakan itu. Kedua pengamat tidak sepakat mengenai medan yang ada. Pengukuran kita tidak cocok!

Semakin aneh saja, Bila Barbarossa melepaskan kedua muatan tersebut, keduanya saling menjauhi. Namun Penyair melihat keduanya memisah secara lebih lambat daripada Barbarossa, akibat daya tarik magnet. Kedua pengamat itu mengukur kecepatan secara berbeda. Semakin aneh.

Einstein menerbitkan analisis ganjilnya mengenai keganjilan itu pada 1905. Kedua pengamat mengukur kecepatan berbeda, ia berkata sebab dari sudut pandang Penyair, waktu melambat bagi Barbarossa. Benar, bila Barbarossa membawa arloji, Penyair melihat  arloji itu berjalan lebih lambat dari yang dilihat ditangannya sendiri.

Pada kecepatan rendah, arloji hanya melambat sedikit, sehingga tak cukup untuk diukur dengan cara biasa. Namun seiring peningkatan kecepatan Barbarossa mendekati kecepatan cahaya, Penyair melihat arlojinya makin melambat, sampai betul-betul berhenti.

Agar tambah pusing, Einstein juga menunjukkan bahwa benda bergerak bertambah pendek (seturut arah gerakan) dan massa bertambah, seiring semakin dekat kecepatan benda dengan c, panjang menyusut ke nol, dan massa meningkat tanpa batas. Rentetan pemikiran aneh ini, didukung oleh perhitungan yang mantap, dikenal sebagai Teori Relativitas.

Beberapa bulan kemudian, Einstein menerbitkan makalah pendek mengenai massa yang bertambah itu. Sewaktu kita menambahkan energi ke benda bergerak (misalnya mendorong), kecepatan bertambah, lantas massa juga bertambah dalam cara relativitas yang janggal.

E=MC2

Entah bagaimana, sebagian energi yang ditambahkan diubah menjadi massa. Ketika Einstein menurunkan rumus yang menghubungkan massa (m) dengan energi (e) ternyata rumus itu sederhana sekaligus meresahkan : E=MC2. Meresahkan karena c, kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik, maka c2 adalah 90.000.000.000 km2/detik2. Angka yang luar biasa besar, massa yang sangat sedikit berpotensi melepaskan energi jumlah dasyat.

Secara singkatnya, analisis statistika atas gerak atom untuk pertama kalinya bahwa atom dan molekul merupakan benda fisik nyata. Dan ia menjelaskan efek foto elektrik dengan memperlakukan cahaya sebagai aliran partikel (bukan gelombang). Satu lagi gagasan revolusioner memusingkan yang membantu meletakkan landasan mekanika kuantum.

Bagi yang bertanya-tanya apa hubungan antara Teori Relativitas yang melibatkan waktu, massa dan energi dengan terciptanya bom atom mudah-mudahan ini menjawab sedikit pertanyaan.

Ramadhan identik dengan puasa. Puasa terkait dengan waktu. Sebulan dalam setahun, umat muslim yang merasa diri beriman dan berkeinginan menjadi orang yang bertakwa berpuasa. Puasa yaitu menahan diri dari segala yang membatalkannya (seringnya hanya diassosiasikan makan dan minum saja) dari terbitnya fajar sampai tenggelam matahari, dari shubuh ke maghrib.

Apa yang menarik disini? Waktu. Seperti kata Einstein, waktu itu relatif. Maka berdiam diri menunggu waktu berbuka dengan berkegiatan dalam menghadapinya akan berbeda. Manusia juga memiliki massa, dan energi. Oleh karena itu waktu di bulan Ramadhan itu baiknya diisi dengan serangkaian kegiatan kebaikan.

Jika hanya kebaikan, waktu, massa dan energi. Apa yang membedakan Ramadhan dengan bulan lain? Pengalaman akan pengorbanan. Sesungguhnya kebijaksanaan manusia itu teruji oleh berbagai hal. Lapar, lemas, marah. Tidak ada yang mampu menandingi nilai pengorbanan, tidak pengetahuan dan tidak pula pengalaman.

Oh, satu lagi keistimewaan ramadhan. Bom Atom bernama “Lailatul Qadar”. Relativitas waktu yang ajaib dimana semalam menjadi seribu bulan. Di mana seorang anak manusia tercerahkan pada satu malam.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah : 183)

Allah SWT memerintahkan puasa kepada orang-orang yang memiliki iman. Kenapa bukan orang Islam? Karena iman di dalam hati. Berbeda dengan ibadah lainnya, puasa itu tidak bisa dinilai oleh orang lain. Shalat, zakat dan haji terlihat oleh orang lain. Tapi puasa hanya Allah dan orang yang bersangkutan yang mengetahui kebenarannya.

Jadi jika ada orang Islam pada bulan Ramadhan yang tidak berpuasa (diluar mereka yang diringankan), mungkin dia baru ber-Islam belum ber-Iman. Apakah juga dengan berpuasa manusia dapat menjadi manusia bertakwa? Belum tentu, semua tergantung dari kualitas dirinya dalam menjalani ibadah puasa.

Shalat Taraweh selama bulan Ramadhan di Masjid Istiqlal – Jakarta

Ramadhan adalah bulan etika. Ketika manusia menjadi pribadi lebih baik. Kenapa etika? Etika berada diatas hukum yang secara harfiah menilai baik buruk, Ramadhan lebih dari itu. Ramadhan seharusnya membimbing seorang beriman menjadi ideal (takwa). Patokannya adalah ketika seseorang menjadi pribadi yang lebih baik maka ia menjalani Ramadhan dengan sukses.

Apakah saya benar? Entahlah, karena ini semua lebih rumit dari Fisika. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan semoga kita semua menjadi orang bertakwa.

X

Kategori Hikmah:

  1. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  2. Orang Asing Yang Terasing; 3 Februari 2009;
  3. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  4. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  5. Menyerahkan Nasib Pada Takdir; 3 September 2009;
  6. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  7. Menelusuri Sejarah Perang Salib; 30 April 2010;
  8. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  9. Pahit; 8 Maret 2012;
  10. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  11. Nun; 3 Desember 2014;
  12. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  13. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  14. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  15. Momentum; 18 Mei 2015;
Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments

GAYA ABADI

Energy can neither be created nor destroyed; rather, it transforms from one form to another.

GAYA ABADI

You need chaos in your soul to give birth to a dancing star (Friedrich Nietzsche)

Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Itulah dalil yang menjadi dasar hukum kekekalan energi yang dicetuskan oleh Fisikawan Inggris, James Preseett Joule.

Sudah lama terbukti bahwa mesin yang bisa berjalan sendiri (perpetuum mobile) akan tetap merupakan impian indah. Namun perpetuum mobile, yaitu mesin yang sekali bergerak akan melakukan gerakan abadi, hanyalah mimpi yang indah.

Pada setiap gerakan selalu ada gaya penghambat (misalnya gesekan) sehingga energi gerak akan berubah menjadi panas. Panas tidak bisa dikembalikan secara utuh menjadi gerak lagi.

Bahkan di ruang angkasa yang vakum, tidak mungkin ada perpetuum mobile. Memang bisa timbul gerak abadi. Astronout hanya perlu memutar roda sekali dan roda terus berputar. Namun, menurut istilah energi keadaan itu adalah keadaan istirahat. Tidak ada tambahan energi dan tidak ada energi yang berkurang, roda berputar pada kecepatan sama. Kalau roda yang diputar dihentikan, maka yang diperlukan energi yang sama ketika menggerakkan roda tersebut.

Fisikawan legendaris, Albert Einstein menyebut. Salah satu konsep dari teori relativitas, bahwa benda memiliki kecepatan konstan, sejatinya merupakan benda yang relatif diam. Hal ini merujuk pada tulisan Einstein yang tersohor dengan judul asli Zur Elektrodynamik betwegter Kopter terbitan tahun 1905.

Aneh memang, namun masuk akal. Bagi Einstein, benda yang bergerak bukanlah benda yang memiliki kecepatan, tapi benda yang mengalami percepatan, atau kita lebih familiar dengan kata akselerasi.

Dari logika tersebut, kondisi bergerak adalah ketika sebuah benda mengalami peningkatan atau penurunan kecepatan. Bukan pergerakan dari satu titik ke titik lain, melainkan pergerakan dari satu kecepatan ke kecepatan berbeda. Dan perlu diingat, percepatan bukan hanya soal dari kondisi diam ke kondisi bergerak, tapi juga dari posisi bergerak ke posisi diam.

Marilah kita melihat contoh, saat Filipo Inzaghi masih aktif bermain, cobalah jujur pada diri sendiri (meski pun ada seorang Milanisti), apakah anda pernah punya penilaian yang sama dengan seorang Johan Cruyff mengenai mantan pemain Milan dan tim nasional Italia ini?

