CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)

Sim, eu realmente sinto muita falta dele.

PERDER

Talvez eu tenha sentido falta dele.

É assim que ele também se sente, durante todo esse tempo ele tem me encorajado a alcançar meus objetivos, nos convencendo a continuar lutando mesmo que não consigamos ver a luz.

Estou tentando fazer as pazes com minhas limitações. Aceitar que é impossível proteger todos que amo. Não sou um guerreiro e nem um herói.

Talvez eu realmente sinta falta dele.

Cada vez que vejo seus olhos brilhando como os de uma criança, me sinto o padrinho.

Sim, eu realmente sinto muita falta dele.

Ele sempre me dá incentivo e orgulho

Eu sinto falta dela.

Banda Aceh 4 de agosto de 2017

traduzido de: Rindu

Posted in Literature, Mari Berpikir, Poetry | Tagged , , , , , | Leave a comment

DITAMPAR KEBENARAN

Kamu bisa mengalahkan 30 orang pintar dengan 1 fakta, tapi kamu tidak bisa mengalahkan 1 orang bodoh dengan 30 fakta sekalipun. Baharuddin Yusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia

Kamu bisa mengalahkan 30 orang pintar dengan 1 fakta, tapi kamu tidak bisa mengalahkan 1 orang bodoh dengan 30 fakta sekalipun. Baharuddin Yusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia

DITAMPAR KEBENARAN

Kamu bisa mengalahkan 30 orang pintar dengan 1 fakta, tapi kamu tidak bisa mengalahkan 1 orang bodoh dengan 30 fakta sekalipun. Baharuddin Yusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia.

Di sebuah warung kopi terdengar sebuah perbincangan seru yang berkesimpulan bahwa seribu orang pintar akan mudah diyakinkan dengan satu fakta, sementara satu orang bodoh tidak akan mampu diyakinkan dengan seribu fakta. Serasa ditampar kebenaran kami terdiam, terkejut kemudian tertawa kami teringat akan Tuan.

Siapkan pipi Tuan untuk ditampar kebenaran berkali-kali. Selamat malam Tuan dan ingatlah! Kebenaran mereka yang kalah bukanlah omomg kosong, sebagaimana kesalahan mereka yang menang adalah tetap kesalahan

Siapkan pipi Tuan untuk ditampar kebenaran berkali-kali. Selamat malam Tuan dan ingatlah! Kebenaran mereka yang kalah bukanlah omomg kosong, sebagaimana kesalahan mereka yang menang adalah tetap kesalahan

Tuan! Tulisan ini ditulis di bawah kelindan cahaya, dimana benang-benangnya mencapai pundi-pundi hamba untuk berisalah kepada seseorang yang kami cintai, sebuah nasiha kepada pelindung dan penyokong bagi kami untuk menjaga mimpi-mimpi yang berasal dari pelita ke-ACEH-an yang seiring waktu kian meredup. Cahaya kian temaram, ya api itu kian hari kian kecil, asap hitam kian tebal dan menusuk dan meninggalkan jelaga di hidung kami.

Tuan hidup di zaman ketika sejarah telah menjadi legenda, dan fakta seolah hanyalah desas-desus. Sebagai bagian terakhir manusia yang menyerap kebijaksaan abad ke-19 kami takut Tuan akan sirna, musnah dan tak tergantikan lagi.

Aceh hari ini, adalah sebuah entitas yang berkali-kali menyusut. Sampai akhir abad XX kita masih memiliki pedoman kebijaksanaan, para tokoh Ali Hasjmy, Ibrahim Hasan, Samsyudin Mahmud, Safwan Idris sampai Dawan Dawood. Hari ini para idola telah lahir mengantikan kekosongan itu. Dilansir dialeksis.com mereka adalah: Kaka Alfarisi, Herlin Kenza, Shella Saukia, Cut Bul, Afla Nadia dan Zsalsa Nadila.

Jalan paling mudah adalah menyalahkan generasi muda. Atau orang-orang yang hadir belakangan mengambil peran. Tapi pernahkah terpikir mengapa cendikia dari masa lalu tidak menciptakan ekosistem di mana akedemisi memberi contoh tauladan yang baik? Mungkin mereka sibuk mengejar angka kredit, mengejar scopus dan menjadi makmur, mereka yang bercukupan cencerung kehilangan keresahan-keresahan sosial, diam tak berbuat seharusnya adalah dosa terbesar para intelektual.

Betapa durjana jika di zaman ini, kita terkejut ketika seorang professor melakukan plagiasi. Ada pula korupsi dan menumpuk harta dalam rekeningnya. Gusar, marah dan kecewa kami tak mampu berbuat apa-apa. Namun tak ada salahnya kami mencoba mengingatkan tuan. Mengulangi contoh-contoh para pendiri bangsa. Natsir, Sukarno, Syahrir terlebih Muhammad Hatta. Dari sejarah kita memahami pendidikan (seharusnya) menjadi sesuatu yang mencerahkan kepada yang menuntutnya. Mereka yang terdidik (harusnya) menyadari keterikatan dirinya atas ilmu yang telah ia tuntut sehingga berkewajiban menjaga diri dari hal-hal tercela sekaligus (harus) merasa memiliki kewajiban moral untuk mengabdikan diri untuk memberikan faedah yang baik, jika tak mampu terbail kepada lingkungannya.

Memang benar, kualitas seseorang tak bisa diukur dari nilai dan riwayat pendidikanya. Maka bertambahnya gelar Tuan juga bukan berarti tambah bijak, tambah hebat. Biasa saja Tuan! Benar Tuan adalah manusia yang tak akan berulang, tapi bukankah  tidak ada manusia manapun juga yang akan berulang. Keinginan kami adalah Tuan dalam keadaan apapun bersedia dikalahkan oleh fakta dan ditampar berkali-kali oleh kebenaran tanpa harus merasa diri besar. Jika itu terjadi semoga Tuan diberikan kesehatan, keselamatan sekaligus keceriaan bagi kami. Tetaplah menjadi seorang pencerita yang kami sukai, selama mungkin selama Tuan masih bernafas.

Siapkan pipi Tuan untuk ditampar kebenaran berkali-kali. Selamat malam Tuan dan ingatlah! Kebenaran mereka yang kalah bukanlah omong-kosong, sebagaimana kesalahan mereka yang menang adalah tetap kesalahan.

15 Opini terakhir:

  1. Kaya Tanpa Harta; 24 November 2019;
  2. Perjalanan Yang Luar Biasa; 4 Desember 2019;
  3. Merekonstruksikan Kembali Letak Istana Daroddonya; 3 Maret 2020;
  4. Abu Nawas Menasehati Raja; 2 Juni 2020;
  5. Bustanus Salatin Panduan Berkuasa Para Sultan Aceh; 27 September 2020;
  6. Kenapa Sejarah Tak Boleh Dilupakan; 4 Oktober 2020;
  7. Penjara Pikiran; 9 Oktober 2020;
  8. Mengapa Harus Mempelajari Bahasa Daerah; 17 Maret 2021;
  9. Ilmu Memahami Ilmu; 15 Juni 2021;
  10. Lembu Patah; 18 Desember 2021;
  11. Jangan (Mudah) Percaya Dengan Apa Yang Kau Baca; 12 Februari 2022;
  12. Aceh Yang Dilupakan; 29 Maret 2022;
  13. Sejarah Tak Bepihak Kepada Kita; 8 September 2022;
  14. Di Bawah Naungan Lentera; 26 Januari 2023;
  15. Masihkah Orang Aceh Berjiwa Penyair; 24 Juni 2023;
Posted in Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA

Seni patung di Mesir dibuat dengan bentuk yang sama paling tidak selama sepuluh abad. Merupakan salah satu mahakarya Fir’aun dan Haman yang digambarkan dalam Al-Quran sebagai raja zalim dan menteri celaka.

RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA

“Langkah pertama membubarkan suatu bangsa adalah dengan menghapus ingatannya. Menghancurkan bukunya, budayanya, sejarahnya. Kemudian munculkan seseorang yang menulis buku baru, menciptakan budaya baru, dan memalsukan sejarah mereka. Tak lama kemudian bangsa itu akan melupakan dirinya dan sejarahnya. Maka sesungguhnya perjuangan manusia melawan kekuasaan menindas adalah sebagaimana perjuangan ingatan melawan lupa.” Tafsir terhadap kata-kata Milan Kundera dalam bukunya The Book of Laughter and Forgetting diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Kitab Lupa dan Gelak Tawa.

XXX

Kuala Meurisi, circa 1996.

Bayang-bayang awan begitu membelah cahaya bulan memerah di angkasa, angin sepoi-sepoi berhembus pelan dari arah Samudera Hindia. Di pasar malam, para pelancong sedang berbual, para penjaja jajanan berulang memenuhi permintaan, tukang nasi goreng menunjukkan kepakarannya menggunakan spatula mengaduk telur di atas penggorengan di celah-celah asap yang berkepul naik ke atas, di sudut berbeda penjual gulali melambai-lambaikan serat-serat halus berwarna-warni seperti kapas. Pasar malam bergerak seperti orchestra, pergerakan seolah telah dikoreografikan, sebagaimana puisi tercipta dalam gerak.

Situasi Jembatan Krueng Sabee tahun 2006, 2 tahun setelah tsunami Aceh

Abu waktu itu berumur 12 tahun, baru selesai menamatkan Madrasah Ibtidaiyah di Banda Aceh dan liburan untuk masuk ke sekolah menengah. Abu lupa ada keperluan apa, waktu itu Abu diajak pulang kampung oleh ibu ke Mon Mata, Kecamatan Krueng Sabee untuk sebuah urusan. Selepas Maghrib kami bersepeda ke Kuala Meurisi kurang lebih 3 kilometer dari rumah nenek. Tahun 1996 itu adalah kali pertama Abu melihat bagaimana pasar malam, ada rasa takjub bercampur ingin tahu. Sedihnya ini juga merupakan kali terakhir pula Abu melihat pasar malam di sana. Tahun 1996 adalah tahun terakhir kedamaian di pesisir Barat Aceh, tahun nostalgia yang kemudian diikuti oleh tahun-tahun kecemasan, 1997-1998 krisis moneter menerjang Indonesia diikuti 1999-2004 konflik pertikaian antara Gerakan Aceh Merdeka dan pemerintah pusat merontokkan roda perekonomian, dan akhir Desember 2004 terjadi tsunami Aceh yang mengubah lanskap dan kebudayaan di Aceh. Apa yang pernah Abu lihat di pasar malam di tahun 1996 ini tak akan pernah berulang, alamnya, suasananya, dan orang-orangnya telah punah.

Hiruk pikuk di pasar malam tiba-tiba menemukan keheningan, seluruh pandangan tertuju pada panggung, Abu berbalik dan dari kejauhan melihat seorang berpakaian berumbai-rumbai berwarna merah-ungu-kuning-hijau naik ke pentas. Abu masih keasyikan dengan kacang rebus sayup-sayup terdengar, “Bismillah lon mula surat, deungon nama zat Tuhan nyang Esa, Alhamdulillah laju lon sambat, pujoe hadarat wahidul kaha.”

Kelak bertahun-tahun kemudian Abu baru mengetahui sosok yang memakai bedak tebal seperti badut itu adalah seorang troubadour, berakar dari bahasa Occitan di Perancis selatan yang berarti “menyusun, mengarang, atau mencari.” Di Aceh mereka disebut sebagai ahli peugah haba, meuhaba atau meuhikayat sebagai penutur kisah-kisah yang terkadang menambahkan alat maupun instrumen musik dalam menyampaikan cerita. Malam itu adalah penampilan terakhir karena pasar malam yang telah berlangsung sepekan akan usai, hari ini adalah peunutoh atau penutup cerita.

Lukisan Sultan Iskandar Muda

Alkisah menjelang ajal Sultan Iskandar Muda (Raja terbesar Kesultanan Aceh Darusalam di abad ke-17 Masehi) telah memiliki firasat akan kembali ke rahmatullah. Maka ia memanggil anak menantunya, para menteri dan segenap pembesar kerajaan untuk mendengar petuah darinya. Baginda berkata, “segenap tarikh telah mengabarkan bahwa sepanjang zaman, apa yang diinginkan anak manusia sedari dulu apa yang diinginkan adalah kurang lebih sama, hanya berbeda tempat dan waktu saja, yakni keadilan.”

“Jangan pernah kalian mendiamkan kezaliman, karena ketika kalian berlaku acuh maka suatu hari kezaliman itu akan menimpa kalian. Aceh mencoba membebaskan Malaka (Semenjung Malaya) dari Portugis bukan untuk menguasai, atau nafsu untuk menambah wilayah. Tapi Aceh tak ingin orang-orang Melayu terusir dari tanahnya dan dikuasai oleh bangsa asing untuk kepentingan nafsu angkara murka keserakahan mereka.”

“Ingatlah rakyat kita adalah orang-orang yang berkali-kali telah diperintah oleh raja-raja adil dan saleh, sehingga mereka punyai kenangan bersama (memori kolektif) tentang diperintah dengan sangat baik. Maka dari itu jangan pernah kalian menjadi raja yang zalim dan menteri-menteri yang celaka kepada orang-orang Aceh, karena sejarah telah bercerita dan mereka punya ingatan bagaimana diperintah oleh raja-raja yang adil dan saleh sehingga kalian jika menjadi zalim dan celaka maka sesungguhnya kalian telah merasa terlalu pintar dan begitu bangga pada diri kalian, sehingga cepat atau lambat kalian akan melakukan sesuatu yang mencelakakan atau menghancurkan diri sendiri.”

Ketika menulis ingatan tentang kejadian ini tersimpan rasa jengkel mememukan betapa manusiawi dan adalah fakta bahwa Abu tidak mampu merekam secara penuh kejadian hari itu, sesungguhnya mungkin karena itulah sebuah kenangan bertumpu pada ingatan memiliki keterbatasan.

Sang troubadour meskipun menggunakan bedak yang tebal tidak kehilangan sisi maskulinnya, bagaikan seorang masterpiece dengan brilian menggabungkan, mengacak, mengocok, memplesetkan sekaligus mempermainkan fiksi dan fakta, mimpi dan kenyataan, mitos dan realitas, sejarah dan dongeng dengan cara yang magis.

Kisah ditutup dengan sebuah peunutoh, “La Ilahaillallah, nyang meutuah raya saba, kakeuh tamat ulon surat, nyoe hikayat hai syedara.”

Dalam usia yang sangat muda Abu tertegun, pertunjukan ini memberikan pelajaran kepada seorang anak remaja tanggung di hari itu. Ada begitu banyak tali sejarah yang mengikat dengan sesuatu yang lebih tua, sesuatu yang lebih dulu datang, ingatan bersama turun-temurun dari leluhur. Ada getar membingungkan, yang mengelak dari berahi.

XXX

Langsa, akhir September 2023

Abu terbangun dari mimpi buruk, tertegun sejenak kemudian mencoba mengingat-ingat mimpi apa barusan. Seperti elang Abu terbang mengunjungi Krueng Sabee dan melihat keadaannya sebelum tsunami datang. Wajah orang-orang yang telah tiada, bahkan pohon perlak yang telah ribuan tahun yang sebegitu besar bahkan jika 10 dewasa orang memeluknya tak akan bisa menjangkau lingkarannya, pasir-pasir putih pante di sungai Krueng Sabee, jembatan besinya yang sudah kuno, pasar ikannya, kedai-kedai kayunya, Abu tersenyum bahagia.

Tak lama kemudian dari angkasa Abu dengan mata burung elang kemudian melihat gelombang besar tsunami itu datang dan menghancurkan semuanya, hal-hal yang Abu ingat dan rindukan tesebut menjadi sebuah hamparan padang berlumpur hitam. Betapa pilu mengingat ratusan kaum Abu dari pihak ibu lenyap di hari itu. Ada perasaaan sesak, sesaat kemudian timbul rongga melompong dimana rasa sakit itu mengalir masuk.

Abu kemudian mengingat kenangan di pasar malam Kuala Meurisi di tahun 1996 itu. Bahwa seorang troubadour pernah bercerita, bahwa Sultan Iskandar Muda pernah mengingatkan bahwa: Kekuasaan itu seperti candu. Begitu mencicipinya maka kamu akan menginginkan lebih banyak lagi sampai keinginan itu menguasaimu. Kamu bahkan akan membunuh orang-orang yang kamu cintai jika mereka menghalangimu. Bahwa kekuasaan pun harus tahu batas. Hati manusia lebih kaya dari nafsu atau kejayaan. Sungguh sedikit manusia yang tahu betapa terbatas dirinya untuk memelihara hati nurani dan menahan godaan.

Meriam Besar Milik Kesultanan Aceh yang dirampas Belanda saat Perang Aceh sekarang ada di Bronbeek Museum Arnhem Belanda.

Catatan Kaki: Bukan kita bangsa yang tak mencatat, ketika Belanda mendarat pada ekspedisi kedua di Peunayong tahun 1874 yang mereka pertama kali lakukan adalah membakar perpustakaan dan arsip Kesultanan Aceh yang telah berusia 800 tahun, sebuah tujuan kolonial untuk menghapus sejarah kita, tujuannya adalah memutus kita dengan para leluhur yang agung.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

NASEHAT KEPADA KAUM MUDA

Moving Parts Toyota Land Cruise FJ40

Matchbox Toyota Land Cruiser TJ 40

NASEHAT KEPADA KAUM MUDA

“Untuk menjalani hidupmu dengan kebijaksanaan, kamu tak perlu banyak pengetahuan. Ingatlah dua peraturan dasar; Pertama, lebih baik kelaparan daripada makan apa saja. Kedua, lebih baik sendirian, daripada dengan siapa saja…” Omar Khayyam dalam Rubaiyat

Pada suatu malam pada September 2023 yang berangin dingin di kota Langsa, Abu merasa perlu menganjal perut dengan mie Gaga 100 dan bergegas dengan enggan ke Alfamart dekat kosan. Disana pada suatu titik mata Abu terhenti pada sebuah sudut tempat mainan digantungkan, Matchbox Toyota Land Cruiser TJ 40. Ingatan Abu sepersekian detik melayang.


Sampai pada akhir tahun 1980-an pesisir barat Aceh dari Banda Aceh ke Meulaboh belum menjadi sebuah kesatuan jalan raya, sungai-sungai harus dilintasi oleh rakit. Toyota Land Cruiser FJ40 atau yang disebut Hardtop paling mumpuni di medan ini. Tahun 2023 mobil ini semakin langka di jalanan. Sebuah mainan menyerupai hardtop itu ternyata bisa memantik ingatan masa lalu itu. Benar, mengingat adalah menafsirkan masa lalu, tapi sudah tentu kita tidak bisa pergi untuk mencocokkan tafsir kita dengan masa lalu itu sendiri. Kita tak akan pernah bisa melangkah, biarpun sejenak, keluar dari waktu. Waktu bukan kereta api yang bisa sesekali berhenti dan masinisnya turun untuk menengok apa yang terjadi di gerbong belakang. Tapi tokh, tak ada salahnya untuk sedikit bernostagia.


Abu pulang dan menyeduh mie dengan air panas dari dispenser dalam kesendirian malam. Kemudian ingatan melayang ke masa-masa SMP sampai SMA di Banda Aceh antara tahun 1996-2002 Abu bukanlah termasuk siswa populer. Sejenis anak ceking yang tidak menonjol dan tak ingin terlihat di keramaian. Abu tidak mengatakan sekarang sudah menjadi populer tapi waktu sudah  mengubahnya.


Karena menjadi sesorang yang menjalani kehidupan biasa-biasa saja Abu tidak mengalami keresahan masa remaja. Ketika keresahan itu tak ada maka Abu mencari keresahan sendiri dengan membaca banyak buku. Terhitung sejak kelas 1 SMP (tahun 1996) setiap jam istirahat Abu menghabiskan waktu di perpustakaan membaca semua buku yang dapat dibaca Antara tahun 1996-2002 disamping membaca di perpustakaan sekolah, Abu meminjam buku di perpustakaan untuk dibawa pulang ke rumah.


Pada puncak kejayaan Abu bisa melahap 12 buku perharinya, semua Abu baca filsafat, agama, fiksi, sejarah sampai-sampai tidak ada buku yang terlewatkan di perpustakaan SMP dan SMA. Latar belakang Aceh yang pada saat itu mengalami konflik menunjang Abu untuk malas keluar rumah dan menghabiskan waktu di rumah membaca buku.


Tragedi Simpang KKA, juga dikenal dengan nama Insiden Dewantara atau Tragedi Krueng Geukueh, adalah sebuah peristiwa yang berlangsung saat konflik Aceh pada tanggal 3 Mei 1999 di Kecamatan Dewantara, Aceh. Saat itu, pasukan militer Indonesia menembaki kerumunan warga yang sedang berunjuk rasa memprotes insiden penganiayaan warga yang terjadi pada tanggal 30 April di Cot Murong, Lhokseumawe.


Sebenarnya membaca buku adalah kunci untuk mencurangi kehidupan, bayangkan kita mendapati saripati pemikiran orang lain tanpa harus menjalani. Membaca juga akan membuat kita memiliki ingatan yang kuat. Majalah Tempo terbitan 1992 yang pernah Abu baca mengulas tentang penyakit Alzeimer, Ronald Reagan mantan presiden Amerika Serikat bahkan tidak bisa mengingat istrinya Nancy Reagan. Seorang pakar menganjurkan jika ingin ingatan kuat di masa tua maka membacalah! Kalau ingin lebih kuat lagi maka menulislah! Hal ini membuat Abu semakin mengebu membaca dan terus membaca.

Di usia menjelang 40 tahun ini, kemampuan Abu membaca mungkin tidak seringkas dahulu. Mata juga sudah mulai “agak rabun dekat” +1, kesibukan bekerja membuat Abu memiliki lebih sedikit waktu membaca, apalagi semakin Abu mengetahui sesuatu maka semakin lambat kemampuan membaca, jika dahulu Abu membaca dan langsung menelan informasi di dalam buku, hari ini ketika mendapat informasi harus diproses terlebih dahulu, jika seminggu Abu bisa menyelesaikan 1 buku saja maka sudah sangat bagus hari ini.


Abu belum terlalu tua, juga belum terlalu bijak untuk memberikan nasehat kepada kaum muda. Perjalanan hidup seorang manusia telah dan kelak menghadapi goncangan gelombang dalam proses pencarian jati diri. Semakin mengetahui sesuatu semakin akan merasa tidak tahu, semakin mencari dan menemukan sesuatu semakin berhasrat mencari lagi. Seumpama lingkaran yang selalu akan berulang entah itu semakin membesar atau mengecil, sampai akhirnya perjalanan hidup selesai dan mencapai titik akhir di dunia. Akan lebih baik jika memperoleh sedikit pengetahuan dalam menghadapinya jika mendapat kisi-kisi dari pengalaman orang lain yaitu dari buku-buku yang baik.


Perlu diingat, jika kamu tak bisa meraih kemuliaan di hari mudamu, tak akan mulia hidupnya sampai tua. Yang sangat penting diingat, setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tentang umur yang dianugerahkan oleh Tuhan kepadanya. Dan sebagai bagian kecil dari pertanggungjawaban Abu maka tulisan ini dibuat.


Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA

Pada hari selasa tanggal 8 Agustus 2023 telah dilakukan ujian kepada diri saya bertempat pada aula sidang munaqasah IAIN Langsa terhadap penyusunan tesis pada program Magister pada studi Hukum Ekonomi Syariah (muamalah) Pascasarjana agar dapat mendapatkan gelar Magister Hukum. Segala puji kepada Allah pada sidang tersebut saya berhasil lulus dengan nilai A+

Sebagai salah satu ungkapan rasa syukur dan terima kasih saya, maka tesis ini saya publikasikan untuk dapat menjadi bahan bacaan dan pembaharuan keilmuan bagi siapapun yang memiliki ketertarikan pada studi Hukum Ekonomi Syariah (muamalah), khususnya tentang akad musyarakah. Terima kasih semoga penelitian ini bermanfaat.

Analisis Akad Musyarakah Bank Aceh Syariah dengan PT. Algibran Property Dalam Membangun Rumah Bagi Nasabah di Kota Langsa

Milvan Murtadha, 2023, Analisis Akad Musyarakah Bank Aceh Syariah dengan PT. Algibran Property Dalam Membangun Rumah Bagi Nasabah di Kota Langsa. Tesis, Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Langsa. Dosen Pembimbing: (1) Dr. Abdul Hamid, MA, (2) Dr. Miswary, M.Ud.

ABSTRAK

Penelitian ini dilandasi oleh keresahan perusahaan pengembang dan masyarakat terkait akad musyarakah yang dilaksanakan oleh bank syariah di Provinsi Aceh yaitu Bank Aceh Syariah. Pada hakikatnya penelitian ini dilaksanakan sebagai bentuk validasi kepada perusahaan pengembang dan masyarakat tentang praktik akad musyarakah yang dilakukan dengan bank syariah. Adapun tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan menganalisa praktik pelaksanaan akad musyarakah antara Bank Aceh Syariah dengan PT. Algibran Property dalam membangun rumah bagi nasabah di Kota Langsa serta menganalisa dari tinjauan hukum ekonomi syariah. Adapun jenis penelitian ialah penelitian normatif empiris dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara para informan dari Bank Aceh Syariah dan PT. Algibran Property dan divalidasi dengan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) Akad Musyarakah dan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pembiayaan (SP3) antara Bank Aceh Syariah dan PT. Algibran Property. Adapun hasil penelitian praktik pelaksanaan akad musyarakah yang dilakukan Bank Aceh Syariah dengan PT. Algibran Property telah sesuai dengan kerangka teori akad musyarakah diperkuat dengan adanya rekening penampung (escrow account) adalah ciri dan karakteristik yang ditetapkan sebagai salah satu prinsip pembiayaan dengan musyarakah. Ditinjau dari hukum ekonomi syariah pelaksanaan akad musyarakah Bank Aceh Syariah dengan PT. Algibran Property telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) NO: 08/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan musyarakah sebagai acuan standar hukum ekonomi syariah.

Kata Kunci: Pembiayaan, Akad, Musyarakah, Bank Syariah, Perusahanan Pengembang, Hukum Ekonomi Syariah

Download tesis: TESIS MILVAN MURTADHA ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA

Milvan Murtadha, sidang Munaqasah IAIN Langsa, 8 Agustus 2023.

Milvan Murtadha, sidang Munaqasah IAIN Langsa, 8 Agustus 2023.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Identitas Diri

  1. Nama                                : Milvan Murtadha
  2. Tempat/tanggal lahir   : Krueng Sabee (Aceh Jaya) / 29 Februari 1984

Riwayat Pendidikan

  1. TK Pertiwi Banda Aceh 1989-1990;
  2. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan Banda Aceh (sekarang MIN 7 Banda Aceh) 1990-1996;
  3. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1 Banda Aceh (sekarang SMP Negeri 1 Banda Aceh) 1996-1999;
  4. Sekolah Menengah Umum Negeri 3 Banda Aceh (sekarang SMA Negeri 3 Banda Aceh) 1999-2022;
  5. S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) 2002-2003 (Drop Out);
  6. D1 Program Studi Perpajakan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) 2003-2004;
  7. S1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (UNIMAL)  2007-2010;
  8. S2 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa 2021-2023.
Posted in Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , | Leave a comment

LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG

Leumoh hukom diatoe lee pangkat Leumoh tanoh keubue meukubang.

LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG

Hadis Maja: “Leumoh hukom diatoe lee pangkat Leumoh tanoh keubue meukubang.”

Ingat na keuh tempat phon ta  jak aleuh jih hana le. Cuba neubayang-bayang ngan mandum crita hana mandum sigohlom gata na bak donya. Indatu gata lam seujarah mandum nyang neutuleh ka apoh ka gadoh. Gata jeut bansa nyang mudah dipeulangu dipeulamit duek bangai tahe gante.

Sebenar jih hana yang trep lam seujarah. Nyang na cuma teingat ato pih tuwo. Seujarah neumat baro na keuh uro nyoe, gata musti meurasa mantong wujud disinan.

Bansa Aceh kon urueng nyang hana ilme baten, kon lagee aneuk manok jeut diparoh le meuruwa. Urueng Chik tanyoe jiteupu pajan raja zalim ek ateuh singgasana, indatu tanyoe tem suet nyawong keu ridha Allah.

Neukalon nanggroe tanyoe ka lage kueh boy dibagi-bagi. Uteun-uteun tanyo ka hana le, pedeh hate ta kalon buya krueng teudong-dong. Gadoh meurangak meupake sabe-sabe dro.

Rafli neusurah bak lagu Rawa Tripa: “Rawa Tripa raya that uyok, jinoe jineuk cok sawet jipula. Ie ka habeh thoo tanoh leupah kra, dum meulatang han tatuho ka. Hana le ie unoe hai aneuk nanggroe nyang jeut keu ubat, ka habeh limbat peunajoh raja. Hana le seungkoe rukan ngon bacee, habeh dum reule atra nyang ka na. Sayang gampong lon sayang nanggroe lon. Ureung di gampong abeh nafakah, sabee reu ah lam uroe kha, dak na ujuen hana pat keubah. Kayee katacah boh bhah preh teuka, ka keuhendak Po rawa geu keubah. Si Jumoh jak cah di Rawa Tripa, geupuga gampong yoh phon geupeugah, oh ta eu sosah urueng ubee na. Buya krueng teudong-dong buya tamong meuraseuki.”

Beuneuingat lagee disurah bak kitab gohlom Islam sigohlom neupaham lhee ilme: Tauhid, syariah ngon tassawuf. Peukah jinoe Raja meunan? Hukom ka diatoe le pangkat, leumoh lage tanoh keubeu meukubang. Tanyoe bek tuwo bansa nyoe jameun geu mat ngon urueng-urueng saleh.

Peudeh hatee, ie mata tijoh. Tanyoe ureung na iman musti bahagia karna meuphom Allah lam tip-tip takeudi gaseh ngon sayang keutanyoe hantom putoh. Mandum lam kuasa Po, mandum pujoe keu Allah, neu peusalamat nanggoe kamoe, jameun na keuh dilakap nanggroe aulia. Hom uro nyoe!

XXXXX

Posted in Mari Berpikir | Tagged , , , , , | Leave a comment

SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH

Rumah Adat Aceh

SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH

Remang-remang dalam kekaburan masa yang telah lama berlalu coba kita terangi dengan pelita yang berasal dari catatan-catatan peninggalan yang masih ada, dan dari penyelidikan-penyelidikan yang masih dapat dilakukan. Rumah Adat Aceh merupakan hasil budaya ribuan tahun, meski saat ini masa gemilang itu telah mengalami kemunduran tapi tak ada salahnya untuk dikaji kembali sebagai bahan pelajaran kepada generasi penerus.

Menurut hikayat Rumah Aceh dahulunya adalah perahu yang dibalik untuk dijadikan rumah yaitu ketika tibanya dinasti Mante ke Aceh. Kerajaan Mante adalah kerajaan tertua yang diketahui pernah ada di Aceh. Dinasti ini berpusat di Seumileuk, pedalaman Selimum antara Jantho, masuk wilayah Sagi XXII Mukim.

Sejarah Rumah Aceh

Menurut Dada Meuraksa, Kata-kata Mante berasal dari Mantenia atau Mantinea, sebuah kota di Yunani, dimana penduduknya disebut Mantinea. Penduduk Mantinea memiliki leluhur yang dari lembah pegunungan Alpen, termasuk dalam rumpun suku bangsa Indo-Jerman (Ras Arya). Dalam rentang waktu abad ke 14 sampai dengan 12 S.M. Mereka melakukan perpindahan penduduk ke daerah hangat di selatan dan tiba di Yunani. Semula mereka mendiami pulau Kreta bagian Selatan, kota Thessalia dan dinamakan dengan suku Achaia atau Achaea. Ada empat suku Yunani Purba yaitu: Achaia, Aiolia, Ionia dan Doris. Kesemuanya berasal dari Pulau Kreta. Pada abad ke 12 S.M. mereka di usir oleh bangsa Doris, mereka berpindah, sebagiannya kedaerah Peloponnesus Utara, sebagiannya ke Asia Kecil (Turki), dan sebagian yang lain ke Asia Tengah (lembah Kaukasus).  Dari mereka yang pindah ke lembah Kaukasus ada yang mengetahui berita tentang Nabi Sulaiman mengirimkan bangsa Phoeni untuk mengambil emas ke Asia Tenggara. Maka suku Achaean mengembara ke arah ke Timur untuk mencarinya. Melalui Chaibar Pas (jurang antara dua gunung diperbatasan Afghanistan dengan India) hingga mereka sampai ke India Utara dan berasimilasi dengan penduduk asli.  Mereka meneruskan pengembaraan mereka ke arah Timur sampai ke Tennosering diperbatasan Burma dengan Siam (Thailand), mereka berassimilasi lagi dengan bangsa Mon Khemer, leluhur bangsa Kamboja dan Campa.

Dalam rangka mencari pulau emas mereka meneruskan pengembaraan ke selatan dengan menyeberangi Selat Malaka dengan menggunakan perahu-perahu. Mereka sampai kepulau Perca (Andalas/Sumatera) dan memutuskan untuk menetap perahu-perahu yang tadi dijadikan alat transportasi dibalik dan dijadikan rumah. Mereka mendirikan kerajaan Mante dengan berpusat di Seumileuk, yaitu suatu tempat yang strategis yang terhubung dengan sumber emas di kaki gunungemas (Seulawah) yang terletak pada suatu pucuk sungai yang bercabang tiga (di Tangse) yaitu: Kruëng Aceh, Krueng Woyla (Tutut) dan Krueng Keumala. Seumileuk termasuk lembah Krueng Aceh, dan kemungkinan nama lembah Aceh, Krueng Aceh dan bangsa Aceh berasal dari nama suku mereka yaitu: Achaia.1

Deskripsi Bentuk Rumah Aceh

Rumah Aceh dibuat tinggi dari tanah, bangunannya ditopang oleh oleh sejumlah tiang-tiang besar yang tegak dan beraturan. Bentuk rumah segi empat, jarak antara lantai rumah dari tanah antara empat sampai Sembilan hasta.  Tulang atas yang disebut “tampong” (blandar) menjurus lurus dan arata dari timur ke barat, bukan dari utara ke selatan dengan maksud agar rumah menghadap kiblat.

Rumah Aceh memiliki 16 tiang, berbaris empat-empat. Ditambah tangga 1 dianggap sebagai tiang memiliki makna 17 rakaat dalam sehari shalat, sesuai dengan filosofi, “Shalat adalah tiang agama”. 2 tiang dinamakan raja dan permaisuri (putro), 2 tiang ini melambangkan shalat Shubuh. Seluruh tiang besar dan bulat.

Panjang rumah dari timur ke barat, dihitung pada bagian luar tiang adalah 11, 13, 15, 17, atau 19 hasta. Bagian dari utara ke selatan lebih panjang dari itu dengan jarak yang jumlahnya ganjil. Biasanya yang dipakai hasta wanita.

Lukisan sebuah gampong di Meureudu pada rumah makan Asia Utama di kota Langsa

Lukisan sebuah gampong di Meureudu pada rumah makan Asia Utama Simpang Remi di kota Langsa

Rumah Aceh terbagi kepada 3 ruang panjang. Ruang tengah lebih tinggi dari pada kanan dan kiri. Bagian Barat dinamakan “rumoh inong” (ruang perempuan) atau “ruang induk” sedangkan bagian timur dinamakan “rambat”. Rumoh Inong adalah bagian termulia dari yang lain, jikalau tuan dan nyonya rumah memiliki menantu di ruang inilah dua sejoli diberikan tempat. Adat Aceh pengantin tinggal di rumah perempuan sampai mampu mendirikan rumah sendiri.

Ruang di selatan dan utara dinamakan “ramo” atau “seramo”, yakni serambi. Di ujung timur serambi utara didirikan rumah dapur yang disebut “anjong”. Tetapi bisa juga dibuat dapur di sebelah utara atau di tempat terasing. Di sebelah timur rumah dibuat “jerambah” yaitu titi lalu lintas yang lebarnya kira-kira 1.5 meter dari serambi utara ke serambi selatan atau daro rumah dapur (jika terpisah) ke tangga. Tangga biasanya di sudut tenggara, di ujung selatan “jerambah” dan ada juga yang membuat tangga rumahnya di bawah lantai yang dilubangi dan diberi tutup pintu.2

Filosofi Pintu Rumah Aceh

Untuk mengenal Aceh ada baiknya kita memahami filosofi dari pintu rumah Aceh. Biasanya tinggi pintu tersebut sekitar 120-150 cm, terlihat kecil dan membuat siapapun yang ingin masuk ke dalam rumah harus sedikit menunduk, menurut orang-orang tua ini bermakna sebuah penghormatan kepada tuan rumah saat memasuki rumahnya, siapapun dia tanpa peduli derajat dan kedudukannya. Ini memiliki filosofi sebagai hatinya orang Aceh. Sebuah perwujudan dari rasa hormat/cinta yang tak pernah dapat terdefinisikan secara tepat dengan kata. Tak dapat terlihat secara kasat mata, siapa yang menjadi menyayangi dan siapa pula yang disayangi. Hal ini terlihat dari bentuk fisik pintu tersebut yang memang sulit memasukinya, namun ketika kita masuk akan mendapati tiada sekat dan terasa lapang. Sebuah kearifan lokal yang telah tertanam menjadi budaya jalan tentang waktu lebih dari seribu tahun.

Referensi:

  1. Dada Meuraxa, Ungkapan Sejarah Aceh, (Medan: Tanpa Penerbit, 1976) halaman 21
  2. Dada Meuraxa, Sejarah Kebudayaan Sumatera, (Medan: Hasmar, 1978) halaman 182

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  2. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  3. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  4. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  5. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  6. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  7. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  8. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  9. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  10. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  11. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  12. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  13. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  14. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  15. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  16. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  17. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  18. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  19. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  20. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  21. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  22. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  23. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  24. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  25. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  26. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  27. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  28. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  29. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  30. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  31. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  32. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  33. MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARODDONYA; 3 MARET 2020;
  34. LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU; 29 MEI 2020;
  35. LEGENDA ASAL USUL GUNUNG GEURUTEE; 1 JUNI 2020;
  36. HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU; 4 JULI 2020;
  37. GEREJA PERTAMA DI ACEH; 12 JULI 2020;
  38. PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR; 1 AGUSTUS 2020;
  39. SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH; 14 AGUSTUS 2020;
  40. SEJARAH KERAJAAN PEDIR (POLI) ATAU NEGERI PIDIE; 18 AGUSTUS 2020;
  41. SEJARAH KERAJAAN DAYA (LAMNO); 21 AGUSTUS 2020;
  42. KETIKA ACEH MINTA MENJADI VASAL TURKI USTMANI; 21 SEPTEMBER 2020;
  43. HENRICUS CHRISTIAN VERBRAAK MISIONARIS KATOLIK PERTAMA DI ACEH; 23 SEPTEMBER 2020;
  44. BUSTANUS SALATIN PANDUAN BERKUASA PARA SULTAN ACEH; 27 SEPTEMBER 2020;
  45. SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH); 16 OKTOBER 2020;
  46. PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946); 25 OKTOBER 2020;
  47. KENAPA SULTAN ACEH MENYERAH PADA BELANDA; 9 APRIL 2021;
  48. HIKAYAT MEURAH SILU; 8 JUNI 2021;
  49. SULTAN ALAIDDIN MAHMUDSYAH II, SULTAN ACEH MERDEKA TERAKHIR; 29 JUNI 2021;
  50. RAJA DEKAT TUHAN JAUH; 3 AGUSTUS 2021;
  51. BERZIARAH KE MESJID ASAL PENAMPAAN DI BLANGKEJEREN GAYO LUES; 17 AGUSTUS 2021;
  52. KISAH-KISAH DI BLANG; 22 NOVEMBER 2021;
  53. ORIDA (OEANG REPUBLIK INDONESIA) ACEH 1947-1949; 14 JANUARI 2022;
  54. ACEH YANG DILUPAKAN; 29 MARET 2022;
  55. PROSA ALAM GAYO LUES; 8 AGUSTUS 2022;
  56. ADAT PELANTIKAN PEMAHKOTAAN PENABALAN SULTAN ACEH DARUSSALAM; 10 JANUARI 2023;
  57. SUSUNAN PEMERINTAHAN ACEH SEMASA KESULTANAN; 14 APRIL 2023;
  58. HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG; 22 JUNI 2023;
  59. MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR; 25 JUNI 2023;
Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

CONTOH PUISI CINTA BAHASA FINLANDIA (RAKASTAMAALLE)

Oi tuuli, tervehdin häntä, toivottavasti hänellä on kaikki hyvin siellä.

RAKASTAMAALLE

Maailma on täynnä erilaisia ​​värejä. Vuodenajat vaihtuvat. Sama jokivesi virtaa edelleen. Joskus rauhallinen, joskus kupliva vihainen. Joskus ammeen leveys on rajoittamaton, joskus se kutistuu talven kylmänä. Mutta se virtaa jatkuvasti. Yhdessä sen kanssa rakkaus kasvaa, kehittyy, kukkii ja tuoksuu hyvältä. Rakkaus on kaikkivaltias tässä universumissa, mutta emme voi ilmaista sitä.

Ehkä enemmän tai vähemmän ymmärrän, kun kuvittelen valtameren aallot erottavan meidät. Kun kohtalo kietoo meidät siteeksi, kuin magneetin, jonka voimaa koetellaan kaukana toisistaan. Siellä on pelkoa, huolta ja huolta.

Rakkaus on integroitu kaiken kauneuden huipulle. Liikkuu aina sydämessä, mutta tunsi sen jälkiä maailmankaikkeudessa. Rakkaudellani olen poistanut aiemman rakkauden instrumentin. Minusta tuntuu, että olet kaukana, mutta olet lähellä. Mitä pidempi etäisyys meren erottamana, sitä lähempänä olet. Kunnes meidän välillämme ei ole enää välittäjää.

Todellakin, kohtaamme monia vaikeuksia elämässä. Se on ehdotonta kauneutta, kaiken elämän huippua, hyväksyn koko sydämestäni. Etsiessään ja kohti tuota rakkautta, kunnes yhtenäisyyden tunne saavutetaan. Se ei ole tiedettä, ei filosofiaa, vaan tunteesta tunteen yläpuolella.

Siinä piilee rakkauden mysteeri, eikö niin? Kun sydän voi tavoittaa ominaisuuksia, joita silmä ei saa kiinni. Me, minä ja sinä olemme kuolevaisia. Myöhemmin he kuolevat, yhdessä tai yksitellen. Jos niin on tapahtunut, siellä, kaikista enkeleistä riippumatta, sinä riität minulle. Rakkain rakkaani.

Käännetty kielestä: Yang Tercinta Malahayati

Posted in Asal Usil, Literature, Poetry | Tagged , , , , | Leave a comment

MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR

Syair Hikayat Perang Sabi (Hikayat Perang Sabil) Koleksi Museum Aceh sebagai penyemangat pejuang Aceh dalam melawan agresi Belanda.

Syair Hikayat Perang Sabi Koleksi Museum Aceh

MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR

Pada masa lalu orang Aceh sebagaimana orang Arab adalah suatu bangsa penyair, memiliki pembawaan, lebih dapat merasakan kata-kata bersajak, dalam ucapan maupun kalimat biasa. Bangsa Arab pada masa jahiliyah maupun bangsa Aceh sebelum Islam, sudah terdapat karangan-karangan sastra sejak zaman purbakala.

Orang-orang Aceh dahulu sebelum Islam pernah memakai aksara nenek moyang yang berasal dari Campa atau India, tetapi ketika agama Islam masuk ke Aceh hanya mengenal huruf Arab. Hal ini membuat hikyat-hikayat Aceh yang masih tersimpan dalam bentuk syair tertulis dengan aksara Arab. Para penyair menghafal hikayat-hikayat digemarinya, kemudian diucapkan kembali. Banyak pula yang membuat karangan dalam pikirannya kemudian  dinyanyikan dalam bentuk hikayat bersajak, sehingga terjadilah banyak keadaan ketika sebuah hikayat diceritakan oleh orang berbeda maka agak berlainan syair-syairnya. Seperti cerita wayang yang memiliki perbedaan cerita ketika berbeda dalang.

Naskah tulisan Gayo-Linge. Diduga masuk kategori Melayu Tua.

Mengenai sastra Aceh, Snouck Hurgronye dalam karyanya The Atjehers menyebutkan yang kami dimaksudkan dengan kesusasteraan disini adalah suatu karya yang menarik, berisi pelajaran dan pembangunan budi orang Aceh, disusun dalam bahasanya sendiri. Sengaja saya gunakan kata-kata “disusun” dan bukan “ditulis”, karena ada hal-hal yang tidak dapat dituliskan.

Hikayat Malem Dagang dan Hikayat Pocut Muhammad, dua syair tentang pahlawan bangsa Aceh di masa lampau. Disampaikan secara tertulis sambung menyambung antar generasi. Sementara ada juga Hikayat Prang Kumpeni, sebuah syair dikarang untuk membakar semangat rakyat Aceh melawan Belanda dikarang oleh Dokarim seseorang yang tidak tahu bagaimana membaca dan menulis, semua diucapkan berdasarkan. Kemudian Snouck meminta Belanda agar syair-syair Aceh tersebut untuk dituliskan.

Maka hikayat-hikayat dan syair-syair barulah ditulis dengan huruf latin (sebelumnya huruf Arab) setelah sebelumnya Snouck Hurgronye menciptakan transkripsi dalam huruf latin dengan mengambil ejaan bahasa Perancis, dikarenakan huruf hidup bahasa Perancis banyak ditemukan kesamaan dengan huruf hidup bahasa Aceh. Tidak diambil dari bahasa lain seperti Melayu ataupun Inggris dikarenakan tidak cukup memberikan kesamaan bentuk-bentuk suara dalam bahasa Aceh.

Berdasarkan hasil observasi penulis kesusasteraan Aceh dibagi dalam dua bagian. Pertama bersifat prosa atau haba, kedua bersifat puisi atau sajak seperti hikayat atau narit. Kedua jenis ini ada yang bersifat ilmu pengetahuan, sejarah atau roman. Ada juga yang bersifat nasehat agama, bacaan anak-anak atau bacaan umum. Sampai dengan saat ini Aceh merupakan daerah yang memiliki banyak kepustakaan sastra dalam berbagai bentuk dan jenis penggolongan. Ketika seorang anak Aceh lahir sampai tahun 1990-an maka diayunan dia akan dilantunkan syair-syair oleh ibunya, maka seharusnya setiap orang Aceh adalah seorang penulis dan penyair bahkan sebelum dia bisa berdiri.

Foto illustrasi pernikahan Aceh diambil tahun 1988, salah satu modelnya adalah Cut Keke.

Foto illustrasi pernikahan Aceh diambil tahun 1988, salah satu modelnya adalah Cut Keke (kanan).

Mengapa hari ini hampir tidak ditemukan hasil sastra saat ini? Sejak Jepang menduduki Aceh di tahun 1942 tidak pernah ada lagi kegiatan dari pemimpin yang memerintah mendukung kegiatan kesusasteraan Aceh, tidak ada dukungan agar muncul penyair-penyair yang gemilang di zaman ini. Jika sesudah masa itu muncul orang-orang Aceh yang menonjol adalah mereka yang tumbuh sendiri, yang tidak mempelajari struktur bahasa dan sejarah Aceh, hanya mempelajari bahasa Aceh dari sekitar lingkungannya secara otodidak, dan tidak mengenal susunan-susunan syair Aceh dari hikayat-hikayat dan syair-syair Aceh di masa lampau yang terkenal baik mutu bahasanya.

Syair Dodaidi yang sejak zaman Sultan Iskandar Muda (abad 16) biasa dinyanyikan seorang Ibu Aceh kepada anaknya dalam ayunan, sebuah lagu dengan kualitas tinggi dari masa lampau bahkan sudah hampir tidak terdengar lagi di setiap rumah tangga Aceh sejak tahun 2000-an. Hal ini adalah sebuah gejala yang akan bermuara kepada jiwa-jiwa syair orang Aceh semakin hari semakin menurun. Bukan tidak mungkin suatu hari nanti, kita akan menangisi kepunahannya.

Beberapa artikel terdahulu:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER; 4 AGUSTUS 2008;
  2. FILOSOFI GOB; 10 OKTOBER 2011;
  3. GAM CANTOI TIADA; 30 MARET 2013;
  4. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT; 6 JUNI 2017;
  5. HIKAYAT SUKU MANTE; 5 JULI 2017;
  6. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH: 1 AGUSTUS 2017;
  7. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH; 19 SEPTEMBER 2017;
  8. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  9. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAMPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  10. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUIDALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  11. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARASEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  12. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  13. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  14. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  15. GEREJA PERTAMA DI ACEH; 12 JULI 2020;
  16. SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH; 20 AGUSTUS 2020;
  17. BUSTANUS SALATIN PANDUAN BERKUASA PARA SULTAN ACEH; 27 SEPTEMBER 2020;
  18. PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946); 25 OKTOBER 2020;
  19. BERZIARAH KE MESJID ASAL PENAMPAAN DI BLANGKEJEREN GAYO LUES; 17 AGUSTUS 2021;
  20. HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG; 22 JUNI 2023
Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG

Rencong Hulu Puntong. Gagang terbuat dari tanduk rusa. Diukir secara handmade oleh pengrajin lokal. Rencong jenis ini merupakan bentuk yang paling unik dari jenis-jenis rencong lain.

Rencong Hulu Puntong. Gagang terbuat dari tanduk rusa. Diukir secara handmade oleh pengrajin lokal. Rencong jenis ini merupakan bentuk yang paling unik dari jenis-jenis rencong lain. (Koleksi pribadi penulis).

HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG

Peradaban berjalan dalam garis waktu yang lurus, merupakan sebuah proses yang mengubah rencong yang dahulu merupakan senjata perkasa sekarang seolah menjadi cinderamata atau oleh-oleh. Meskipun begitu rencong adalah lambang samidin akan perjuangan dan kehilangan dari orang-orang Aceh. Mengingatnya seperti ada rasa direnggut dari asal, meninggalkan sebuah rongga dimana rasa marah dan sakit mengalir masuk.

Rencong adalah buah hasil budaya dari suatu bangsa Aceh. Mengabaikannya berarti menghilangkan ketinggian dari bangsa itu sendiri. Karena itu rencong tak boleh mati, rencong tak akan dibiarkan mati. Tiap kali dia dimakamkan, ia dipanggil lagi, digosok kembali, dan berubah, dan berkali-kali berubah. Mungkin sampai ia tak perlu punya raut wajah yang asli.

Menurut mitos sebagaimana disampaikan oleh Dada Meuraksa pada masa Kerajaan Mante pernah diserang oleh ribuan kelelawar besar sehingga mengakibatkan banyak rakyat yang meninggal. Pada suatu hari seorang pandai besi membuat sebilah sikin (pisau) yang dinamakan rencong runcing bergagang. Lalu dengan dengan alat-alat itulah ketika keluang-keluang (kelelawar besar) menyerang maka akan ditikam oleh rakyat.1 Sejak itulah lahir tradisi orang-orang Aceh memakai rencong sampai masa penjajahan Belanda. Rencong menjadi salah satu peralatan tempur dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajahan. Bentuk rencong diciptakan berdasarkan Alif dan Mim. Ini menunjukkan pada masa kerajaan Mante/Lamuri agama Islam sudah masuk ke Aceh sekitar tahun 1000 Masehi.

Cerita oral yang ditemukan penulis juga hampir mirip, kisah yang bercerita pada zaman dahulu kala di tanah Aceh ada kerajaan bernama Manto. Ibu kota kerajaan berada di dekat gunung Seulawah sekarang, ketika itu penduduk negeri ini mendapat serangan dari binatang bersayap yang disebut “keluang besar”  yang mengincar penduduk daerah itu. Mereka menghisap darah manusia sehingga banyak berjatuhan korban menyebabkan kerajaan Manto menjadi sepi.

Pada masa itu seorang petani dari pantai barat Aceh mendapatkan akal dengan menganjurkan setiap orang menyelipkan sebilah besi di pinggang depan yang ditempa berbentuk pisau bergagang agak bengkok disebut dengan “rincong” atau runcing dalam bahasa Indonesia. Kelak terkenal dengan nama rencong. Seruan tersebut dilaksanakan oleh rakyat Manto, masing-masing membakar besi lalu membentuk rencong tersebut. Sejak itu setiap saat penduduk Manto selalu menyandang rencong. Bila datang serangan dari keluang-keluang besar maka akan ditangkis dengan rencong sehingga seluruh binatang itu pun habis mati. Sebagai penghargaan atas usulan petani tersebut tempat dia berasal di namakan Pulau Keluang (terletak di Kabupaten Aceh Jaya).

Setiap lelaki Aceh bahkan diwajibkan membawa rencong menurut Kanun Meukuta Alam sebuah konstitusi Kesultanan Aceh Darussalam dan mendarah daging dalam sanubari orang Aceh. Pemerintahan kolonial Belanda ketika berkuasa selalu merazia setiap orang Aceh yang masuk ke wilayah yang diduduki agar tidak membawa rencong dan berusaha keras menghapuskan tradisi ini.

Referensi: 

  1. Dada Meuraksa; Sejarah Kebudayaan Sumatera; Penerbit Hasmar; Medan; 1974 hal 18

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  2. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  3. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  4. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  5. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  6. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  7. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  8. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  9. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  10. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  11. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  12. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  13. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  14. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  15. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  16. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  17. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  18. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  19. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  20. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  21. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  22. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  23. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  24. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  25. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  26. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  27. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  28. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  29. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  30. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  31. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  32. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  33. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  34. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  35. MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARODDONYA; 3 MARET 2020;
  36. LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU; 29 MEI 2020;
  37. LEGENDA ASAL USUL GUNUNG GEURUTEE; 1 JUNI 2020;
  38. HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU; 4 JULI 2020;
  39. GEREJA PERTAMA DI ACEH; 12 JULI 2020;
  40. PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR; 1 AGUSTUS 2020;
  41. SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH; 14 AGUSTUS 2020;
  42. SEJARAH KERAJAAN PEDIR (POLI) ATAU NEGERI PIDIE; 18 AGUSTUS 2020;
  43. SEJARAH KERAJAAN DAYA (LAMNO); 21 AGUSTUS 2020;
  44. KETIKA ACEH MINTA MENJADI VASAL TURKI USTMANI; 21 SEPTEMBER 2020;
  45. HENRICUS CHRISTIAN VERBRAAK MISIONARIS KATOLIK PERTAMA DI ACEH; 23 SEPTEMBER 2020;
  46. BUSTANUS SALATIN PANDUAN BERKUASA PARA SULTAN ACEH; 27 SEPTEMBER 2020;
  47. SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH); 16 OKTOBER 2020;
  48. PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946); 25 OKTOBER 2020;
  49. KENAPA SULTAN ACEH MENYERAH PADA BELANDA; 9 APRIL 2021;
  50. HIKAYAT MEURAH SILU; 8 JUNI 2021;
  51. SULTAN ALAIDDIN MAHMUDSYAH II, SULTAN ACEH MERDEKA TERAKHIR; 29 JUNI 2021;
  52. RAJA DEKAT TUHAN JAUH; 3 AGUSTUS 2021;
  53. BERZIARAH KE MESJID ASAL PENAMPAAN DI BLANGKEJEREN GAYO LUES; 17 AGUSTUS 2021;
  54. KISAH-KISAH DI BLANG; 22 NOVEMBER 2021;
  55. ORIDA (OEANG REPUBLIK INDONESIA) ACEH 1947-1949; 14 JANUARI 2022;
  56. ACEH YANG DILUPAKAN; 29 MARET 2022;
  57. PROSA ALAM GAYO LUES; 8 AGUSTUS 2022;
  58. ADAT PELANTIKAN PEMAHKOTAAN PENABALAN SULTAN ACEH DARUSSALAM; 10 JANUARI 2023;
  59. SUSUNAN PEMERINTAHAN ACEH SEMASA KESULTANAN; 14 APRIL 2023;
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment