Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Risalah Sang Durjana

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN EMPAT

Bandar Aceh Darussalam, Nopember 1874.

Teuku Uma 1896
Risalah Sang Durjana

Akhirnya aku sadar akan perasaan ini, akhirnya aku mengalaminya. Ternyata sang Durjana pun akhirnya menetapkan pikiran. Selama ini aku ragu akan menghadapi hari ini. Padahal tak pernah sekalipun kuragu terhadap apapun kecuali tentang hal ini. Luasnya samudera tak pernah membuka mataku, jauhnya jarak kulalui tak pernah membuatku tersadarkan akan sesuatu hal yang penting ini.

Akhirnya aku paham perasaan ayahku, pada saat pertama kali bertemu dengan ibuku. Tiada beda perasaan seorang petani dengan seorang lanun. Menghadapi hari ini terasa gemetar, antusias dan gugup beraduk dalam perasaan anak manusia.

Aku tersenyum dan membuang rasa takut ke langit-langit, tapi tak bisa.

Kenapa aku bisa melupakan hal yang sebegitu penting, aku tak boleh menyerah. Banyak hal yang telah aku pelajari, cara dan semangat. Saat melawan musuh yang lebih besar, menyelinaplah di daerah penjagaannya dan gunakan kesempatan. Aku tidak akan menang kalau berpikir tidak akan menang, begitu juga sebaliknya.

XXXX

KATALOG RISALAH SANG DURJANA

  1. BAGIAN SATU;
  2. BAGIAN DUA;
  3. BAGIAN TIGA;
  4. BAGIAN EMPAT;
  5. BAGIAN LIMA;
  6. BAGIAN ENAM;
  7. BAGIAN TUJUH;
  8. BAGIAN DELAPAN:
  9. BAGIAN SEMBILAN;
  10. BAGIAN SEPULUH;
  11. BAGIAN SEBELAS;
  12. BAGIAN DUA BELAS;
  13. BAGIAN TIGA BELAS;
  14. BAGIAN EMPAT BELAS;
  15. BAGIAN LIMA BELAS;
  16. BAGIAN ENAM BELAS;
  17. BAGIAN TUJUH BELAS;
  18. BAGIAN DELAPAN BELAS;
  19. BAGIAN SEMBILAN BELAS;
  20. BAGIAN DUA PULUH;
  21. BAGIAN DUA PULUH SATU;
  22. BAGIAN DUA PULUH DUA;
  23. BAGIAN DUA PULUH TIGA;

 

Advertisements
Advertisements

29 thoughts on “RISALAH SANG DURJANA BAGIAN EMPAT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: