THE GHOST AND THE DARKNESS

Keangkuhan Iblis

A ghost who is hovering over the dark night looking for the victims.

THE GHOST AND THE DARKNESS

Ghost, according to the common sense that circulated in the community is the soul of the deceased, this tradition may be derived from the Hindu-Buddhist heritage in ancient Indonesia is a sign that the deceased person has not reached the perfect level to reach nirvana so that haunts in the world.

Ghosts, the Indonesian version, of course, is very different from the American version of the monsters who arguably have no cultural roots in their country. In Indonesia, Ghosts, scared everywhere, in the villages of parents scaring their children with ghosts and also in the city.

Indonesian ghosts such as Kuntilanak, Genderowo, Tuyul, and the like are more horrible than the American Ghosts like Candyman and the ghosts of other country versions, it also shows that our country is rich in ghost stories.

Ghost, ironically has no basis in Islam, Islam which is the religion of the majority of the population of this country. Although Islam acknowledges the existence of supernatural beings such as Genie, Satan, and Devil but the literature on the dead is resurrected is impossible in religious doctrine. Is it a big question why the majority Muslim population actually believes in something that is not recognized by their religion?

A ghost may be a magical creature like a genie, who identifies with a deceased person to deceive the living as if the person is rising from the grave.

Ghosts, today promises multiple benefits. Do not believe Look at our filming is full of ghosts. The ghost of today also calls the young generation to yell in the cinema after paying the tickets.

The low cost of filmmaking and the doubling of profits makes manufacturers compete for horror movies, no matter it’s done without deep research, no matter the constantly pressing criticism, their nature is like a ghost, no matter. The principle is “No ghost movies are losers, all are profitable.”

Ghosts are basically those who do not deserve to exist in the world, talking about it is a waste of time, let alone watching it.

Translate From: Hantu

Advertisements
Posted in International, Opinion | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

TARIKH ACEH DAN NUSANTARA

TARICH ATJEH DAN NUSANTARA; oleh H.M. Zainuddin;

TARIKH ACEH DAN NUSANTARA

TARICH ATJEH DAN NUSANTARA; oleh H.M. Zainuddin; Jilid 1; Cetakan Pertama; Penerbit Pustaka ISKANDAR MUDA Medan Jalan Amaliun nomor 14 A; Tahun 1961.

Free Download buku Tarikh Aceh dan Nusantara

TARICH ACEH DAN KESULTANAN NUSANTARA – H.M ZAINUDDIN

Review buku Tarikh Aceh dan Nusantara

Suku bangsa Aceh termasuk kedalam lingkungan rumpun bangsa Melayu, yaitu bangsa-bangsa : Mante (Bante), Lanun, Sakai Djakun, Semang (orang laut), Senui dan lain-lain jang berasal dari negeri Perak dan Pahang dari Tanah Semenandjung Melaka. Bangsa-bangsa ini menurut ethnologie, ada hubungannja dengan bangsa Phonesia di Babylonia dan bangsa Dravida dilembah sungai Indus dan Gangga. Yang mungkin juga orang Batak/Karo pun berhubungan rapat dengan bangsa ini dan ada kemungkinan pula perhubungan rapat dengan bangsa Gayo dan Alas.

Baca Juga : Hikayat Suku Mante

Satu keterangan lain menerangkan tentang bangsa Mante jang tersebut diatas, terutama penduduk Aceh Besar. Menurut cerita orang-orang tua (mythe), berkediaman dikampung Seumileuk jang djuga disebut kampung Rumoh Dua Blaih (Kampung 12 Rumah), Ietaknya diatas Seulimeum antara kampung Jantho dengan Tangsé. Seumileuk artinja dataran jang luas. Bangsa Mante inilah yang berkembang biak keseluruh Aceh dan kemudian berpindah ke berbagai  tempat.

Download e-book lainnya

Sebagaimana pulau Jawa, Sumatera walaupun sedikit mengalami juga pengaruh Hindu, akan tetapi pengaruh itu selalu ditekan oleh pengaruh Islam (Arab). Sjam (Suriya atau Sureën kata orang Aceh) yang banyak berdagang di pasar-pasar, mereka dalam kepercayaan berdasarkan syariat Nabi Ibrahim a.s  yang senantiasa bertentangan dengan kepercayaan orang-orang Hindu.

Asal Nama Negeri Aceh

Sesudah sekitar tahun 400 Masehi, Sumatera bagian Utara dinamai orang Arab : Rami (Ramni), oleh orang Tionghoa : Lan-li, Lan-wu-li dan Nan-poli.  Nama sebenarnja sebutan Aceh adalah Lam Muri, oleh sejarah Melaju: Lambri (lamiri) dan oleh Marco Polo disebut Lambri. Sesudah kedatangan Portugis, nama Lambri tidak tersebut lagi. melainkan Achem (Aceh). Orang Portugis dan Italia biasanya mengatakan Achem, Achen, Acen dan orang Arab menyebutkan lagi : Asji, atau juga dengan Dachem, Dagin, Dacin. Penulis-penulis Perancis mengatakan : Achem, Achen, Achin, Acheh, orang Inggeris menyebut : Atcheen, Achheen. Achin dan akhirnya orang-orang Belanda menjebutkan : Achem, Achim, Atchin, Atchein, Atjin, Atsjiem, Atsjeh dan akhirnya menjadi Atjeh. Orang Aceh sendiri mengatakan “Atjeh”. Begitu pula nama daerah ini tersebut didalam Tarikh Melayu, Undang-Undang Melayu, didalam surat-surat Aceh lama (Sarakata) dan pada mata uang Atjeh, emas (derham), uang timah (keueh) tertulis Atjeh. Tentang asal nama ini belum ada keterangan atau penelitian jang menjelaskan lebih rinci.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017
Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Download, E-Book, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 26 Comments

FRIENDSHIP BETWEEN GOATS AND WOLVES

So, be careful of any behavior of people who are clearly contrary to the principle of his life.

FRIENDSHIP BETWEEN GOATS AND WOLVES

Once upon a time, there lived a farmer named Mansyur. He also keeps the goats. He was very happy when his goat gave birth to a daughter. A good sign, because in some time, of course, the goats will grow.

One day when the Mansyur entered the forest looking for wood, he found him under a tree there was a wolf-boy. He pity, because the wolf boy is very thin, maybe his mother died, shot by hunters. wolf children brought home, then given goat’s milk. Thus after a long time, the wolf’s child was healthy, it was apparent that the wolf and the goat’s child had played together, like twins.

Mansyur thinks, apparently between wolves and goats can be preached. Probably because on the body of the wolf’s child, has been flowing goat blood for milk from the mother goat. So for a while, the two are getting bigger and the relationship between them is good.

One time Mansyur and his wife went to the market, selling their crops. Mother goat is tied to a tree in front of the house. In the afternoon Mansyur returns. He heard the mother goat thrashed for his son. The goat and the wolf’s child, look no further, no matter where it goes.

Soon Mansyur looked into the forest behind the house. To her surprise, when he met the goat, lay down, and goat neck was bitten. It was obvious who had pounced on her, the wolf-boy who had disappeared into the wilderness right then and there.

Feeling sorry and irritated, he brought the corpse of the goat into the house to be buried, and in the heart of Mansyur impression. “That, however, there is no use for the good of people of different souls and instincts, then the hostile person is always looking for an opportunity to kill his friend.”

So, be careful of any behavior of people who are clearly contrary to the principle of his life.

Translate From: Persahabatan antara kambing dan serigala

Posted in Fiction, International, Story | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

MENANTIKAN BAYANG-BAYANG

Bayang-bayang

MENANTIKAN BAYANG-BAYANG

Dari dulu hingga sekarang

Dalam hati terus mengenang

Mimpi-mimpi yang menggelandang

Tak lepas tak menghilang

 

Sebagian rasa masih terbayang

Terpasung kuat didalam dada

Sebagian rasa seakan melayang

Tiada membekas direlung jiwa

 

Kemana semua keberanian terbang

Semakin lama semakin terbuang

Didiriku yang pasrah sekarang

Hanya duduk terpaku mengenang

 

Dimanakah kiranya terpatri namamu

Duhai bayanganku yang menghilang

Kunantikan kembalinya dirimu

Hingga akhir hayat menjelang

 

                                                                           Banda Aceh, Minggu 17 Nopember 2002

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

NOMOR 48

Ayah adalah pilihan terbaik yang diberikan Allah S.W.T.

NOMOR 48

Tahun 1994 rumah kami selesai diplester keseluruhan, saat itu Abu berumur 10 tahun. Di samping pintu ayah mengecat nomor rumah, nomor 48. Setelah sekitar 5 tahun tinggal disini, rumah kami tidak berbentuk batu bata lagi. Tentu bukan sebuah rumah paripurna, plafon belum ada, halaman masih berupa timbunan batu-batu bekas cor dan pagar masih menggunakan kawat bekas yang berkarat, dan bekas papan mor digunakan sebagai pagar.

Ada kebanggaan di matanya, sesuatu yang tak pernah lekang dari ingatan Abu. Tahun-tahun itu adalah sebuah romansa yang tak akan pernah terulang, setelah kami pindah dari Meulaboh dan sempat menumpang di rumah nenek di Seutui, lalu kami pindah ke rumah sendiri yang masih berlantai pasir hitam, tanpa listrik. Antara tahun 1990-1991 bahkan belum ada listrik, Abu belajar dengan lampu teplok, akibatnya bulu hidung sering hangus. Tokh, tapi itu bukan masa-masa pahit yang patut disesali melainkan sebuah nostalgia penuh dengan canda tawa.

Ayah juga adalah guru mengaji pertama kali Abu, setiap pukul 19.00 WIB kami wajib mematikan televisi 14 inchi hitam putih merk National untuk bersila belajar alif-ba-ta bersama beliau setiap hari. Tak peduli betapa populernya film-film serial di TVRI ketika itu, seperti Highwayman, Street Hawk atau Friday the 13th kami sangat jarang bisa menontonnya, hanya bisa ketika beliau bertugas keluar kota. Sampai dengan tahun 1995 ketika Abu diserahkan ke tengku untuk belajar mengaji lebih lanjut.

Ayah memiliki karakter yang sangat unik, beliau tidak pernah menonton TV kecuali acara berita. Berita Malam, mengajar kami mengaji dan diakhiri dengan Dunia Dalam Berita adalah ritual abadinya setiap malam.

Nomor 48 adalah pilihan beliau untuk rumah kami, tak peduli bahwa kawasan tempat kami tinggal cuma ada sekitar 20 rumah. Dan kampung kami ternyata tidak urut, rumah disamping bernomor 8, sedang didepan rumah kami malah bernomor 17. Kampung kami tidak dibangun oleh pengembang jadi setiap orang menentukan sendiri nomor rumah masing-masing. Ini adalah semacam kemerdekaan, silahkan pilih nomor yang belum dipilih, diperlukan waktu bertahun-tahun bagi kampung kami untuk memiliki rumah bernomor 10 misalnya. Tapi kekacauan ini tidak pernah membingungkan pak pos, setiap surat diantar tepat ke alamat. Menurut Abu, sistem pos di Indonesia adalah sebuah keajaiban di dunia. Kelak, ketika TIKI, JNE dan banyak jasa ekspedisi lain muncul belakangan, kesetiaan Abu terhadap segala jenis pengiriman surat atau barang tetap milik PT. Pos Indonesia.

Waktu itu kami hidup sangat sederhana, sebuah televisi hitam putih dan sebuah vespa biru adalah dua barang paling berharga di rumah. Kami hampir tidak pernah jajan di luar, segala macam jenis jajanan seperti KFC, Es Teler 77 dan sebagainya akan dibuatkan tiruannya oleh mama. Kalaupun ada jajanan yang dibeli adalah mie rebus, alasannya sederhana yaitu isinya banyak jika dibeli bungkus. Atau martabak telur, bersama 4 adik-adik kami biasa berbagi, sebungkus untuk dua-tiga orang, agar kenyang dicampur dengan nasi.

Ayah tak pernah berniat menjadi kaya, bahkan bercerita kepada Abu bahwa ketika kecil pernah berdoa dengan sungguh-sungguh agar tidak diberi cobaan kekayaan. Itu karena ketika kecil dikampungnya ayah melihat betapa anak-anak orang kaya tidak bahagia, berkelakuan buruk, arogan dan manja, malah ketika orang tuanya meninggal berebut harta.

Abu protes, “bagaimana jika orang yang sudah miskin dan tidak bahagia!”

“Kita tidak kaya, apa kamu tidak bahagia?” Tanyanya.

“Bahagia ayah!”

Ia tersenyum, merasakan bahwa telah mencapai keinginannya. Sebenarnya dalam hati kecil Abu ada rasa malu, ketika diantar ke sekolah dengan vespa birunya. Sedang anak-anak lain diantar dengan mobil atau minimal dengan astrea grand. Atau kadang-kadang Abu merasa betapa kumuhnya baju dengan kerah yang koyak akibat terlalu kuat disikat dakinya, atau lengan baju sekolah berumbai-umbai dibandingkan dengan teman-teman yang bajunya setiap hari satu baju. Abu satu baju untuk seminggu. Tapi melihat ayah tersenyum, Abu merasa bahagia dan sejak hari itu berjanji dalam hati tidak akan pernah merasa inferior terhadap siapapun, seterbatas apapun keadaan ekonomi kami.

Tahun 2003 pagar rumah kami selesai, ayah mengecat nomor 48 didindingnya. Abu masih belum mengerti mengapa angka 48? Tapi ternyata setiap angka adalah pertanda, layaknya Al-Quran yang dapat dijelaskan keajaibannya melalui angka-angka di dalamnya. 48 adalah angka yang tak pernah dicapai ayah, pada tanggal 4 April 2004 di usia 47 tahun ayah meninggal dunia.

Waktu itu Abu berusia 20 tahun sedang bersekolah di Medan, kaget dan tak percaya ketika menerima telepon itu. Padahal seminggu sebelumnya Abu pulang ke Banda Aceh untuk membezuk beliau yang sedang sakit, bahkan ketika Abu akan berangkat ke terminal terlihat beliau semakin segar wajahnya dan menampakkan tanda-tanda kesembuhan.

Ayah perkasa yang pada suatu hari mengeluarkan selembar uang lima ribuan, waktu itu bergambar Teuku Umar ia berkata: “Tahukah kamu, ketika uang pertama ditempa iblis sangat bergembira. Ia menciumi koin pertama seraya bersumpah, bahwasanya aku (iblis) telah ridha jika engkau (uang) lebih dipertuhankan dibandingkan aku. Itu semua aku lakukan agar kita dapat melawan penghambaan manusia kepada Tuhan semesta alam yang sesungguhnya yaitu Allah azza wa jalla.”

Dan kini ayah telah tiada.

Abu mengetahui sejak hari itu bahwa seumur hidupnya ayah telah menahan diri terhadap sekutu iblis tersebut. Hal yang coba dipertahankan sampai ia menghembuskan nafas terakhir. Ayah adalah seorang pejuang hebat, menjadi pilihan terbaik yang diberikan Allah S.W.T kepada Abu.

Dalam hidup adakala Abu merasa lemah dan kalah, ada saat dimana kekuatan hati manusia tak terlalu tangguh menghadapi dunia. Abu berusaha memejamkan mata, mengingat masa lalu, masa-masa ketika Abu memeluk erat-erat ayah dari belakang ketika diantar kesekolah dengan vespa biru butut itu. Mencoba meresapi kebijaksanaan yang belum utuh menyeluruh Abu serap.

Nomor 48 mungkin tidak berarti apa-apa bagi sebahagiaan besar orang. Tapi angka tersebut adalah sebuah pengingat, sebuah warisan semangat. Salah satu harta yang berharga yang diwariskan ayah. Entah anakmu akan tangguh seperti engkau, namun jika Abu terus berusaha berjuang untuk melawan godaan itu, itu semua karenamu ayah tercinta.

Petualangan Abu lainnya

Posted in Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

IS THIS LOVE

When her smiles it will look beautiful sparkle dazzling, more beautiful than diamond de beers.

IS THIS LOVE

She is an embodiment of different, indifferent nature. Her face was as calm as the lake of unexpected depth for anyone. Her is the proof why the statue of the Venus goddess is always adored in her silence, perhaps she is not the most beautiful creation of god but she is the most mysterious at least to me.

Behind her red lips are like an Australian apple stuck to the tongue like a bayonet army ready to slice off the ears. Words are just a game for her beautiful voice. Not rough, not soft, not hard, not crunchy only short and bitter. The defense as strong as the fortress of Constantinople actually adds to her appeal.

When her smiles it will look beautiful sparkle dazzling, more beautiful than diamond de beers. But because of the preciousness that so rarely does it, for me, the period is even longer than the cycle passing Halley’s comet through the earth. I do not want to miss a single chance to see it.

Originally ordinary, which man likes women with sharp eyes? It’s possible, but a strange man of course. So why? It’s all because of a dream. Somehow I could dream of her in a deep night of silence.

Feeling jerks, because according to Fritz Paris “Dreams … It is a message from and for yourself.” O woman of Venus manifestation, please go back to Greece, why do you tease me from this tropical country, how can I not stand it?

As a result, the whole body feels different, the heart feels “rock on roll” by just remembering her name. Feeling the body becomes strange, memory in the head always remember her face, seemed to have left if not yet met her. Behind the iron mask and the armor I wore felt this chest vibrate greatly.

Is this the name Love? I do not know because it’s been a whole new life now experiencing this. Where’s the mental steel I have been proud of? Why melt when you meet her. What a mess! It feels and feels overlapped. I want but also shy, I am brave but also afraid.

Where should I look for answers? All the books that have been read do not explain it. Experience nil, ask also embarrassed. Then I tell you.

When her smiles it will look beautiful sparkle dazzling, more beautiful than diamond de beers.

Translate From: Inikah Cinta

Posted in International, Poetry | Tagged , , , , , , | Leave a comment

SEJARAH JONG ISLAMIETEN BOND

Foto Para Tokoh Jong Islamieten Bond pada Museum Sumpah Pemuda

SEJARAH JONG ISLAMIETEN BOND

Latar belakang kehidupan dan pendidikan zaman Kolonial Belanda

Pada tahun 1920-an pandangan kaum terpelajar bangsa Indonesia terhadap agama Islam sangat negative, kurang perhatian dan kurang perhargaan. Golongan terpelajar yang mendapatkan pendidikan dan pelajaran pada lembaga-lembaga Barat. Waktu itu, sejak dulu sudah ada lembaga-lembaga tradisional seperti pesantren, pengajian dan madrasah terbawa oleh zamannya. Maka tidak saja pandangan, tapi juga karena keadaan bahwa seseorang akan dianggap maju apabila mendapatkan pendidikan dari lembaga-lembaga pemerintahan kolonial Belanda atau yan serupa.

Sekolah yang harus ditempuh adalah (HIS) Hollands Inlandsche School, sebagai sekolah terendah sekitar 7 tahun. Lulusan sekolah ini sudah dapat bekerja sebagai klerk pos dengan gaji f 60 perbulan. Kemudian dapat disambung ke sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), setingkat SMP sekitar 3 tahun, kemudian dapat diteruskan ke (AMS) Algemene Midddelbare School, setingkat SMA juga 3 tahun lamanya.

Kemungkinan sekolah tidak terbuka luas kepada pribumi, disebuah kabupaten hanya ada satu HIS dengan jumlah murid 250 orang, semakin keatas semakin kurang, sekolah MULO diseluruh Hindia Belanda tidak sampai 100 sekolah, sedang ALS hanya ada beberapa. Perguruan Tinggi pada tahun 1920 hanya ada satu, Sekolah Teknik Tinggi (Technische Hoge School) di Bandung (Kelak ketika Indonesia merdeka menjadi ITB). Kemudian Sekolah Hukum Tinggi (Rechts Hoge School) berdiri di Jakarta tahun 1924 yang waktu itu belum menjadi Universitas, baru tahun 1927 berdiri Sekolah Kedokteran Tinggi disamping Sekolah Hukum Tinggi (Keduanya kelak menjadi cikal bakal Universitas Indonesia). Di samping itu ada sekolah kejuruan teknik, guru, pamong praja, dokter hewan, pertanian yang menerima lulusan MULO.

Angka-angka tersebut mengambarkan betapa kecilnya jumlah bangsa Indonesia yang mendapat pelajaran menurut sistem Barat yang kemudian memberikan kesempatan mendapatkan penghidupan yang layak dalam masyarakat jajahan. Angka-angka tersebut mengalami kenaikan pada tahun 1930-an antara lain dengan upaya bangsa sendiri dengan mendirikan sekolah-sekolah swasta dengan mencontoh model pendidikan Barat.

Pada umumnya ketika seseorang menamatkan HIS kemudian meneruskan sekolah ia harus tinggal jauh dari orang tua, sebab sekolah lanjutan seperti MULO dan ALS hanya ada di kota-kota tertentu. Sedang perguruan tinggi hanya ada di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Jika seorang pelajar tinggal di rumah sendiri ia tentu mendapat pendidikan agama dari orang tua sedang di tempat baru tidak. Mulai dari sekolah rendah para pelajar menggunakan bahasa pegantar yaitu bahasa Belanda yang merupakan bahasa pokok untuk menuntut ilmu. Bahasa Belanda menjadi ukuran seseorang dalam mencari pekerjaan atau berkedudukan dalam masyarakat. Mereka yang mahir berbahasa Belanda akan berkedudukan baik dan dihormati terutama oleh golongan tuan, yaitu Belanda.

Ketika itu tidak penting memelihara agama, kesempatannya sedikit sekali. Para orang tua yang merasa anaknya lebih pandai tidak mampu menentukan lagi nasib anak-anaknya. Hal ini tentu bukan tanpa pengecualian, tapi secara umum begitulah mental orang tua dan pelajar zaman itu. Pelajaran bahasa Belanda memiliki pengaruh juga, di sekolah diajarkan sastra Belanda dan asing seperti Jerman, Perancis dan Inggris serta sejarah Negara-negara Eropa. Kalau ada sesuatu yang menyebutkan Islam, baik masa itu atau lampau menurut pandangan Barat tidak dipandang baik, agama Islam mendapat cap yang buruk.

Antara lain mereka (orang-orang Barat) mengatakan: Islam membolehkan orang beristeri banyak. Perempuan memiliki kedudukan rendah, pergundikan dan perbudakan masih ada dalam Islam. Orang Islam tidak memiliki inisiatif sendiri, semua sudah ditentukan Allah. Nabi Muhammad dihinggapi penyakit epilepsy (ayan). Jika ia berbicara ketika diserang penyakit itu maka akan dicatat dan dijadikan wahyu. Agama Islam meniru agama Yahudi dan Kristen. Dikarenakan Arab miskin maka Nabi Muhammad memerintahkan haji agar Negara Arab memiliki penghasilan.

Semua itu tercatat dalam berbagai pelajaran dari HIS sampai perguruan tinggi. Maka tak mengherankan jika golongan terpelajar Indonesia sedikit demi sedikit terpengaruh oleh pandangan tersebut, sekalipun tidak ada yang segera beralih agama. Tapi mereka dipupuk sejak muda untuk tidak mencintai agama Islam yang banyak sekali cacadnya, sedang mereka belum berkesempatan untuk meneliti apa yang dibaca dan didengar. Ketika ujian dilaksanakan maka jawaban yang benar adalah sebagaimana tertulis dalam buku pelajaran.

Organisasi pemuda terpelajar zaman Kolonial Belanda

Di zaman itu pula telah hidup organisasi-organisasi pemuda seperti Jong Java berdiri 1915, Jong Sumatranen Bond (1918). Pemuda-pemuda yang menuntut ilmu ke Jawa juga mendirikan Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebes dan sebagainya. Organisasi-organisasi tersebut memupuk kebangkitan yang dikemudian hari melahirkan banyak pemimpin politik. Dalam hal ini, nasib Islam tidak berubah. Mereka tidak memperhatikan agama Islam dan memang tidak mencantumkan hal itu dalam azas dan tujuannya.

Organisasi-organisasi Islam diluar kepemudaan pada masa Kolonial Belanda

Ketika itu telah berdiri Serikat Islam, Muhammadiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam dan lain-lain. Mereka tidak hanya mengajarkan Islam tapi juga berdakwah, serta berjuanga membebaskan agama Islam dari pandangan keliru dan menyesatkan. Kesulitannya adalah soal bahasa sehingga siaran atau terbitan organisasi itu dalam bahasa Melayu atau sebatas daerah sehingga tidak menjangkau pemuda terpelajar yang sebagian besar beragama Islam.

Berdirinya Jong Islamieten Bond

Sam seorang anak penghulu Karanganyar adalah seorang pemuda Jawa yang berpikiran maju, ia juga anggota Jong Java yang menjadi pelajar pada Rechtsschool (Sekolah Tinggi Hukum). Pada tahun 1924 ia menjadi Ketua Umum Jong Java melalui pemilihan yang demokratis, ia memiliki pemikiran tentang tugas yang ia kerjakan dalam masyarakat bagi kepentingan bangsa. Pada umumnya azas dan tujuan organisasi pemuda terpelajar disusun dengan kalimat singkat. Menyiapkan para anggotanya menjadi pemimpin rakyat. Tentang hal ini, Sam memiliki gagasan yang berbeda yaitu : Sebagian besar bangsa Indonesia beragama Islam, setidaknya menjadi jiwa dari rakyat. Terlepas apapun agama sang pemimpin maka ia patut mengetahui agama rakyat yang dipimpin.

Sebagai Ketua Umum Sam mengajukan usul yang sederhana : Agar dikalangan Jong Java dibuka kesempatan mempelajari agama Islam. Andaikata usul itu ditambah dengan agama-agama lain, Sam tidak akan keberatan. Ia mengusulkan agama Islam karena merupakan mayoritas. Usul ini tidak diterima bahkan ditolak mentah-mentah dengan tuduhan Sam bermain politik.

Sam tetap merasa bahwa mempelajari agama Islam bagi pemuda Islam terpelajar adalah sangat penting. Ia menghubungi Kiai Ahmad Dahlan dan Haji Agus Salim yang kemudian merestui. Maka pada akhir tahun 1924 disebuah Sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta berbekal dengan lampu temple, organisasi-organisasi pemuda mengadakan kongres membentuk sebuah organisasi, Jong Islamieten Bond. Meskipun secara resmi didirikan di Jakarta pada tanggal 1 Januari 1925.

Asas dan tujuan Jong Islamieten Bond

  1. Bestudering van de Islam en bevordering van de naleving van zijn voorschriften. (Mempelajari agama Islam dan menganjurkan agar diamalkan).
  2. Het opwekken van sympathie voor de Islam en zijn belijaers, naast positieve verdraagzaamheild voor andersdenkenden. (Menumbuhkan simpati terhadap Islam dan pengikutnya, disampin toleransi positif terhadap orang-orang yang berlainan agama).

Azas dan tujuan itu diupayakan dengan jalan :

  1. Menerbitkan majalah, brosur-brosur dan lain-lain penerbitan;
  2. Mengadakan kursus, pertemuan-pertemuan dan lain-lain sebagainya;
  3. Mengadakan exkursi dan lain kunjungan ke tempat-tempat yang berarti.

Kebangkitan Jong Islamieten Bond

Jong Islamieten Bond (JIB) didirikan oleh para pelajar yang duduk di bangku sekolah, terlepas dari umurnya. Disamping itu ada juga yang masih muda tapi tidak bersekolah. Mereka dapat digolongkan dalam arti pemuda terpelajar sehingga boleh menjadi anggota. Keanggotaan JIB tidak dibatasi oleh sekolah tapi usia, dari 14 sampai 29 tahun yang kemudian hari diperpanjang menjadi 35 tahun.

Anggota Jong Islamieten Bond di Kota Medan

Anggota beragama Islam tidak dibatasi suku atau kedaerahan, pada tahun 1925 JIB mendahului penghapusan kedaerahan yang baru terlaksana secara penuh pada Sumpah Pemuda tahun 1928. JIB juga mendirikan kepanduan dengan nama Natipij (National Indonesche Padvinery).

Sambutan berdirinya Jong Islamieten Bond dari golongan pemuda terpelajar

Tentu ada yang menyambut berdirinya JIB dengan perasaan tidak senang, bahkan ada yang menentang dengan mengatakan: “Alles wat rietk naar Indonesich nationalism, moet worden besteden met hand en tand.” (Apa saja yang berbau nasionalisme Indonesia harus diberantas dengan tangan dan gigi)

Tapi pada umumnya sambutannya sangat baik. Dalam waktu singkat di kota-kota besar seperti; Bandung, Semarang, Yogyakarta, Sala, Surabaya, Malang, Bogor dan Medan, Padang serta Makassar berdiri cabang-cabang JIB. Pada akhir tahun 1925 JIB sudah mengadakan kongres pertama di Yogyakarta dipimpin Sam yang kemudian digantikan Wiwoho. Pengurus JIB tahun pertama antara lain; Sam (Samsurijal), Wiwoho, Kasman, Sudewo, H. Hasjim dan lain-lain.

Jong Islamieten Bond dan gerakan kebangsaan Indonesia

Ada yang menanyakan , bagaimana sikap JIB terhadap rasa kebangsaan yang pada masa itu sedang bangkit di kalangan pemuda terpelajar? Apakah JIB cukup memberikan bimbingan agar pemuda Islam tetap menjadi nasionalis yang nanti akan memimpin rakyat dan bangsa menuju kemerdekaan tanah air?

Islam adalah agama Internasional, dapatkah JIB memberikan pendidikan nasionalisme? Dikhawatirkan JIB akan kurang nasionalis sehingga berkurang cita-cita bangsa kearah kemerdekaan. Ada yang bertanya dengan iktikad baik dan ada pula yang mendiskreditkan JIB. Para anggota JIB sendiri merasa tidak kurang sedikitpun cintanya kepada tanah air malah Islam mengajarkan untuk berjuanag memberantas kebatilan dan menegakkan keadilan dengan segala pengorbanan. Berjuang untuk kemerdekaan bangsa termasuk dalam memberantas kebatilan dan menegakkan keadilan.

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu menghilang ketika kongres pemuda, dimana JIB sebagai salah satu peserta yang ikut. Meski berazas Islam JIB tidak dapat melepaskan pada tempatnya sebagai bagian dari Indonesia.

Majalah An-Nur

Het Licht (Majalah An-Nur) yang diterbitkan oleh Jong Islamieten Bond edisi 7-10 September – Desember 1933

Pada bulan Maret 1925 JIB berhasil menerbitkan pertama kali majalah An-Nur (Het Licht) meski tidak selalu lancar namun dapat bertahan hidup. Pada halama muka tercantum surat At-Taubat ayat 32 : “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulutnya, tapi Allah tidak mengizinkan kemauan mereka, melainkan lebih mencernerlangkan cahaya-Nya, walaupun orang kafir tidak menyukainya.”

Kursus-kursus agama oleh Jong Islamieten Bond

Haji Agus Salim pergerakan nasional Indonesia yang menjadi mentor bagi para anggota Jong Islamieten Bond

Selain menerbitkan majalah, serta tulisan-tulisan tentang Islam, cabang-cabang JIB mengadakan kursus agama dengan menggunakan bahasa Belanda yang menjadi ciri dan keharusan dalam gerakan pemuda. JIB beruntung memiliki Haji Agus Salim yang sejak berdiri JIB menjadi penasehat, ia seorang yang mahir bahasa Belanda dan ahli dalam agama Islam.

Kursus-kursus yang diberikan Haji Agus Salim itu ditujukan untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam. Mula-mula bersifat Apologetis (membela diri terhadap serangan-serangan dari luar), untuk menghindarkan para pemuda  dari perasaan rendah diri sebagai orang Islam, karena pemeluknya ketika itu diukur dalam dunia modern masih dalam kekurangan. Lambat-laun para pemuda terpelajar tidak malu-malu lagi menjadi orang Islam dan kepercayaan diri datang kembali.

Kesimpulan dan penilaian

JIB bergerak dibidang dakwah bagi anggotanya sendiri, para anggota bebas memilih partai politik menurut keinginan masing-masing. Dalam hal ini tujuan semula tetap dipegang teguh.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada awal tahun 1942, semua organisasi, apapun bentuk dan coraknya dibubarkan. Hanya organisasi yang bekerjasama dengan Jepang yang dibolehkan hidup, JIB termasuk yang dibubarkan, serta tidak pernah didirikan kembali walaupun Indonesia telah merdeka.

Menteri Luar Negeri Agus Salim mendampingi Perdana Menteri Indonesia Sutan Sjahrir (tengah) di Sidang PBB

Meskipun begitu kelak para tokoh intelektual muslim Indonesia seperti M. Natsir, Mohammad Roem, Kasman Singgodimedjo, Jusuf Wibisono adalah hasil bentukan JIB. Mereka belajar kepada “The Grand Old Man of Indonesia” yaitu Haji Agus Salim. Kecuali kemampuan berbahasa Arab (yang hanya dimiliki M. Natsir) mereka telah mewarisi kehebatan sang guru berupa kejujuran, Intelektualisme Islam, percaya pada diri sendiri, kecakapan mengurus Negara, kesetiaan pada perjuangan, kesederhanaan dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara.

Mungkin sebagai manusia mereka memiliki kekurangan, namun sejarah telah membuktikan bahwa hasil dari JIB telah melahirkan tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang terbukti tangguh pada zamannya. Demikianlah selayang pandang sejarah Jong Islamieten Bond.

Posted in Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

MENGAJAR SEKALIGUS BELAJAR

Kemenkeu Mengajar Jilid 2 Tahun 2017 Kelas II A SDN 12 Banda Aceh

MENGAJAR SEKALIGUS BELAJAR

Ketika menyaksikan Bocah-bocah sekolah berbaris di depan gerbang, berteriak gembira mengekspresikan keriangan hati terdalam, kepolosan ekspresi bocah-bocah sungguh menggetarkan hati. Abu terbayang ketika sekolah dulu, ketika seusia mereka membayangkan masa-masa persekolahan.

Sekolah dalam bayangan Abu adalah sebuah ruang yang serupa, dimana dan kapan saja, sekolah seolah sama. Ia bertaut dengan ruangan kelas, bangku dan meja kayu, papan tulis. Tidak muluk, tidak kekal namun telah memberi arti pada perjalanan hidup anak manusia. Sekolah adalah sebuah dunia yang lain, yang tidak akan ditemui ketika selesai. Mungkin setelah seseorang menyelesaikan sekolah akan menghadapi medan tempur yang menyakitkan, atau mungkin sebuah surga dengan kebun-kebun menggoda ataukah biasa saja, datar dan mengalir.

Dalam rangka memperingati Hari Oeang ke-71 pada tanggal 30 oktober 2017, Kementerian Keuangan mengadakan Gerakan Kemenkeu Mengajar jilid II. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin (23/10) secara serentak diseluruh Indonesia, Salah satunya di SD Negeri 12 Banda Aceh.

Melalui gerakan ini, para relawan yang merupakan pegawai aktif Kemenkeu memperkenalkan peran Kemenkeu, berbagai profesi yang ada di dalamnya, dan bercerita tentang peran negara dalam mengelola perekonomian. Selain itu, dalam kegiatan ini, para relawan juga mengajarkan nilai-nilai dan semangat yang dimiliki oleh Kemenkeu di hadapan siswa-siswi SD Negeri 12 Banda Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan yang tidak menggunakan APBN karena dilaksanakan secara sukarela oleh pegawai kementerian keuangan dengan melibatkan relawan yang terdiri dari relawan pengajar dan dokumentasi .

Hari itu, Senin 23 Oktober 2017. Abu menjadi seorang relawan mengajar pada kegiatan Kementerian Keuangan Mengajar Jilid 2. Abu membayangkan sekolah bagai imaji diorama serupa dengan masa lalu, dengan segera Abu terkejut.

“Anak-anak apa yang menjadi cita-cita kalian?” Tanya Abu.

Youtuber!”

“Menjual hijab online!”

“Dokter Hewan!”

“Koki!”

Anak-anak SD Negeri 12 Banda Aceh mengisi pohon harapan yang berisi nama dan harapan (cita-cita) mereka di masa depan pada acara Kementerian Keuangan Mengajar Jilid 2 Tahun 2017

Tahun lalu, Abu mengajar juga pada Kementerian Keuangan Mengajar Jilid 1, dan ternyata betapa dalam hitungan bulan dunia sudah berubah. Jawaban polisi, guru semakin jarang dijumpai sedang pilot dan presiden sudah tidak ada lagi. Jawaban koki dan dokter hewan masih dapat Abu maklumi. Tapi Youtuber? Menjual hijab online?

Di depan kelas Abu terdiam sesaat, bingung. Kemudian Abu menyadari akan keterbatasan itu sebagai manusia Abu mengakui sifat baharu anak-anak ini. Abu tertawa, ketika menyadari bahwa mereka telah siap menjadi manusia zamannya, lebih taktis dan realistis.

Anak-anak itu tumbuh sangat cepat, mereka tumbuh besar setiap hari. Setiap menit dan setiap detik. Sebuah generasi sudah berlalu, dan tidak lama lagi giliran kami yang melihat mereka berpeluh ke ladang bakti bernama Indonesia, untuk melakukan tugas yang perlu mereka lakukan.

Abu memandang anak-anak tersebut, yang walaupun masih bersekolah dasar telah melampaui Abu, misalkan dari tinggi badan dengan wajah takjub.

Kemenkeu Mengajar Jilid 2 Tahun 2017 Kelas IV A SDN 12 Banda Aceh

Kemenkeu Mengajar Jilid 2 Tahun 2017 Kelas VI A SDN 12 Banda Aceh

Kemenkeu Mengajar Jilid 2 Tahun 2017 Kelas VI A SDN 12 Banda Aceh Foto Kedua

Anak-anak SD Negeri 12 Banda Aceh, ini mungkin akan jadi gembrot pada usia tujuh belas, tingginya mandek pada usia lima belas. Pemenang hari ini mungkin berubah pikiran, dan jadi peneliti LIPI. Anak yang diklaim paling jelek hari ini mungkin akan menjadi seorang model top pada usia dua puluh. Anak-anak berkembang menjadi dewasa dengan menyadari banyak hal. Dalam hati Abu berdoa,  jadilah dewasa dengan perlahan-lahan. Itu yang terbaik untuk saat ini.

Kegiatan Kementerian Keuangan Mengajar Jilid 2 ini bukan hanya sebatas mengajar kepada murid-murid sekolah dasar semata, akan tetapi juga belajar. Bahwa kita bertahan hidup dengan berlandaskan mimpi yang sama, senyum polos antara Abu (serta para relawan lain) dan anak-anak yang selalu bersama bagai cermin, mengajar sekaligus belajar. Ketika kami (dan kita) masih saling percaya, bahwa Indonesia akan menjadi lebih baik di masa depan.

Maka ketika ada sindiran kepada kegiatan Kementerian Keuangan Jilid 2 ini, “Kegiatan ini hanya untuk memeberitahukan kepada anak-anak ini bahwa Negara Republik Indonesia telah mewariskan kepada mereka hutang sebesar 3.000 Trilyun Rupiah untuk kelak mereka bayar.” Abu memilih tidak menanggapinya dengan serius.

 

Ketika kita hidup di zaman yang berat sekalipun, kita tidak boleh menyerah atau saling menghancurkan karena putus asa. Dari sini, kita bisa merayakan apa yang mungkin tragis tapi indah. Ketika tujuan, juga hasil bisa tak relevan. Tapi bagaimana niat kita mengubah Indonesia menjadi tempat yang lebih baik bagi mereka, jika kita begitu pesimis menafsirkannya? Bukankah dengan berbuat, kita menyambut apa yang tak tentu tapi pada tiap detiknya memberi alasan, untuk menjadi hidup kita menjadi berarti.

XXX

Posted in Kisah-Kisah, Reportase | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

MENGECOH SANG RAJA

Rajawali ; Raja yang terkecoh oleh si pembisik

MENGECOH SANG RAJA

Alkisah, Sang Rajawali terjaga dari tidurnya yang panjang untuk kemudian dikecoh oleh Cempala Kuneng1.

“Mengapa telat Ampon2 bangun? Tadi pagi ada meuesuraya3, berkumpul semua isi rimba.”

“Siapa yang buat kenduri itu? Kenapa kepada aku tiada berita?” Tanya sang Rajawali

Burung Cempala begini berkata, “Yang kenduri Tengku4 Klueung5 awalnya tiada rencana.”

Rajawali cemberut.

“Bagaimana baiknya saja Ampon Raja.” Sela Burung Cempala.

Rajawali marah kemudian terbang keluar masuk hutan mencari Klueung untuk menaikkan perkara. Sementara Rajawali terbang keluar mencari Tengku Klueung, Cempala Kuneng mengajarkan syair kepada burung-burung lain di miduen6 sebagai puja-puji bagi sang raja,

“Bulu kuduk berdiri, masak nasi kemudian kita makan bersama, semua karena Sang Raja. Siapa yang dizikirkan dalam hati? Siapa yang menopang bumi? Rajawali!”

Rajawali masih keluar masuk rimba mencari Klueung.

“Bulu kuduk berdiri, masak nasi kemudian kita makan bersama, semua karena Sang Raja. Siapa yang dizikirkan dalam hati? Siapa yang menopang bumi? Rajawali!”

Keluar masuk lagi dan, Rajawali kembali terbang keluar masuk rimba mencari Klueung, setiap melihat Rajawali mendekati miduen Cempala Kuneng kembali mengulang-ulang syair untuk diikuti para burung sebagai puja-puji bagi sang raja,

“Bulu kuduk berdiri, masak nasi kemudian kita makan bersama, semua karena Sang Raja. Siapa yang dizikirkan dalam hati? Siapa yang menopang bumi? Rajawali!”

Masih marah pada Klueung, Rajawali kemudian lagi-lagi terbang keluar masuk rimba mencari lawannya.

“Bulu kuduk berdiri, masak nasi kemudian kita makan bersama, semua karena Sang Raja. Siapa yang dizikirkan dalam hati? Siapa yang menopang bumi? Rajawali!”

Mendengar nyanyian syair para burung yang bersemangat. Rajawali terus terbang keluar masuk rimba mencari Klueung. Tak henti-henti, begitulah sepanjang masa, dan kampung para burung bebas dari sang raja.

Baca juga : Permufakatan Para Burung

Sejarah sering kali mencatat bahwa perubahan terjadi tindakan-tindakan dari sedikit orang-orang besar, padahal sebenarnya sejarah lebih ditentukan oleh detil-detil yang dilakukan oleh orang-orang kecil. Ada banyak yang tak terlihat, terabaikan serta terlupakan. Pembisik Sang Raja misalnya.

Catatan Kaki:

  1. Cempala Kuneng adalah Burung Kucica Ekor Kuning (Trichixos Pyrropygus);
  2. Ampon adalah gelar orang-orang terkemuka di Aceh pada masa dahulu, gelar orang terpandang yang sedang memerintah;
  3. Meuseuraya adalah sebuah kegiatan berkumpul bersama-sama;
  4. Tengku adalah gelar yang diberikan kepada orang yang memiliki pengetahuan di Aceh;
  5. Klueung adalah Burung Elang;
  6. Miduen adalah perkampungan.

Kisah dibuat berdasarkan lagu Apache 13 berjudul; “Rajawali”

Cerita pendek lainnya :

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  16. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  17. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  18. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  19. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  20. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  21. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  22. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  23. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  24. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  25. Ashura; 13 Februari 2013;
  26. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  27. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  28. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  29. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  30. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  31. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  32. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  33. Perjalanan; 29 November 2013;
  34. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  35. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  36. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  37. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  38. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  39. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  40. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  41. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  42. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  43. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017
  44. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  45. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
Posted in Cerita, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | 8 Comments

AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH

Hari Museum Indonesia

Hari Museum Indonesia di Aceh

AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH

Pada hari Museum Nasional Indonesia. Museum Aceh bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan pameran temporer bertajuk “Aroma Memikat Dari Dapur Aceh” pada tanggal 12-18 Oktober 2017.

Dapur Tradisional Aceh

Dapur Tradisional Aceh

Berbagai jenis alat memasak tradisional ada di dapur Aceh. Pada ruangan ini juga para perempuan menghabiskan sebahagian waktu dengan berbagai kegiatan. Dapur, tak hanya tentang makanan yang tersaji, namun juga bercerita tentang proses kegiatan, mulai dari mencari bahan yang dimasak, pengolahan, semangat, kerjasama, keikhlasan, dan kebahagiaan telah menyajikan makanan untuk seluruh anggota keluarga dengan cara yang sederhana namun memberikan kesan kebersamaan yang mungkin tak akan berulang.

Berbagai Makanan Tradisional Aceh

Berbagai Jenis Rempah Pada Dapur Aceh

  1. Kayu Manis (Kulet Maneh; Aceh) (Cinnamomum Zeylanicium; Latin) Memperkaya cita rasa pada makanan, sangat beraroma, manis dan pedas. Merupakan bahan campuran aroma kue dan minuman ringan. Selain itu berkhasiat sebagai bahan aroma terapi, supplement yang baik untuk kesehatan dan pewangi ruangan.
  2. Jintan (Jara Engkot; Aceh) (Trahyspermum Roxburghianum Syn; Latin) Rempah beraroma harum dan agak manis digunakan sebagai bumbu pada masakan daging, ikan dan unggas serta obat-obatan.
  3. Cabe Kering (Camplie Kleng; Aceh)
  4. Lada Hitam / Merica (Piper Nigruml; Latin) Rempah pemberi cita rasa pedas dan harum pada makanan. Manfaat lainnya dapat menghangatkan badan dan menghilangkan masuk angina. Lada Hitam beraoma lebih tajam dan bercita rasa lebih pedas. Lada dijuluki raja dapur karena dipakai di seluruh dapur dunia.
  5. Cengkeh (Bungong Lawang; Aceh) (Syzygium Aromaticum; Latin) Memberikan aroma kuat dan hangat pada makanan. Mengandung minyak esensial, berfungsi sebagai anestetik dan antimikrobiotik. Berkhasiat menyembuhkan alergi pada musim dingin, menyegarkan pernafasan, mengobati sakit gigi, sebagai bahan campuran aromatic pembuat kue dan bahan rokok kretek.
  6. Bunga Lawang (Bungong Lawang Kleeng; Aceh) (Star Anise; Latin)
  7. Kemiri (Boh Kiro; Aceh) (Aleurites Molluccana; Latin)
  8. Adas (Jara Maneh; Aceh) (Pimpinella Anisum; Latin)

Jalur Rempah

Jalur Rempah Sebuah Kisah Tentang Aroma

Cita rasa rempah-rempah telah melayarkan ribuan kapal, harganya bak mas permata. Aromanya mengundang pelaut-pelaut dunia untuk terjun dalam perburuan rempah ke pulau-pulau Nusantara beberapa abad silam. Bersaing untuk berlabuh pertama kali di tanah tujuan. Tak hanya sekedar penjelajahan, namun juga kisah yang suram, tentang penjajahan.

Kini, rasa yang tak pernah lekang oleh zaman tetap bertahan karena kebutuhan.

Simak reportase tengkuputeh melalui video berikut ini :

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017
Posted in Asal Usil, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 32 Comments