Super Pippo

“Lihatlah Inzaghi, dia benar-benar tidak bisa bermain sepak bola sama sekali. Dia hanya selalu berada di posisi yang tepat.”

Dengan logika normal, pemain dengan kualitas fisik dan tekhnik seperti Filipo Inzaghi sejatinya ia tidak akan mampu menjadi penyerang papan atas. Bagaimana bisa kagum? Pemain yang lahir dan besar di kota Piacenza ini bukanlah seorang pemain yang bisa mudah dikagumi hanya dengan catatan gol yang fantastis. Ia tidak bisa mengocek satu dua pemain seperti Ronaldo, tidak bisa elastic ala Ronaldinho, tidak biasa free kick macam Beckham, tidak punya keeping ball ciamik layaknya Bergkamp, apalagi punya sihir seperti Messi. Tekniknya adalah salah satu yang terburuk dari semua pemain dunia.

Inzaghi sering berlari-lari tidak jelas di kotak penalti lawan, suka memelas jika di sentuh lawan, terutama jika tidak diberi hadiah penalti. Namun anehnya, di beberapa situasi krusial, tiba-tiba dia mencetak gol, yang sering kali prosesnya begitu buruk, ia berselebrasi dengan begitu emosional seolah-olah baru mencetak gol sensional.

Ia menyebalkan bagi lawan, Roberto Carlos bek legendaris Real Madrid dan Spanyol menyampaikan, “setiap Milan berada dalam kesulitan, mereka mendapatkan jalan keluar dari Inzaghi.”

Kenyataannya Filipo Inzaghi, yang notabene pemain biasa-biasa saja meraih semua gelar bisa diraih pemain sepakbola secara tim. Piala Dunia, Liga Champions Eropa, Juara Liga, Piala Italia, Super Eropa sampai Piala Dunia Antar Klub.

Apa rahasianya? Karena Inzaghi selalu bergerak dalam chaos, dalam gerak tak tentu dan seolah tak berarti. Dengan sering bergerak, selain menciptakan ruang, ia menciptakan kecepatan yang konsisten sekaligus percepatan yang minim. Ia menjaga waktu, agar tak kembali ke titik nol kecepatan. Karena seseorang akan mendapatkan keuntungan karena bakal mampu beraksi lebih cepat dari lawan, apalagi ketika lawan dalam posisi diam.

Kenapa Inzaghi yang menjadi contoh? Bukankah lebih baik jika Bale, Ronaldo, Messi, Robben yang dijadikan contoh. Mereka kerap melakukan hal yang sama, namun kita lupa mereka adalah pemain luar biasa, bukan itu keunggulan mereka. Inzaghi adalah pemain biasa, dan dalam hal ini (hampir) semua manusia adalah makhluk yang biasa-biasa saja.

Bergerak dalam chaos, dalam gerak tak tentu. Yang seolah tak ada keuntungan professional sekalipun, sebenarnya jika dipikirkan dengan seksama adalah persiapan mendapatkan peluang. Dan ketika ia datang, kita berada pada kecepatan tertinggi dan ditambah dengan keberuntungan akan menghasilkan kesuksesan.

Sebagaimana kita tahu rumus kesuksesan adalah persiapan ditambah keberuntungan. Dari pembahasan itulah, menjadi wajar kiranya, jika kita sering mendengar bagaimana pelatih di seluruh dunia hampir selalu meminta pemain-pemainnya untuk bergerak secara dinamis.

Tidak hanya pelatih sepakbola, para filsuf pun menganjurkan begitu. Rasulullah s.a.w mengatakan tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang kubur. Belajar dari apapun, tak mesti dari bangku sekolah adalah proses bergerak menjaga kualitas manusia dalam kehidupan ini.

Sepakbola, kehidupan juga cinta punya filosofi yang sama. Suatu ketika istri saya bertanya, dapatkan mempertahankan cinta kami abadi. Saya bilang tidak! Istri terdiam, cemberut pasti. Karena saya pencinta sepakbola,tahu bahwa bertahan ini melelahkan, menghabiskan tenaga dalam diam.

Saya lebih menyukai menyerang! Dalam arti kata cinta itu harus dipupuk dan disirami dengan kasih sayang sehingga dia akan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Rumah tangga mungkin akan mengalami masalahnya sendiri, bahkan tim paling menyerang sekalipun akan menghadapi situasi bertahan.

Akan tetapi, filosofinya adalah menyerang, bertambah, bertumbuh. Itu akan lebih mudah membuat kita mencapai gaya abadi, gerakan abadi (perpetuum mobile) dalam menjalani kehidupan. Ya, kehidupan sejatinya adalah ujian bertubi-tubi dan tanpa henti, semua itu hanya akan berhenti ketika kita mati. Maka, berkembanglah, bergeraklah menghadapinya. Mungkin ini adalah yang sangat mudah dikatakan namun sulit dilaksanakan, namun percayalah dunia ini tidak ada yang sia-sia. Energi itu abadi.

Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , | 10 Comments

MOMENTUM

Manusia boleh berusaha, dan mungkin gagal. Tapi ada berkah di balik kegagalan itu. kurasa, aku hanya belum memahami itu

MOMENTUM

Life must be lived as play (Plato)

Di dalam diri kita pun ada labirin. Disana kita menabrak dan terus menyusurinya. Tercekik, dan tak tahu arah. Tapi, jika kita bisa melewatinya, kita akan merasa semakin bahagia.

Efek kupu-kupu adalah ketergantungan yang sensitif pada kondisi awal di mana perubahan kecil dalam satu makhluk dari sistem nonlinear deterministik dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian

Efek kupu-kupu adalah ketergantungan yang sensitif pada kondisi awal di mana perubahan kecil dalam satu makhluk dari sistem nonlinear deterministik dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian

Seluruh kejadian di alam semesta merupakan rangkaian kejadian random, menurut hasil penelitian Edward Norton Lorenz pada tahun 1961. Dengan menggunakan bantuan simulasi computer. Lorenz memprediksi keadaan cuaca, awalnya ia membulatkan angka yang diperoleh ke dalam bilangan angka 0.506. Tapi ketika dia memasukkan bilangan decimal yang lebih lengkap yaitu 0.506127. Lorenz mendapatkan hasil yang benar-benar berbeda, yang kemudian mengejutkan Lorenz ternyata angka tersebut dalam prakteknya setara dengan sebuah kepakan sayap kupu-kupu.

Simulasi tersebut menunjukkan bahwa kepakan sayap kupu-kupu pun bisa mengakibatkan atau mencegah badai tornado, sungguh mengagumkan. Hasil temuan Lorentz ini selanjutnya  diberi nama butterfly effect atau efek kupu-kupu. Karena perhitungan yang digunakan Lorentz didasari kejadian-kejadian yang sifatnya acak maka banyak ahli yang mencoba mengartikan fenomena efek kupu-kupu tersebut dalam kehidupan manusia.

Begitu banyak peristiwa yang bisa terjadi terhadap seseorang dari kemungkinan-kemungkinan lainnya. Semua kombinasi peristiwa yang mungkin dialami oleh seseorang merupakan fenomena yang bersifat acak namun saling terhubung satu sama lain.

Segala peristiwa yang terjadi bisa membuka atau menutup peluang terhadap terjadinya peristiwa lain yang lebih besar. Karena kemungkinan-kemungkinan yang dialami oleh seseorang juga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kemungkinan-kemungkinan yang dialami oleh orang lain.

Maka seluruh manusia di dunia ini seolah-olah berada dalam ruang tanpa batas dengan kombinasi kemungkinan yang terbatas jumlahnya. Lucunya manusia, hanya bisa mengerakkan dirinya sendiri, mungkin yang bisa dilakukan manusia adalah sebuah kepakan kupu-kupu. Namun demikian, sebuah gerakan sederhana, sebuah momentum tetap memberikan peluang bagi terciptanya peristiwa-peristiwa penting dalam hidup kita.

Mungkin karena itu juga, dalam agama niat itu sangat penting. Jika dipikirkan dengan seksama mungkin itu pula yang menjadi penyebab bahwa niat baik oleh Allah sudah dihitung berpahala. Maha Kuasa IA yang mampu membaca gerak dalam hati terdalam makhluk-Nya.

Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah berjanji. Demi waktu. Sesungguhnya manusia ini dalam kerugian. Kecuali mereka yang saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Maka sahabat bergeraklah, niscaya alam semesta akan bergetar karenanya.

Posted in Cerita, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , | 14 Comments

ROBOTIK

Sometimes even the wisest of men and machines can be in error

ROBOTIK

Hanya mesin yang bisa “dikuasai” logika

Sebuah cerita bagus membandingkan otak manusia dengan computer. Contohnya ketika kau berjalan di tepi pantai dan sadar bahwa dompetmu hilang. Apa yang akan kau lakukan?

Dalam kondisi demikian, manusia akan menyusuri kembali jejak kakinya untuk mencari dompet. Dengan begitu dirinya akan memperoleh pengalaman.

Tapi computer akan menggunakan mesin pengeruk untuk mengeruk pantai tersebut. Dengan kemampuannya yang akurat. Ini adalah caranya untuk mencari sesuatu di tempat yang luas.

Tapi, dalam cara pikir computer ini ada satu kelemahan. Komputer hanya bisa memprediksi 15 langkah ke depan, selanjutnya dia tidak mungkin bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Karena tidak memiliki apa yang disebut pengalaman.

Perhitungan yang tidak tercapai itu, ibarat munculnya fajar.

Aku menghargai kepintaran dan keanehanmu. Tapi berusahalah supaya tidak berakhir hanya pada keanehan itu. Dan kau akan mampu melintasi cakrawala itu.

Posted in Asal Usil, Cerita, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , | 3 Comments

PESAN DALAM CERMIN

Sebab dalam cermin, manusia seperti melihat sosok lain yang memiliki posisi sebaliknya

PESAN DALAM CERMIN

Bagaimana bisa ia dianggap biasa. Padahal ia adalah keajaiban. Mungkin karena ia terlalu banyak, tak terlalu langka, ditemukan dimana saja. Ia terkalahkan oleh hukum kelangkaan.

Setiap kali matahari menyusuri jalan dari cakrawala ke cakrawala, dan setiap kali bulan mengikutinya, dan tentu saja hari bergulir tanpa peduli akan kehidupan yang mereka ukir di belakang, satu demi satu.

Saat berdiri di depan cermin, kenapa pantulan bagian kanan dan kiri berubah sebaliknya? Kenapa bukan menghadap ke atas dan bawah?

Dunia tempat kita hidup ini mengandung daya gravitasi yang membuat kita terbiasa dengan pemandangan bentuk lain dari “atas dan bawah” Jadi, kita percaya penuh bahwa dunia ini tidak mungkin terdiri dari bagian atas bawah. Karena mudah sekali memastikan bagian atas dan bawah suatu benda.

Itulah salah satu sumber ilusi salah paham tentang kenapa bagian kanan-kiri terlihat sebaliknya di depan cermin.

Ilusi? Berarti kebalikan dari kanan kiri itu sama dengan atas bawah?

Bukan. Sebenarnya, yang dipantulkan cermin juga kebalikan dari atas-bawah. Saat kita yakin dengan bayangan kanan-kiri. Sebenarnya yang terjadi adalah bayangan dalam cermin adalah kebalikan dari atas-bawah.

Karena orang selalu memutuskan bagian atas dan bawah, dengan mudah pantulan kanan-kiri di cermin menjadi terbalik. Tetapi, sebenarnya baik bayangan kanan-kiri dan atas-bawah pada cermin tidak terbalik.

Karena yang terpantul pada cermin adalah bagian depan dan belakang. Manusia lebih menganggap bagian depan-belakang dan atas-bawah sebagai kanan-kiri. Itulah kenapa timbul sangkaan bahwa pantulan cermin adalah kebalikan dari kanan-kiri

Meski berusaha keras, tidak ada makhluk yang bisa melarikan dari kematian selamanya. Ada akhir bagi semua. Sebuah pesan dalam cermin.

Katalog Hikmah:

  1. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  2. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  3. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  4. Orang Asing Yang Terasing; 3 Februari 2009;
  5. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  6. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  7. Menyerahkan Nasib Pada Takdir; 3 September 2009;
  8. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  9. Menelusuri Sejarah Perang Salib; 30 April 2010;
  10. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  11. Pahit; 8 Maret 2012;
  12. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  13. Nun; 3 Desember 2014;
  14. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  15. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
Posted in Asal Usil, Cerita, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN LIMA BELAS

Syair Hikayat Perang Sabi Koleksi Museum Aceh

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN LIMA BELAS

Penolakan Turki menimbulkan pilu dalam hati rakyat Aceh. Turki dipandang sebagai jago negeri-negeri Islam. Mereka menolak membantu, mereka mungkin mau, tapi tak mampu. Belanda melalui siaran propaganda mengambarkan Turki seperti ayan jantan dengan memakai terbus, berlumur darah dan lari dengan bendera bulan sabit dengan bintang di tengah-tengah pada kakinya. Ini adalah penghinaan.

Tapi apa sebab Allah membiarkan kerajaaan Islam terus menerus diperlemah oleh bangsa kulit putih? Apakah itu takdir Allah atau cobaan bagi umat Islam.

Waktu itu, semua pasukan Aceh kebingungan, termasuk aku. Tempat bertanya paling baik yang kami miliki adalah Tuanku Hasyim Bangta Muda, Panglima Besar Angkatan Perang Aceh. Sebelum Sultan yang sekarang berkuasa, beliau adalah orang yang dipilih menjadi Sultan Aceh Darussalam, namun beliau menolaknya. Kesultanan Aceh terdiri dari ratusan kerajaan kecil, dimana setiap raja memerintah berdasarkan keturunan. Namun tidak demikian dengan sang Sultan sendiri yang dipilih berdasarkan pemilihan langsung oleh raja-raja pemilih. Sistem ketatanegaraan Aceh ini kelak dikemudian hari menyulitkan Belanda dalam memetakan Aceh. Sampai seorang peneliti Snouck Hurgronje menyusun laporan terperinci tentang Aceh, De Atjeher.

Godaan berkuasa itu begitu besar, dan siapapun itu tak pernah bisa tidak mendengar orang yang menolak berkuasa.

Waktu aku berkunjung ke markas besar pasukan Aceh, kutanyakan hal takdir Allah itu kepada Panglima. Aku menceritakan perdebatan kami di garis depan, tentang keluhan mereka terhadap Turki yang lepas tangan terhadap nasib Aceh Darussalam.

Keterangan gambar :
Gambar ini dibuat oleh pelukis Sekargunung (Heru Wiryono) pada tanggal 26 Maret 1964 menurut petunjuk-petunjuk seorang cucu almarhum berdasarkan rupa yang disifatkan oleh orang-orang tua yang melihat sendiri almarhum Tuanku Hasyim Bangta Muda, diantaranya : Pocut Meurah yaitu janda dari Sultan Alaidin Mahmudsyah II yang meninggal dunia pada hari Jum’at tanggal 22 April 1955 (29 Sya’ban 1374 H); Tengku Ratna Keumala yaitu anak kandung dari almarhum Tuanku Hasyim Bangta Muda yang meninggal dunia pada hari Senin tanggal 22 November 1954. Tengku Imeuem Gading yaitu seorang prajurit setia yang selalu bersama Tuanku Hasyim Bangta Muda untuk menjaga makan-minum almarhum yang meninggal dunia pada hari Kamis tanggal 20 Februari 1964 dikampung Sei. Serai, Pangkalan Siata (Sumatera Timur).
Gambar ini sesudah siap dilukis pernah dilihat oleh beberapa orang tua yang mengenal rupa Tuanku Hasyim Bangta Muda karena pernah melihat almarhum dengan mata kepalanya sendiri, diantaranya : Tengku Muhamad Husin Reubee, Teuku Raden Tanoh Abee, dan lain-lain, dan mereka menyatakan bahwa gambar itu adalah gambar almarhum Tuanku Hasyim Bangta Muda.

Tuanku Hasyim Bangta Muda menjawab, bahwa segala yang terjadi di dunia ini sudah ditakdirkan Allah. Sudah ada suratannya terlebih dahulu. Tetapi manusia dalam perbuatannya bukanlah mesin saja. Tuhan memberikan kita akal untuk menimbang baik dan buruk. Sungguhpun sudah ada suratan hidupnya, manusia dianugerahi dengan berbagai sifat dan bakat yang berlain-lain susunannya dari orang ke orang.

Dengan akal dan keleluasaan yang diperoleh dari Allah ia dapat mengembangkan sifat-sifat yang ada padanya. Ada dalam tubuhnya nafsu untuk berbuat baik dan ada pula hawa nafsu untuk berbuat jahat. Allah menciptakan syaitan yang senantiasa menggoda manusia, mempengaruhi ia ke jalan yang jahat dan salah, tetapi tuhan menurunkan nabi-nabi sebagai pemimpin di dalam kitab suci jalan mana yang harus ditempuh.

Percaya kepada Allah, selalu berjalan di atas jalan Allah dan senantiasa melakukan pekerjaan baik adalah jalan untuk membebaskan diri dari godaan syaitan dan bisikannya yang jahat. Hidup di dunia yang fana ini menjadi latihan bagi manusia untuk hidup di akhirat. Dalam latihan itu manusia bebas memilih, sebab ia sudah diperlengkapi akal.

Segala pahala dan dosa yang diperbuatnya ditimbang dengan adil untuk menempatkan tempatnya di akhirat. Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang senantiasa mengampuni dosa hambanya yang bertaubat. Karena manusia berakal, diberi keluasaan dalam memilih baik dan buruk dalam menuju suratan hidupnya maka jangan semuanya ditimpakan ke Allah. Segala perbuatan yang salah ada kelanjutannya, yang menambah jauh kedudukan dari kebaikan. Sementara kedudukan itu mungkin merupakan kebesaran, tapi kebesaran itu juga mungkin jauh sekali dari kebaikan. Lihatlah misalnya Firaun. Betapa besar kekuasaannya, betapa gagah kekuasaannya, tetapi karena jauh sekali dari kebaikan dan keadilan Illahi, ia berakhir dengan kerubuhan dan menjadi orang yang terhina di mata sejarah.

Andalusia di Spanyol dan Baghdad di Irak kesohor dalam sejarah sebagai puncak kebesaran Islam sepeninggal Nabi Muhammad. Tetapi sesudah itu kebesaran Islam mundur, karena pembesar-pembesar Islam gila kebesaran, lupa daratan dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah.

Lukisan Istanbul, ibu kota Turki Ustmani pada tahun 1860.

Lukisan Istanbul, ibu kota Turki Ustmani pada tahun 1860.

Tentang Turki beliau berkata bahwa Turki besar karena jiwa Islam, tetapi Sultan-Sultan Turki menganggap kebesaran itu untuk dia, melakukan kezaliman dan menjauhkan perbuatan menurut keadilan Illahi. Kemunduran negeri itu boleh dikatakan akibat daripada kesalahan yang diperbuat oleh Sultan-Sultannya. Entah dimana akhirnya, wallahualam. Tuhan Maha Kuasa, Maha Adil. Orang Islam harus menanamkan dalam hatinya, bahwa yang besar hanya Allah, Tuhan seru sekalian alam. Manusia itu kecil seperti sebutir pasir di padang pasir. Tahulah kita akan kekecilan kita. Hanya amal yang baik dapat kekal, kekal dalam dunia dan akhirat. Beliau menyertai perkataan beliau itu dengan berbagai ayat Al Quran yang tak dapat kutangkap isinya, tetapi aku mengerti maksudnya yang diuraikan itu.

Baru pertama sekali aku mendengar perkataan seperti itu, terutama pandangan beliau terhadap perkembangan Islam dan kedudukan negeri Turki. Disisi lain timbul semangatku, namun timbul pertanyaanku. Dulu Aceh Darussalam jaya, sekarang tidak sekuat dulu. Apakah kita sama seperti bangsa Turki?

Beliau tersenyum, entahlah katanya. Terkadang kita mudah menilai orang lain, tetapi sulit menilai diri sendiri.

X

Teruntuk Tuanku Hasyim Bangta Muda, Panglima Perang Aceh yang paling ditakuti oleh Belanda, yang paling brilyan. Dan jika saja Belanda tidak memiliki mata-mata yang lihai maka ekspedisi Belanda kedua pimpinan Van Swieten pasti gagal. Namun dilupakan oleh sejarah.

pena mereka tiada menggubris

melukis rona perjuanganmu

sukma mereka tiada menangis

menembang sayu lagu wafatmu

XX

KATALOG RISALAH SANG DURJANA

  1. BAGIAN SATU;
  2. BAGIAN DUA;
  3. BAGIAN TIGA;
  4. BAGIAN EMPAT;
  5. BAGIAN LIMA;
  6. BAGIAN ENAM;
  7. BAGIAN TUJUH;
  8. BAGIAN DELAPAN:
  9. BAGIAN SEMBILAN;
  10. BAGIAN SEPULUH;
  11. BAGIAN SEBELAS;
  12. BAGIAN DUA BELAS;
  13. BAGIAN TIGA BELAS;
  14. BAGIAN EMPAT BELAS;
  15. BAGIAN LIMA BELAS;
  16. BAGIAN ENAM BELAS;
  17. BAGIAN TUJUH BELAS;
  18. BAGIAN DELAPAN BELAS;
  19. BAGIAN SEMBILAN BELAS;
  20. BAGIAN DUA PULUH;
  21. BAGIAN DUA PULUH SATU;
  22. BAGIAN DUA PULUH DUA;
  23. BAGIAN DUA PULUH TIGA;
  24. BAGIAN DUA PULUH EMPAT;
  25. BAGIAN DUA PULUH LIMA;
  26. BAGIAN DUA PULUH ENAM;
  27. BAGIAN DUA PULUH TUJUH;
  28. BAGIAN DUA PULUH DELAPAN;
  29. BAGIAN DUA PULUH SEMBILAN;
  30. BAGIAN TIGA PULUH;
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 32 Comments

BAGAIMANA MENGUBAH TIMAH HITAM MENJADI EMAS

Sajak ini untuk mengajarkan, seperti apa "manusia tidak berguna" saat menghadapi masalah

Sajak ini untuk mengajarkan, seperti apa “manusia tidak berguna” saat menghadapi masalah

BAGAIMANA MENGUBAH TIMAH HITAM MENJADI EMAS

Abad Pertengahan, waktu itu, Fisika dan Kimia murni tersudut di Eropa karena dianggap berbeda dengan kitab suci. Ilmu tersebut saat itu berkembang pesat di dunia Arab. Namun seiring berjalannya waktu, ilmu kimia makin popular di Eropa dan semua berlomba mencari cara mengubah timah hitam menjadi emas.

Seorang Alkemis Eropa berpikir, “aku menginginkan lebih banyak ilmu Fisika dan Kimia. Ilmu mengubah timah hitam menjadi emas, sepertinya ilmu itu ada di Arab.”

Sementara di Kerajaan Sisilia. Para Ilmuwan Eropa berhubungan dengan dunia Arab sambil mempelajari Fisika dan Kimia murni. Ia menuju kesana dan mencari seorang sarjana Arab terkemuka.

Seorang Alkemis Eropa bertanya kepada sarjana Arab. “Bagaimana mengubah timah hitam menjadi emas?”

Sarjana Arab membalas dengan sajak aneh.

dan air menjawab, biar aku menjaga api

supaya semua tidak lenyap dalam kebakaran, akulah air yang melindungi dari api

api menjawab, biar aku yang menempa besi

karena alat-alat pertanian sangat dibutuhkan, akulah api yang akan menempa

besi menjawab, aku akan melindungi pohon

akulah besi akan menjadi pagar yang melindungi pucuk daun agar tak dimakan kambing

pohon menjawab, aku akan menyimpan persediaan air

akulah sang pohon akan menyimpan air, supaya gunung tidak longsor meski hujan deras

terakhir pohon pun bertanya, lalu apa kegunaanmu kalau tidak melakukan apa-apa

Siang malam Alkemis Eropa memikirkan arti sajak tersebut, ia menemukan ada hal yang janggal dalam sajak tersebut, dan kembali menemui sarjana Arab tersebut.

“Di dalam sajak ini, ada sosok penanya misterius. Siapakah dia?” Tanya Alkemis Eropa.

“Tidak ada, karena yang muncul didalam sajak hanya air, api, besi dan pohon.” Jawab Sarjana Arab.

“Apa maksudnya?” Alkemis Eropa bingung

“Coba ingat lagi isinya!” Sarjana Arab menjawab tenang.

“Jelas ada penanya lain.”

“Kuncinya ada ada di bait terakhir! Terakhir pohon pun bertanya. Karena pohon yang terakhir bertanya, berarti ada beberapa pertanyaan bukan? Karena struktur sajak itu kamu beranggapan ada penanya misterius.”

“Maksudnya?”

“Sebenarnya, jawaban pohon adalah jawaban dalam bentuk pertanyaan balik kepada besi. Jika kita melihat lawan bicara terakhir pohon dalam alur sajak itu.”

“Terus artinya?”

“Air memadamkan api, api menempa besi, pohon menyimpan air, semua adalah peristiwa alam. Tapi, Cuma besi yang mencegah makan rumput yang berlawanan, karena kambing memakan rumput itu adalah sesuatu yang alami.”

“Apa hubungan dengan bagaimana cara mengubah timah hitam menjadi emas?” Tanya Alkemis Eropa.

“Jawabannya adalah itu melawan kehendak alam, demikianlah.” Sarjana Arab menjelaskan

Di saat bersamaan. Eropa dan Arab beberapa kali terlibat pertempuran yang sama-sama merupakan perang suci. Akhirnya hubungan kedua pihak memburuk, dan para sarjana Arab di usir dari Sisilia.

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  16. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  17. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  18. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  19. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  20. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  21. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  22. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  23. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  24. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  25. Ashura; 13 Februari 2013;
  26. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  27. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  28. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  29. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  30. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  31. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  32. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  33. Perjalanan; 29 November 2013;
  34. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  35. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  36. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  37. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  38. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 53 Comments