MY PRAY, A POEM WRITTEN BY HAMZAH FANSURI

I miss looking at your beauty O God

MY PRAY, A POEM WRITTEN BY HAMZAH FANSURI

 

God whatever your bounty for me in the world

Grant to your enemies

 

And whatever your bounty for me in the afterlife

Dedicate to your best friends

Oh to me, enough of your presence

Oh to me, enough of your presence

 

If I prostrate for you God for fear of hell

Burn me with the fire of hell

When prostration me God because crave heaven

So close the gates of heaven to me

 

But if you prostrate for your sake only

O God, do not turn away from me

I miss looking at your beauty O God

I miss looking at your beauty O God

 

A poem sung by the people of Aceh is believed based on the folklore of this poem written by Hamzah Fansuri.

Advertisements
Posted in International, Literature, Poetry | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

REFLEKSI 12 TAHUN BERSAMA SHOGUN 125

Ada gembira dan sengsara yang hanya pernah kita nikmati berdua saja, ada banyak orang-orang yang pernah kita temui, ada banyak tempat yang tak terbayangkan pernah kita datangi.

REFLEKSI 12 TAHUN BERSAMA SHOGUN 125

Barang siapa yang pernah hadir dalam hidup Abu selama dua belas tahun terakhir ini, baik itu sekejap, sebentar atau lama. Baik dalam posisi masih bertemu ataupun tidak pernah bertemu lagi pasti mengenali dia. Siapakah dia? Coba ingat-ingat siapakah yang selalu menemani Abu selama dua belas tahun terakhir? Tepat sekali dia adalah Shogun 125 berwarna biru yang selama ini Abu tunggangi. Tunggangi? Emangnya kuda.

Abu merasa tergelitik ketika seorang teman yang sama-sama pernah bertugas di KPP Pratama Lhokseumawe kemudian dimutasi ke KPP Pratama Banda Aceh, kemudian ditempat parkir kami bertemu, dia terkejut melihat Abu masih dengan Shogun 125 ini dan berkata, “Abu, kamu masih menggunakan motor ini? Aku sejak pertama kali bertemu (2008) dengan kamu sudah 3 kali ganti motor kamu masih pakai yang ini?”

Wah teman Abu yang ini tidak tahu, bahwa Abu bersama Kapal Biru, julukan Abu untuk Shogun 125 ini sudah sejak 2005, tepatnya Desember 2005.

Ada banyak komentar perbandingan tentang Kapal Biru dari berbagai sahabat dan handai tolan.

Yang paling senang Abu dengar. “Abu dulu aku ketika bertemu dengan kamu dengan Shogun biru ini masih mengendarai motor, sekarang Alhamdulillah sudah dengan mobil.”

Yang paling sedih Abu dengar. “Abu dulu aku ketemu dijalan raya dengan kamu bersama shogun itu, aku menggunakan mobil tapi nasibku sekarang Kita bertemu sama-sama naik motor.”

Dan yang paling aneh adalah. “Abu dulu aku bertemu denganmu bersama motor ini masih belum menikah, terus menikah, terus punya anak, kemudian cerai lalu menikah lagi, sekarang dari istri kedua mau punya anak lagi, lha kamu begitu-begitu saja je.” Ini komentar paling busyet. Lha, kenapa dibandingkan kenderaan Abu dengan perjodohan kawan tersebut.

Ada banyak perbandingan lain yang diungkapkan oleh teman-teman, handai tolan. Tapi Abu meyakini setiap orang yang bertemu dengan Abu pasti mengeluarkan perbandingan masing-masing, mungkin lebih banyak tidak mengatakan secara langsung. Hanya lewat pikiran saja, disimpan saja takut Abu tersinggung.

Menurut teman-teman secara garis besar, Shogun 125 biru itu menjelaskan keadaan nasib hidup Abu yang biasa-biasa saja, datar-datar saja dan disitu-situ saja. Orang sudah ke bulan dengan Apollo, tapi Abu masih berada di Abad ke-7 M, begitulah bisik seorang teman.

Benarkah begitu? Tidak juga perjalanan Abu bersama Shogun 125 ini sudah menjangkau separuh Aceh. Dari perbatasan Aceh Utara dan Aceh Timur sampai Aceh Selatan. Itu sebuah kebanggaan yang tak terperikan bagi Abu. Ada banyak belantara rimba kami tempuh, gunung-gunung perkasa yang pernah kami taklukkan yang dalam hidup ini, dan dunia yang bergerak ini kami sendiri tidak pernah tahu kapan berakhir.

Atau ada banyak gerimis, hujan bahkan badai yang pernah kami jalani bersama. Dalam gelapnya malam dan teriknya panas, ada perjalanan-perjalanan panjang spiritual yang ada hanya Shogun 125 ini dan Abu, lha siapa yang tahu bahwa kami pernah bercakap-cakap berdua dalam perjalanan gila yang tak terpikirkan oleh siapapun.

Abu bisa mengatakan pada kapal biru secara privat dalam perjalanan bolak-balik kantor sejauh 8 kilometer, “Dua belas tahun aku mengenalmu dan kau mengenalku, waktu aku bersamamu lebih panjang daripada sebagian besar orang-orang yang pernah aku kenal dalam hidupku.”

Orang-orang mengatakan, seseorang (terutama laki-laki) menamai barang miliknya seperti perempuan. Lha, bukankan kromosom laki-laki adalah XY dan perempuan XX, jadi dalam setiap laki-laki pasti ada sifat kewanitaan. Jadi Abu santai saja, mau dibilang apa juga bisa ditangkis kok.

Atau orang-orang mengatakan kalau seseorang berbicara dengan benda, apalagi kenderaannya sendiri adalah ciri-ciri orang gila, maka janganlah lupakan ada orang-orang lain yang berkata pula, kegilaan dan kejeniusan itu beda tipis. Berarti kalau Abu dituduh gila, bisa jadi mereka salah karena kemungkinan Abu ini jenius.

Shogun 125 ini ibarat pusaka Abu. Seperti Arjuna yang memiliki pusaka berupa anak panah Pasopati maka Abu memiliki pusaka berupa kapal biru. Bedanya adalah Arjuna dengan Pasopatinya adalah penakluk wanita sedang Abu dan Kapal Biru bukan penakluk wanita. Ya, terlepas dari segala statistik gemilang diberbagai bidang, Kapal Biru hanya pernah membonceng tiga perempuan saja sepanjang 12 tahun berkarir. Jika Arjuna dengan pusaka Pasopatinya menjadi playboy, Alhamdulillah jika kalian semua memiliki Shogun 125 kalian akan menjadi jomblo, tapi jangan khawatir pemirsa semua, meskikan pun jomblo kalian adalah Jomblo yang fisabilillah. Btw sebagai informasi, untungkah Abu sudah menikah (syukur ada yang mau). Oke, abaikan statistik ngawur ini.

Kapal Biru sebagai kapal tua bisa menjadi penolak bala, misalnya ketika seseorang yang terkenal suka meminjam uang tapi sangat tidak suka mengembalikan, berusaha dengan keras untuk berbincang dengan Abu. Abu orangnya sama teman, meski tidak dekat sungkan menolak sebuah undangan, apalagi jamuan makan.

Hadirlah Abu, ketika dia berjumpa kepada Abu, ia bercerita dengan mendayu-dayu, wajahnya sedih dan penuh air mata maka Abu menangis juga mendengar cerita pendek itu. Kisah teman tersebut lebih mengharukan daripada roman “Tenggelamnya kapal Van der Wijk” sehingga Abu tersentuh. Tapi ketika ia mengutarakan maksudnya, yaitu meminjam uang, yang sudah Abu tebak sedari awal.

Abu menjawab lebih sedih lagi, “wahai sahabatku, engkau mengalami cobaan yang sangat berat dalam hidupmu. Engkau datang padaku memohon pertolongan, aku merasa malu tidak bisa menolongmu. Lihatlah engkau memiliki sebuah mobil, sedang aku yang hina dina ini hanya memiliki sebuah motor tua. Cobalah engkau pikirkan, layakkah aku meludahi langit?”

Dengan segera dia meninggalkan Abu, seraya mengucapkan terima kasih telah mendengarkan curahan hatinya. Alhamdulillah-nya meskipun ia memiliki hubungan buruk dengan sangat banyak teman yang lain, hubungan Abu dengan dia baik-baik saja. Walaupun ada sedikit kekesalan Abu terhadap teman tersebut, dia lupa membayar bill makan-minum kami sejumlah Rp. 36.000,- sempat terpikir kalau diundang semestinya gratis, tapi ya sudahlah Abu bayar saja, ibarat kata meski sudah waspada berjalan kadang ya, terpijak tahi juga.

