EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH

Peta Aceh Sumatera dan Semenajung Melayu Arsip Kekhalifahan Turki Usmani

Peta Aceh Sumatera dan Semenajung Melayu Arsip Kekhalifahan Turki Usmani

EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH

Haruskah Aceh yang sejak tahun 1200 Masehi sudah menjadi pusat perdagangan dunia menjadi teronggok di sudut Nusantara. Zaman berganti, kota-kota yang dulunya adalah pusat peradaban tempat berkumpulnya segala bangsa, kini terlupakan, terkurung di dalam garis batas-batas baru yang tenggelam dalam warna-warni peta dunia.

Pedagang Utsmaniah berteriak ke galangan kapal, saat pedagang Aceh bergegas bolak-balik menyusuri pelabuhan, menjual barang mereka. Sejumlah kapal dagang dari Perusahaan Hindia Belanda duduk di dermaga, dipenuhi dengan rempah-rempah mahal dan eksotis untuk dibawa mengelilingi Eropa. Ini adalah Kesultanan Aceh, yang dulunya adalah salah satu kerajaan paling kuat di Asia Tenggara.

Istana Kesultanan Aceh pada masa puncak kejayaan abad -XVII

Istana Kesultanan Aceh pada masa puncak kejayaan abad -XVII

Ratusan tahun yang lalu, Nusantara belum menjadi satu negara tunggal, Indonesia masih belum berdiri, namun saat itu merupakan wilayah perang dari banyak kerajaan yang terpisah-pisah. Kekuatan kolonial besar Eropa melihat kerajaan-kerajaan ini sebagai sebuah kesempatan untuk memperluas kekayaan mereka yang terus meningkat, dan banyak di antara mereka menciptakan hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan. Kesultanan Aceh terletak di posisi yang strategis, di ujung barat Indonesia. Banyak perdagangan di Asia Tenggara masa lampau melewati Aceh, dan pedagang menyebarkan budaya mereka ke Aceh lebih dulu. Kekaisaran Turki Ustmaniyah memiliki hubungan perdagangan dan pertahanan yang kuat dengan Aceh, dan menyebarkan ajaran Islam ke Aceh, yang akhirnya menyebar ke wilayah lain di Indonesia.

Aceh memiliki sejarah melawan pengaruh asing, dari memenangkan perang melawan Belanda, untuk melawan dan melawan pendudukan Jepang pada awal Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1953, segera setelah Perang Dunia Kedua selesai dan pembentukan Indonesia merdeka yang bersatu, Aceh memberontak lagi dalam bentuk DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia). Presiden pertama Indonesia, Soekarno, telah berjanji pada orang Aceh bahwa dia akan menjadikan Aceh sebagai sebuah provinsi, sebagai daerah khusus yang akan menjalankan Syariat Islam. Dia kemudian mengabaikan janjinya dan mengabungkan Aceh serta beberapa daerah lainnya ke dalam satu provinsi, Sumatera Utara yang memicu pemberontakan selama 9 tahun (1953-1962).

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) diciptakan pada 4 Desember 1976 oleh Hasan Tiro ketika banyak perkebunan minyak dan gas Amerika mulai mengeksploitasi sumber daya alam di Aceh. Explorasi sumber daya alam ini dibuat dengan persetujuan pemerintah pusat Indonesia, yang orang Aceh rasakan tidak mewakili mereka. Mereka meminta infrastruktur baru di Aceh, dan Aceh merdeka. Pada tahun 1989 serangkaian insiden keamanan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengirim pasukan ke wilayah Aceh, yang dikenal dengan Operasi Jaring Merah atau Daerah Operasi Militer (DOM) berhasil membuat aktivitas GAM mengecil dan membuat aktivis AM terpaksa melanjutkan perjuangannya ke luar negeri tapi di sisi lain mengakibatkan sejumlah besar pelanggaran hak asasi manusia di Aceh.

Ketika Orde Baru runtuh dan Presiden kedua Indonesia Suharto mengundurkan diri (1998) akibat reformasi di Indonesia, ketegangan di Aceh meningkat kembali. Pemerintah menanggapi meningkatnya keresahan masyarakat dengan mengirimkan ribuan tentara Indonesia. Peperangan dan revolusi telah menciptakan lingkungan yang sangat berbahaya bagi orang-orang di Aceh, dengan korban ribuan nyawa dan melukai puluhan ribu orang. Disisi lain selama masa perselisihan ini, perusahaan asing yang mencari sumber daya alam untuk dieksploitasi telah mengabaikan Aceh, karena pertempuran sengit. Ekosistem Leuser, yang sepenuhnya unik di Sumatera, secara tidak langsung terlindungi dari ancaman sumber daya asing karena konflik di Aceh.

Kondisi Masjid Raya Baiturrahman saat tsunami (2004)

Konflik antara pemerintah Republik Indonesia dengan GAM terus berlangsung sehingga pemerintahan Megawati Soekarno Putri (Presiden keempat) menerapkan status Darurat Militer di Aceh pada tahun 2003, dan mengirimkan 12.000 pasukan ke Aceh. Pada tahun 2004, perang di Aceh masih hidup dan sehat, dan hal yang sama dapat dikatakan untuk hutannya. Meskipun ada sesuatu yang hebat di Samudra Hindia, sesuatu yang akan mengubah seluruh wilayah selamanya. Sebuah gempa 8,9 pada skala richter di tengah laut menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan lebih dari 170.000 orang Aceh, dan menyebabkan Gerakan Aceh Merdeka menandatangani sebuah kesepakatan damai dengan pemerintah Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.

Sekarang Aceh merupakan target utama eksploitasi, dengan perkiraan 500.000 orang kehilangan tempat tinggal dari gelombang pembukaan perkebunan sawit, perkebunan karet, pembukaan pabrik semen sampai penambangan emas dan penambangan batu bara, warga Aceh berada dalam kesulitan serius. Menjual tanah keluarga ke perusahaan perkebunan asing untuk bisa memperoleh uang agar anak-anak mereka bisa berkuliah di universitas, untuk membayar tempat tinggal, atau untuk melunasi hutang yang meningkat.

Tentu saja, akhir perang adalah hasil yang dinanti-nantikan bagi masyarakat di wilayah ini. Perang Aceh (1976-2005) telah menewaskan 15.000 jiwa, dan pada dasarnya menghentikan semua pembangunan ekonomi regional selama 30 tahun. Dengan sumbangan 7 miliar dolar untuk sumbangan yang dikumpulkan dari pemerintah Indonesia dan juga donor di seluruh dunia, Aceh saat ini sangat berbeda dari Aceh sebelum tahun 2005. Tsunami mungkin telah menghancurkan ratusan ribu nyawa, namun memberikan peluang untuk membangun Aceh baru. Sistem transportasi secara besar-besaran meningkat di seluruh wilayah, memungkinkan evakuasi yang lebih cepat dan aman dalam kasus bencana lain seperti ini.

Dengan peperangan selesai, dan provinsi ini berubah, wilayah Aceh mengalami pergerakan kerusakan hutan besar-besaran akibat eksploitasi. Ratusan orang menjual tanah keluarga mereka di hutan hujan dengan cepat membutuhkan uang, dan tsunami kedua datang, yang menebas dan membakar hutan. Tsunami baru yang tidak terlalu legal dan ekspansif serta merusak melanda ekosistem Leuser, dan lebih banyak penebangan hutan daripada sebelumnya. Yang dilakukan atas nama dalih investasi dilakukan oleh perusahaan nasional maupun internasional. Konflik di Aceh telah melindungi hutan, tapi sekarang dengan orang-orang terlalu lemah untuk melawan perang mereka ekonomi global, ekosistem Leuser menanggung beban hukuman yang dialami orang Aceh yang tangguh selama puluhan tahun.

Selamatkan Hutan, Selamatkan Alam

Eksploitasi alam besar-besaran tidak pernah menguntungkan bagi alam dan masyarakat sekitar, yang meraih untung besar adalah para pemodal besar serta aparat pemerintah yang memperoleh uang cepat. Pengundulan kawasan Cagar Alam di Kuala Tripa oleh perusahaan pertambangan batubara bukan hanya membuat penduduk tersingkir tapi juga memusnahkan kawasan harimau sumatera purba yang mencari makan kepiting turun dari hutan Leuser melalui hutan bakau ketepi pantai.

Sebagaimana eksploitasi gas di Arun, Aceh Utara yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sejak tahun 1970-an begitu pula rencana pembangunan pabrik semen di Laweung cenderung membawa kerusakan moral bagi masyarakat disekitarnya. Bukan rahasia di Aceh jika masyarakat di sekitar penambangan cenderung menjadi pengemis dan peminta-pinta yang kelak berkelana ke seluruh penjuru Aceh dengan membawa ayat-ayat suci Al-Quran, itu memalukan!

Apakah Aceh harus tidak ramah Investor? Jika pemimpin Aceh hari ini mau belajar sejarah sedikit saja. Maka seharusnya mereka memahami bahwa kemajuan Aceh di masa lalu adalah bukan dengan merusak alam, bukan dengan menjual sejengkal tanah demi perkebunan kelapa sawit misalnya. Tapi dengan memanfaatkan alam, lokasi geografis yang strategis untuk turut andil dalam perdagangan dunia.

Sejarah Aceh yang telah berlangsung lebih dari 800 tahun, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya kedatangan bangsa-bangsa Asing ke sebuah wilayah adalah untuk mengeksploitasi daerah tersebut. Dahulu dengan misi Gold, Gospel dan Glory sedang sekarang lebih halus lagi dengan misi ekonomi. Masalahnya adalah sanggupkah kita melihat anak cucu menjadi babu di negeri sendiri? Jika yang menjadi suri tauladan bagi kita adalah para leluhur, maka pilihannya adalah LAWAN!!!

Aceh merupakan lorong buntu di Indonesia, posisi ujung Barat menempatkan Aceh jika ingin menjual sesuatu ke Jakarta mendapatkan keuntungan paling sedikit, dan apabila membeli mendapatkan harga dengan biaya tertinggi. Solusinya adalah membuka akses global, memberdayakan pelabuhan Sabang. Sayangnya tidak pernah ada upaya serius untuk itu, entah lupa atau menutup mata.

Jalur Sutera (laut dan Dararatan) sebagai alur perdagangan kuno antarbangsa

Haruskah Banda Aceh yang sejak tahun 1200 Masehi sudah menjadi pusat perdagangan dunia menjadi teronggok di sudut Nusantara. Bahwa Bandar Aceh Darussalam pernah menjadi sebuah kota “Kosmopolitan” baginya adalah tempat bercampurnya ras yang menghuni dunia, kita kini, mendengar kata “Kosmolitan” yang terbayang adalah Hongkong, New York, Singgapura, Tokyo, London, Paris, sama sekali bukan Samarkand, Bukhara, Damascus, Merv, Esfahan, Baghdad, atau Banda Aceh. Zaman berganti, kota-kota yang dulunya adalah pusat peradaban tempat berkumpulnya segala bangsa, kini terlupakan, terkurung di dalam garis batas-batas baru yang tenggelam dalam warna-warni peta dunia.

Wahai para pemimpin Aceh bangunlah! Sebuah kesadaran bahwa mereka mungkin terjerat dalam suatu bahaya yaitu sekedar hanyut dalam hidup, terlena dalam status ekonomi khusus dan tidak memberikan bekas-bekas gemilang dalam hamparan sejarah dunia.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 105 Comments

WHEN CRITICISM IS FORBIDDEN

Meanwhile in Banda Aceh, Indonesia. A banner flutter: “Welcome Generation “Gold” Students should only learn CRITICS THAT IS PROHIBITED! pass quickly then immediately work #SaveStudent.”

WHEN CRITICISM IS FORBIDDEN

Meanwhile in Banda Aceh, a banner flutter: “Welcome Generation “Gold” Students should only learn CRITICS THAT IS PROHIBITED! pass quickly then immediately work #SaveStudent.” The first question to read the banner is whether to find work today is easy? Seeking work is to do with the economy, and if the economy becomes the first choice we all justify Karl Marx’s thesis that Economic Factor is a major substructure. Economically everything, here we see quite a lot of similarities between Communism and Capitalism. Equally cruel.

But of course, the banner has good intentions, which we do not know for sure. It could be a satire of resistance or it could be directing a student into an efficient and effective machine. In order not to become a political robot that can be controlled by elements outside (or in) campus for economic and political interests. Economics is a weapon, while politics is the trigger. In college is a means of finding a diploma to then be used as a tool to find work, to then get married and have children. Science? Can be found anywhere, on the coffee table or association. Perhaps, there are concerns when students recognize that the name “political coffee”, “political gathering” or “political money” is not the essence of the economy as well? There is a project that is pursued, will first finish the new lecture chase material. It is not like that?

But robots that move effectively and efficiently do not really deserve to be called students. This means that if the students intend or can be directed to such a banner that happens is they are only labeled students but do not apply like a student.

When critical thinking becomes “forbidden” then throughout the history we have been through we have been people who have not learned anything. In every age, every imbalance in Indonesia then always appears balancing, ie Student or youth. Sumpah Pemuda 1928, Peristiwa Renggasdengklok 1945, Kesatuan Aksi Mahasiswa 1966, Malari 1974 until Reformasi 1998. Being a witness of the journey of a nation called the Republic of Indonesia. That was for now but for what is critical thinking of this age?

Economics

Since the beginning of 2000, the Indonesian government launched the State University of Legal Entity (PTH BH) indeed until 2016 there are only 11 PTH BH. But what happens is that in almost all universities there has been a massive tuition fee hike ever since. For example If in 2002 the cost of Unsyiah only Rp. 360.000, – then in 2016 can reach Rp. 5.000.000, – in the next semester with the growth of 1378.89%. So who wants to go to college for a long time with such expensive cost? How to think critically if parents in the village put great hopes on their sons and daughters to immediately complete the lecture. This has not been added to the rent, photocopy and all the trivialities that each year feels strangled.

Critically it needs mental, maybe the seniors say that students are not smart, dandy and mentally weak. But there is actually one additional cost. Most dangerous if any business interests “they” disturbed due to student’s critical attitude. Everything costs!

Global Competition

Indonesia should see that other countries (especially Malaysia) are getting the better quality of education. They are getting ahead in the global competition. Finally felt the need to adopt various systems from some established countries.

The campus now opens great opportunities for students to develop themselves, things like international classes and various scholarships are present. But it is only available to the chosen and capable people. TOEFL tests, courses, papers, journals are given to test the quality of student IQ. Of course, the students must be ready to keep up with the times. So there is no time to follow the examples of students of the past, the movement, the art, the nature lovers for what?

There are three things that make up the personality; genetics, learning, and intake. These three things are best utilized to complete the lectures. It’s up to be a pansy and not pro-struggle. It is up to not being progressive because it does not find the right process. Facing global competition (especially CPNS test) the most important is being able to answer CAT is not educated and experienced process. The system on campus has changed from time immemorial and the students are also different and the most important faced by students today is the fewer job vacancies. So for what is critical?

But Critical Thinking Is Necessary

When the restraint has occurred, when the right to argue has begun to try to eliminate, or when students begin to be considered “disturbing” their business. Then actually do not give up.

When things get more complicated and to the point of being unable to think again then that’s where you should think that the function of every schooling is to produce people with the ability to think rather than limited to robots who are only able to complete the task.

When collective idealism dies and only a few individuals survive what we should do? Every human being should teach themselves to think and critically with what they are learning, to be a happy human being with respect for others and self. We grow as human beings with all the problems in life, because there are many future possibilities that must be lived after college, and it is difficult to solve if unable to think critically. Humans are not machines that can only accept instructions alone. And if you think critically is forbidden is a truth then you have ceased to be a human being.

Translate From: Ketika Kritis Itu Haram

About Aceh:

  1. CUMBOK WAR, A SOCIAL REVOLUTION IN ACEH (1946-1947); 8 April 2017;
  2. CIVILIZATION WITHOUT WRITING; 13 April 2017;
  3. ACEH THE FIRST SOVEREIGN COUNTRY TO RECOGNIZING THE INDEPENDENCE OF THE NETHERLANDS; 27 April 2017;
  4. VISITING THE EXHIBITION ACEH TOMBSTONE AS AN ISLAMIC CULTURAL HERITAGE IN SOUTH-EAST ASIA; 16 May 2017;
  5. DUTCH RAID OPERATION AGAINST CUT MEUTIA (1910); 20 May 2017;
  6. SAMUDERA PASAI AS THE FIRST ISLAMIC KINGDOM IN SOUTHEAST ASIA; 6 June 2017;
  7. ISLAMIC SHARIAH WHO IS AFRAID, A CASE STUDY IN ACEH; 13 June 2017;
  8. ACEH WOMEN FULL POWER; 13 June 2017;
  9. DUSK IN MALACCA; 4 July 2017;
  10. GOLD, INFIDELS, AND DEATH; 10 July 2017;
  11. MANTE THE LOST PYGMY TRIBE; 13 July 2017;
  12. HOW TO TELL HISTORY; 14 August 2017;
  13. THE ORIGIN OF THE COFFEE CULTURE IN ACEH; 19 August 2017;
  14. THE UNTOLD STORY ABOUT HISTORY OF THE COMMUNIST PARTY OF INDONESIA IN ACEH PROVINCE; 28 September 2017;
  15. WHEN CRITICISM IS FORBIDDEN; 14 October 2017;
  16. EXPLOITATION OF NATURAL RESOURCES, WHAT IS IT GOOD FOR ACEH; 5 November 2017;
  17. PEUCUT KHERKOFF, ACEH-DUTCH WAR MONUMENT; 12 November 2017;
  18. THE PRICE OF FREEDOM; 5 December 2017;
  19. ACEH CRAZY OR ACEH PUNGO; 25 February 2018;
Posted in International, Opinion, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 26 Comments

THE MEANING OF NOSTALGIA

The past never stands alone. If the past stands alone, it will never exist.

THE MEANING OF NOSTALGIA

The past never stands alone. If the past stands alone, it will never exist. We remember, and that actually links what we remember something that reappears in our heads with the heads that are present in our bodies today. That’s why people do not remember everything completely. The past is present again in the form that has been in the present day. Memory actually runs in a broken path. Forgetting is a mistake. Conversely, considering it is considered the right highway, that’s the right direction. I can not believe that there ever was a clear path. In the realm of consciousness, there is no right path. Remembering is interpreting the past, but surely we can not go to match our interpretation with the past itself. We can never move, even for a moment, out of time. Time is not a train that can stop occasionally and the machinist comes down to see what’s going on in the rear carriage.

On the other hand, remembering also means reading the past with future trends. Those who viewed the past with nostalgia, like some who now greet the memories and put on a big smile of the past. It is actually finding new reasons to express criticism to the present. In the criticism, it implied a passion for something in the future.

Therefore, nostalgia is not a longing for the past. Nostalgia just wants the future. Embracing life expectancy will be happier, and he may be mistaken. We live in what is called a “memory fan”. Anyone who unfolds the “memory fan” always finds new things, new sections, new readings. But if the “old” (recalled) ends up similar to the “new” one (which was then discovered), what actually happens is a kind of parallelism between memory and forgetfulness.

Especially forgot to have the desired role. Like nostalgia, forgetting can also be a protest against an unpleasant day.

There was a time when people saw the past as a fairy-tale relic, another time when people looked at the past as a barrier. Even the stone never stagnates and stands alone. As the pure past never existed, so does the present and the future. Humans cannot forget at all, Humans cannot remember completely, also humans cannot without secretly hoping.

Translate From: Nostagia

Posted in International, Opinion, Poetry, Story | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

KETIKA KRITIS ITU HARAM

Meanwhile in Banda Aceh, sebuah spanduk berkibar : “Selamat Datang Generasi “Emas” Tugas Mahasiswa itu Kuliah KRITIS ITU HARAM! Lulus Cepat Lalu Kerja #SaveMahasiswa.”

KETIKA KRITIS ITU HARAM

Meanwhile in Banda Aceh, sebuah spanduk berkibar : “Selamat Datang Generasi “Emas” Tugas Mahasiswa itu Kuliah KRITIS ITU HARAM! Lulus Cepat Lalu Kerja #SaveMahasiswa.” Pertanyaan pertama membaca spanduk itu adalah memangnya mencari kerja di zaman sekarang gampang? Mencari kerja hubungannya dengan ekonomi, dan jika ekonomi menjadi pilihan utama maka kita semua membenarkan tesis Karl Marx  bahwa Faktor Ekonomi merupakan substructure yang utama. Ekonomi segala-galanya, disini kita melihat cukup banyak persamaan antara Komunisme dan Kapitalisme. Sama-sama kejam.

Tapi tentu spanduk itu punya maksud baik, yang kita tidak tahu pasti. Bisa jadi sebuah satire perlawanan atau bisa jadi mengarahkan mahasiswa menjadi sebuah mesin yang efisien dan efektif. Agar tidak menjadi robot politik yang bisa dikendalikan oleh anasir-anasir di luar (atau dalam) kampus demi kepentingan ekonomi dan politik. Ekonomi adalah senjata, sedang politik adalah pelatuknya. Bangku kuliah adalah sarana mencari ijazah untuk kemudian dijadikan alat mencari kerja, untuk kemudian menikah dan berketurunan. Ilmu? Bisa didapat dimana saja, di meja kopi atau pergaulan. Mungkin, ada kekhawatiran ketika mahasiswa mengenal yang namanya “kopi politik”, “duduk politik” atau “uang politik” bukankah intinya juga ekonomi? Ada proyek yang dikejar, nanti dulu selesaikan kuliah baru kejar materi. Bukan begitu?

Tapi robot-robot yang bergerak efektif dan efisien sebenarnya tidak pantas disebut mahasiswa. Secara etimologis Maha berarti “sangat; amat; terangat” dan Siswa berarti “murid; pelajar” artinya jika mahasiswa berniat atau bisa diarahkan menjadi seperti spanduk itu yang terjadi adalah mereka hanya berlabel mahasiswa tetapi tidak berlaku seperti mahasiswa.

Ketika berpikir kritis menjadi “haram” maka sepanjang sejarah yang kita lalui selama ini kita menjadi orang yang tidak belajar apa-apa. Di setiap zaman, setiap ketidakseimbangan maka selalu muncul penyeimbang, yaitu Mahasiswa atau kaum pemuda. Sumpah Pemuda 1928, Peristiwa Renggasdengklok 1945, Kesatuan Aksi Mahasiswa 1966, Malari 1974 sampai Reformasi 1998. Menjadi saksi perjalanan sebuah bangsa bernama Republik Indonesia. Itu dulu tapi untuk apa berpikir kritis zaman ini?

Kampus mencari keuntungan ekonomi

Sejak awal tahun 2000 pemerintah mencanangkan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTH BH) memang sampai dengan tahun 2016 baru terdapat 11 PTH BH. Tapi yang terjadi adalah hampir di semua Perguruan Tinggi ada kenaikan biaya SPP besar-besaran secara massif sejak itu. Sebagai contoh Jika ditahun 2002 uang SPP Unsyiah hanya Rp. 360.000,- maka ditahun 2016 bisa mencapai Rp. 5.000.000,- persemester dengan pertumbuhan 1378,89%. Maka siapa yang mau berlama-lama kuliah dengan biaya semahal itu? Bagaimana bisa berpikir kritis jika orang tua di kampung menaruh harapan besar kepada putra-putri mereka untuk segera menyelesaikan perkuliahan. Ini belum ditambah uang sewa kos, fotocopy dan segala tetek bengeknya yang tiap tahunnya terasa mencekik.

Kritis itu butuh mental, mungkin para senior mengatakan bahwa mahasiswa tidak cerdas, pesolek dan mental tempe. Tapi yang sebenarnya ada satu tambahan lagi biaya. Paling berbahaya jika ada kepentingan bisnis “mereka” terganggu akibat sikap kritis mahasiswa. Semua ada biayanya!

Mahasiswa menghadapi persaingan global

Indonesia harus menyaksikan bahwa Negara-negara lain (terutama Malaysia) semakin maju kualitas pendidikannya. Mereka semakin maju dalam persaingan global. Akhirnya merasa harus mengadopsi berbagai sistem dari beberapa Negara yang sudah mapan.

Kampus sekarang membuka kesempatan yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri, hal-hal seperti kelas internasional dan berbagai bea siswa tersajikan. Tapi itu hanya tersedia kepada orang-orang terpilih dan mampu. Tes TOEFL, kursus, paper, jurnal diberikan untuk menguji kualitas IQ mahasiswa. Tentunya para mahasiswa harus siap mengikuti perkembangan zaman. Maka tidak ada waktu untuk mengikuti contoh-contoh mahasiswa zaman lampau, pergerakan, seni, pecinta alam buat apa?

Ada tiga hal yang membentuk kepribadian; genetika, belajar dan asupan. Ketiga hal itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan perkuliahan. Terserah mau dikatakan banci dan tidak pro-perjuangan. Terserah dikatakan tidak progessif karena tidak mendapati proses yang benar. Menghadapi persaingan global (terutama tes CPNS) yang paling penting adalah bisa menjawab CAT bukan dididik dan mengalami proses. Sistem di kampus sudah berubah dari zaman dahulu dan mahasiswanya juga beda dan yang paling penting dihadapi mahasiswa zaman sekarang adalah lowongan pekerjaan yang semakin sedikit. Jadi untuk apa kritis?

Tapi berpikir kritis itu perlu

Ketika pengekangan itu sudah terjadi, ketika hak untuk berpendapat sudah mulai coba-coba dihilangkan, atau ketika mahasiswa mulai dianggap “menganggu” bisnis mereka. Maka sebenarnya jangan menyerah.

Ketika segalanya semakin rumit dan sampai kepada tahap tidak sanggup dipikirkan lagi maka disitulah seharusnya kalian berpikir bahwa fungsi setiap persekolahan adalah menghasilkan manusia dengan kemampuan berpikir bukan sebatas robot yang hanya mampu menyelesaikan tugas.

Ketika idealisme kolektif mati dan hanya segelintir individu yang masih bertahan apa yang mesti kita lakukan? Setiap manusia harus mengajarkan diri mereka sendiri berpikir dan kritis dengan apa yang sedang mereka pelajari, untuk menjadi manusia yang berbahagia dengan mengormati orang lain dan diri sendiri. Kita tumbuh sebagai manusia dengan segala persoalan dalam hidup, karena ada banyak kemungkinan kedepan yang harus dijalani setelah kuliah selesai, dan itu sulit terpecahkan jika tidak mampu berpikir kritis. Manusia bukan mesin yang hanya bisa menerima instruksi semata. Dan jika kamu berpikir kritis itu haram adalah sebuah kebenaran maka kamu sudah berhenti menjadi manusia.

KATALOG OPINI

  1. Bersatulah Bangsaku; 1 Agustus 2008
  2. Berpikir dan Bertindak; 3 Agustus 2008
  3. Melanjutkan Perjuangan; 4 Agustus 2008
  4. Perempuan Aceh Full Power; 4 Agustus 2008
  5. Jomblo Bukan Berarti Homo; 12 Agustus 2008
  6. Lebih Menggetarkan Dibanding Asmara; 22 Agustus 2008
  7. Manajemen Kritik; 18 September 2008
  8. Temukan Mentor Rahasiamu; 23 September 2008
  9. Sang Tiran; 15 Oktober 2008
  10. Yang Muda Yang Berguna; 22 Oktober 2008
  11. Lughat; 28 November 2008;
  12. Udik Invation; 15 Desember 2008;
  13. Membangun Tradisi Baru; 18 Desember 2008;
  14. Tragedi Andalusia Mungkinkah Berulang; 30 Desember 2008;
  15. Lautan Yang Tersia-siakan; 23 Januari 2009;
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH

Situs Cagar Budaya Makam Sultanah Nahrisyah

BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH

Lukisan Sultanah Malikah Nahrasyiyah

Sultanah Malikah Nahrasyiyah adalah puteri Sultan Zainal Abidin bin Ahmad bin Muhammad bin Al-Malik Ash-Shahih, wafat pada 831 H/ 1428 M. Dikenal juga dengan sebutan Putri Nahrisyah merupakan Ratu yang memerintah Kerajaan Samudera Pasai dalam rentang waktu (1406-1428 Masehi). Ia merupakan Sultanah perempuan pertama di Asia Tenggara memerintah dengan arif bijaksana dengan sifat keibuan serta kasih sayang. Pada masa pemerintahan Sultanah Malikah Nahrasyiyah penyebaran agama Islam menjadi semakin pesat, Kesultanan Samudera Pasai sendiri mencapai puncak masa kejayaan pada masa pemerintahan beliau.

Samudera Pasai adalah kerajaan kembar yang memiliki satu Raja. Induknya berupa sebuah Kesultanan dengan kerajaan bawahan. Beberapa orang di masa sekarang saling menyalahkan perbedaan penyebutan Pasai dan Pase, padahal pada masa itu ada beberapa bahasa yang digunakan pada kerajaan tersebut. Pasai bahasa Persia dan Arab, Pase bahasa Aceh. Kesalahan juga terjadi dengan menyebutkan Samudera berasal dari nama “semut dara” hal ini dibantah oleh penjaga makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah yang menyebutkan bahwa tidak mungkin sebuah kerajaan terkuat di Asia Tenggara pada masanya mengambil nama dari semut. Salah mengartikan membuat sejarah menjadi kecil dan timbul pengerdilan sejarah. Hal ini disebabkan oleh para pemimpin sekarang (di Aceh) tidak peduli bahkan mengabaikan penulisan sejarah Samudera Pasai.

Sultanah Malikah Nahrasyiyah

Ada banyak penulisan tentang kerajaan Samudera Pasai salah satunya seorang penjelajah Arab, ibnu Bathutah yang pernah mencatat nama kerajaan ini dengan nama “sumutrah” yang menjadi asal-usul nama Pulau Sumatera.

Silsilah Para Raja Samudera Pasai

Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah terletak di Gampong Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara sekitar 18 Kilometer sebelah Timur Kota Lhokseumawe. Berada di kompleks II (Kuta Karang) tidak jauh dari makam Sultan Malikussaleh (Pendiri Kerajaan Samudera Pasai) yang terletak pada kompleks I makam-makam Raja-Raja Samudera Pasai.

Penjaga Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah juga membantah bahwa Kerajaan Samudera Pasai pernah diserang oleh Kerajaan Majapahit, apa lagi sampai mengalami kekalahan hal ini disebabkan tidak ditemukan adanya peninggalan Kerajaan Majapahit baik berupa mata uang. Mengingat Sultan Malikussaleh sebagaimana tertulis dalam literature Arab bergelar “Al-Fatih” yang memiliki angkatan laut terkuat di Asia Tenggara. Kekuatan maritim Samudera Pasai pada masanya setara menguasai lautan dan diseumpanakan dengan panglima laut Turki, Khairuddin Barbarossa. Karena itu tidak mungkin Kerajaan Majapahit menyerang Kerajaan Samudera Pasai mengingat Belanda sendiri ketika menyerang Kesultanan Aceh dengan mengandeng banyak sekutu.

Beliau juga menyesalkan bahwa cerita yang berkembang di masyarakat Aceh berupa hikayat yang menyebutkan bahwa Sultan Malikussaleh anak dari Meurah Silu atau Meurah Gajah dengan Putroe Puteh. Mengapa pada nisan beliau tertulis “al hasibul an nasib” Keturunan yang terhormat dan terkenal. Sebagaimana para Sultan yang bergelar al-fatih yang merupakan gelar terhormat dalam sejarah Islam yang tidak bisa diberikan kepada sembarangan orang, sebagaimana Shalahuddin Al-fatih dan Muhammad Al-fatih. Sebagaimana Rasulullah menyebutkan, “mulia seseorang karena agama, marwah karena kehormatan dan nasab dari garis keturunan.”

Terjadi banyak kontradiksi dalam penulisan sejarah sumutrah (sumatera) akibat terlalu banyak pengaruh penjajah Eropa, pengolahan cerita oleh Barat yang seolah mampu menceritakan semua kejadian pada zaman itu, orang-orang kita silau dengan gelar akademik yang mereka bawa seperti Professor. Kebanyakan peneliti dari Indonesia (Aceh khususnya) sendiri tidak memahami sejarah Samudera Pasai dan hanya membebek kepada orang-orang asing. Anehnya, mereka ketika berhadapan dengan orang-orang yang hidup disekitar makam dan memahami sejarah makam seperti dimana letak malah menjadi arogan dan tidak mau mendengar dengan alasan mereka tidak punya ijazah (gelar). Akibatnya sejarah menjadi semakin kacau.

Apakah mereka sebagai orang lapangan bercerita hanya berdasarkan hikayat belaka? Menurut penjaga makam Sultanah Nahrisyah ia bercerita bukan berdasarkan apa yang ia dengar belaka namun berdasarkan inskripsi yang tertulis pada makam yang tertulis dalam bahasa Arab.

Nisan Sultanah Malikah Nahrasyiyah diimpor pada permulaan abad IX Hijriah, didalam nisan tidak ada isi, jasad Sultanah Sultanah Malikah Nahrasyiyah sendiri dikubur disamping makam. Monumen ini merupakan hadiah dari sebuah Kesultanan di India Barat (Pakistan sekarang), sampai saat ini merupakan nisan terindah di Asia dengan pembanding sebuah Makam di India dan Asia Tenggah namun nisan-nisan tersebut disana telah rusak. Dengan arsitek yang memenuhi nisan dengan tulisan, untuk Asia Tenggara nisan ini merupakan satu-satunya makam dengan corak seperti ini.

Inskripsi makam tertulis dalam Bahasa Arab dengan terjemahan: “Inilah pembaringan yang bercahaya lagi bersih bagi ratu yang dipertuan agung, yang dirahmati lagi diampuni Nahrasyiyah yang digelar Ra-Bakhsya Khadiyu (Penguasa yang pemurah) binti Sultan yang berbahagia lagi syahid Zainal Abidin bin Sultan Ahmad bin Sultan Muhammad bin Al-Malik Ash-Shahih, semoga ke atasnya dan keatas mereka semua dilimpahkan rahmat dan keampunan. Ia meninggalkan negeri yang fana menuju sisi rahmat Allah pada tanggal hari senin 17 bulan Zulhijjah 831 dari Hijrah.”

Nisan Sultanah Malikah Nahrasyiyah sampai saat ini masih utuh dan tidak mengalami kerusakan sama sekali. Namun disayangkan nisan ayah beliau Sultan Zainal Abidin telah dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Penjaga makam Sultanah mengaku tidak tahu siapa yang merusaknya, kerusakan itu telah lama terjadi sebelum ia lahir. Dari bentuk kerusakan tersebut bukan karena alam. Ia menduga kerusakan ini adalah pengaruh bangsa Eropa Belanda yang gemar menghancurkan situs sejarah bangsa yang ditaklukkannya.

Menurut penelusuran kami, kompleks II (Keseluruhan ada XII Kompleks) di Kuta Karang warisan dari Kesultanan Samudera Pasai memiliki sejarah panjang. Ada sebuah dokumen terdapat pada buku Atjeh yang ditulis oleh H.C Zentgraff berpotret tempat ini diambil sekitar tahun 1937 keadaan makam Sultan Zainal Abidin terlihat memang sudah rusak.

Makam Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah (kiri) dan ayah beliau Zainal Abidin (kanan) kondisi tahun 1937

Makam Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah (kanan) dan ayah beliau Zainal Abidin (kiri) kondisi tahun 2017

Melalui kami, penjaga makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah juga mengatakan bahwa pemerintah Aceh sama sekali tidak memperhatikan sejarah. Bahkan ia menambahkan, tolong direkam. TIDAK ADA SAMA SEKALI PERHATIAN!!! Mengapa? Selama ini mereka berkata peduli sejarah dan mengikuti jejak gemilang nenek moyang maka bukan berkata di kantor, seminar, forum. Tapi turun ke lapangan, telusuri apa yang telah dibuat oleh leluhur. Mereka (Para Leluhur) meninggalkan banyak pesan dan kesan dari inskripsi yang tertulis pada makam.

Seraya menceritakan tentang sejarah Kesultanan Samudera Pasai, penjaga makam juga menjelaskan sejarah Kesultanan Aceh Darussalam. Dalam kitab Bustanus as-salatin disebutkan bahwa Kandang Meuh (Nama kompleks pemakaman Kesultanan Aceh Darussalam) di Banda Aceh menyebutkan bahwa keureunda (Peti Jenazah) Sultan Aceh (Iskandar Muda) dilapisi emas, dan pada tahun 1976 (Masa Presiden Soeharto) dibuat proyek eskavasi untuk membuktikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, dan ternyata memang terbukti ada. Untuk menjaga bukti sejarah tersebut semua peninggalan tersebut dibawa ke Jakarta untuk “diamankan” dan sampai saat ini kita tidak pernah tahu dimana letaknya. Mereka benar-benar sudah “mangamankan” peninggalan tersebut, salah satunya akibat dari para petinggi Provinsi Aceh pada masa tersebut tidak menyimpan bukti kejadian tersebut maka rakyat Aceh tidak memiliki hak untuk menuntut kembali peninggalan tersebut untuk diletakkan di Museum Aceh.

Dua makam kuno Kerajaan Aceh yang dipotret Belanda sebelum tahun 1937

Terakhir pesan beliau, saat ini terjadi banyak manipulasi sejarah. Kenapa? Jika ingin membuat negeri maju maka harus “membesarkan” sejarah. Jika ingin mengecilkan sejarah masa lalu maka negeri akan menjadi “kerdil” dan malah turun tingkatnya. Ia menyesalkan para elit politik di Aceh malah sibuk dengan jabatan. Sebagaimana pepatah yang dikatakan orang tua-tua “kita bersekolah supaya jangan ditipu orang, dan kita mengaji supaya jangan menipu orang.” Yang terjadi saat ini semua sekolah, tanpa mengaji akhirnya kerjanya menipu orang lain.

Simak sebuah pilem dokumenter bertajuk : Ziarah ke makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 73 Comments

MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH

59 Tahun Aceh Merdeka Di Bawah Pemerintahan Ratu; oleh A. Hasjmy

MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH

Seorang veteran tentara Belanda yang bertugas di Aceh dalam rentang 1895-1900 H.C Zentgraaf, yang pensiun pada 1902 kemudian menjadi wartawan kemudian menjadi redaktur koran Batavia Niewsbald, Niews van den Dag, Niewe Soerabaja Courant dan terakhir redaktur kepala Java Bode menulis dalam bukunya Aceh, “Mengenai wanita Aceh dapat diceritakan, bahwa perannya di dalam peperangan sampai sekarangpun sukar dinilai dan biasanya aktif sekali. Wanita Aceh, gagah berani, adalah penjelma dendam kesumat kepada kita yang tak ada taranya serta tak mengenal damai. Jika ia turut bertempur, maka tugas itu dilaksanakan dengan suatu energi yang tak kenal maut dan biasanya mengalahkan prianya. Ia adalah pengemban dendam yang membara yang sampai-sampai ke liang kubur atau dihadapan mautpun masih berani meludah ke muka si “kaphe” (=Kafir).”

Zentgraaf yang turut dalam ekspedisi Belanda ke Jambi (1902) dan Bone (1905) sebagai wartawan menambahkan, “Rasanya tak ada penulis roman manapun yang sanggup dan berhasil mengungkapkan daya khayalnya yang segila-gilanya seperti yang telah dibuktikan oleh wanita Aceh pada kenyataannya.”

Sejarah Aceh mengenal “wanita-wanita agung” adakalanya adalah seorang Ratu (Para Sultanah), adakalanya adalah seorang Laksamana (Malahayati), seorang bangsawan berpengaruh (Cut Nyak Dhien). Dalam daftar-daftar para wanita tersebut yang paling monumental adalah Para Ratu (Sultanah) antara lain :

  1. Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam (1641-1675)
  2. Sri Ratu Naqiatuddin Nurul Alam (1675-1678)
  3. Sri Ratu Zaqiatuddin Inayat Syah (1678-1688)
  4. Sri Ratu Zainatuddin Kamalat Syah (1688-1699)

Sultanah Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam (1641-1675)

Sultanah Sri Nurul Alam Naqiatuddin (1675-1678)

Sultanah Sri Ratu Zaqiatuddin Inayat Syah (1678-1688)

Sultanah Sri Ratu Zainatuddin Kamalat Syah (1688-1699)

Kebijaksanaan Sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin dan Ratu-ratu sesudahnya menjelaskan bahwa penampilan kembali perjuangan Sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin, Sultanah Sri Ratu Nurul Alam Nakiatuddin, Sultanah Sri Ratu Zakiatuddin dan Sultanah Sri Ratu Kamalat Syah adalah bertujuan untuk menyatakan kepada bahwa sejak berabad-abad yang lalu wanita Indonesia telah mendapat hak dan kewajiban yang sama dengan kaum pria, berkat ajaran Islam menjejakkan kakinya di Bumi Indonesia.

Pada Kesultanan Aceh Darussalam, Islam menjadi dasar negara, dan sumber hukumnya, yaitu Quran, Sunnah, Ijmak dan Qiyas. Dalam Adat Meukuta Alam (Undang-Undang Dasar Kerajaan Aceh Darussalam) Kanun Meukuta Alam Al Asyi, menyebutkan :

  1. Al Qur-an,
  2. Al Hadis,
  3. Ijmak Ulama Ahlus Sunnah,
  4. Al Qiyas.

Karena Islam telah diambil menjadi Dasar Negara dan Qur-an serta Sunnah telah dinyatakan sebagai sumber hukum, maka kedudukan wanita dalam Kerajaan Aceh Darussalam, disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan Al Qur-an dan Sunnah. Al Qur-an telah menegaskan, bahwa manusia diciptakan dari sumber yang satu, yaitu dari Adam, baik pria ataupun wanita, baik yang berkulit putih ataupun yang berkulit hitam. Karena itu, kedudukan pria dengan wanita sama ; manusia sama derajat dalam pandangan Allah.

Mengenai hak wanita untuk memegang jabatan-jabatan dalam jabatan negara, atau jabatan yang tertinggi, dinyatakan boleh asal mereka sanggup dan mempunyai pengetahuan untuk bidang-bidang jabatan yang akan dipegangnya; sama seperti hak pria dalam hal tersebut. Dalam sebuah kitab yang bernama“Safinatul Hukkam” ditegaskan bahwa wanita boleh menjadi raja atau Sultan, asal memiliki syarat-syarat kecakapan dan ilmu pengetahuan.

Sayangnya sampai dengan saat ini kita belum menemukan peninggalan dari 4 Sultanah tersebut, nisan para Ratu bahkan sampai dengan saat ini masih merupakan misteri besar yang belum ditemukan oleh para sejarawan professional maupun partikelir di Aceh. Mengapa ini bisa terjadi? Perlu diingat bahwa tanpa bukti otentik berupa situs yang dapat dibaca inskripsinya maka kiprah mereka bergantung pada cerita bahkan legenda. Ini sangat berisiko. Mengapa? Jika pada akhirnya yang diwariskan oleh sebuah peradaban hanyalah riwayat, maka yang terjadi adalah akan terjadi pengikisan dari ingatan masa depan, terutama jika tak terus dihikayatkan. Maka harus ada usaha perlawanan dari lupa, tulisan ini ditujukan untuk mengingat sekaligus sebuah misi pencarian akan sebuah relik yang seharusnya mendapat tempat yang layak di sisi sejarah.

Penghancuran Makam Bersejarah oleh Belanda

Setelah dapat menguasai istana pada tanggal 31 Januari 1874 Belanda sesumbar melalui pemimpin agresi Jenderal Van Swieten mengatakan, bahwa “Kerajaan Aceh telah takluk dan Belanda telah menggantikan kedudukan Kerajaan Aceh serta menempatkan wilayah Aceh Besar menjadi milik pemerintah Hindia.” Melalui secarik kertas proklamasi. Dalam kenyataan sebaliknya, perlawanan rakyat Aceh masih meningkat dalam tahun-tahun yang panjang ke depan. Untuk “merebut hati” rakyat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman yang telah hancur akibat agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 9 Oktober 1879.

Makam Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh pada tanggal 19 Desember 1952 ditemukan kembali oleh bekas pemaisuri salah satu Sultan Aceh bernama Pocut Meurah (Ketika Belanda menyerang ia masih kanak-kanak). Makam tersebut dibangun kembali berdasarkan contoh makam Sultan Mansur Syah (1857-1870).

Namun disisi lain Belanda menghancurkan banyak makam para pahlawan Aceh, salah satunya makam raja terbesar di Kerajaan Aceh, Sultan Iskandar Muda yang baru setelah Indonesia merdeka pada tanggal 19 Desember 1952 ditemukan kembali oleh bekas pemaisuri salah satu Sultan Aceh bernama Pocut Meurah (Ketika Belanda menyerang ia masih kanak-kanak). Makam tersebut dibangun kembali berdasarkan contoh makam Sultan Mansur Syah (1857-1870). Berdasarkan cerita dari orang-orang tua zaman itu makam yang sekarang berbeda dengan makam asli Sultan Iskandar Muda yang memiliki nisan dengan kaligrafi ayat Al-quran serta bertahtakan emas dan berlian. Akibat penjarahan yang dilakukan oleh Kolonial Belanda, makam para Sultanah Aceh sampai saat ini belum diketahui keberadaanya.

Mengapa makam-makam bersejarah itu dihancurkan? Ada dua alasan antara lain:

  1. Jauh sebelum tahun 1500, Kerajaan Aceh telah berdiri dengan megah dan kuatnya. Pada permulaan abad ke-16, Ali Moghayatsyah (1514-1528) telah mempersatukan daerah-daerah kerajaan kecil di pinggir pantai utara dan barat Aceh, menjadi suatu negara Islam yang kuat. Bahkan pada zaman Iskandar Muda (1607-1636), Aceh telah menjadi negara terkemuka di Asia Tenggara, menguasai pesisir sebagian besar Sumatra, daerah Bengkulu, Pariaman, dan Sungai Indragiri serta Kerajaan Kedah, Perak, Pahang, dan Trengganu di Semenanjung Malaya. Hubungan dagangnya berlangsung dengan Belanda, Inggris, dan Perancis. Maka untuk menghancurkan semangat dan mental rakyat Aceh makam-makam tersebut dihancurkan agar sejarah panjang selama 500 tahun Kesultanan Aceh Darussalam hilang dari ingatan, sejarah dikerdilkan sedemikian rupa sehingga seolah menjadi mitos belaka;
  2. Menurut Belanda dan para intelektual yang membebek kepada mereka hukum Islam dilaksanakan sesuai kehendak hati Sultan yang menerapkan hanya dengan tujuan pencitraan karena Hukum Islam pada masa kesultanan Aceh merupakan simbolisasi kekuasaan Sultan, bahwa ia merupakan cerminan wakil tuhan di muka bumi. Alasan Belanda memerangi Aceh adalah untuk membawa peradaban. Salah satunya mengangkat derajat dan harkat kaum wanita. Adanya makam-makam para Sultanah tentu membahayakan propaganda Belanda, maka mereka harus dihancurkan.

Penemuan makam para Sultanah Aceh menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting dalam sejarah modern Aceh dan Indonesia, salah satunya adalah Sultanah Ratu Safiatuddin yang sebagaimana dituliskan oleh William Marsden, F.R.S dalam bukunya The History of Sumatra (Terbit 1811), “Sang Ratu (Safiatuddin) wafat pada 1675 setelah memerintah selama 34 tahun dengan penuh ketentraman yang sebelumnya nyaris tidak dirasakan di negeri ini.”

Semangat untuk terus mencari harus tetap dipelihara sekecil apapun sebuah kemungkinan, seberat apapun hadangan di depan. Itu semua untuk membuktikan kita selaku manusia tak berputus asa pada nasib yang buruk. Harapan adalah pelita yang menuntun jiwa menjadi dian yang tak kunjung padam.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Reportase, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 114 Comments

CARA MENGUKUR DAN MENGANALISA TRAFIK WEBSITE MENGUNAKAN ALEXA PAGE RANK

Bagaimanakah kita mengukur kekuatan jangkau sebuah web?

CARA MENGUKUR DAN MENGANALISA TRAFIK WEBSITE MENGUNAKAN ALEXA PAGE RANK

Masa Depan Informasi Digital

Saat ini dunia berkembang dengan sangat bebas, informasi mampu menjangkau siapa saja. Dahulu sebuah pesan hanya bisa diberikan secara cepat dan terbatas. Telegram atau telex memberikan kabar perhuruf sudah lama mati, adakalanya seorang anak terkejut ketika mendapat sebuah kertas bisa dikirim dengan persis melalui mesin fax, maka ingatlah zaman itu sudah berlalu. Atau ketika berjamurnya warung telekomunikasi (wartel) dengan KBU (Kamar Berbicara Umum) memang belum terlalu lama berlalu namun seolah sudah berabad berlalu.

Beberapa tahun belakangan telepon pintar menjadi sebuah perangkat yang mendominasi manusia modern, serta muncul bermacam aplikasi khususnya aplikasi majalah yang interaktif, misalnya kemampuan menentukan posisi pembaca berada. Masa depan media cetak diujung tanduk, banyak percetakan menjadi tutup. Berbagai media cetak beradaptasi dengan segera meluncurkan versi digital dengan keyakinan orang masih membutuhkan Koran sebagai informasi dan masih dianggap berharga.

Fenomena ini juga diikuti dengan menjamurnya media online, web atau bahkan blog yang menyapa siapa saja. Sebuah postingan di Aceh Besar (Indonesia) bisa hadir dengan ramah dalam hitungan detik di Kingston (Jamaica). Dunia menjadi lalu lintas informasi yang ramai dan bebas, maka setiap pembaca diharapkan cerdas memilah dan memilih informasi.

Sebagai seorang pembaca atau seorang penulis di web, timbul sebuah pertanyaan bagaimanakah kita mengukur kekuatan jangkau sebuah web?

Mengukur dan menganalisa kekuatan daya jangkau trafik website melalui Alexa Page Rank

Alexa adalah sebuah perusahaan independen berdiri tahun 1996 kemudian diakuisisi oleh Amazon pada tahun 1999. Toolbar yang diciptakan oleh Alexa mengumpulkan data berupa kebiasaan berselancar penggunanya di internet dan mengirimkannya ke pusat data Alexa, di mana data-data tersebut disimpan dan dianalisa, sehingga menjadi dasar dari laporan web traffic yang diberikan web / blog kepada pembacanya. Sebelumnya Alexa juga merupakan mensin pencari (seperti google) namun dihentikan pada tahun 2008. Tercatat di tahun 2014, Alexa menyediakan data traffic, rangking situs web secara global maupun Negara tertentu, dan berbagai informasi lainnya pada lebih dari 30 juta situs web yang terdaftar. Situs Alexa sendiri dikunjungi lebih dari 8,8 juta orang setiap bulannya.

Alexa mengumpulkan data berupa kebiasaan berselancar penggunanya di internet dan mengirimkannya ke pusat data Alexa, di mana data-data tersebut disimpan dan dianalisa, sehingga menjadi dasar dari laporan web traffic yang diberikan web / blog kepada pembacanya.

Bagaimana caranya? Sangat sederhana, masuk ke https://www.alexa.com/siteinfo dan masukkan alamat web kemudian find. Disitu akan muncul rangking sebuah web secara internasional maupun negara.

Peringkat global situs https://tengkuputeh.com kondisi 3 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB

Contohnya kita masukkan alamat laman ini https://tengkuputeh.com maka muncul hasil Global Rank : 7,389,025 (naik 6,281,705 dari tiga bulan sebelumnya), laman ini diketahui masuk rangking 158,906 di Indonesia.

Jumlah pengunjung terbanyak situs berdasarkan negara https://tengkuputeh.com tanggal 3 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan Visitors by Country https://tengkuputeh.com paling banyak dikunjungi oleh 85,7 % dari Indonesia. Bagian ini menjelaskan seberapa banyak visitor dari suatu negara. tengkuputeh.com  memiliki 85,7 % visitor dari Indonesia sedang sisanya sekitar 14,3 % berasal dari negara selain Indonesia. Apakah itu orang Indonesia yang berada di luar negeri ataupun memang berasal dari negara lain. Memang untuk berusaha menjawab tantangan zaman tengkuputeh.com menyediakan halaman khusus berbahasa Inggris yang bertajuk : in English.

How engaged are visitors to https://tengkuputeh keadaan tanggal 3 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB

Kemudian ada tulisan How engaged are visitors to tengkuputeh.com ?

  1. Bounce Rate: 78.30% (Turun 4%). Bounce Rate adalah persentase pengunjung yang meninggalkan web setelah hanya membuka halaman utama web / atau halaman tertentu, namun tidak membuka halaman lainnya. Rumus Bounce Rate(Jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman/Jumlah total kunjungan) x 100%. Jadi semakin tinggi Bounce Rate maka semakin tidak ideal web tersebut, dan begitu juga sebaliknya. Bounce Rate ideal adalah 20% kebawah, dalam hal ini tengkuputeh.com menurut penghitungan Alexa memiliki 78.30% yang artinya setiap 100 kunjungan sekitar 78.30 % hanya mengunjungi satu halaman web
  2. Daily Pageviewes per Visitor 2.0 (Naik 4%) adalah berapa rata-rata halaman yang dikunjungi oleh satu visitor perharinya. Https://tengkuputeh.com memiliki rataan 2.00 artinya jika ada 100 visitor setiap harinya maka ada 200 halaman diakses oleh pengunjung laman ini setiap harinya.
  3. Daily Time on Site 1:29 (Turun 36.00%). Semakin tinggi maka semakin bagus, ini adalah satuan waktu berapa lama rata-rata visitor melihat isi sebuah web, jika sebuah web memiliki konten yang bagus maka akan membuat visitor bertahan lama di web, apalagi jika memiliki konten yang banyak dan bagus-bagus sehingga bermanfaat bagi yang membacanya.

Menurut Alexa 38.40% visitor https://tengkuputeh.com datang dari Search Engine apakah itu berupa google, yahoo, yandex, pinterest dan sebagainya. (Keadaan 3 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB)

Where do tengkuputeh.com’s visitors come from? Berdasarkan Search Visits 38.40 % (Naik 22.00%). Ini menjelaskan dari mana datangnya visitor tengkuputeh.com, menurut Alexa 38.40% mencari di Search Engine apakah itu berupa google, yahoo, yandex, pinterest dan sebagainya. Kaitannya ini menguji seberapa kuat SEO (Search Engine Optimization) yaitu sebuah kegiatan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume/jumlah/kepadatan dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan SEO adalah menempatkan sebuah web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Logikanya, web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung. Sebuah anekdot berkata, “tempat paling baik menyembunyikan sesuatu adalah pada halaman kedua Google (mesin pencari utama di dunia).” Semakin baik SEO sebuah web maka semakin tinggi persentase Search Visit. Mengapa? Karena melalui mesin pencari yang disebut juga dengan “trafik alami” tanpa adanya sponsor atau tautan dari media sosial. Artinya seach engine bekerja mengarahkan visitor datang dengan tanpa usaha dan tanpa biaya.

What sites link to https://tengkuputeh.com keadaan 3 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB

What sites link to https://tengkuputeh.wordpress.com keadaan 3 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB

Terakhir ada beberapa informasi tambahan di bawah: What sites link to tengkuputeh.com? Hasilnya  ada 1 yaitu karangsati.com. Apa yang dimaksud dengan site linking? Secara sederhana adalah situs yang digunakan oleh visitor untuk mengunjungi web tersebut. Kronologi sederhananya adalah sebuah web ditautkan oleh web lain sehingga dapat dikunjungi oleh visitor. https://tengkuputeh.com ditingkatkan dari sebelumnya bernama https://tengkuputeh.wordpress.com pada tanggal 3 April 2017. https://tengkuputeh.wordpress.com sendiri sudah berkiprah sejak 15 Februari 2008 serta telah memiliki 27 site linking. Secara faktual keadaan sebenarnya semua link tersebut akan diarahkan ke https://tengkuputeh.com namun Alexa tidak menghitungnya sebagai site linking.

Similar Websites by Audience Overlap dan Categories with Related Sites https://tengkuputeh.com keadaan 3 Oktober 2017 pukul 19.30

Sedang What sites are related to tengkuputeh.com? Yaitu Similar Websites by Audience Overlap dan Categories with Related Sites masih nihil. Masing-masing dengan jawaban Not enough data for this site dan This site not categorized. Menjelaskan tentang web yang memiliki kesamaan pembaca serta kategori web, dalam hal ini Alexa tidak mampu mencari web yang sama serta kategori tulisan pada web tengkuputeh.com

Penjelasan yang diberikan diatas adalah paket gratis dari Alexa, jika menginginkan informasi lebih detil kita bisa memilih paket berbayar. Namun paling tidak dengan informasi ini, kita bisa mengukur kekuatan daya jangkau sebuah web. Secara ekonomi ataupun kualitas ini bukanlah hal yang utama bagi sebuah web, tapi ketertarikan visitor berkunjung dapat membuat sebuah web menjadi bernilai.

Oleh karena itu selamat menilai.

Update* Pada tanggal 1 Mei 2022 Amazon mengentikan layana Alexa Internet, layanan yang telah menyediakan analisis lalu lintas web selama lebih dari dua dekade. Alexa didirikan pada tahun 1996 dan dibeli oleh Amazon pada tahun 1999. Alexa terkenal karena Alexa Rank, peringkat situs web paling populer di dunia, dengan informasi ini sering dirujuk dalam liputan berita dan sumber publik seperti Wikipedia.

Posted in Asal Usil, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Review | Tagged , , , , , , | 3 Comments

THE FATE OF THE PAWNS

He is often used as a shield or a victim in combat.

THE FATE OF THE PAWNS

The pawns in black and white uniforms stared at the game with a burning spirit. In all their games at most, its a position is placed in the frontline can black can white. Go step by step to face the opponent. In the first step he can advance 2 steps and nothing is hampering this path. Next up is a steep road full of bloody smells of blood. He, who can not back down, keeps on going even though death awaits. The goal is to become an officer, the result of a struggle.

In front of the battle is certainly difficult, in limited steps he strikes just by crossing. The rest waited to die, one by one. In the battle that he said was fair but also actually unfair. He is often used as a shield or a victim in combat.

He who must know himself must be ready to become an officer as well as protect the king or pave the way for the other pieces. He can get a promotion when he reaches the last box on the opposite side, something his hopes are affordable but only a miracle can achieve it. He can replace the officers who first killed by the opponent, except the king. In probability theory, death is a necessity rather than the ability to become an officer.

Then he should be enthusiastic, united with many things. Being a pioneer is no longer a matter of sense of self but a greater result, a victory. Then only an inward satisfaction should be more than enough for him. The pawns are dried leaves that are falling off whose deaths give way to fresh young leaves to live.

Pawn is a warrior, in whatever story his fate is not written down. As history has little to say about the existence of small people. But they are the soul of a game of chess, with all the limited ability, the paw often determines the nature and outcome of the game. To then be forgotten.

Translate From: Nasib Para Pion

Posted in International, Opinion, Poetry, Story | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

WHEN GREED IS GOOD

We never know to what extent desire will be fulfilled, if it is guided by “greed is good.”

WHEN GREED IS GOOD

Now many people defend greed. “Greed is good,” said Gekko, a character on Wall Street, in front of a shareholder meeting at the old Roosevelt Hotel in Manhattan. And when asked why greed is good, greedy people like Gekko will be good at putting up sentences. He, for example, will be able to quote Giambattista Vico from the 18th century Italy. It is precisely of cruelty, evil, and human ambition has born many good things in the world. Greed has also encouraged people to make tools. From there the technology was born, to get more and more results.

Greed also causes humans to sail through the oceans, and Columbus finds the American continent. Greed can even make people obedient worship, counting rewards, after living in the world for the sake of as much pleasure in the afterlife, in heaven.

Not surprisingly, people are not shy to show off wealth. Proudly wearing the finest clothes, choosing flashy cars, visiting the best restaurants, and forgetting that only a few years ago they were actually young people who once cried out to be beautifully modest lives.

We never know to what extent desire will be fulfilled, if it is guided by “greed is good.”

This is when the soap opera tells the lifestyle of “rich and famous” by displaying expensive cars and sophisticated gadgets. This is an example of how to enjoy life, businessmen, and officials to imitate it immediately. Luxury cars on the highway, expensive items stuck to the body, greedy it is good looking.

Some have managed to accumulate their wealth and extend their treasure list, still wanting to hide from the public eye. Maybe they know that around them there are still many poor people. Maybe feel that their fate is not necessarily sustainable.

But the habit of saving have another side, they soon lose the friendship. Loss of social relationships, when others feel overwhelmed by their expenses, such as taxes and social costs. The other side, stingy is ugly.

If they are conscious. Like only, the story of Qarun, in his desire to have a bucket of gold, then he wanted to get another bucket of gold. He will lose good counsel and honest warning because he feels because his wealth is the power that should give advice and not receive advice.

Not the scholars say, and millions of others. When we see the general benefit of being sucked by them. Project need not be held. Non-quality goods are sold to the government at high prices, damaged roads are never repaired, even existing roads are repaired over and over again. The rich get richer, and the poor get poorer. But do we know how to stop it, while greedy itself cannot be expected to stop their desires?

Of course in Oliver Stone’s film and Qarun’s story, it is basically a story about old morality. Gekko fell. The winner is not a greedy character. The winners are those who fought faithfully and with the weak.

In the story of Qarun, he with his wealth drowned. In the movie Wall Street, the law is there and he is on trial. Gekko can finally stop. But after that, the story is over, when we just awake. What can we do, we face reality.

Translate From: Serakah

Posted in Fiction, History, International, Literature, Opinion, Story | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

KOMUNISME DALAM PERSPEKTIF MUSLIM

Iklan kampanye Pemilu di Indonesia tahun 1955. Saling serang antara Masyumi dengan PKI.
Sumber dari Mingguan Hikmah (Masyumi) dan Harian Rakjat (PKI).

KOMUNISME DALAM PERSPEKTIF MUSLIM

Awal Mula Kemunculan Sekulerisme

Sekulerisme datang dari Eropa, bangsa Indonesia sangat berhubungan erat dengan Barat selama berabad masa penjajahan. Sekarang setelah penjajahan berakhir kita tetap dibawah pengaruh Barat dari segi ilmu pengetahuan modern dan teknologi , ditambah dengan derasnya investasi asing serta penetrasi ekonomi, maka diinginkan atau tidak sekulerisme memiliki peluang besar untuk meresap dalam jiwa kita, baik sadar maupun tidak.

Landasan filosofis dari sekulerisme adalah keyakinan bahwa manusia semata-mata menggunakan akal dan pikirannya untuk mengatur masyarakat. Pikiran dan akal dianggap cukup menjadikan manusia dan masyarakat mencapai kebahagiaan di dunia. Segala sesuatu dapat diatur dan dicapai dengan perundang-undangan, yuridis atau administrasi dengan tidak memerlukan dasar rohaniah.

Sekularisme timbul awalnya di Eropa setelah Revolusi Perancis (1789), yang tahap-tahapnya terjadi bentrokan antara gereja pada abad pertengahan yang ingin menguasai bidang keduniawian dengan para pemimpin dan pemikir.

Penyerbuan Penjara Bastile oleh rakyat mengawali Revolusi Perancis (14 Juli 1789).

Ketika Kaisar Constantine memeluk agama Kristen (327), Eropa menjadi negara Kristen. Akan tetapi banyak ahli sejarah mengatakan justru pada saat itu pula agama Kristen mulai kehilangan kekuatannya, karena banyak para pembesar Romawi yang masuk agama Kristen sedangkan hati mereka benci dan tujuan mereka tak lain memelihara kedudukan mereka, sehingga agama Kristen dan Paganisme Romawi bercampur aduk.

John Stuart Mill (1806-1873) dalam bukunya On Liberty mengatakan : “Pada zaman Romawi tiap-tiap orang merasakan adanya kewajiban dalam bernegara, akan tetapi hal ini tidak terdapat dalam agama Kristen. Kata-kata, bahwa penguasa yang mengangkat seseorang dalam suatu jabatan, padahal ada orang yang lebih cakap dan jujur, maka penguasa itu telah berdosa terhadap Negara dan Tuhan. Kata-kata tersebut hanya terdapat pada Al-Quran (dan Hadist) dan bukan dalam perjanjian baru. Ajaran-ajaran etika tentang kewajiban terhadap umat datangnya dari filsafat Yunani, dan ajaran-ajaran Romawi, bukan ajaran Masehi. Begitu pula juga etika pribadi tentang keluhuran jiwa, ketinggian budi, ini semua datangnya dari pendidikan di luar Gereja, karena dalam Gereja yang ada hanya ajaran untuk tunduk dan menyerah.”

Revolusi Perancis ditandai dengan pemenggalan Raja, para bangsawan dan para agamawan dengan pisau Guillotine

Disamping itu, kehidupan para pembesar agama yang mengumpulkan harta benda dan kekayaan, tanah-tanah dan rumah-rumah telah dirasakan pedih oleh rakyat Eropa, sehingga kita mengetahui dalam sejarah dua slogan dalam revolusi. Revolusi Perancis: “Gantung Raja yang terakhir dengan usus pendeta terakhir.” Sedang dalam Revolusi Oktober (Rusia) Lenin maju dengan slogan:  “Agama adalah candu bagi rakyat.”

Akibatnya orang-orang Perancis khususnya Voltaire (1694-1778) memuja akal sebagai sesuatu yang mutlak, iman dan rasa keagamaan bertambah kosong dan suram sehingga menjadi seorang atheis menjadi sebuah kebanggaan.

Dalam alam pikiran, Eropa baru yang modern muncul seorang filosof Rene Descartes (1596-1650) di Perancis yang bersikap rasionalis dan Francis Bacon (1561-1626) di Inggris dengan metode eksperimental. Kedua orang itu mencoba menciptakan jalan kearah menciptakan kebahagiaan bagi rakyat. Puncak pengaruh dua pemikir tersebut muncullah August Compte (1778-1857) di Perancis dengan pemikiran positivisme yang menganggap periode teknik dalam sejarah manusia adalah periode tertinggi sedang tingkatan keagamaan merupakan tingkatan terendah dan tingkatan metafisik merupakan tingkatan kedua.

Pada abad ke-19, Barat semakin jauh dari agama. Ludwig Feurbach (1804-1872) murid Compte kemudian menjadi penghubung antara Hegel (1770-1831) dengan Karl Marx (1818-1883). Dalam perkembangan Eropa, terdapat tiga nama penting yaitu : Charles Darwin (1809-1882), Karl Marx (1818-1883) dan Sigmund Freud (1856-1939).

Darwin menggambarkan manusia berasal dari binatang rendah, berevolusi, berkembang menjadi manusia. Freud memberi tafsiran bahwa pendorong manusia berkembang dalam pikiran dan fisik adalah naluri sex. Dan Marx mengatakan bahwa tujuan manusia adalah berkembang dalam kepuasan material, ekonomi adalah dasar dari pikiran, kebudayaan dan moralitas.

Terakhir, munculnya pragmatism yang dikembangkan John Dewey di Amerika Serikat yang pokok pikirannya mengatakan bahwa yang paling berfaedah untuk kehidupan duniawi adalah materil.

Sejak abad ke-19 mungkin di Eropa dan Amerika, agama Kristen masih tetap berpengaruh di masyarakat. Beragam partai politik dengan nama Kristen protestan atau katolik seperti di Belanda, Belgia, Perancis, Italia dan Jerman. Juga organisasi misionaris yang menjadi penyebar agama Kristen keseluruh dunia dibekali keuangan berlimpah. Abul Hasan al Nadawy seorang pemikir dari India mengatakan: “Segala yang ada hanyalah sisa-sisa lembaga gereja dan bukan ajaran yang terdapat dalam perjanjian lama dan perjanjian baru.”

Jika kita selidiki sejarah benua Eropa maka menjadi jelas bagi kita bahwa dasar dari kebudayaan Barat adalah sekularisme, kepercayaan mutlak pada akal. Akibatnya adalah profanisasi berbagai bidang kehidupan, yang bersifat ekonomi, masyarakat, Negara atau keluarga. Manusia telah dijadikan sebagai yang menguasai segalanya. Orang-orang berbicara mengenai hak tapi tidak membicarakan kewajiban manusia. Dengan begitu timbullah individualis, yang kemudian terjadi kerap kepentingannya bentrok dengan masyarakat.

Ekonomi adalah untuk mencari keuntungan, apakah bertentangan dengan nilai-nilai moral adalah soal lain. Hubungan antara pria dan wanita dasarnya adalah rasa suka sama suka, tidak ada aturan tegas. Moral selalu dalam perkembangan, yang baik pada suatu masa menjadi tidak baik pada masa lain, begitupula sebaliknya.

Dalam bernegara, dianut secara praktek walau secara resmi tidak diakui adalah berpolitik ala Machiavelli (1469-1527), memecah belah agar berkuasa. Kekuasaan adalah tujuan tertinggi, agama adalah kebudayaan. Suatu kebudayaan adalah suatu hal yang timbul dalam tiap masyarakat seperti dikatakan Durkheim, tidak memiliki sifat mutlak atau ultima.

Sekulerisme dalam filsafat, kekosongan dalam kehidupan keagamaan disertai dengan kapitalisme ekonomi, sehingga muncul reaksi. Dalam bentuk Komunisme.

Kelahiran Komunisme

Kemunculan komunisme karena tidak ada keadilan dalam masyarakat yang diakibatkan kekejaman penguasa dan hartawan. Penganjurnya bukanlah kaum buruh, bodoh melainkan orang pandai serta pengusaha yang ingin keadilan dan membela kaum buruh, tetapi mereka tidak pernah menikmati cahaya Al-quran.

Eksploitasi Para Buruh oleh Para pemilik modal (Kapitalisme) melahirkan Komunisme

Marxisme terdiri dari 3 unsur :

  1. Filsafat Dialektik yang diambil dari Hegel akan tetapi dimodifikasi menjadi Dialektikal Materialisme, sehingga muncul apa yang dinamakan “Historical Materialism” atau Materialisme Sejarah;
  2. Sistem ekonomi tertentu, diantaranya bagian-bagian yang terpenting adalah gagasan nilai yang terdapat dalam kerja, dalam ekonomi liberal dinamakan nilai keuntungan (surplus value);
  3. Ketatanegaraan dan revolusi.

Unsur pertama adanya dialektik memang pada umumnya benar, walaupun contoh dialektik Hegel bahwa feodalisme dilawan oleh kapitalisme kemudian menjadi sosialisme adalah contoh yang arbitraire. Materialisme menjadi sangat penting dalam Marxisme, yang ada adalah yang nyata. Benda adalah wujud yang lebih dahulu, barulah pikiran kita terhadap benda tersebut.

Adapun mengenai Hictorical Materialism dapat dijelaskan dengan dua premis;

  1. Sebab-sebab ekonomi sangat penting dan fundamental;
  2. Sebab-sebab tersebut menjalankan peranannya menurut principle dialectic.

Marxisme menerangkan gagasan yang pertama dengan menyatakan faktor produksi serta hubungan sosial yang timbul sebagai akibatnya merupakan substructure (onder bow) yang pokok. Segala manifestasi jiwa manusia dalam beragama, bahkan kebudayaan hanya merupakan substructure nomor dua. Dengan kata lain, jiwa dan manifestasinya ditentukan oleh Faktor Ekonomi.

Dasar filsafat Marxisme tentu saja bertentangan dengan Islam, tapi telah menunjukkan suatu gejala yang riil. Bangsa yang lemah ekonominya membiarkan berbagai pengaruh kebudayaan, agama, memasukinya sehingga suatu waktu mendapat Negara tersebut kehilangan kekuatan batinnya. Adapun mengenai unsur ekonomi, nilai yang terdapat pada kerja, telah terbukti banyak kesalahannya hanya merupakan propaganda untuk mempengaruhi kaum buruh. Yang paling berbahaya adalah unsur ketiga yaitu teori tentang Negara dan revolusi. Kaum komunis adalah sebuah mesin bagi suatu lapisan masyarakat untuk menindas lapisan yang lain.

Untuk mencapai kekuasaan mereka memakai segala upaya termasuk kekerasan dan kekejaman. Memang Engels berkata ia menolak tiap-tiap dogma moral yang bersifat abadi (eternal), mutlak (ultimate), karena moral adalah suatu hasil dari tingkatan ekonomi pada suatu masa.

Pada masa perang dingin, liberalisme dan komunisme merupakan dua kekuatan besar yang berhadapan dan saling mencari kelemahan satu sama lain. Akan tetapi perbedaan mereka sebenarnya hanya terletak dalam dua hal :

  1. Sistem sekuler liberal menjalankan pemerintahan dengan demokratis disatu sisi sedang sistem komunis menekan kebebasan berbicara dan berpikir;
  2. Sistem sekuler liberal mencari keuntungan sebesar-besarnya dan sistem komunis untuk memenuhi hajat masyarakat dengan tidak peduli dengan keinginan perseorangan.

Komunisme telah runtuh dimana-mana, Uni Soviet sebagai pimpinan telah bubar. Sedang China sudah membuka diri dalam sstem ekonomi. Dan masyarakat tanpa kelas belum dan tak akan pernah tercapai. Disisi lain, sistem sekuler liberal dengan sistem demokratis yang kita hargai dan tiru untuk mengambil contoh kebaikan yang dimiliki dalam keadaan rohani, dan tata cara hidup sangat labil. Individualisme dan materialisme mendorong manusia untuk mengukur sesama dengan harta yang dimiliki. Semua itu menimbulkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, yang berpunya dan tidak punya dan akhirnya terjadi adalah penimbunan kekayaan ditangan sebuah kelompok kecil.

Muslim Indonesia dalam perkembangan zaman

Kita bangsa Indonesia merasa sangat bahagia memiliki Islam, agama yang diturunkan Allah S.W.T kepada manusia sebagai pegangan hidup. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W tidak hanya mengatur hubungan manusia dan Allah semata (Vertikal), tetapi juga mengatur hubungan antar manusia bahkan antar bangsa (Horizontal).

Dalam bersikap kepada sesama manusia seorang muslim harus menjunjung akhlak mulia dengan saling menghargai, dalam hubungan ekonomi seorang muslim juga seharusnya menjadi pribadi yang tidak serakah. Zakat adalah sebuah revolusi sosial dengan memberikan sebahagian harta secara sukarela terhadap mereka yang tidak punya. Arti ibadah selain hubungan antara manusia dan Tuhan, tetapi juga terkait dengan ibadah yang juga ada sangkut paut dengan masyarakat.

Musyawarah dengan tujuan mencari kebenaran dan kemaslahatan bukan dengan paksaan atau tekanan atau cara-cara lain yang bertentangan dengan kemerdekan berpikir.

Dengan petunjuk Islam, kita membangun tanah air kita sebaik-baiknya, untuk kepentingan semua. Dengan agama kita dapat mempertahankan diri kita sebagai bangsa dan tanah air kita sebagai sebuah kediaman yang dianugerahkan Allah S.W.T kepada kita semua.

XXX

Baca juga: Sepak Terjang Partai Komunis Indonesia Di Aceh;

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , | 16 Comments