Banyak orang bertanya-tanya mengapa Abu selama 12 tahun betah dengan si Kapal Biru. Kadang-kadang Abu pun sudah malas menjawab lagi, itu-itu saja pertanyaannya. Ada beberapa sebab antara lain :

  1. Shogun 125 milik Abu ini, yang pada bulan ini genap bertualang selama satu lusin tahun bersama Abu bukanlah motor yang manja. Kehujanan berbulan-bulan tanpa pernah dicuci, servis 3 bulan sekali (kalau ingat), diisi premium, pertalite, pertamax sampai dengan minyak tanah sekalipun dia tidak pernah rewel. Kapal biru benar-benar sebuah motor yang operasionalnya mumpuni. Dia adalah pengejawantahan semboyan V.O.C “Kapal-kapal paling banyak menghasilkan keuntungan adalah kapal-kapal tua!” Akselerasi masih sangat bagus, hanya top speed saja maksimal 90 km/jam, ia tidak mampu lebih daripada itu. Itu sebenarnya sesuai dengan karakter Abu yang tidak suka kebut-kebutan. Cocokkan!
  2. Mesin sampai sekarang sehat wal-afiat, tidak ada oli yang bocor meski sudah melewati batas penghitungan kilometer pada speedometer 99.999 km sejak 3 tahun lalu. Starter sampai sekarang masih hidup, kekurangannya cuma lampu tidak seterang motor-motor terbaru;
  3. Kelistrikan Suzuki memang terkenal lemah, wayer katanya harus diganti setiap 2 tahun sekali. Tapi si Kapal Biru mungkin terlahir special, hanya sekali menganti wayer yaitu tahun 2012. Setelah 7 tahun pemakaian, dan itu sudah 5 tahun yang lalu pemirsa.
  4. Body motornya masih aduhai, meski dia sudah tergolong MILF, eh Cougar malahan. Mungkin karena warnanya tidak terlalu terang. Terus terang Abu mencuci kapal biru sekitar 2 sampai 4 bulan sekali. Jika sudah dicuci maka bodynya bisa kita pakai bercermin. Apa tak elok?
  5. Desain Shogun 125 ini tergolong keren untuk motor bebek sezaman. Kalau dengan motor matic dari model terlama sampai terbaru bukan tandingannya. Desain Shogun 125 ini tergolong klasik, kenapa dikatakan klasik? Karena dia tetap berkelas sepanjang zaman. Kalau mau protes pendapat Abu ini silahkan ke YLKI, masalah keindahan dan estetika itu hak preogatif Abu, camkan itu!
  6. Keamanan Shogun 125 ini juga top, dengan pengaman kunci. Abu pernah berdinas ke Sabang dan meninggalkan dia selama seminggu dipelabuhan, dan bahkan meninggalkan di bandara selama seminggu juga aman. Maka jangan tanyakan ketika dia ditinggalkan di pasar, indomaret dan SPBU dipastikan aman. Beberapa orang sirik ketika Abu mengatakan hal seperti ini mungkin mengatakan, maling mana yang tertarik dengan motor jadul. Abu rasa mereka yang berkata itu tidak meresapi kata-kata Bang Napi. “Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat, tapi juga karena kesempatan maka waspadalah!”
  7. Ada banyak kehebatan-kehebatan kecil lain yang tak mampu Abu uraikan dengan kata-kata, tapi yakinlah Abu yang merasakan kehebatan Kapal biru ini merasa puas, bahkan sangat puas dengan performanya.

Beberapa orang pernah berusaha membeli motor Abu ini, mereka senang dengan kapal biru ini. Umumnya hendak dijadikan becak, atau akan digunakan berkebun. Tugas-tugas berat yang mungkin tidak mampu dilaksanakan oleh motor-motor terbaru. Atas tawaran itu Abu merasa terpuji, terus terang Abu tidak enak juga menolak selalu. Terakhir biasanya Abu katakan, “Kapal Biru ini tidak akan Abu jual, bahkan tidak akan Abu tukar dengan Mobil Hummer sekalipun!” Entah iya ada Hummer mau ditukar dengan Shogun, tapi begitulah kira-kira.

Berziarah ke makam Laksamana Malahayati bersama Suzuki Shogun 125

Abu meyakini tidak ada yang selamanya, suatu hari kami (Abu dan Kapal Biru) mungkin pasti akan berpisah, mungkin karena maut atau hal lain. Namun sekali lagi, di ulang tahun dia yang kedua belas ini, Abu berharap minimal kebersamaan kami masih bersisa 8 tahun lagi, biar genap 2 dekade-lah.

Akhirulkalam, Abu menciptakan sebuah syair untuk memperingati kebersamaan kami selama 12 tahun ini, perkenankan Abu mempersembahkan ini hanya padamu. Seorang kawan dalam susah dan senang.

Dua belas tahun ketika pertama kita bertemu, kita saling jatuh cinta ya, serasa waktu berhenti dan aku masih mengingat saat-saat itu. Kita masih sangat muda saat itu, ku pikir perjalanan kita tak akan sejauh ini, waktu itu aku pikir kita akan segera berakhir 4-5 tahun. Tapi ternyata aku tak bisa tanpamu.

Mengingat belantara rimba yang pernah kita tempuh, tentang gunung-gunung yang pernah kita taklukkan bersama. Dalam dunia yang bergerak ini, kita tak pernah tahun kapan kita akan berakhir.

Dua belas tahun, aku mengenalmu dan dikenali olehmu lebih lama dari sebahagian besar orang-orang yang pernah aku kenal.

Ada berapa banyak gerimis yang pernah kita jalani bersama, siapa yang pernah tahu kisah yang pernah kita bagi bersama. Dalam gelapnya malam, dalam panjangnya perjalanan yang hanya ada aku dan kamu.

Ada banyak gembira dan sengsara yang hanya pernah kita nikmati berdua saja, ada banyak orang-orang yang pernah kita temui, ada banyak tempat yang tak terbayangkan pernah kita datangi.

Love you and wassalam.

XXX

Klik disini untuk Kisah-kisah petualangan Abu yang lain

Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

RINDU KAMI PADAMU YA RASUL

Kaligrafi Muhammad Rasul Allah

RINDU KAMI PADAMU YA RASUL

Muhammad adalah nama yang paling banyak diberikan kepada setiap anak manusia yang lahir di dunia saat ini. Dan Muhammad adalah nama seorang manusia yang paling banyak dipuja dan puji oleh manusia di dunia. Dan yang paling penting, Muhammad adalah manusia yang paling dirindukan.

XXX

Tahun 1991

“Kakek tolong ceritakan kisah Nabi Muhammad S.A.W dari beliau lahir sampai wafat. Semua kejadian dalam hidup beliau, jangan ada yang ketinggalan!”

Kakek tertawa. “Tidak bisa!”

“Kenapa tidak bisa kek, bukankah kakek memiliki banyak buku yang menjelaskan tentang beliau?”

Masih tertawa kakek berkata, “Nabi Muhammad S.A.W hidup selama 63 tahun, kalau kakek menceritakan maka akan menghabiskan waktu selama 63 tahun.”

Abu berpikir sejenak kemudian mengiyakan, waktu itu Abu berumur 7 tahun sedang kakek berumur 62 tahun. Sewaktu kecil Abu sangat dekat dengan kakek, setiap pulang kampung Abu selalu berlari ke kamar kakek yang penuh dengan kitab-kitab. Sedari kecil Abu tumbuh dengan kisah-kisah para nabi dan rasul yang diceritakan kakek. Tahun depannya, dibulan Syawwal bertepatan 4 April 1992 di usia ke-63 kakek meninggal dunia sama dengan usia Rasulullah S.A.W ketika beliau wafat.

XXX

Tahun 1997

Abu sedang berjalan menelusuri rel kereta api yang sudah tak digunakan lagi, sesuatu berkecamuk dalam batin Abu yang tak tahu diungkapkan, entah kenapa kaki ini seraya berjalan menendang kerikil-kerikil tajam terhampar disepanjang rel itu, kadang-kadang seperti David Beckham, dan kadang-kadang seperti Demetrio Albertini.

Suasana sejuk, rel kereta api itu berada ditengah hutan perawan yang berembun pagi. Tiba-tiba Abu terkejut dari lamunan ketika melihat di depan seorang perempuan sedang diganggu beberapa orang laki-laki. Maka, Abu berlari menghampiri dan berteriak sekuat tenaga, “Woy, bangsat kalian!”

Perempuan itu kemudian berlari kebalik punggung Abu, wajah gerombolan itu kesal, mereka sekitar 4 orang. Abu berbisik pelan kepada perempuan tersebut, “dik silahkan lari, mereka akan aku tangani.” Ia pun berlari menjauh kearah tadi Abu datang.

“Sebaiknya kau tidak usah ikut campur kisanak!” Kata salah seorang diantara mereka, mungkin bosnya. Abu tidak pernah ingin mencampuri segala urusan orang lain, namun Abu tidak dapat melihat seseorang atau sekelompok orang menginjak-injak perasaan orang lain, siapapun itu. Tidak pernah bisa, begitu kata batin Abu.

“Oh, tidak bisa!” Kata Abu.

“Dia pikir dia seorang pendekar dari dunia persilatan. Kita hajar saja dia!” Seorang lain memberi kode kemudian melompat meninju kearah Abu. Mereka maju satu persatu, memukul dan menendang. Abu menangkis dan membalas pukul dan menendang juga. Perkelahian pun terjadi, awalnya Abu mampu mengimbangi mereka, tapi lama kelamaan Abu kelelahan. Perkelahian telah terjadi beberapa waktu, Abu tak tahu berapa lama tapi udara sudah terasa hangat. Situasi semakin tidak seimbang, maka Abu memutuskan melarikan diri kearah depan, berlawanan dari arah Abu datang.

Merasa kesal dengan Abu mereka pun mengejar seraya meneriakkan cacian. “Pengecut! Banci!” dan berbagai serapah yang tak terperikan. Peduli setan dengan mereka, Abu terus berlari dengan top speed. Entah karena takut atau kenapa, Abu mulai menjauhi mereka.

Abu pun berlari menyelusuri rel kereta api tersebut, sehingga dari kejauhan Abu melihat seorang lelaki berjubah putih berjalan membelakangi Abu. Ia berjalan pelan, maka Abu yang masih waspada terhadap orang-orang yang mengejar dibelakang memutuskan bergabung dengan orang tersebut. Kelihatannya bapak itu orang baik, dan berdua lebih baik daripada sendiri menghadapi para begundal tadi jika mereka berhasil menyusul.

Dengan terengah-engah Abu menyusul orang tersebut. Dia lebih tinggi dari Abu yang hanya sebahunya. Kemudian ia bertanya apa penyebab Abu berlari sampai terengah-engah. Abu tidak berani menatap wajahnya, ada aura yang mempesona pada orang ini, menatap rel dan kerikil sambil terus berjalan Abu bercerita tentang kejadian yang barusan terjadi.

Abu mendengar dia tertawa, kemudian orang tersebut menasehati Abu tentang banyak hal, Abu pun hanya mendengar dengan takzim. Kejadian itu telah berlangsung lebih dari dua puluh tahun lalu, sehingga Abu tidak dapat mengingat detil apa yang dia katakan. Abu hanya mampu mengingat perasaaan itu, perasaan seseorang dinasehati tentang kelemahan-kelemahan yang hanya dia ketahui sendiri benar adanya.

Hari ini, ketika Abu berusaha memanggil kembali ingatan pada hari itu. Sayup-sayup sedikit Abu mengingat ia mengatakan, “Abu, kamu adalah berusaha berjalan pada jalan yang lurus, dan itu bagus. Tapi ada satu karaktermu yang harus diperbaiki yaitu rasa marah. Kemarahan itu bukan hal yang sepenuhnya jelek, kita harus marah terhadap ketidakbenaran. Tapi itu akan menjadi kelemahan pada dirimu ketika kamu tidak mampu mengendalikannya.”

Ia menambahkan, seingat Abu hari ini. “Sejatinya kamu Abu adalah seorang pemberontak yang liar, tidak suka dikekang. Hanya orang-orang tertentu dalam hidupmu yang kelak akan bisa mengendalikan rasa marahmu, dan memahaminya. Kamu menyukai tantangan, dan petualangan disatu sisi.”

Kemudian ia tertawa, “Kamu juga keras kepala memegang prinsip terhadap apa yang kau yakini kebenarannya. Lebihnya dari kekeraskepalaanmu itu membuat kamu mampu bertahan menghadapi tekanan.”

Ia menepuk bahu Abu, “tapi jangan takut, kamu adalah orang yang pintar dan mudah memahami pengetahuan, baik itu yang tersirat dan tersurat.”

Abu terpana akan kebijaksanaan orang ini, jelas ia bukan orang biasa. Didorong rasa penasaran Abu bertanya siapakah dia? Sampai hari ini jawaban beliau masih membekas erat di otak Abu, ketika ia menjawab siapa dia. “Namaku adalah Muhammad bin Abdullah.”

Muhammad bin Abdullah adalah nama asli Rasulullah S.A.W sebagaimana tertera pada perjanjian Hudaibiyah. Saat itu kamu Quraisy menolak nama Rasulullah sehingga meminta beliau menandatangani dengan nama tersebut. Maka, jangan-jangan, beliau adalah Sang Nabi. Seketika Abu yang tadi menunduk menatap wajah beliau. Wajahnya adalah wajah terindah yang pernah Abu saksikan. Dibalik kepalanya keluar seberkas cahaya perak yang kemudian menjadi emas. Disitulah saat Abu tersadar bahwa saat itu Abu sedang bermimpi.

Seraya bertahan untuk tetap berada dalam mimpi Abu berkata, “Ya Nabi, hamba ini adalah seseorang yang memiliki dosa, dan mungkin dalam kehidupan ke depan mungkin Abu merasa sulit jika tidak berbuat kesalahan lagi, pasti Abu akan berbuat dosa.”

Abu menangis dalam mimpi, “Saya takut bila nanti di akhirat tidak bisa bertemu denganmu lagi, karena dosa-dosa hamba ini. Maka ya Nabi dengan karamahmu, hamba meminta agar…”

Abu panik, apa yang hendak diminta. Bayang-bayang kesadaran sudah mendekat sesaat lagi Abu akan terjaga. Maka buru-buru Abu menambahkan, “Doakan supaya hamba, salah seorang umatmu yang hina dina ini, bisa mati dalam keadaan syahid!

Yang Abu ingat, ia tersenyum dan menegadahkan tangan ke langit. Ia tersenyum dan mengangguk pelan seketika Abu pun terjaga dari tidur Abu.

Abu terkejut, teman-teman Abu tertawa terbahak. Mereka mengelilingi Abu seraya memegang spidol, barusan mereka melukis wajah Abu. Dengan marah Abu merebut spidol itu dan melemparkan kearah mereka yang berlari berhamburan.

Malam itu Ramadhan, kami beberapa pemuda kampung bertadarus. Kalau ada yang mengantuk akan menepi dan tidur sekejap, dan itu adalah bencana bagi yang tidak siaga. Wajah yang tertidur akan dilukis oleh yang terjaga, bisa motif kucing, panda atau anjing. Sialnya malam itu Abu terkena. Kampret!!!

Abu mencuci muka dan berwudhu melanjutkan tadarus. Menjelang sahur, kami menutup Al-Qur’an dan Abu bercerita tentang mimpi tadi. Beberapa tertawa seolah tak percaya, tapi seorang teman yang paling saleh datang dan menghampiri seraya berkata. “Sesungguhnya Iblis mampu datang ke dalam mimpi kita dengan menyerupakan dirinya dengan orang yang kita paling hormati, bisa guru, orang tua atau orang yang paling kita kagumi sekalipun. Tapi Iblis tidak mampu dan tidak akan bisa menyerupakan dirinya dengan Nabi Muhammad S.A.W. Jadi jika kau bermimpi bertemu dengan Nabi maka mimpimu adalah kebenaran yang tidak dapat tertolak lagi.”

Teman-teman lain yang tadi menertawakan Abu terdiam, terlebih ketika ia menambahkan. “Aku rela menukarkan apapun yang aku miliki di dunia ini dengan mimpi yang barusan kamu dapatkan Abu.”

Hidung Abu kembang kempis karena bangga, tapi Abu kemudian memeluk sahabat Abu tadi. “Insya Allah, sahabat. Insya Allah kamu akan mendapatkan rahmat yang sama.”

Waktu itu Abu masih berumur 13 tahun dan waktu berjalan terus, kejadian itu telah berlalu lebih dari duapuluh tahun yang lalu.

XXX

Kakek dan ayah Abu meninggal ditanggal yang sama 4 April serta tahun yang berbeda 1992 dan 2004. Sebagaimana seorang anak ataupun cucu manapun beruntung memperoleh warisan. Ada yang memperolah warisan berupa harta maupun ilmu. Abu merasa beruntung memperoleh warisan berupa kenangan.

Lembar-lembar ingatan Abu yang sepotong demi sepotong berkait erat dengan cerita-cerita Sirah Nabawiyah yang mereka ceritakan kepada Abu. Maka kerinduan Abu terhadap mereka yang telah tiada itu bertaut dengan kerinduan kepada Rasulullah S.A.W. Itu merasuk dalam karakter Abu secara sadar maupun tidak, mengalami keadaan juga mengalami perasaan. Seolah-olah apa yang pernah mereka ceritakan itu memberi pesan kepada Abu, bahwa nanti ketika kami sudah tidak ada lagi di dunia, ketika kamu menghadapi suatu masalah yang tidak mampu kamu pecahkan. Maka ada satu orang manusia yang layak kisahnya dijadikan pegangan bagi hidup Abu. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Nabi Muhammad S.A.W.

Warisan kenangan ini pula yang menyebabkan Abu tak pernah terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Nabi Muhammad S.A.W. Ada masanya ketika aliran kiri begitu deras, ketika menjadi progresif itu adalah kiri dan agnostic, tapi kapal Abu tak pernah berganti haluan. Jika Rasulullah adalah tauladan, maka manusia mana lagi bisa menyuntikkan paham-paham baru.

Atau ketika baru-baru ini, ada beberapa tokoh Islam seolah dinabikan, menjadi manusia “seolah” paling benar dan tanpa cela maka Abu tak pernah merasa inferior dan membebek. Bisa jadi mungkin mereka benar, tapi kalaupun mereka salah ya salah. Kita-kita ini sebagai muslim hanya memiliki satu guru besar dalam kehidupan kita, Nabi Muhammad S.A.W.

Maka pada momen maulid seperti saat-saat ini, ada baiknya kita semua, kaum muslimin bersama-sama, ataupun bersendiri-sendiri berdoa kepada Allah S.W.T, “Ya Allah, hamba memohon kepada-Mu agar keimanan hamba kepada-Mu selalu terjaga, hamba memohon juga agar nikmat iman dan islam tidak pernah terputus dari hamba-Mu. Ya Allah perkenankan agar hamba menjadi pendamping Nabi Muhammad kelak di alam surga bersama pula orang-orang yang saleh.”

XXX

Klik disini untuk Kisah-kisah petualangan Abu yang lain

Kisah-Kisah Hikmah:

  1. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  2. Menyerahkan Nasib Pada Takdir; 3 September 2009;
  3. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  4. Nun; 3 Desember 2014;
  5. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  6. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  7. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  8. Momentum; 18 Mei 2015;
  9. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  10. Ibrahim; 20 September 2015;
  11. Hijrah; 14 Oktober 2015;
  12. Ismail; 9 September 2016;
  13. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  14. Manusia Semesta; 21 November 2017;
  15. Bagaimana Cara Cemburu Yang Baik dan Benar; 28 November 2017;

 

Posted in Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

KORPS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA

Pada tanggal 6 Agustus 1897, sebuah unit Korps Marechaussee menyerang bentang kota Soekoen (dekat Sigli) dan membunuh lebih dari 57 orang Aceh. Hanya beberapa menit kemudian setelah aksi mereka berpose seraya menginjak mayat para syuhada Aceh untuk fotografer Christiaan Benjamin Nieuwenhuis. Berita kemenangan segera dikirim ke Batavia dan Belanda.

KORPS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA

Korps Marechaussee te Voet, di Indonesia dikenal sebagai Marsose, adalah satuan militer yang dibentuk pada masa kolonial Hindia Belanda oleh KNIL (tentara kolonial) sebagai tanggapan taktis terhadap perlawanan gerilya di Aceh. Korps ini tidak ada ikatan dengan Koninklijke Marechaussee di Belanda.

Marsose ditugaskan di Hindia Belanda, antara lain dalam pertempuran melawan Sisingamangaraja XII di Sumatera Utara, yang pada tahun 1907 berhasil mengalahkan dan menewaskan Sisingamangaraja XII. Pada Perang Aceh, Marsose dapat menguasai pegunungan dan hutan rimba raya di Aceh untuk mencari dan mengejar gerilyawan Aceh.

Latar Belakang Perang Aceh yang sangat merugikan Belanda.

Perang di Jalan Allah Perang Aceh 1873-1912; oleh Ibrahim Alfian

Pada tahun 1873 dimulailah perang dasyat rakyat Aceh melawan pendudukan Belanda. Seperti yang diceritakan Ibrahim dalam bukunya yang berjudul “Perang di Jalan Allah, Perang Aceh 1873-1912”, perang Aceh menghasilkan begitu banyak korban jiwa kepada kedua belah pihak. Bukan cuma sekadar pasukan vs pasukan, tapi juga terjadi pembantaian demi pembantaian penduduk sipil oleh tentara Kolonial Belanda.

Di pihak penjajah Belanda sendiri juga, jumlah korban yang membengkak akibat banyak pasukan yang berperang, tak memiliki kecakapan untuk berperang. Atau bisa dikatakan, angka mati sia-sia juga tinggi terjadi di perang Aceh. Salah satu alasan mengapa begitu banyak korban jiwa dan begitu dasyatnya perang, karena di perang ini, teknik gerilya digunakan begitu sempurna oleh pasukan Aceh kala menghadapi pasukan Belanda.

Ianah Wulandari, Sejarawan dari Universitas Negeri Surabaya dalam tulisannya berjudul “Satuan Korps Mareschausse di Aceh tahun 1890-1930”, membenarkan serangkaian serangan gerilya tersebut. Sampai-sampai, dalam perang Aceh, Belanda tak begitu banyak memberikan perlawanan berarti. Pasukan Belanda bagaikan dikepung prajurit-prajurit gerilyawan Aceh yang sukar untuk dilacak. Belum lagi ditambah keadaan geografis Aceh yang berbukit, banyak sungai, dan banyak pegunungan serta hutan membuat pasukan gerilyawan Aceh makin sulit dilacak pasukan Belanda. Akibatnya, Belanda hanya bisa mempertahankan wilayahnya saja.

Lubang Pertahanan dalam kubu pertahanan para pejuang Aceh yang dibangun dibawah pimpinan Tuanku Hasyim Bangtamuda – Untuk dapat maju ke mesjid raya pasukan Van Swieten merebutnya dengan susah payah.

Pada mulanya, Belanda menganggap akan mudah menaklukan Kesultanan Aceh. Kenyataannya, dari tahun 1873 hingga awal tahun 1880, Belanda memperoleh begitu banyak kerugian, nilainya mencapai 115 juta florin. Biaya yang begitu besar dibanding hasil yang didapat. Belanda dalam kurun waktu tersebut, hanya sanggup menguasai Aceh dalam luas wilayah sebesar 74 Km2. Artinya, Belanda hanya mampu menguasai koetaradja (Keraton) dan Masjid Raya Aceh saja. Di luar itu, Belanda tak memiliki kuasa apapun. Belanda dikepung pasukan gerilyawan Aceh, dan hal ini pula yang justru menguntungkan pasukan Aceh. Musuh mereka, yakni Belanda bagaikan digiring di satu titik pertempuran saja. Sehingga memudahkan para gerilyawan Aceh untuk melakukan serangan taktis yang menghasilkan efek yang besar. Pada awal peperangan Belanda menggunakan strategi “Gecocentreerde Linie” atau pola bertahan yang sangat konvensional. Dari serangkaian kegagalan yang dialami Belanda, mereka memutuskan untuk menggunakan cara penaklukkan berbeda daripada yang pernah mereka

Christiaan Snouck Hurgronje. Occupation Professor, author, spy, colonial advisor.

Belanda akhirnya mempekerjakan seorang Antropolog untuk meneliti perihal masyarakat Aceh. Ditunjuklah seorang bernama Snouck Hurgronje seorang Antropolog untuk “memata-matai” dan memetakan masyarakat Aceh yang sukar dikalahkan dalam peperangan. Salah satu tugas Hurgronje adalah menyelidiki lebih dalam kondisi sosial budaya masyarakat Aceh agar Belanda dapat masuk dan menguasai masyarakat Aceh. Hasil penelitian Snouck Hurgronje terkait Perang Aceh dan Islam di Indonesia yang telah dibukukan antara lain:

  1. The Achehnese yang diterjemahkan dengan judul Aceh Di Mata Kolonialis;
  2. Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936.

Usulan strategi Snouck Hurgronje kepada Gubernur Militer Belanda Joannes Benedictus van Heutsz adalah, supaya golongan Keumala (yaitu Sultan yang berkedudukan di Keumala) dengan pengikutnya dikesampingkan dahulu. Tetap menyerang terus dan menghantam terus kaum ulama. Jangan mau berunding dengan pimpinan-pimpinan gerilya. Mendirikan pangkalan tetap di Aceh Besar. Menunjukkan (pura-pura) berniat baik Belanda kepada rakyat Aceh, dengan cara mendirikan langgar, masjid, memperbaiki jalan-jalan irigasi dan membantu pekerjaan sosial rakyat Aceh. Ternyata siasat Dr Snouck Hurgronje diterima oleh Van Heutz yang menjadi Gubernur militer dan sipil di Aceh (1898-1904). Kemudian Dr Snouck Hurgronje diangkat sebagai penasihatnya.

Latar Belakang Pembentukan Pasukan Marsose

Mohammad Syarif atau Arif – Pencetus Pembentukan Korps Marsose

Selanjutnya dalam serangkaian cara untuk menguasai Aceh, atas usul dari seorang Minangkabau bernama Mohammad Syarif atau Mohammad Arif seorang kepala kejaksaan di Koetaradja (Banda Aceh sekarang). Putra minang ini mencetuskan pembentukan korps pasukan khusus yang dibentuk untuk menghadapi gerilyawan Aceh. Syarif sendiri merupakan seorang pribumi yang pro terhadap Belanda. Ia memberikan usulannya tersebut pada Gubernur Militer Belanda di Aceh, Jenderal van Teijn dan juga kepada Kepala Staf Militer J.B. van Heutsz untuk membentuk sebuah unit-unit tempur kecil infanteri yang memiliki mobilitas tinggi. Pasukan ini tentunya pasukan anti gerilya. Pada tahun 1889, Komando Tentara Belanda di Aceh sudah menyusun dua detasemen pengawalan mobil yang memiliki kemampuan antigerilya.

Renjaan Seorang Marsose – Profil Marsose

Konsep pasukan itu lalu dimatangkan lagi hingga menjadi pasukan Marsose yang akhirnya membuktikan diri sebagai pasukan elit karena beberapa tugas berat yang sulit dilakukan serdadu KNIL biasa berhasil mereka selesaikan. Bagaimana tidak, pasukan ini adalah pasukan pilihan dari berbagai kesatuan KNIL baik pribumi maupun Eropa.

Dari usulan tersebut, Konsep pasukan itu lalu dimatangkan lagi hingga akhirnya dibentuk sebuah pasukan elit bernama pasukan Marsose atau dikenal pula dengan sebutan Korps Mareschausse yang didirikan pada tanggal 2 April 1890 dan tercatat dalam sebuah surat keputusan yang ditandatangani Ratu Belanda yang berjudul “Staatsblad Van Nederlandsch Indie”. Korps ini bukan sembarang korps, pasukan ini adalah pasukan pilihan dari berbagai kesatuan KNIL baik pribumi maupun Eropa. Mereka tak lain adalah sepasukan tentara bayaran berdarah dingin yang anggotanya merupakan pribumi. Hanya pimpinannya saja yang berdarah Belanda.

Ciri Khas Serdadu Marsose

Marsose adalah pasukan gerak cepat dengan seragam hijau dengan tanda garis bengkok warna merah pada lengan dan leher terdapat garis merah. Setiap unit Marsose terdiri dari 20 orang dengan dipimpin seorang sersan Belanda yang dibantu seorang kopral pribumi. Setiap pasukan biasanya terdiri dari satu peleton yang terdiri dari 40 orang dan dipimpin seorang Letnan Belanda.

Mereka yang berbahaya, pasukan Marsose yang berasal dari Jawa berpose setelah operasi ke pedalaman Aceh. Serdadu Marsose adalah Kebanggaan Belanda, mereka adalah bawahan yang mumpuni (H.C. Zentgraaff dalam The Atjeher).

Para Marsose yang berasal dari Ambon dan Manado sedang berpose bersama

Secara keseluruhan, korps Marsose terdiri dari 1.200 orang dari berbagai bangsa, terdiri orang-orang Belanda, Perancis, Swiss, Belgia, Afrika, Ambon, Ambon, Menado, Jawa, juga beberapa orang Nias dan Timor. Pasukan ini, selain dipersenjatai karaben, juga dipersenjatai dengan senjata tradisional seperti klewang, rencong dan sebagainya. Mereka tidak tergantung pada angkutan militer dan biasa berjalan kaki. Mereka tidak bergantung pada jalur suplai logistik.

Hal ini sangat berguna dalam perang jarak dekat, man to man, seperti yang dilakukan para gerilyawan pribumi. Marsose berusaha mengikuti gaya berperang ini karena gerilya kaum gerilyawan begitu efektif menggempur KNIL yang biasa menang dalam front besar namun repot ketika diserang mendadak. Pasukan ini tentunya terlatih dalam peperangan di hutan menghadapi serangan gerilyawan

Keunggulan yang ditawarkan oleh pasukan ini adalah karena mereka pribumi yang dilatih khusus, mereka akan lebih mengenal musuh mereka yakni sesama pribumi. Artinya, bisa dikatakan, korps Marsose ini ditugaskan untuk membunuh saudara sebangsa mereka sendiri. Dengan peralatan canggih di zamannya dan gaji besar, pasukan Marsose dikenal sebagai pasukan elit berdarah dingin.

Marsose, dalam banyak catatan, lebih banyak melakukan tugasnya sebagai pasukan kontra-gerilya di Aceh dan Tanah Batak. Dua daerah itu sangatlah sulit dikuasai pemerintah kolonial hingga awal abad XX. Marsose dalam jumlah besar dibutuhkan disana untuk waktu tugas yang lama. Bahkan setelah perang melawan orang-orang Batak di Pedalaman Sumatra dan Aceh itu berakhir, perlawanan kecil kadang masih terjadi. Seperti dialami bekas komandan Marsose, Letnan Kolonel W.B.J.A Scheepens, yang tertusuk rencong orang Aceh.

Marsose sebenarnya tidak hanya ditugaskan di dua daerah itu, tapi juga dibeberapa tempat seperti di kepulauan Nusa Tenggara juga Sulawesi, walau dengan personil yang tidak terlalu banyak. Cerita kekejamanan pasukan Marsose lebih banyak terjadi di Aceh saja dan tanah Gayo saja.

Pasukan Khusus Marsose itu bernama Kolone Macan

Kehadiran Marsose sebagai pasukan khusus yang sedemikian handal itu, rupanya masih dirasa belum cukup oleh petinggi militer Belanda. Perwira-pwerwira Belanda itumembentuk lagi sebuah unit didalam pasukan Marsose bernama Kolone Macan.. Seperti halnya MarsoseKolone Macan juga dipimpin oleh perwira-perwira dari orang-orang Eropa. Salah satunya adalah perwira asal Swiss bernama Hans Christofell. Dia sangat tersohor karena berjasa kepada pemerintah kolonial dalam peperangan di Sumatra bagian utara itu. Dia membentuk pasukan khusus baru lagi, dimana anggotanya adalah anggota-anggota Marsoseyang terpilih.

Ada perwira Marsose yang lebih tinggi pangkatnya dibanding Christoffel, Kapten Scheepens. Setelah lewati berbagai pertimbangan, pembuat kebijakan militer Belanda sampai pada kesimpulan, pekerjaan algojo yang sadistis tidaklah cocok bagi Scheepens, walaupun Scheepens tergolong orang bersedia mengerjakan tugas militer yang berat sekalipun seperti bertempur berhari-hari dalam hutan. Dimata pembuat kebijakan itu, Christoffel dianggap lebih cocok untuk memimpin sekelompok algojo. Akhirnya Christoffel diberangkatkan ke Cimahi, dimana berdiri sebuah garnisun pasukan Belanda disana. Disini Christoffel berttemu dengan banyak Marsose kawakan dan memiliki pengalaman bertempur di Aceh. Keberadaan mereka di Cimahi adalah dalam rangka istirahat setelah peperangan berat di Aceh selama berbulan-bulan.

Dia menghimpun anggota Marsose yang beringas, jago berkelahi.Pasukan ini dinamakan Kolone Macan. Pasukan ini dilatih oleh Christoffel di Garnisun Cimahi. Pakaian mereka berwarna hijau kelabu yang kerah bajunya terdapat dua lambing jari berdarah. Tentu saja ikat leher warna merah agar nampak lebih lebih menyeramkan. Mereka dikenal sebagai pasukan yang menyeramkan dengan julukan ‘pembunuh berdarah dingin’.

Ekspedisi Pasukan Marsose ke Lam Meulo-Tangse-Geumpang

Setelah beristirahat dalam waktu yang lama, para Marsose itu merasa ingin kembali berperang di Aceh lagi. Dunia Marsose jelas bukan dunia tangsi yang damai, dunia mereka adalah peperangan dalam hutan, seperti di Aceh. Selama di tangsi Cimahi yang damai itu, para Marsose itu juga diberikan teori peperangan, namun hal itu kurang direspon oleh marsose yang berpendidikan rendah. Mereka tidak butuh teori dalam peperangan, melainkan pertempuran. Wajar bila teori perang itu tidak sekalipun dicerna prajurit Marsose. Mereka lebih tahu dan senang bertempur. Rutinitas lain yang mereka benci di tangsi adalah beberapa kali dalam sehari harus apel. Latihan marsose bukanlah menembakan senapan, melainkan memainkan klewang.

Di Cimahi, Christoffel mengamboil beberapa komandan brigade yang biasanya berpangkat sersan terbaik Marsose. Mereka yang bosan hidup di garnisun jelas menjadi prioritasnya. Pasukan ini terdari dari 12 brigade marsose yang sudah dilatih lagi di Cimahi. Betapa terlatihnya mereka sekarang. Barisan depan pasukan Kolene Macan adalah para Marsose jejaka. Jelas mereka bisa lebih leluasa bertempur karena tidak akan memikirkan anak istrinya.

Cara kerja pasukan ini lebih kejam dari Marsose sebelumnya. Mereka melakukan eksekusi ditempat. Hal ini tergolong gila, seperti yang dirasakan salah seorang komandan Marsose Schriwanek. Walau dia tergolong kasar, namun dia melihat cara kerja Kolone Macan, dirasa oleh perwira itu, benar-benar keterlaluan ketika melakukan Sweeping. Mereka membersihkan gerakan gerilyawan perlawanan rakyat dengan kejam sejak dari dataran rendah. Mereka lakukan kerja mereka dengan singkat dan tuntas.

Reaksi keras atas cara kerja Kolone Macan muncul juga dari kalangan militer Belanda sendiri. Peperangan yang mereka jalankan di Aceh terbilang keterlaluan. Reaksi ini datang dari perwira Belanda yang bukan berlatar belakang dari tentara bayaran.Akhirnya komando atas daerah Aceh diganti dari van Daalen kepada Swart. Karena hal pergantian komando itu, cara kejam Kolone Macan perlahan dihilangkan. Pasukan yang pernah dilatih dan dipimpin oleh Christoffel itu kemudian beralih komando pada van der Vlerk. Komandan baru ini, seperti tuntutan sebagian perwira Belanda yang benci kebengisan Van Daalen dan Christoffel, mulai merubah sifat pasukan Kolone Macan. Pasukan ini lama-lama menghilang dan hanya menjadi Marsose biasa.

Kolone Macan adalah bagian terkejam dari korps bernama Marsose dan hanya terjun di front Aceh saja. Pemerintah Kolonial rupanya tidak menginginkan adalah sepasukan algojo terorganisir, bagi pemerintah kolonal, cukup hanya marsose saja pasukan terkejam yang mereka miliki. Bagaimanapun perlawanan terhadap kebijakan kolonial tidak bisa ditebak kapan terjadinya dan inilah alasan mengapa Marsose terus dipertahankan walaupun perannya semakin meredup sinarnya. Marsose tidak terdengar kehebatannya lagi ketika Jepang mendarat di Indonesia.

Foto-foto kekejaman Long March Pasukan Marsose ke Gayo dibawah pimpinan Jenderal C.G.E van Daalen

Penaklukkan Benteng Koeta Reh, sebuah operasi dibawah pimpinan Van Daalen di Tanah Gayo. Foto diambil 14 Juni 1904. Bagian dari Perang Aceh (1873-1904)

Kekejaman Belanda di Kampong Likat Tanah Gayo, anak-anak dan perempuan juga di bantai oleh tentara Belanda pimpinan Van Daalen. Perang Aceh (1873-1904)

Seluruh penghuni benteng Koeta Reh di bantai oleh pasukan Belanda pimpinan Van Daalen (Perang Aceh 1873-1904)

Letnan Jenderal G.C,E. van Daaleen salah satu pemimpin Marsose yang paling kejam – Selama memimpin Long March selama 163 hari – Ia memerintahkan membakar kampung – Membunuh wanita dan anak-anak.

Akhir Korps Marsose

Tugu kehormatan yang dibangun oleh tuan-tuan pemilik kebun Planters di Sumatera Timur dahulu untuk menghormati Ulang Tahun korps Marsose ke-40 tahun (1930) di Aceh. Pada tahun 1930 pula pasukan Marsose di Indonesia dibubarkan oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda

Akibat kekejaman diluar batas kemanusiaan, Korps Marsose akhirnya di bubarkan oleh Belanda sendiri. Kisah Marsose sejarahnya setelah perang Aceh berlalu hilang. Pada tahun 1930 pasukan Marsose di Indonesia resmi dibubarkan. Akibatnya pasukan Belanda taringnya yang tajam seperti pada saat Perang Aceh, dengan mudah ditaklukkan oleh Jepang pada Perang Dunia Kedua.

Warisan Sejarah Marsose

Tradisi pasukan khusus Belanda di Indonesia dihidupkan kembali oleh putra Letkol W.B.J.A Scheepens yakni Kapten W.J. Scheepens ketika tentara Belanda mendarat pada tahun 1945. Kapten Scheepens mengembangkan gagasannya untuk membentuk Pasukan Khusus (Speciale Troepens) sehingga pimpinan KNIL menyetujuinya dengan mendirikan Depot Speciale Troepens (DST) pada 15 Juli 1946.

Pasukan DST yang berciri khas berbaret hijau ini dikomandoi oleh Kapten W.J Scheepens personelnya juga direkrut dari berbagai suku dan bangsa. Pasukan ini diberi pelatihan strategi dan taktik pasukan komando di berbagai tempat mulai dari Polonia, Kalibata hingga akhirnya di Batujajar, Bandung.

Lalu pada 20 Juli 1946 Komandan DST diserahterimakan kepada Westerling. Sekarang tempat latihan pasukan DST di Batujajar digunakan untuk melatih anggota Kopassus, pasukan elite TNI AD.

XXX

Artikel-artikel lain tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;

 

Posted in Cuplikan Sejarah, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 35 Comments

WHAT HAPPENS IF ABU NAWAS BECOMES A KING

How can we know “something” behind a funny head?

WHAT HAPPENS IF ABU NAWAS BECOMES A KING

We should know ourselves when criticizing the kingdom (Government) because there are more people who are smarter than us. Kingdom (Government) has no problem with intelligence. They have (only) problems with honesty. If they are dishonest, what can we do? We can only curse ourselves. But when they get over the limit, get people together right away! We form a new (government) kingdom. But if they are not too. Get up in the morning, smile then continue the day, pretending to be happy. The cost of this option is cheaper, much cheaper.

Imagine if an Abu Nawas exchanged a position with Harun Al-Rashid, the Abbasid Caliph. what’s happening? In history, Abu Nawas is a reliable critic but can he be in control as Caliph Harun Al-Rashid? Which in history is also famous as a respected leader. This means sitting one person in proportion, it means place someone on the part that he mastered.

“King born or made?” That was the question that sounded before the beginning of the 20th century. This means that perhaps a person with a leadership potential is born outside the royal palace, or a “can” leader is formed with the royal court’s education.

Two World Wars made European societies no longer trust the king’s decision, they were willingly converted to constitutional state, meaning the figure of the king only as a symbol of unifying is holding the government is the Prime Minister, a concept which is then imitated by various countries, for example, modern Japan. But it is unique after the power of the King and Queen is “reduced” but the Monarchy system continues to last until now.

“Raja adil disembah, raja lalim disanggah” means “The righteous king is worshiped, the unjust king is refuted” The concept in almost all kingdoms in Indonesia before touching the Imperialist-Colonialists. This means that the Sultan of the archipelago was required to prosper the people, although there are times when the situation is still turbulent, this can be proved by the survival of customs system throughout Indonesia. Feudalism as a system gives birth to despotism, sometimes even spur the social revolution.

The current kingdom or sultanate system no longer prevails, it is proved that no kingdom has been established since the beginning of the 20th century. With the exception of a long-standing empire, virtually no new kingdom is formed.

The system of Republican government based on Democracy is considered the ideal form of government throughout the world today, the slogan “Vox Populi, Vox Dei” seems to be heard everywhere. “The voice of the people, the voice of God” is the meaning of the question, but what is the question of the people’s voice that reflects the voice of the god? What if the people in question were all thieves?

In a democracy, an Abu Nawas might be able to defeat a Harun Al-Rashid in an election. Once again the question is, should the person has chosen bear the responsibility given to him? Everything comes back to us to think rationally.

Congratulations for democracy, the longevity of the republic.

Translate From: Sultan Abu Nawas

XXX

My opinion

  1. PIRATE, REBEL OR EVIL; 4 April 2017;
  2. PERPETUUM MOBILE; 17 April 2017;
  3. AGAINST TRADITION IS ACTUALLY VERY OLD TRADITION; 8 May 2017;
  4. WHAT IS THE PURPOSE OF THE SUICIDE BOMBING; 25 May 2017;
  5. HOW TO PREVENT HOAX, A SCIENTIFIC JOURNAL; 6 June 2017;
  6. ISLAMIC SHARIAH WHO IS AFRAID, A CASE STUDY IN ACEH; 13 June 2017;
  7. ACEH WOMEN FULL POWER; 13 June 2017;
  8. CONQUEST OF CULTURE; 15 June 2017;
  9. EID MUBARAK AND PASCAL LAW; 25 June 2017;
  10. HISTORICAL REPETITION; 15 July 2017;
  11. HOW TO INHERIT THE GREATNESS; 11 July 2017;
  12. WHY PALESTINE IS OUR SADNESS; 24 July 2017;
  13. WHEN CRITICISM IS FORBIDDEN; 14 October 2017;
  14. EXPLOITATION OF NATURAL RESOURCES, WHAT IS IT GOOD FOR ACEH; 5 November 2017;
  15. THE POLITICS OF ABU NAWAS; 1 December 2017;
Posted in History, International, Opinion | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

THE PRICE OF FREEDOM

THE PRICE OF FREEDOM: The Unfinished Diary of Tengku Hasan di Tiro; Published by; National Liberation Front of Acheh Sumatra; 1984.

THE PRICE OF FREEDOM; The Unfinished Diary of Tengku Hasan di Tiro

THE PRICE OF FREEDOM: The Unfinished Diary of Tengku Hasan di Tiro; Published by; National Liberation Front of Acheh Sumatra; 1984.

Free Download e-book THE PRICE OF FREEDOM; The Unfinished Diary of Teungku Hasan di Tiro

The Price of Freedom – Hasan Tiro

Introduction by Teungku Hasan di Tiro

I write this book in preparation for my death, shaheed – a witness to an idea that had earlier been made sacred by the spilled blood of my ancestors and recently by the spilled blood of my loyal followers.

The value of a thing is not determined by what you can do with it, but at what price you are willing to pay for it.

Freedom means that we take full responsibility for ourselves, our people, and our country; freedom means that we maintain the distance that separates us from others; freedom means that we are no longer afraid of hardship, difficulties, privation or death: he who has learned how to die can no longer become a slave or a colonial subject.

He who wants to be free must always be ever ready to go to war and to die for his freedom. “The free man is a warrior”.

To preserve our freedom, our forefathers had suffered all, sacrificed all, dared all, and died. Now is our turn to do no less.

Hasan Tiro in the 70’s decade

The Genealogy of The Tiro Family

Anti-GAM posters created by the Government of the Republic of Indonesia

 

About Aceh:

  1. CUMBOK WAR, A SOCIAL REVOLUTION IN ACEH (1946-1947)
  2. ACEH THE FIRST SOVEREIGN COUNTRY TO RECOGNIZE THE INDEPENDENCE OF THE NETHERLANDS
  3. CIVILIZATION WITHOUT WRITING
  4. DUTCH RAID OPERATION AGAINST CUT MEUTIA (1910)
  5. SAMUDERA PASAI AS THE FIRST ISLAMIC KINGDOM IN SOUTHEAST ASIA
  6. ISLAMIC SHARIAH WHO IS AFRAID, A CASE STUDY IN ACEH
  7. ACEH WOMEN FULL POWER
  8. GOLD, INFIDELS, AND DEATH
  9. HOW TO TELL HISTORY OF ACEH
  10. THE ORIGIN OF THE COFFEE CULTURE IN ACEH
  11. THE UNTOLD STORY OF HISTORY OF THE COMMUNIST PARTY OF INDONESIA IN ACEH PROVINCE
  12. WHEN CRITICISM IS FORBIDDEN
  13. EXPLOITATION OF NATURAL RESOURCES, WHAT IS IT GOOD FOR ACEH
  14. PEUCUT KERKHOFF, ACEH-DUTCH WAR MONUMENT
  15. THE PRICE OF FREEDOM; THE UNFINISHED DIARY OF TENGKU HASAN DI TIRO
Posted in Download, E-Book, International | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 14 Comments

THE POLITICS OF AN ABUNAWAS

Abu Nawas version of the 1920s

THE POLITICS OF AN ABUNAWAS

A joke will feel closer, it calls the sense of emotion, proud and happy intimately when the time is too narrow to scream or cry for fate. Maybe that’s why Abu Nawas feels so familiar. Each time a character is displayed with a mighty, distant distance. Distance to awe from afar, trying to understand wisely. And for that Abu Nawas present displays irony, opening the door to wise. No wonder he reaches anyone.

In the story, we learn wisdom with joy, that our hearts lightly know that the sacred is not so thrilling, that those in power need to listen to the fool. Jokes find something noble, not just a scattered mess, at least it gives meaning.

Abu Nawas was born from history, not from nothing. Abu Nawas original name is Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. He was born in 145 H (747 AD) in the city of Ahvaz in Persia (present Iran). His father, Hani al-Hakam, was a member of the military legion of Caliph Marwan II. While his mother was named Jalban, a Persian woman who worked as a woolen washer. Since childhood, he was orphaned. A glorious life in the reign of Harun Al-Rashid, in a chaotic manner, can help or at the same time defeat the Caliph in any matter.

It was a golden age where gold was spoken more than wheat, dismantling old habits of looking at riches and possessions, the abundance of gold is also something wrong, when demand and supply are not working properly, eventually in a big city, in a crowded market, not many knows. Behind the power of a sultan, what is it? And who’s there? Reminded that even the most glorious Caliph needs input from a naughty moron.

It is a pity if a country is led by those who like to pretend when the mouth says differently from what is in the heart. But the misfortune that exceeds it is the willingness of people to accept the deception with sincerity. So what misfortune can exceed this.

Therefore, the figure of Abu Nawas will always be remembered by us when we are tired of the political nonsense. When cleverly seated, silent, stunned, seeing the present as the present, but the defective past. Together with Abu Nawas we know that the holder of power is no more ordinary human being who can be wrong, and that power is not so terrifying as we respond with humor, because all human beings whoever he is able to accept the fun, with earthy because almost no one away from the fun, funny, naughty and unexpected.

Politics Abu Nawas is not extraordinary great, he gave advice is not a legal fatwa, that is where born the depth of wisdom. A political life of repetition that repeats every time throughout the day, showing life as a coincidence that is not clear direction and as absurd. But therein lies something wise, that politics, as a calling, is actually a sadness call, and in that, sorrow we should be on duty. In jokes and smiles, paradox. Because laughing is the most beautiful thing in the world, if we understand the aesthetics.

Perhaps, when it’s the great is not so shocking and unbelievable means again. Humor and irony save more than dreams of power and glory alone. Where humans find noble in life, freeing practical sense from profit-loss alone.

Translate From: Politik Abu Nawas

XXX

Another story:

  1. DIFFERENT NARCISSUS; 7 April 2017;
  2. YUKIMURA SANADA, THE LAST GENERAL; 10 April 2017;
  3. THE LAST WITCH; 10 April 2017;
  4. ALI AND MALENA, A LOVE STORY; 11 April 2017;
  5. TOKUGAWA IEYASU, THE ASURA; 19 April 2017;
  6. BHISHMA’S DEATH; 21 April 2017;
  7. BEHIND THE SCENES MACHIAVELLI WROTE THE PRINCE; 23 April 2017;
  8. SPEECH OF THE BIRDS; 25 April 2017;
  9. THE NOBLE VEIL, ODA NOBUNAGA; 13 May 2017;
  10. THE FALL OF ICARUS, WHEN A MAN TRIES TO REACH THE SUN; 14 May 2017;
  11. LETTER TO LISA; 9 June 2017;
  12. DUSK IN MALACCA; 4 July 2017;
  13. THE RIVER MAN; 18 July 2017;
  14. AFTER THE REVOLUTION ENDED; 28 July 2017;
  15. FRIENDSHIP BETWEEN GOATS AND WOLVES; 29 October 2017;
Posted in History, Opinion, Story | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

BAGAIMANA CARA CEMBURU YANG BAIK DAN BENAR

Cemburu menurut kebudayaan Barat diawali oleh mistos Oedipus

BAGAIMANA CARA CEMBURU YANG BAIK DAN BENAR

Julius Caesar dan Benjamin Franklin tidak pernah cemburu. Namun setiap orang pasti pernah merasakan cemburu.

Mari kita mulai dengan membedakan iri dan cemburu. Iri berarti kita ingin memiliki milik orang lain. Misalnya, kita iri Karena teman mempunyai iphone terbaru yang mahal. Cemburu adalah rasa takut kehilangan seseorang atau sesuatu. Pada cemburu selalu ada orang ketiga yang mengancam hubungan antar dua orang.

Apakah cemburu merupakan bawaan atau muncul dalam keadaan terjepit, tidak ada jawaban pasti. Pada manusia rasa cemburu memiliki perbedaan corak. Orang Somalia (kuno), misalnya, terkenal sebagai suku paling cemburu di dunia. Sampai abad lalu ada kebiasaan menusuk bibir kelamin gadis untuk mencegah hubungan seksual. Sabuk anti seks yang dikenakan wanita muda abad pertengahan kalau pahlawannya pergi perang, juga merupakan ungkapan sejenis.

Sabuk anti seks yang dikenakan wanita muda abad pertengahan kalau pahlawannya pergi perang, juga merupakan ungkapan kecemburuan.

Pada kebanyakan suku, atau wilayah, perzinahan dihukum dengan keras. Sebaliknya, ada suku yang kelihatannya tidak memiliki rasa cemburu. Penduduk kepulauan Marquises menganggap kata cemburu kekanak-kanakan, di situ ada kebiasaan menawarkan istri sebagai penghargaan. Biarpun begitu, di tempat itu kadang-kadang timbul juga ledakan cemburu, biasanya kalau orang sedang mabuk.

Cemburu merupakan rasa yang menimbulkan emosi kuat. Cemburu sering disebut sebagai “pukulan yang menghancurkan”. Cemburu bisa mendorong seseorang melakukan yang kurang pantas bahkan bisa menyebabkan gelap mata dan membuat orang menjadi pembunuh. Hal ini disebut crime passionelle.

Anehnya, di banyak tempat, pria membunuh istrinya karena cemburu. Menurut Sigmund Freud ada empat ciri cemburu:

  1. Rasa sedih dan sakit;
  2. Rasa bangga yang terluka;
  3. Rasa permusuhan terhadap lawan;
  4. Rasa percaya diri yang terluka;

Kisah Oedipus

Menurut Freud, akar cemburu terkait dengan Oedipus complex, pikiran dasar psikoanalisa. Diangkat dari cerita mitos Yunani Oedipus, putra raja Laios dan Lokaste. Perkawinan Laios dan Lokaste lama tidak mempunyai anak dan ketika mereka bertanya pada Orakel dari Delphi, ternyata ia memang akan mendapat seorang putra, tetapi ia harus rela dibunuh oleh anaknya sendiri.

Pasangan itu kaget mendengar ramalan Orakel, ketika Oedipus lahir, ia dibuang ke pegunungan. Seorang gembala yang seharusnya melakukan tugas itu merasa kasihan, dan membawanya ke istana Korinthe, tempat Oedipus dibesarkan oleh Polybos dan Merope.

Setelah dewasa, Oedipus mendengar dari seorang pemabuk bahwa Polybos dan Merope bukanlah orang tua kandungnya. Ia kaget dan bertanya kepada Orakel dari Dephi. Orakel tidak menjawab, ia hanya mengatakan: “Kamu akan menjadi pembunuh ayah Kamu dan Kamu akan menikah dengan ibu kandung sendiri, keturunan kamu akan celaka.”

Oedipus tetap yakin bahwa Polybos dan Merope adalah orang tua kandungnya, ia kemudian mengambil keputusan melarikan diri. Ia sering bertengkar kalau ada kenderaan lain yang mendahuluinya. Suatu ketika, tanpa pikir panjang Oedipus membunuh semua penumpang dalam sebuah kenderaan. Ia tidak tahu bahwa satu penumpang adalah raja Laios, ayahnya sendiri.

Waktu itu Thebe sedang diserang monster mengerikan, sfinx bersayap. Segera dibuat sayembara bahwa siapapun yang bisa membebaskan Thebe dari sfinx akan menikah dengan janda raja, Lokaste. Oedipus menerima tantangan itu, melalui teka-teki ia berhasil membuat sfinx putus asa, dan masuk jurang.

Oedipus tidak tahu, ia menikah dengan Lokaste dan mereka dikaruniai empat orang anak. Semua berjalan lancar sampai Thebe dilanda wabah pes. Seorang peramal buta dari Teiresas, mengisahkan bahwa malapetaka itu merupakan hukuman bagi Oedipus yang membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Akhir hidup mereka memang tragis, Lokaste menggantung diri dan Oedipus mencungkil matanya sendiri dan mengembara.

Tidak ada mitos yang begitu mempengaruhi cara berpikir abad kedua puluh seperti Oedipus. Bagi Freud, mitos itu sendiri bukan hanya tabu bagi incest, tetapi juga cikal bakal rasa cemburu. Sekarang teori atau ide Freud dianggap terlalu aneh tentunya.

Cemburu adalah Fitrah Manusia

Sebenarnya cemburu merupakan fitrah manusia, bersifat netral dan diharapkan dapat melindungi harga diri, cinta kasih keluarga atau untuk melindungi dari pencemaran citra dan beberepa sikap yang melampaui batas. Cemburu yang menunjukkan begitu sayang dan cinta tulus seseorang pada pasangannya, dan tidak ingin jatuh dari kenistaan, adalah cemburu yang diperbolehkan dalam Islam, bahkan dianjurkan.

Aku ingin, dia adalah satu-satunya yang aku cintai seumur hidupku, aku akan berusaha memberikan yang terbaik dari diriku untuknya, sampai hari dimana aku akan meninggalkan dunia ini.

Bahkan jika seseorang sama sekali tidak ada rasa cemburu pada pasangannya sama sekali dan membiarkan apapun terjadi, itu bisa dikatakan tidak peduli atau tidak cinta, bahkan cenderung membiarkan kerusakan terjadi dalam keluarganya. Cemburu demikian bisa dikatakan cemburu romantis, menunjukkan betapa cintanya pasangan dengan menunjukkan kecemburuan secara santun, tidak berlebih-lebihan.

Cemburu Buta, Cemburu Berbahaya

Cemburu yang berlebihan dan tidak pada porsinya. Pada akhirnya cemburu yang demikian ini bukan lagi menunjukkan rasa cinta, namun rasa egois semata. Cemburu demikian ini sangat menyiksa kedua-keduanya, karena setiap hari adanya hanya berprasangka buruk, menuduh dan pada akhirnya bisa terjadi hal-hal negatif. Seperti pemasungan kreativitas, tidak boleh bekerja, membatasi pertemanan walau itu rekanan bisnis penting, bahkan sampai melukai secara fisik maupun psikis.

Cemburu yang demikian sangat dilarang dalam Islam jika cemburu itu bersifat merugikan, merusak bahkan bisa menyebabkan pertengkaran dan permusuhan. Bahkan dari beberapa kejadian, banyak hal buruk dari hubungan suami istri menyebabkan mereka bercerai, permusuhan dan saling menuduh juga memfitnah gara-gara dibakar api cemburu yang berlebihan tanpa melihat kejadian sebenarnya.

Bagaimana sebenarnya cemburu yang baik dan benar?

Islam agama yang santun, membungkus sesuatu perkara manusia dengan sangat indah. Bahkan perkara cemburupun, dianjurkan jika dalam porsi yang benar, mencegah kenistaan dan maksiat, menunjukan rasa cinta kasih suami istri, menambah hangat, dan harmonis hubungan rumah tangga.

Sampaikan rasa cemburu dalam bentuk yang cerdas, romantis lagi menyenangkan. Karena pada dasarnya seseorang ingin mengukur seberapa besar cinta pasangan itu memang salah satunya ditampakkan dengan cemburu.

Cemburulah karena Allah S.W.T, karena itu halal dan dianjurkan.

Beberapa Kisah Hikmah yang lain:

  1. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009
  2. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  3. Menelusuri Sejarah Perang Salib; 30 April 2010;
  4. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  5. Nun; 3 Desember 2014;
  6. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  7. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  8. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  9. Ramadhan Dan Relativitas; 27 Juni 2015;
  10. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  11. Ibrahim; 20 September 2015;
  12. Ismail; 9 September 2016;
  13. Idul Fitri Dan Hukum Tekanan Pascal; 25 Juni 2017;
  14. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  15. Bagaimana Cara Cemburu Yang Baik dan Benar; 28 November 2017;

 

Posted in Asal Usil, Kolom, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

FOR ONE WEEK IN LOVE

She’s the only one who has ever been my lover. I still remember that day fate brought us together, she picked me who had no love, like the miracle, she chose to me.

FOR ONE WEEK IN LOVE

Still in the same clothes as last year when she was a girl, but today the clothes are worn out where every tangle of yarn looks fragile. The same veil he wore evoked memories of old passion when we were still in love. Today, though the dust is so easy to perch it still looks very beautiful. But what is she doing here? Did not I tell you that you do not want to see her face again, how dare she! No one has ever muddled as an enemy had the courage to see me again, and once again a theory collapsed by her. Here the place I can’t avoid, in the office where I have to serve professionally. She could not accept the word no, but how carefully she calculated the weakest side of the castle I made from the rubble of conquest.

“I need help.” She said. I stared at her increasingly gaunt face.

“Write your request in this paper.” I handed her a blank piece of paper.

She smiled happily, “I’ll leave it to you at eight o’clock where we used to meet.”

Even when she in need of help, she can still dictate, really terrible. Extraordinary confidence deserves to be respected, even though I have learned to hate her.

But my figure has changed, I have learned. In the past, whatever your cheats, no matter what you are. Until whenever I will be faithful. “Write the paper, otherwise it will not be forever!” This time I said firmly.

Her face flushed, “Okay” she relented and wrote something. “This is my number.” She said as she handed the paper into my hand.

I shook my head reading the writing. “Delete that, write an address. Your request will be sent via mail.” I took a deep breath.

“I concede today because I still need your help.” She grunted. Who is she? Even at times like this can threaten me.

She got up, “Thank you when everyone does not care about me, I know you’ll help me.” She knew the deepest weakness of me, clothed with anger.

“You think this help is free!” Her face surprised but implied happy aura there, she wants this story continues. No, I will not give it a chance. “Other times if you need help, do not ever come again to beg for my help. This is quite the last one, I really do not want to see you again.” Cloudy on her face, the only lifelong victory I’ve ever won from her.

“Sorry, I do not know. Really do not know has hurt you very much.” She finally left, arises a little compassion in my heart but a moment to memories of my mind where I was surprised at her cunning, how silently the slippery sense of a woman is able to defeat the logic of the smartest man, with a great play beyond the creation of even the greatest director.

However I have to help her because I never really hate her, this life has ever led me to many failed and rejection. Only she whoever received me, even just a week, even though she was finally betrayed me. She’s the only one who has ever been my lover. I still remember that day fate brought us together, she picked me who had no love, like the miracle, she chose to me. It was she who shaped my present character who became a human being alerted to all the smiles of women, which made me suspicious of women’s cries. Like a blacksmith is she the only one who forges my heart into steel. So for that, I must help her, as a devotion to the teacher. For a week-old love, where in the past I owe it on time. But for that, I have to wear a mask, to protect my face from the dust. To hide my tears because it is inappropriate for a man to show his weakness, especially if it gets twice so it can’t keep his pride.

Tonight when I meet her request, wrapping up his wish to post tomorrow. I pressed the paper without reading again. Let the writing never settle in my brain memory. Her presence restored memories of the past, realizing that alone I am, it was very quiet. And I used to want to have a family with her. The past is past, it’s gone. The one who should return the smile on her face is not me. She has chosen and should take responsibility for her decision first. I will definitely become stronger, then find a loved one, to live a happy life.

Fighting for love to be betrayed is better, rather than later regret not trying with all my heart, rather than doing nothing. Even death is better than a regret.

Lhokseumawe, April 4, 2009

Translate From Bahasa: Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu

XXX

More stories:

  1. LOVE AT FIRST SIGHT; 3 August 2008;
  2. FOREVER, I KNOW THERE IS NO LOVE FOR ME; 22 August 2008;
  3. JUST FOR YOU; 14 December 2013;
  4. ALI AND MALENA, A LOVE STORY; 11 April 2017;
  5. BHISHMA’S DEATH; 21 April 2017;
  6. PLEASE, DO NOT LET ME LOVE HER; 2 May 2017;
  7. LETTER TO LISA; 9 June 2017;
  8. SOLEMN; 19 June 2017;
  9. OH MAN, I COMPLETELY DON’T KNOW YOU; 23 July 2017;
  10. ALL FOR THE SAKE OF LOVE; 12 August 2017;
  11. THE MEANING OF NOSTALGIA; 12 October 2017;
  12. A NOTE FROM A LOSER; 10 November 2017;
  13. IS THIS LOVE; 25 October 2017;
  14. HARLEQUIN AND THE TREE OF HOPE; 13 November 2017;
  15. LOOKING FOR THE PATH TO THE LIGHT; 21 November 2017;
Posted in Fiction, International, Story | Tagged , , , , , , , , , , , | 1 Comment

TESTAMENT FROM HANG TUAH

Hang Tuah. Legendary Heroes Malay (Indonesia and Malaysia).

TESTAMENT FROM HANG TUAH

This is my best friend, the way I got here. Yeah just got here. My guess is that it will not be long, the charge of adultery is just an excuse. Punishment will be established. I was tricked into curling in a dark jail waiting to die.

Humans will be tested, this limitation is also tried to restrain unbearable doom. At this moment I missed running in the rice fields, chanting merrily awaiting Maghrib prayer. I am without tears, O my friend, vile accusations will not make me cry. Nothing is more beautiful than death for the sake of a belief.

The Palace of Malacca, Sultan Muzafar Syah has said. I am nothing but a worthless dog of mange in the eyes of those who rule the country. The land of Malay feels narrow for the ruler when I am alive, although I promise faithfully will not be for friends. I am condemned as a punishment.

Toward death, I remember how the five of us managed to defeat the bandits. The glorious times that brought our footsteps entered the palace of Malacca. It reminds us of the time we engaged in the resort of good will to Java with all the commanders and magnates of Malays to apply for the princess of Majapahit to our master, to be the wife the mighty Sultan of Malacca. The good times when it’s been missed are slicing.

My dearest friend, Hang Jebat. You are the one I trust the most, more than any other. Hang Kasturi, Hang Lekir, and Hang Lekiu. Together with this letter I give you keris Taming Sari, Save and keep with you the heirloom of King Majapahit, Prabu Brawijaya. As a sign of the friendship of two nations, Majapahit and Malacca. Use for the glory of the archipelago.

When my time comes, let all the hates disappear. Of all my friends, you are the most sensitive, you are the most faithful. Let this slander be judged upon life after death. You need no more search for this vile slander.

Miss you

Hang Tuah

Historical note:

Hang Tuah is a legendary hero of the Malay people during the reign of Sultan Malacca in the 15th century (The kingdom of Malacca originated in 1400-1511 AD). Accused of adultery with the servant of the King, and in a quick decision, the King executed the innocent Admiral. However, the death penalty was never issued, because Hang Tuah was sent to a distant place to hide by the Prime Minister.

Knowing that Hang Tuah is going to die, Hang Tuah’s comrade Hang Jebat furiously takes revenge against the king, causing all the people there to be in turmoil. The king regretted executing Hang Tuah, as he was the only one who could be counted on to kill Hang Jebat. Suddenly, the Prime Minister summoned Hang Tuah rather than his hideout and was freed in full rather than his sentence by the king. After seven days of fighting, Hang Tuah retook his Taming Saris keris from Hang Jebat, and kills him in his fight. After his comrade fell, Hang Tuah disappeared and was never seen again.

Translate From: Wasiat Hang Tuah

XXX

Other stories:

  1. HOW TO TURN LEAD INTO GOLD; 3 April 2017;
  2. YUKIMURA SANADA, THE LAST GENERAL; 10 April 2017;
  3. DIFFERENT NARCISSUS; 7 April 2017;
  4. THE LAST WITCH; 10 April 2017;
  5. ALI AND MALENA, A LOVE STORY; 11 April 2017;
  6. TOKUGAWA IEYASU, THE ASURA; 19 April 2017;
  7. BHISHMA’S DEATH; 21 April 2017;
  8. BEHIND THE SCENES MACHIAVELLI WROTE THE PRINCE; 23 April 2017;
  9. SPEECH OF THE BIRDS; 25 April 2017;
  10. THE NOBLE VEIL, ODA NOBUNAGA; 13 May 2017;
  11. THE FALL OF ICARUS, WHEN A MAN TRIES TO REACH THE SUN; 14 May 2017;
  12. LETTER TO LISA; 9 June 2017;
  13. DUSK IN MALACCA; 4 July 2017;
  14. THE RIVERMAN; 18 July 2017;
  15. HARLEQUIN AND THE TREE OF HOPE; 13 November 2017;
Posted in International, Story | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment