PENYAKIT PEMBAWA KEMATIAN

Manusia tidak punya pengalaman menghadapi masa depan, terkait dengan keberhasilan dan kegagalan sekalipun, ia hanya bisa melihat kejadian apa yang terjadi dibelakang. Itu menjengkelkan.

PENYAKIT PEMBAWA KEMATIAN

Kehidupan manusia di dunia hanyalah sementara, ibarat perjalanan musafir saat ini kita hanya berteduh sejenak di bawah pohon rindang. Meskipun sejenak, persinggahan sementara ini menjadi kunci bagi perjalanan selanjutnya. Menentukan kearah surga atau neraka kelak, ditengah beban yang berat ini manusia harus menghindari penyakit mematikan yang bernama putus asa. Setiap manusia pasti akan mengalami penyakit putus asa ini. Untuk itu, manusia harus mengobati dirinya sendiri.

Manusia itu, tidak bisa tidak, memikirkan berbagai hubungan yang ada kaitan dengan dirinya. Orang tua, kekasih, teman, pekerjaan, masa depan dan lain-lain. Itulah yang disebut diri! Dan itu terkait dengan diri. Ada kebimbangan dalam mengatur setiap hubungan-hubungan yang terkait dalam kehidupan tersebut. Kebingungan untuk melakukan ini dan itu, kalau ini dan itu. Kebimbangan itu membuat manusia ragu, sedang waktu terus maju ke depan.

Manusia tidak punya pengalaman menghadapi masa depan, terkait dengan keberhasilan dan kegagalan sekalipun, ia hanya bisa melihat kejadian apa yang terjadi dibelakang. Itu menjengkelkan.

Bagi seorang pemikir (setiap manusia adalah pemikir), banyaknya melalui kesulitan akan membuat mengerti ditambah lagi dengan melihat berbagai kehidupan manusia. Dapat kita bagi manusia memiliki dua jenis kehidupan.

  1. Cara hidup yang sensitif, cara hidup yang hanya mementingkan perasaan, ingin memenuhi hidupnya dengan rangsangan dari luar, biasanya hidup yang menyedihkan. Atau yang penting kesenangan sesaat, tidak berpikir panjang tapi merasa perlu hubungan yang dalam;
  2. Cara hidup yang tergantung pada apa yang ada diluar diri sendiri seperti harta, barang bermerek, nama besar, penghargaan, jabatan. Selalu membutuhkan rangsangan dari luar. Cara hidup ini membuat kemandirian diri hilang, dan tidak bisa mengontrol diri sendiri. Tidak ada kedamaian dan ketenangan hati, terbawa-bawa oleh rangsangan dari luar.

Sebetulnya, kehilangan diri itu sama saja dengan putus asa. Tapi perasaan putus asa ini tidak bisa dirasakan asal tenggelam kedalam rangsangan (merasa menang, padahal kalah). Dan siapapun bisa hidup sehari-hari seperti biasa, sambil terbawa ketempat dangkal secara kejiwaan.

Sebenarnya, masalah hidup yang utama dari cara hidup ini adalah tidak bertanggungjawab pada diri sendiri. Orang yang berpikir semua tindakannya merupakan efek dari luar akan melakukan apapun yang tak bertanggungjawab, dan membuang tanggung jawabnya sendiri.

Sebagian orang (termasuk penulis) juga pernah melakukan itu, di saat dia ingin melupakan semua kesulitan karena ingin menghindar sehingga melarikan diri. Dan kehilangan diri, membuang tanggung jawab bagi diri sendiri. Tetapi, untungnya aku bisa kembali ke diriku sendiri, berkat orang-orang yang kucintai.

Tapi memang betul, dunia ini bersifat kebetulan, tapi konsekuen dan realistis. Karena itu manusia mudah menjalani cara hidup sensitif yang dikuasai pengaruh dari luar, tetapi pasti ada cara hidup yang berakar pada kehidupan sendiri sehingga kita menemukan cara hidup alternatif. Yaitu cara hidup etis.

Etis itu bagaimana seorangnya layaknya hidup. Jelasnya, cara etis itu cara hidup yang mengandalkan diri sendiri. Dan cara hidup ini bertujuan melepaskan diri dari putus asa yang bersifat sensitif melalui tekad yang kuat. Cara hidup etis itu menerima segala tanggung jawab yang berkaitan dengan diri sendiri, memilih yang paling pantas untuk diri sendiri. Menyadari bahwa bukan orang lain yang membuat aku begini, tapi aku sendiri, yang kupilih sendiri melalui berbagai kemungkinan (rel kehidupan). Diantara kemungkinan-kemungkinan yang ada di diri terdapat tekad kuat menghadapi dunia, tentunya dengan usaha sendiri.

Memilih diri sendiri dengan tanggung jawab sendiri (kerap keputusan kecil yang mengubah jalan hidup) dan menerima resikonya. Karena untuk menjadi diri yang kita inginkan, kita harus maju terus dengan kekuatan diri sendiri (juga memaafkan diri sendiri atas kesalahan dimasa lalu). Berusaha memilih diri sendiri menuju masa depan yang tidak jelas, tanpa menyalahkan orang lain.

Tapi, tidak semua orang bisa melakukan cara hidup ini dengan sempurna. Karena dunia ini serba kebetulan (Misalnya ingin menjadi penyair namun tiba-tiba karena keadaan harus bekerja sebagai akuntan). Masing-masing orang memiliki kondisi kehidupan sendiri-sendiri. Yang penting itu bisa diterima atau tidak, seperti dialektika.

Karena masa depan tak pasti, memang semuanya akan takut, kalau disuruh menjadi diri sendiri atau ditunjukkan orang lain jalan hidupnya. Tentu kau (dan aku) juga tak bisa menerima kalau “aku yang kuharapkan bukan yang kuharapkan” bukan? Jika ada, perasaan itu harus dihentikan.

Manusia tidak boleh putus asa karena kehilangan diri sendiri. Apakah kau (aku) menyadari? Seseorang itu saat sendirian, mulai berbicara pada diri sendiri dan mendekati eksistensi diri. Ada masa-masa menghindari substansi yaitu kondisi membenci diri sendiri dan berpikir putus asa pada diri sendiri. Mungkin masa sekarang dianggap putus asa, dan mulai memandangi substansi dirinya termasuk membenci dirimu sendiri, bahkan di masa depan. Sebenarnya kondisi itu bukan putus asa melainkan kecewa.

Putus asa sebenarnya adalah kehilangan substansi diri, atau kehilangan diri sendiri. Penyakit mematikan itu adalah ketika diri tidak mau bertanggung jawab pada diri sendiri, atau sama dengan putus asa. Putus asa yang dimaksud adalah tidak memilih diri sendiri, atau menjadi jati diri yang tidak diinginkan. Kemudian saat manusia betul-betul putus asa yang mendatangi dia adalah kematian! Jati diri mengalami kematian.

Kematian tubuh bukanlah kematian yang sebenarnya, tapi kematian jiwa adalah kematian yang sebenarnya. Kehilangan substansi, substansi adalah kebebasan keinginan jiwa dari jati diri. Oleh karena itu, saat diri sendiri ingin memilih diri sendiri dengan penuh tanggung jawab, pasti ada rasa khawatir supaya tidak salah memilih jati diri. Semua itu disebabkan rasa khawatir saat diri sendiri menghadapi substansi diri.

Manusia itu putus asa karena ingin melarikan diri dari rasa khawatir. Manusia (aku) berpikir, yang tidak ingin aku hadapi bukan diri sendiri yang lemah, tapi aku takut, dan tak ingin menghadapi substansi diri yang sejati. Segala ketakutan terhadap masa depan serta tanggung jawab dan kebebasan mengubah diri menjadi diri yang baru.

Tema manusia yang hidup di masa kini, adalah tema tentang melewati rasa khawatir dan mendekati substansi diri. Memang benar, selama manusia hidup, dia tidak bisa menghindari rasa putus asa. Karena putus asa itu sendiri itu ada bersama substansi bernama manusia.

Ada berbagai putus asa yang ada bersama substansi manusia. Dan supaya manusia bisa lebih menyadari dirinya, pada akhirnya ada tiga jenis putus asa yang dapat membuat kematian jati diri.

  1. Putus asa permukaan yaitu putus asa yang dari cara hidup sensitif. Keadaan di mana manusia tidak sadar akan rasa putus asa karena melupakan kebebasan diri sendiri untuk menjadi manusia baru. Putus asa karena diri sendiri tidak mau menemukan jati diri dan hanya hidup bersenang-senang. Manusia itu bisa tetap hidup walau sudah putus asa, namun manusia tersebut tidak bisa terlepas dari rasa hampa yang muncul tanpa disadari. Walaupun begitu, untuk memenuhi kekosongan ini, ia mencari nilai luar tapi khayalan, itu tidak akan memuaskan diri dan tidak akan membebaskan dari keputusasan. Dan jiwa manusia akan terbawa ke arus yang lebih rendah dan mencari orang yang lebih buruk/kedudukannya dibawah dirinya sendiri, dan menertawakan;
  2. Putus asa karena mengetahui substansi diri.  Keputusasaan ini adalah bentuk putus asa manusia yang ingin berhadapan dengan substansi diri. Bentuk putus asa yang sejati dibanding yang sebelumnya disebut di atas. Putus asa karena tidak ingin menjadi jati diri sejati, karena ingin menghindari kenyataan, rasa khawatir karena kebebasan dan tanggung jawab memilih jati diri. Putus asa bagi pengecut, karena takut berubah pura-pura melupakan diri sendiri. Dia mengurung diri dan menutup hati, tidak tahu tentang kebebasan dan tanggung jawab dan tidak bisa mendengar suara dari luar. Tapi walaupun bisa menghindari substansi diri, kenyataan bahwa diri sendiri belum menjadi sosok yang diinginkan terus menghantui, justru suara yang menginginkan sosok baru terus membesar dan penderitaan terus berlangsung. Suatu saat dia membayangkan kematian secara fisik. Walaupun dia sadar itu tak akan menyelesaikan apapun. Putus asa karena tidak ingin menjadi jati diri sendiri, itu memang putus asa yang bersifat pelarian dan pengasingan diri;
  3. Putus asa karena ingin menjadi jati diri yang tidak sejati. Putus asa karena berusaha menentang tanggung jawab dan kebebasan dalam memilih jati diri. Putus asa para pemarah. Sekarang ini semakin banyak orang memiliki putus asa jenis ini. Dia menolak substansi dan merasa tidak bertanggungjawab dalam mencari jati diri sejati. Seperti menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada masyarakat. Dia merasa dirinya saat ini menjadi begitu karena semua yang ada diluar dirinya. Dia berpikir kondisi saat marah adalah hak dia yang sebenarnya, dia merasa diri sendiri yang tak bisa berubah menjadi lebih baik karena orang lain, dan justru penderitaan itu tak mau lepas. Karena, dengan merasa dirinya sebagai korban, dia bisa menyerang orang lain dan tetap dianggap benar. Dengan menganggap semua orang musuh, dia membuang jati diri dan tidak lepas dari penderitaan. Ia merasa dirinya terluka maka ia boleh melukai orang lain, selalu berada di dalam pikiran jahat, dan menyerang semua orang selain dirinya sendiri. Putus asa jenis ini bersifat perlawanan, mereka mengkhayal sebagai korban.

Putus asa adalah kelemahan manusia, tiga contoh diatas adalah kondisi dimana manusia betul mengalami putus asa.

Manusia itu walaupun semuanya bebas, sulit untuk hidup lurus dan etis. Putus asa bagi manusia tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Kita harus sadar bahwa penderitaan dari putus asa manusia akan terus berlanjut, kita harus menyadarkan diri kita tentang putus asa dan menolong paling kurang diri sendiri.

Manusia itu harus berjalan terus ke depan, walaupun berhadapan dengan arus zaman yang kuat yang bisa menghilangkan diri sendiri. Manusia juga membawa luka masa lalu, namun untuk maju terus ia harus berani walaupun itu berarti harus dengan mempertaruhkan seluruh eksistensi diri. Untuk menciptakan diri sendiri yang lebih baik, kita harus bertarung dengan kehidupan.

Manusia (aku) sebagai individu supaya bisa berhadapan dengan substansi diri, dan mewujudkan eksistensi diri harus mengetahui jalan etis, jalan etis yang sulit agar menjadi sosok yang diinginkan. Dan sekaligus memahami kelemahan diri sendiri, kelemahan berbentuk rasa khawatir terhadap kebebasan, tanggungjawab dan masa depan.

Aku harus hidup secara etis, secara etis menuju masa depan. Seterusnya aku harus hidup bagaimana? Apakah aku bisa mengatakan bahwa selama ini pilihanku tak salah? Sebenarnya selama hidup, rasa khawatir itu pasti ada. Dan apakah setelah manusia mengetahui substansi diri, maka rasa khawatir itu akan hilang? Tentu tidak!

Manusia berkembang seiring waktu, begitu pula masalah hidup. Cara manusia menghindari dari keputusasaan adalah harus hidup dengan tingkatan jiwa yang lebih tinggi. Dan itu sulit untuk bergerak menjadi lebih baik setiap waktu.

Maka jalan keluar dari putus asa adalah agama. Dengan keyakinan pada agama. Islam mengajarkan ikhlas. Ikhlas adalah ilmu tertinggi menghadapi takdir, yang sulit sekalipun. Ikhlas adalah kesucian hati dalam beribadah kepada Allah S.W.T sekaligus berhubungan kepada sesama manusia. Membersihkan hati dan memurnikan niat tanpa syak dan praduga berlebih kepada siapapun. Memaafkan orang lain, dan memaafkan diri sendiri terhadap segala kesalahan di masa lalu. Karena sebuah kesalahan menganjal di masa lalu akan menjadi ganjalan terhadap perbaikan ke masa depan, apa lagi jika ia menjadi trauma. Ikhlas itu murni, tanpa konspirasi. Dengan hati yang bersih maka Insya Allah pikiran akan menjadi bersih pula.

Dengan menjadi pribadi yang ikhlas, manusia bebas memilih diri secara etis dan dialektik dan membangun nilai diri, karena dunia ini di bangun dari banyak diri. Setiap orang harus menemukan nilai membangun diri sendiri. Dengan tekad kuat mencari apa yang menjadi ketidakpuasan dalam diri sendiri, dan menemukan nilai yang menjadi pegangan hidup.

Diantara hidup sehari-hari pasti banyak keraguan tentang apa yang telah diperbuat. Namun jika kamu memiliki nilai (agama), saat kau merasa kalah terhadap pelemahan diri, nilai tersebut akan menolongmu.

Manusia itu harus berjalan terus ke depan, walaupun berhadapan dengan arus zaman yang kuat yang bisa menghilangkan diri sendiri. Manusia juga membawa luka masa lalu, namun untuk maju terus, ia harus berani! Walaupun itu berarti harus mempertaruhkan seluruh eksistensi diri. Untuk menciptakan diri sendiri yang lebih baik, kita harus bertarung dengan kehidupan.

Setiap manusia (termasuk aku dan kamu) adalah pemeran utama hidupmu sendiri. Pilih dan tentukan pilihanmu dengan percaya diri. Setiap hari kita memilih diri sendiri tanpa bosan dengan harapan menuju kebahagiaan hari esok. Jangan takut gagal! Dan melangkahlah dengan berani!

Literatur rujukan : The Sickness Unto Death karya Soren Kierkegaard.

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

SEORANG PANGERAN

Seorang Pangeran harus memiliki penglihatan Elang

SEORANG PANGERAN

Pertama, apa yang harus dilakukan pemimpin? Yaitu melindungi organisasi. Cara untuk melindungi organisasi adalah menjadi pemimpin yang ditakuti (kami tidak bisa menyerang karena takut), sekaligus tidak dibenci orang. Ditakuti orang itu berpengaruh bagus, ke dalam atau keluar organisasi. Dan tidak dibenci orang, tidak membuat musuh baru. Organisasi akan tenang dan damai (kami tidak bisa menandingi orang ini).

Tapi, masalahnya adalah, apakah bisa ditakuti orang tapi tidak dibenci? Jawabannya bisa. Cara supaya tidak dibenci orang adalah tidak merebut hak orang lain. Pemimpin harus menghindari perbuatan merebut nama baik dan harta orang lain. Atau pun pasangan atau prestasi orang lain. (Semua ini milikku!)

Seorang pemimpin tidak bisa dibenci kalau tidak mengambil hak orang lain. Walaupun ditakuti orang, asalkan tidak melenceng “jauh” dari kebenaran. Pemimpin itu selalu memiliki kebenaran dan kekuatan. Kebenaran dan kekuatan ini baru di dapat setelah pemimpin itu ditakuti orang lain.

Walau pemimpin itu benar, kalau tidak memiliki kekuatan, tidak bisa melindungi siapapun. (Pemimpin mana? Pemimpin melarikan diri). Pemimpin harus ingat. Para bawahan tak akan setia kepada atasan yang tidak melindungi mereka. Kepada lawan ia harus bersikap sangat keras, dan kepada kawan dan diri sendiri harus tegas, juga memberikan kebenaran, ketertiban dan keamanan kepada kawan-kawannya. Itulah pelindung organisasi. (Terima kasih pemimpin).

Dan satu hal lagi yang harus selalu diingat pemimpin yaitu menghindari diremehkan orang lain. Karena pemimpin itu harus selalu dianggap hebat oleh orang-orang. (Pemimpin kita hebat). Terus bagaimana caranya supaya tidak diremehkan orang lain? Pemimpin harus tidak memperlihatkan kekurangan dalam mengambil keputusan, karena ingin menghindar dari pertengkaran atau urusan merepotkan pemimpin kadang mengambil posisi netral (tidak berbuat apa-apa) serta berpura-pura tidak melihat bahaya dan mengambil sikap diam. (Pemimpin, ada musuh yang hendak menyerang istana, kita susun siasat untuk menghadapinya – Aah mereka merepotkan. Sekarang biarkan saja dulu, kan belum terjadi). Itu bukan keputusan yang tepat, keputusan itu sama dengan bunuh diri. Bahaya terus mendekat dan pertempuran tidak bisa dihindari. (Pemimpin, istana sudah dikepung musuh! Kita kalah! – Apa?!) Waktu tidak menyelesaikan apa-apa.

Ragu-ragu terhadap usul orang lain juga bisa jadi alasan diremehkan orang lain. (Begini saja pemimpin, atau begitu? – Aku tidak bisa memutuskan!) Kalau pemimpin mudah berubah pikiran, ragu-ragu dan penakut, tidak akan bisa menghindar dari diremehkan orang lain. (Atau melarikan diri saja? Ini atau itu ya? – Wah, pemimpin payah dan ragu-ragu). Supaya terhindar dari diremehkan orang lain, pemimpin harus senantiasa mengasah kemampuannya.

Ada cara lain supaya pemimpin terhindarkan dari diremehkan orang lain. Yaitu memiliki anak buah yang cakap. Kalau pemimpin memiliki anak buah yang cakap, orang itu akan diakui sebagai orang yang dihormati anak buah yang cakap. Karena itu, jika ingin menilai karakter dari seorang pemimpin bisa dilihat dari anak buahnya saja. Karena di tempat yang buruk, akan berkumpul orang-orang buruk juga. (Kita tidak usah kerja, main golf saja – Payah pemimpin kita, bolos saja!) Ini agak sulit, tapi pemimpin harus bisa melihat karakter orang yang menjadi bawahannya. Sumber daya manusia adalah kekuatan organiasasi. Pemimpin harus berhati-hati memilih orang yang mendukung dia.

Ada 3 tipe pemimpin.

  1. Pertama adalah pemimpin yang bisa bertindak dan memutuskan sendiri. (Ayo bertindak, ikuti aku!);
  2. Kedua adalah pemimpin yang tak bisa berpikir sendiri tapi memanfaatkan ide orang lain dan memilih di antara ide-ide itu. (Baik, kita pakai idemu);
  3. Ketiga adalah pemimpin yang tidak bisa bertindak sendiri dan tidak bisa memanfaatkan ide orang lain. (Jangan bicara! Aku ini memang bodoh).

Pemimpin tipe pertama itu paling unggul dan ketiga paling parah dan gagal. Biasanya pemimpin tipe kedua saja sudah cukup menjalankan organisasi.

Karena itu pemimpin harus memilih anak buah yang handal dan bisa mengeluarkan pendapat dan membuat mereka selalu berkata jujur. (Pemimpin, sebaiknya kita jangan melakukan itu dan pakai cara lain – Hmm, begitu ya?) Menerima usulan orang lain dan menyampaikan idenya sendiri. Memutuskan yang mana diantara ide-ide itu merupakan tugas pemimpin.

Pemimpin harus memiliki sifat menghargai pendapat orang lain. Jika pemimpin menciptakan suasana tidak menghargai pendapat orang lain maka pada akhirnya yang mengikuti tinggal para penjilat. (Kenapa kalian tak menyetujui ideku? Kalian hanya perlu mengikuti aku saja). Pemimpin juga harus menghindari penyakit jahat seperti itu memenuhi organisasi. Para penjilat itu musuh pemimpin, merupakan kuman yang bersarang dalam organisasi. (Hanya orang bodoh yang tak setuju pemikiran pak pemimpin. Pak pemimpin kan paling pintar disini).

Semua orang pasti lebih senang dipuji daripada dihina tapi anak buah yang buruk dibiarkan karena termakan pujian. (Kami suka anda). Para anak buah yang handal akan meninggalkan pemimpin seperti itu dan organisasi bisa hancur. (Di sini bukan tempatku).

Karena itu pemimpin harus menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan bagi anak buah yang handal dan memberikan penghargaan kepada yang sudah berjasa bagi organisasi. (Terima kasih atas prestasimu, ini ada bonus untuku). Bagi orang yang belum berjasa pun harus menunjukkan sikap bahwa orang itu masih dibutuhkan. (Kamu sudah berusaha, terimalah gajimu). Beri penghargaan sedikit demi sedikit supaya mereka bersyukur atas keberadaan pemimpin. Tugas pemimpin juga untuk memberikan tugas yang tepat bagi anak buahnya. Walaupun misalnya orangnya agak sulit, pemimpin harus bisa memanfaatkan orang itu. Pemimpin adalah orang yang menarik anak buah dan organisasi. (Maju! Huppla!) Itu merupakan tugas penting.

Anak buah itu istilahnya selalu berjalan di tanah, sehingga tak bisa melihat jauh ke depan. Karena itu, pemimpin harus selalu di atas dan melihat jauh ke depan. Melihat apa saja yang ada di depan kemudian mempersiapkan organisasi. Di saat hari cerah (aman) pemimpin harus mempersiapkan diri menghadapi badai serta senantiasa menyempurnakan diri. Dan membentuk organisasi yang kuat, mengumpulkan anak buah yang handal. (Ada badai pun tak apa, kami siap!)

Karena itu camkan ini baik-baik! Kalau pemimpin lemah dalam melihat masa depan, organisasi bisa terancam. Kemudian pemimpin tidak boleh seperti burung kecil, memperhatikan hal remeh-temeh. (Sepertinya bulu hidung kamu ada yang keluar). Kalau kita tak paham kondisi sekitar, kita akan dimangsa elang di atas. Yang kuat memangsa yang lemah, itu sudah hukum alam. Dan sejarah selalu terulang.

Kemudian supaya pemimpin bisa melihat masa depan, pelajarilah sejarah. Tidak ada ilmu selain sejarah, yang bisa memberi banyak ide kepada manusia. Manusia itu di zaman apapun, selalu memikirkan dan menginginkan hal yang sama. Walaupun zaman berganti, siapa yang berkuasa dan dikuasai relatif tetap sama saja. (Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin). Dan yang menentang aturan ini selalu kembali kepada asal yang sama. (Hirarki kekuasaan tetap sama – Maafkan kami). Semua cara menghadapi masa depan itu ada dalam sejarah dan manusia bisa belajar banyak dari sejarah.

Pemimpin harus menguasai masa lalu, melihat aliran (trend) masa kini dan memanfaatkan aliran itu untuk terbang tinggi. Kemudian supaya bisa terbang tinggi lagi, selalu membuat sasaran yang lebih besar. Memberi impian kepada anak buah, dan membimbing orang-orang ke masa depan cerah.

Terakhir, pemimpin yang selalu berusaha keras akan mengikuti keberuntungan daripada orang yang berhati-hati. (Oooh! Ayo bersemangat – Kita lakukan sesuai rencana.) Orang yang bersemangat dalam mencapai tujuan lebih disenangi Dewi Fortuna / Keberuntungan. Mengapa? Karena keberuntungan sama dengan dewi, maksudnya keberuntungan mirip dengan sifat wanita yang lebih menyukai laki-laki bersemangat muda dan meledak-ledak. (Adek suka semangat abang). Karena itu pemimpin harus aktif dalam meraih keberuntungan, supaya Dewi Fortuna mau mendatangkan keberuntungan.

Terkadang, pemimpin itu harus memakai cara apapun untuk mencapai tujuan, kadang harus sendirian karena orang lain tidak mengerti. (Pemimpin kita terlalu keras!) Tapi, hasil kerja keras pemimpin itu pasti dihargai orang lain. (Pemimpin kita brilyan). Dan orang-orang akan tahu, berkat pemimpin akan datang masa depan yang cerah.

Risalah ini semoga berguna bagi para pemimpin negeri ini.

Literatur rujukan : Il Principle karya Niccolo Machiavelli

Posted in Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , | 2 Comments

SULTAN ABU NAWAS

Bagaimana kita bisa mengetahui “sesuatu” dibalik kepala yang lucu.

SULTAN ABU NAWAS

Kita semestinya tahu diri, ketika mengkritik kerajaan (Pemerintah) karena di sana lebih banyak orang yang lebih pintar dari kita. Kerajaan (Pemerintah) tidak memiliki masalah dengan kepintaran. Mereka memiliki masalah (hanya) dengan kejujuran. Jika mereka pun tidak jujur, apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa mengutuki diri sendiri. Namun apabila mereka melampaui batas, kumpulkan orang-orang segera! Kita bentuk kerajaan (Pemerintah) baru. Namun jika mereka tidak terlalu. Bangunlah di pagi hari, tersenyumlah untuk kemudian melanjutkan hari, berpura-pura bahagia. Ongkos pilihan ini lebih murah, jauh.

Bayangkan jika seorang Abu Nawas bertukar posisi dengan seorang Harun Al-Rasyid, kira-kira apa yang terjadi? Dalam sejarah, Abu Nawas merupakan seorang pengkritik handal namun mampukah dirinya memegang kendali secakap Khalifah Harun Al-Rasyid? Yang dalam sejarah juga terkenal sebagai seorang pemimpin yang dihormati dan disegani. Artinya dudukkan seseorang pada proporsinya, artinya tempatkan seseorang pada bagian yang ia kuasai.

“King born or made?” Seorang raja dilahirkan atau dibentuk? Begitulah pertanyaan yang terdengar menjelang awal abad ke-20. Artinya mungkinkah seseorang yang memiliki potensi memimpin lahir diluar lingkungan istana, ataukah seorang pemimpin “bisa” dibentuk dengan pendidikan dilingkungan istana.

Dua Perang Dunia membuat masyarakat Eropa tidak lagi mempercayai keputusan raja, mereka secara bersuka rela beralih menjadi negara berkonstitusi, artinya sosok raja hanya sebagai lambang pemersatu sedang yang memegang pemerintahan adalah Perdana Menteri, konsep yang kemudian ditiru oleh negara Jepang Modern. Namun uniknya setelah kekuasaan Raja maupun Ratu tersebut “digembosi” namun sistem Monarki tersebut terus langgeng hingga saat ini.

“Raja adil disembah, raja lalim disanggah” Konsep di hampir seluruh kerajaan di Indonesia sebelum bersentuhan dengan kaum Imperialis-Kolonialis. Artinya para Sultan di Nusantara waktu itu dituntut untuk mensejahterakan rakyatnya, meski ada kalanya bergejolak namun situasi tetap terkendali, hal ini dapat dibuktikan dengan bertahannya sistem adat istiadat diseluruh pelosok Indonesia. Feodalisme sebagai sistem melahirkan despotisme, terkadang bahkan memacu revolusi sosial.

Sistem kerajaan maupun kesultanan saat ini tak lagi berjaya, terbukti tidak ada lagi kerajaan yang terbentuk semenjak awal abad ke-20. Kecuali kerajaan yang telah berdiri lama, praktis tak ada kerajaan baru yang terbentuk

Sistem pemerintahan Republik berdasarkan Demokrasi dianggap sebagai bentuk ideal pemerintahan diseluruh dunia saat ini, semboyan “Vox Populi, Vox Dei” seolah terdengar dimana-mana. “Suara Rakyat, Suara Tuhan” begitulah artinya kira-kira namun yang menjadi pertanyaan suara rakyat yang bagaimanakah yang mencerminkan suara tuhan? Bagaimana kalau rakyat yang dimaksud itu pencuri semua?

Dalam demokrasi seorang Abu Nawas mungkin saja mampu mengalahkan seorang Harun Al-Rasyid dalam sebuah pemilihan. Sekali lagi yang menjadi pertanyaan, patutkah orang yang dipilih mengemban tanggung jawab yang diberikan kepadanya? Segalanya kembali kepada kita untuk berpikir rasional.

Selamat berdemokrasi, selamat ber-Republik.

Berbagai Opini:

  1. Tragedi Andalusia Mungkinkah Berulang; 30 Desember 2008;
  2. Menelusuri Sejarah Perang Salib; 30 April 2010;
  3. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  4. Politik Abu Nawas; 24 Juli 2012;
  5. Penaklukkan Kebudayaan; 30 Desember 2012;
  6. Kebenaran Yang Samar; 28 Februari 2013;
  7. Sultan Abu Nawas; 1 November 2013;
  8. Peradaban Tanpa Tulisan; 25 Februari 2016;
  9. Misi Mencari Abu Nawas; 7 Maret 2016;
  10. Tragedi Barbastro; 3 April 2017;
  11. Gula Dan Sejarah Penindasan; 4 Mei 2017;
  12. Bom Bunuh Diri Untuk Kemenangan Siapa; 25 Mei 2017;
  13. Syariat Islam Siapa Takut; 9 Juni 2017;
  14. Memutus Lingkaran Kebencian; 8 Juli 2017;
  15. Mengapa Kita Merasa Senasib Dengan Palestina; 23 Juli 2017;
Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 14 Comments

1998

Semoga angin di bawah sayapmu membawamu ke tempat matahari berlayar dan rembulan berjalan.

1998

Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Dan mungkin karena itulah aku jatuh cinta dengan kehidupan. Dan aku mengisinya, membuat mimpi-mimpi yang indah dan membius diri dengan segala-galanya. Semua dengan kesadaran. Setelah itu rasanya menjadi lega.

Rasa bosan dan rasa sepi dari kehidupan seorang pemikir. Orang-orang tak mau mengerti perasaan-perasaan, kekecewaan-kecewaan. Mereka lupa di balik itu semua terdapat hati manusia yang penuh dengan kegelisahan, kemesraan dan kelemahan.

Dan memang kami sedang menipu diri sendiri masing-masing. Kami tidak dari kenyataan-kenyataan yang ada. Kami hidup dari harapan-harapan yang kami inginkan. Kami berpikir tentang mimpi-mimpi kami yang indah. Kalau kami gagal maka kami mulai menaksir-menaksir dengan kesibukan dan kesulitan emosional. Semua orang punya alasan-alasan sendiri. Tapi semuanya penipuan. Dan kami kami harus hidup dan menghadapinya.

Hari-hari itu, bahkan pada malam-malam. Mengatakan kebenaran, mengatakan kepada semua. Mendapatkan keduanya, atau tidak sama sekali. Berdiri tegak, atau gagal. Semua cita-cita akan hancur jika ia tergelincir dari tanganmu. Ini adalah saat-saat dimana tiada waktu untuk bercanda. Bisa jadi ada lubang dalam rencana. Tidak, bukan maksud apa-apa untuk menghindar meski hari ini aku bisa mengatakan aku tidak gagal dan jatuh. Namun aku juga tidak bisa mengatakan mencintai cahaya dalam kegelapan.

(Mungkin) mereka semua telah menjadi serigala-serigala tua yang lelah, mereka ingin ketenangan. Sedang aku adalah serigala yang gelisah. Yang masih ingin mengembara di hutan-hutan yang jauh, tapi juga merasa usia menahan di tiap hari. Sebuah dunia yang lain, dunia yang manis dan tak serius.

(Tapi) dunia ini lucu dan menyakitkan.

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | 2 Comments

MENGAPA MENULIS

Namun, kawan seandainya kita bisa tahu dengan siapa kita akan berjumpa lalu jatuh cinta seperti tak ada lagi hari esok.

MENGAPA MENULIS

“Setiap manusia memiliki luka, saya sendiri mempunyainya. Ia hidup terus, ia disana, luka yang lama ini, ia disitu, dalam coretan-coretan kertas. Yang masih terlibat air mata dalam darah”.

“Mengapa harus menulis?” Seorang teman bertanya sekilas. Tanpa sengaja ia membaca tulisan-tulisan yang terangkum, meski ia mengaku tidak mengerti sebagian besar yang tertulis, ia  menemukan perubahan pola-pola yang ia katakan berkembang. Namun di sisi lain ia menertawakan beberapa tulisan, yang menurut ia konyol.

Setiap penulis yang menulis dalam jangka waktu yang panjang, kemudian membaca ulang tulisannya kembali akan menemukan masalah sebenarnya, yaitu yang tersimpan dalam ingatan hanya rasa jengkel menemukan betapa manusiawinya kamu, dan fakta bahwa kamu ingat bukan pula sebagai manusia sesungguhnya karena itulah memang kenangan, yaitu penafsiran kita atas apa yang kita alami. Satu-satunya perbedaan di sini adalah sebagian besar orang tidak menuliskannya kemudian mempublikasikannya.

Kadang-kadang saya juga bertanya kepada diri sendiri, mengapa terus menulis? Untuk apa?

Saya tidak memahami orang-orang. Apa yang membuat mereka tertawa atau bersedih. Tidak tahu bukan berarti tidak menghargai. Sebagaimana seseorang yang berhati dingin, saya kebingungan membangun hubungan emosional dengan orang-orang sekitar, mungkin karena sedari kecil saya lebih memilih menghabiskan waktu luang dengan membaca, seseorang yang terbiasa membaca segalanya terkadang merasa mengetahui segalanya. Karena itu saya menulis.

Sepanjang masa kanak-kanak, remaja, dan akhirnya dewasa, saya selalu terdorong untuk menulis. Ini adalah kegiatan batin yang nyaris selalu berlangsung secara otomatis, seperti peredaran darah atau pencernaan, yang terjadi semata-mata sebagai bagian diri saya yang alamiah. Saya menulis bentuk apa saja, catatan harian, anekdot dan cerita. Saya menulis untuk memahami orang lain, untuk memberikan kesempatan pada diri saya masuk ke dalam batin mereka sejenak dan mengetahui seperti apa dunia itu dari sudut pandang lain. Saya menulis untuk memahami emosi dan pengalaman yang sudah atau belum pernah saya alami. Dan saya menulis untuk memahami diri saya sendiri.

Saat itu saya, ingat jelas, rasa dingin, bahkan kecemasan samar-samar bahwa seharusnya berada dalam perjalanan pulang. Akan tetapi lembaran kertas membuat saya terpesona. Semuanya tertulis disitu, petualangan, perasaan gembira yang selalu timbul dalam diri saat membaca pengalaman seperti itu. Kaget menyadari hal ini, saya menurunkan kertas yang itu dan memandang dari atas, dan terlanda oleh perasaaan yang begitu hebat, suatu inspirasi. Wow! Saya senang menulis karena menganggap menulis itu seperti berpura-pura. Suatu kesempatan untuk mengubah diri menjadi orang lain pada saat melakukannya dan menjadi orang itu, merasakan apa yang dirasakannya dan mengalami petualangan-petualangannya, saya merasakan mukjizat.

Sebenarnya tidak ada kerangka tunggal yang dapat dijadikan pegangan bagi seluruh penafsiran atas perilku manusia. Disisi lain ini adalah sebuah tokoh dalam cerita. Manusia terlalu kompleks untuk digambarkan secara keseluruhan di atas kertas, Dan sebagiannya, terlalu membosankan. Kehidupan nyata jarang yang berakhir dengan cara memuaskan seperti yang ditulis dalam fiksi, rasanya kehidupan hampir selalu akan menghasilkan akhir yang terlalu suram untuk cerita yang menggetarkan.

Saya menulis untuk mengingat diri sendiri, untuk menertawakannya kelak.

Sesungguh ketika jiwa raga terpenjara, pikiranku bebas mengembara. Mengunjungi negeri-negeri asing. Berperang disamping para Sultan, berunding dengan kaisar Romawi, menunggangi kuda di stepa Mongolia, membelah rimba raksasa Afrika, dan seraya memandangi selat Bophorus, atau bercengkrama ditaman kota Sevilla.

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , | 5 Comments

LAPORKAN KAWANMU

Bagaimana kita bisa mengetahui sesuatu dibalik kepala yang lucu

Bagaimana kita bisa mengetahui sesuatu dibalik kepala yang lucu

LAPORKAN KAWANMU

Do not trust anyone, except your armies ~ Kepercayaan adalah sesuatu yang paling bernilai di dunia ini, melebihi uang, kekuasaan atau apapun yang membuat orang-orang dunia saling bunuh sekalipun. Dalam percaya, kita tidak tahu apa yang berharga atau tidak, kita membuangnya. Ia adalah moral dan nilai etis yang tidak mudah dipahami intelektual, akal, atau rasio sekalipun. Jika percaya, ketenangan akan terbawa emosi, tubuh pun mengkhianati. Menarik ya, emosi.

Pada minggu kemarin, tepatnya hari Sabtu. Akhirnya, sesudah sekian lama tidak bertemu, Abu kedatangan nenek dari pihak ibu. Datang dari kampung, Krueng Sabee ke Aceh (Banda Aceh ~ Penulis) untuk melihat PKA (Pekan Kebudayaan Aceh) IV, sekaligus mengunjungi Imam (13 Tahun) anak paman Abu yang baru mondok di salah satu pesantren di Banda Aceh awal tahun ajaran ini. Sore-sore sembari duduk membaca buku, Abu mendengar Imam curhat kepada nenek tentang kehidupannya di pesantren, berbeda dengan di kampung. Makanan di Pesantren kurang sedap baginya, terlalu banyak menghafal Al-Qur’an sehingga ia tidak sempat belajar mata pelajaran lain, dan di antara semua matematika yang paling sulit ia pahami. Ia mengatakan, seperti dalam penjara. Nenek adalah nenek yang dulu, menasehati agar dia bersabar, tekun sehingga dapat pulang kelak menjadi orang yang berilmu. Abu sesekali mencuri dengar, tokh Abu juga dibesarkan dengan cara yang sama. Semua berlangsung datar.

Sampai, Imam bercerita ia masuk ke mahkamah, Abu tidak pernah mengenyam sekolah di Pesantren, sekolah berasrama pun tidak. Sebuah tempat tanpa opsi melarikan diri itu membosankan. Jadi mahkamah ini adalah sistem yang diciptakan Uztad dan Uztadzah menghukum kesalahan santri dengan akhi (Kakak Kelas) sebagai perangkat. Sudah setengah menarik, Abu sampai kehilangan kosentrasi membaca. Mutakhirnya sistem mahkamah ini menggunakan sistem telik sandi dalam mencari kesalahan, santri wajib melaporkan apabila temannya berbuat kesalahan. Wajar, pikir Abu. Kesalahan Imam yang menyebabkan ia masuk mahkamah karena ia tanpa sengaja berbicara beberapa kata bahasa Aceh. Dahi Abu berkerut, Imam berasal dari komunitas ber-lingua Franca Aceh. Abu menduga ia kesulitan menemukan beberapa kata padanan dalam Bahasa Indonesia. Ya, sudahlah kita hidup di NKRI, jadi mau tidak mau Imam harus menyesuaikan diri, ibarat katak ia harus keluar dari tempurung.

Tiba-tiba! Abu melirik Imam yang duduk bersila matanya terfokus, mata bundar-bundar itu menangis, tersedan-sedan. Ia kecewa karena yang melaporkannya adalah teman satu bangsal, dan dekat dengannya. Touche! Pengkhianat, kita membenci mereka dengan selama-lamanya benci. Dan betapa tidak pentingnya kesalahan Imam tersebut, sehingga ia harus dirotan oleh para Akhi. Nenek terdiam, ketika Imam berkata akan membalas, nanti ia akan melaporkan kesalahan-kesalahan temannya yang lain, meski tak penting untuk menyusulnya masuk mahkamah. LAPORKAN KAWANMU!!! Abu berpikir sejak kapan sistem Devide at Impera ini telah berlangsung. Nenek kembali berceramah tentang Etika dan Moral kepada Imam, ia terlihat tidak tertarik. Mau tak mau sebagai kepala Klan Abu menasehati Imam agar tidak terpengaruh pada lingkungan dan fokus pada pendidikannya saja. Ia mengiyakan, tak lama nenek ke dapur.

Abu melanjutkan membaca buku, Imam masih memandangi Abu. Bosan ia bertanya, “Berapa umur abang?”

“29.”

“Uztad kami ada yang berumur lebih muda, tapi sudah S3. Abang sendiri?”

“Masih S1.”

“Oh, harusnya abang sudah Professor.”

Touche! Kadang-kadang anak-anak memiliki ketidaksengajaan dalam mengusik, rasa ingin tahu mereka adalah semangat yang bernilai emas. Abu melipat buku, dan balik bertanya, “kenapa Imam bilang begitu?”

“Karena abang tidak pernah mempermasalahkan sesuatu yang kecil. Bukankah semakin tinggi ilmu semakin luas pula capaian pikirannya?”

Abu tertawa mendengar kata-kata sepupu saya itu.

“Tidak seperti itu juga Imam. Semua orang memiliki,” suara Abu terputus memikirkan padanan yang tepat. “Aha, keunikan tersendiri yang tidak terikat pada tingkatan pendidikan mereka.”

Kemudian Imam mendekat, dan berbisik. “Ini di antara dua laki-laki bang, rahasiakan dari nenek. Apa yang abang lakukan jika pada keadaan Imam?”

Sontoloyo. Hati kecil Abu tertawa cekikan. Akan tetapi berubah serius, ini adalah tantangan yang di lemparkan seorang laki-laki, tak peduli usia, tak peduli tingkatan pendidikan. Seorang laki-laki meminta saran dari laki-laki lain yang dianggap berpengalaman, ini wajib di seriusi. Abu berpikir keras.

“Pertama, bebaskan pikiranmu. Kamu tidak perlu mengikat dirimu dengan apa yang di percaya oleh orang-orang di sekelilingmu, jika hatimu menolaknya. Kedua, jaga jarak. Dalam keadaan seperti belantara seperti Imam alami sekarang. Jangan terlalu dekat dan jangan terlalu jauh dengan siapapun sampai mereka membuktikan mereka layak. Ketiga, yang paling penting adalah jangan percaya siapapun!”

Abu tidak berharap Imam mengerti, tetapi Imam membalas, “kenapa Imam harus percaya kata-kata abang? Bukankah abang mengatakan jangan percaya siapapun?”

Abu tertawa, senang dengan antusias ini. “Tentu kamu harus percaya, karena kita keluarga. Dan keluarga itu akan membela disaat menang atau kalah, dan bahkan keluarga tak peduli bahwa Imam benar atau salah sekalipun. Apapun masalahmu, kami tetap mengirimkan bantuan.”

“Jika Imam yang berpaling?”

“Maka Imam bukanlah bagian rumah bernama keluarga.”

Ia menghapus air matanya, tersenyum senang. Kemudian bergumam, “keras kepala” seraya memukul-mukul kepalanya.

“Percayalah Imam, Tuhan menyukai mereka yang keras kepala.”

“Kenapa?”

“IA jarang mengubah mereka.”

Imam menyalami Abu, seringai lebar dimulutnya. “Keluarga” Abu menebak itu yang muncul di kepalanya, seseorang sebaiknya memiliki sandaran yang menerimanya di saat sulit sekalipun. Itulah sifat dan makna dari kata keluarga sesungguhnya. Abu masuk ke kamar, untuk melanjutkan membaca. Cedera seperti ini bisa disembuhkan, dia akan memiliki semangat kuat dan hati yang ceria lagi. Dia tidak akan melupakan kesedihannya, tapi itu tidak menjadikan hatinya dirundung kegelapan, justru akan mengajarkan dirinya kebijaksanaan.

XXX

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Posted in Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

MUSIM HUJAN

MUSIM HUJAN

Telah datang lagi musim hujan, dari langit kelabu berjatuhan butiran-butiran air

MUSIM HUJAN

telah datang lagi musim hujan

dari langit kelabu berjatuhan butiran-butiran air

lalu merambat di bumi kesayangan

musim kemarau telah usai

 

bumi hijau terhampar sejauh mata memandang

lalu angin bertiup kencang

menerjang pepohonan merunduk laju

menampar-nampar dipipi beku

 

tetes air berjatuhan satu demi satu

hidup terlalu asing di bumi

membuat hati tidak betah

tanah azali menghimbau selalu biru

 

tahun ini, telah datang kembali musim penghujan

dari langit kelabu

bertambah satu berkurang satu

yang berkurang hanyalah waktu

 

Bait Al Hikmah, 5 Dzulqaidah 1434 H (bersamaan 11 September 2013)

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , | 5 Comments

MENCARI BELERANG MERAH

Semesta

Semesta

MENCARI BELERANG MERAH

Pernahkah kita menyadari ketika menatap bintang-bintang di angkasa. Bahwa sebenarnya mereka telah meledak jutaan tahun yang lalu. Cahaya mereka masih tetap ada.

Kapan? Bagaimana? Mengapa? Itulah sederetan pertanyaan yang kerap ditanyakan orang kepada dirinya, setiap kali dihadapkan pada sebuah keadaan. Kejadian dalam waktu berbeda-beda penjelmaannya, bergantung pada tempat kejadian berlaku. Di dunia luar kejadian itu berupa perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Perpindahan tempat dalam ruang itu tak harus terputus. Berbeda dengan dunia dalam. Kejadian dalam jiwa, yang merupakan pengalaman batin, tidak bisa serbaterus. Ia bisa melompat-lompat, seperti dalam mimpi. Pemikiran pun dapat melompat. Syarat untuk peristiwa adalah urutan waktu, tapi itu belum cukup, untuk menjadikan peristiwa itu. Karena apabila tapi tidak terjalin hubungan dan penjalin tersebut adalah sebab-akibat. Hukum Kausalitas.

Peristiwa mengubah satu kejadian menjadi kejadian yang lain. Perubahan mengemukakan yang berubah. Dengan sendirinya dibaliknya tersembunyi sesuatu yang dalam perubahan itu tetap keadaannya, yang dapat menjelma dalam berbagai rupa, inilah yang dinamakan hakikat.

Datangnya peristiwa ada beberapa keadaan yang datangnya berturut-turut dalam waktu. Waktu adalah syarat bagi peristiwa. Tanpa adanya waktu tidak ada peristiwa. Perjalanan waktu memungkinkan adanya keadaan pertama, disusul keadaan yang kedua. Tanpa perjalanan waktu keadaan pertama tetap adanya. Gerak menjadi ada karena waktu. Surga digambarkan sebagai tempat tanpa peristiwa (tetap) karena disitu waktu berhenti.

“Mengapa aku selalu kalah?”

“Karena engkau memilih diam!”

Setiap pilihan, gerakan, nafas sekecil apapun yang manusia ciptakan, dimana andil-Nya hadir mempengaruhi alam semesta. Dan janganlah heran apabila sebuah keputusan kecil yang engkau lakukan sekejap mempengaruhi kelak, keseluruhan hidupmu.

“Diam itu tak terkalahkan!”

“Kata siapa? Seseorang dinilai bukan dari kekalahannya di masa lalu. Melainkan dari keberhasilannya sekarang atas kehancurannya di masa yang lalu?”

Akan tetapi neraka? Aku berusaha memahami bahwa ALLAH, terlepas dari segala keagungan-Nya, tidak merasa hina untuk menciptakan hal semacam itu. Sehingga aku, bagaimana mungkin merasa hina melihatnya. Bukankah, tidak ada substansi sekecil apapun di alam raya ini tercipta tanpa andil-Nya.

“Maka katakanlah padaku, diriku sendiri. Kemanakah kau ingin kuantar.”

“Aku ingin pergi ke kota Rasul, demi mencari maqam cahaya dan belerang Merah.”

(Mungkin) Benar! Aku harus bergerak, dalam langkah yang sedikit lebih panjang. Karena aku yakin, dan harus meyakini! Gerakkan aku ini, akan menguncangkan alam semesta. Sahabat, aku telah memutuskan untuk menempuh jalan untuk mencapai tujuan, sebuah bukit terjal yang menjadi penghalang (nanti) biarlah menjadi renungan dalam mencapai tujuan.

Bait Al Hikmah, 18 Syawwal 1434 H (bersamaan 25 Agustus 2013)

Artikel lain:

  1. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  2. Ketika Iblis Membunuh Sejarah; 10 Maret 2012;
  3. Yang Memukau Tak Selamanya Memukau; 30 Agutus 2012;
  4. Sang Penyair; 1 April 2013;
  5. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  6. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  7. Gaya Abadi; 23 Mei 2015;
  8. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  9. Momentum; 18 Mei 2015;
  10. Ramadhan Dan Relativitas; 27 Juni 2015;
  11. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  12. Dimana Ada Cinta Disana Tuhan Ada; 7 September 2016
  13. Muhasabah; 5 Februari 2017;
  14. Idul Fitri Dan Hukum Tekanan Pascal; 25 Juni 2017;
  15. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
Posted in Cerita, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

MENGENANG BUNG HATTA SEORANG PEMIMPIN TELADAN

Indonesia, 1949 – Dr. Mohammed Hatta the Prime Minister of Indonesia (1902-1980). – Image by Hulton-Deutsch Collection/CORBIS

MENGENANG BUNG HATTA SEORANG PEMIMPIN TELADAN

Bung Hatta adalah salah seorang di antara para perintis kemerdekaan. Semenjak masih menjadi pelajar sekolah MULO di Padang, beliau telah menceburkan dari dalam gerakan pemuda “Young Sumateranen Bond” dan setelah pindah ke Batavia (Jakarta-sekarang) melanjutkan sekolah di Prins Hendrik School, beliau tetap aktif dalam gerakan pemuda dalam ruang gerak dan horizon yang lebih luas. Sesudah tamat di PHS Betawi, pada tahun 1921 beliau berangkat ke negeri Belanda dengan tujuan meneruskan pelajaran pada Handels Hooge School di Rotterdam, sampai selesai.

Bung Hatta (Berdiri nomor dua dari kanan) dalam pose bersama pengurus Perhimpunan Indonesia di Belanda

Bung Hatta, disamping melanjutkan belajar di negeri Belanda bergabung dan melakukan kegiatan-kegiatan dalam gerakan pemuda yang terkemuka yaitu “Indische Vereniging” yang kemudian menjelma menjadi Perhimpunan Indonesia, di Belanda yang pada saat itu menjajah Indonesia. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia dalam gerakan “Perhimpunan Indonesia” menempatkan diri sebagai duta negeri ditengah bangsa-bangsa dunia. Mereka menerbitkan majalah bernama “Indonesia Merdeka”. Perhimpunan Indonesia aktif memperkenalkan cita-cita dan perjuangan rakyat Indonesia di luar negeri.

Pemuda Hatta kemudian dipilih sebagai ketua, bukan karena beliau adalah seorang orator ulung, tapi karena tulisan-tulisannya yang tajam dan berbobot, ditambah beliau adalah seorang administrator ulung. Pemerintah Belanda menyorot kegiatan-kegiatan Perhimpunan Indonesia. Pada tanggal 27 September 1927, pemerintah Belanda melakukan penangkapan terhadap Hatta bersama tiga tokoh pemuda lainnya, Nazir Pamuncak, Ali Sastroamidjojo dan Abdul Majid Djojodiningrat. Mereka ditahan selama lima bulan.

Pada tanggal 8 Maret 1928, Hatta dan kawan-kawan dihadapkan ke muka Mahkamah di Den Haag dengan tuduhan menghasut. Dua advokat Belanda, yaitu Mr. Duys dan Mr. Mobach, kemudian diperkuat nona Weber, dengan sukarela dan cuma-cuma menawarkan diri sebagai pembela, karena mereka berpendapat, seperti dijelaskan dalam surat mereka kepada Hatta dan teman-teman, “tindakan yang diambil terhadap tuan dan teman-teman tuan oleh alat-alat pengadilan sangat memalukan negeri Belanda”.

Pengadilan memutuskan bahwa mereka berempat dibebaskan dari tuduhan. Walaupun Hatta sudah mempersiapkan pembelaannya (sudah dicetak menjadi buku, 85 halaman, berjudul “Indonesia Vrij”), tapi tidak sempat diucapkan, hanya diserahkan kepada hakim untuk dimasukkan dalam arsip, seolah-olah pembelaan itu telah diucapkan. Sesudah keluar dari penjara, kemudian bung Hatta melanjutkan studi sampai selesai menjadi sarjana ekonomi, pada bulan Juli 1932 beliau kembali ke tanah air untuk menyumbangkan dharma bakti langsung ke tengah-tengah kancah perjuangan kemerdekaan.

Bung Hatta hanya dalam masa lebih-kurang satu setengah tahun berjuang ditengah-tengah rakyat, kemudian pada tanggal 25 Pebruari 1934, beliau ditangkap oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dikenakan hal “exorbitante-rechten”, dibuang pada mulanya ke tanah merah (Boven Digul). Sesudah setahun ditempatkan di “sarang malaria” itu, barulah kemudian dipindahkan ke Banda Neira selama enam tahun, kemudian tatkala pemerintah Hindia Belanda mengakhiri riwayatnya pada bulan Januari 1942, Hatta dipindahkan ke Sukabumi dan bebas di zaman Jepang.

Mohammad Hatta Memoir; Penerbit Tinta Mas Jakarta; Cetakan-1; 1979

Di zaman Jepang, beliau tidaklah menjauhkan sama sekali dari kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan waktu itu, seperti bersama-sama Bung Karno memimpin “Poetera” (Pusat Tenaga Rakyat Indonesia), yang tujuan lahirnya membantu peperangan Jepang, tapi dapat dimanfaatkan untuk mengeratkan hubungan dengan rakyat dan menanamkan keyakinan pada mereka hak sesuatu bangsa mengatur diri sendiri.

Ketika Jepang menyerah kalah pada sekutu dan bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, maka Soekarno dan Hatta adalah dwitunggal yang mempunyai otoritas cukup memaklumkan kemerdekaan itu. Hatta terpilih menjadi Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia. Dalam periode pergolakan dan perjuangan sambil penyusunan Republik Indonesia, Hatta senantiasa memainkan peranan sebagai penggerak, penyusun, konseptor, dinamisator.

Pada saat-saat yang mengancam keselamatan negara, seperti ketika pemberontakan PKI di Madiun (1948), demikian juga ketika masa transisi di zaman Republik Indonesia Serikat, Hatta langsung memegang pimpinan sebagai kepala pemerintahan (Perdana Menteri). Sebagai pimpinan beliau mempunyai pendirian yang tegas. Jika satu kali Hatta mengatakan “tidak”, maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat mengubah menjadi “ya”, demikian juga sebaliknya.

Ketika Presiden Soekarno melaksanakan Demokrasi Terpimpin, yang memberi angin kepada PKI, Hatta memperingatkan bahwa gagasan itu akan menimbulkan bencana kepada Negara. Beliau mencoba meyakinkan Soekarno, tetapi tidak berhasil, maka beliau tidak segan-segan meletakkan jabatan Wakil Presiden, sebab kalau beliau berusaha menggerakkan rakyat menantang politik Soekarno, pasti akan terjadi perpecahan bangsa yang membawa akibat yang sangat fatal.

Dalam buku “Demokrasi Kita”, Hatta melukiskan tindakan Soekarno yang jauh menyimpang dari garis demokrasi yang diinginkan rakyat, diantaranya : “Apapun yang terjadi sekarang ialah krisis daripada demokrasi. Atau demokarasi dalam krisis. Demokrasi yang tidak kenal batas kemerdekaannya lupa syarat-syarat hidupnya dan melulu menjadi anarki, lambat laun akan digantikan diktatur. Ini adalah hukum besi daripada sejarah dunia. Tindakan Soekarno yang jauh menyimpang dari dasar-dasar konstitusi adalah akibat daripada krisis demokrasi itu”.

Potret kepemimpinan Hatta senantiasa kelihatan dari sikapnya yang tegas, tekadnya yang bulat, tidak bergoncang, tidak bisa dipengaruhi dan siap serta menghadapi akibatnya.

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta (lahir dengan nama Mohammad Athar, populer sebagai Bung Hatta; lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Dalam salah satu tulisannya mengenai pemimpin, beliau berkata : “Tanggungan pemimpin tidak ringan dalam pergerakan. Dan nasibnya jauh dari biasa. Siapa yang tidak mempunyai iman yang teguh dan watak yang tetap serta urat syaraf yang kuat, susah bagi dia menjadi pemimpin. Di sini dia dipuji dan diikut, disana ia dicela dan dinista. Di sini  ia diakui sebagai pahlawan, disana ia diteriakkan sebagai pengkhianat dan penjahat. Sekarang ia dikatakan dia penghasut yang berbahaya, besok ia disembah-sembah sebagai orang besar penolong bangsa. Ia bernama penjahat dan si penghasut selama ia berada dalam golongan oposisi. Tetapi, ia pahlawan dan jempol, setelah pergerakan yang dianjurkannya beroleh kemenangan dan ia sendiri memegang tampuk kekuasaan negeri”. (Daulat Rakyat, 10 September 1933).

Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Proklamator, kelahiran Bukittinggi, 12 Agustus 1902, ini diberi kehormatan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971)

Setelah Bung Hatta meletakkan jabatan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 1956, sampai beliau dipanggil illahi pada tanggal 14 Maret 1980, dalam masa kurang dari 24 tahun, beliau menjadi rakyat biasa, tanpa kedudukan dan jabatan resmi.

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

JAJAK PENDAPAT, ABL TERFAVORIT VERSI PEMBACA

Assosiasi Budjang Lapok, Pada Masa Puncak Kejayaan Organisasi.

JAJAK PENDAPAT, ABL TERFAVORIT VERSI PEMBACA

Alkisah ini kisah tentang “Assosiasi Budjang lapok.” Sekumpulan orang-orang tak beruntung atau tak mau mengambil keuntungan dari asmara hingga menjalin  persatuan dan kesatuan pada Assosiasi Budjang Lapok. tersebutlah sebuah perkumpulan legenda yang bergelar “Assosiasi Budjang Lapok” yang kerjaannya setiap hari kongkow di lepau nasi.

Adalah pembuka seri GEMPAR (EPISODE SATU)

(sementara) diakhiri seri BAYANGAN (EPISODE DUA PULUH SATU)

Kenangan memberikan begitu banyak detil kehidupan yang bergolak ke dalam adegan-adegannya, sehingga sensasi bersentuhan dengan imajinasi menjadi luar biasa. Maka senyuman mereka terbungkus kenangan dan kerinduan ironis yang tak terucapkan. Kenangan seperti bayangan, sulit ditangani. Apabila diusir muncul ditempat lain menari-nari

Tak dinyana sama sekali, serial ASSOSIASI BUDJANG LAPOK adalah cerita paling popular pada blog tengkuputeh, dimana setiap karakternya memiliki kekuatan karakter masing-masing.

Disini timbul sebuah pertanyaan? Pemeran Assosiasi Budjang Lapok manakah yang paling digemari? Mengapa? Penulis berencana membuat sekuel khusus (Seperti The Wolverine dari X-MEN).

Maka dimintakan partisipasi para pembaca yang budiman untuk memilih salah satu jajaran pungawa ABL berikut, manakah yang paling disukai untuk dibuatkan sekuel khusus? Atau malah tidak ada sama sekali? Who Knows?

Berikut nominasi ABL terfavorit versi pembaca.

1. Laksamana Chen

1. LAKSAMANA CHEN AS DAREDEVIL

Laksamana Chen as Daredevil

Diantara mereka ada seorang lelaki, sifatnya tenang, dingin penuh perhitungan dan kejam. Orang-orang di luar ABL mungkin tidak menganggap serius dia, terlihat pendiam akan tetapi pada orang itu tidak ada satu pun anggota ABL berani mencari pasal. Ahli tipu daya dengan kemampuan untuk melihat kebenaran tanpa tertipu, selalu berpikir tenang bahkan dalam perdebatan yang sebenarnya (mungkin) tak ia pahami, itulah dia. Laksamana Chen.

 

 

 

 

 2. Tabib Pong

2.TABIB PONG AS IRON MAN

Tabib Pong as Iron Man

Adalah seorang terlahir sebagai pangeran. Menolak mengakuinya namun diam-diam menikmati privilege tersebut. Seorang yang penuh rahasia, seorang cerdik pandai yang (kerap) mengaku pandir, ahli tipu-tipu. Dia memiliki jiwa yang lembut, dan itu adalah hal yang baik, seperti semua kejahatan memiliki pijakan. Ia yang tampan namun berwajah tak bersahabat, tipe seseorang yang telah mengalami pergulatan pikiran berat dan telah mengambil keputusan. Penyerang terbaik dari Assosiasi.

 

 

 

 3. Penyair

3.PENYAIR AS CAPTAIN AMERICA

Penyair as Captain America

Seorang seniman kerap memiliki pemikiran aneh, tampilan lembut. Kata kata dari dekade terdahulu, memiliki reputasi baik. Jangan tertipu oleh penampilannya, dia memiliki kelebihan (atau kekejaman) yang tak disadari dan ia sendiri tak (mau) menyadarinya. Banyak mereka telah salah menilai bebatuan disini dan itu menjerumuskan dalam pikiran picik dan secara tidak sadar terjerumus dalam malapetaka. Seorang Penyair ber-mantra lebih berbahaya daripada seribu penyihir.

 

 

 4. Professor Gahul

4.PROF GAHUL AS WOLVERINE

Prof Gahul as Wolverine

Seseorang yang paling banyak menghirup ilmu pengetahuan, namun selalu menahan diri mengungkapkannya. Seorang petualang dari Barat yang telah pulang, membawa cerita-cerita mencengangkan dari negeri nun jauh disana, dibalik kata-kata serampangan yang ia letupkan ada sesuatu yang dalam antara kebenaran, keyakinan dan cita-cita. Ditambah lagi, merupakan anggota ABL yang paling cerewet.

 

 

 

 5.Tuan Takur

5.TUAN TAKUR AS THOR

Tuan Takur as Thor

Tuan Takur adalah keturunan pandai besi terkemuka di Bandar, akan tetapi ayahnya berhasil menjadi regent di sebuah kenegerian di Barat Daya Bandar atas usaha sendiri. Menjadi kalangan bangsawan terkemuka. Namun terlepas dari segala gelar yang diraih, ia berusaha setidaknya menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah seorang santun, rendah hati dan tidak memanfaatkan kedudukan yang dimiliki. Hasilnya kadang berhasil, kadang gagal. Memiliki dua kepribadian bertolakbelakang dalam satu jiwa membuat Tuan Takur memiliki kemampuan berubah-ubah setiap saat. Akan tetapi terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki ia tetap menjunjung nilai-nilai prinsip kehormatan.

 

 6.Mister Big

6.MISTER BIG AS SUPERMAN

Mister Big as Superman

Mister Big adalah yang paling perkasa diantara seluruh anggota ABL, Serigala dari Assosiasi. Memiliki badan atletis dan berkaki panjang membuat ia menjadi salah satu anggota Assosiasi yang paling tangkas. Suara bariton dan kata-kata teratur justru menjadikan manusia yang satu ini sangat pemalu jika berhadapan dengan orang baru, mungkin itu semua didasari oleh perasaan halus yang entah dari mana melekat pada manusia baja.

 

 7. Mas Jaim

7.MAS JAIM AS SPIDERMAN

Mas Jaim as Spiderman

Memiliki senyum menawan, tak terduga dan humor aneh. Adalah seseorang yang tidak terukur kedalaman pikiran. Tidak pernah ingin menjadi pejuang, tidak pernah memimpikan darah dan perkelahian brutal. Baginya apa yang dilakukan untuk memperoleh rezeki itu yang dianggap penting, dan juga (tentu) keluarga. Dan demi itu semua, Mas Jaim adalah seorang pejuang, dan telah berkali-kali berjuang.

 

 8. Barbarossa

8.BATMAN AS BARBAROSSA

Barbarossa as Batman

Sang masterplan. Perancang skenario Assosiasi, pemilik wajah kebaikan dan kejahatan sekaligus. Seseorang yang tak memiliki satu karakter menonjol pada satu bidang, kecuali berbicara namun mengetahui secara umum (general) hampir keseluruhan ilmu. Seseorang yang memiliki tawa menyebalkan dengan gelombang longitudinal. Jangan tertipu gaya berbicara, terkadang pervert terkadang patriarch, ini orang tidak ragu mengorbankan siapapun demi kepentingannya. Licin sekaligus filosofis.

 

 9. Amish Khan

9.AMISH KHAN AS HULK

Amish Khan as Hulk

Ini adalah seorang memiliki tubuh kekar berotot kencang, kekuatan pilih tanding sekaligus pemberani sejati tanpa gentar, kesetiakawanan tanpa keraguan, seorang berjiwa merdeka, bertutur tak teratur akan tetapi memiliki jiwa musikal.

Segala pilihan terpulang kepada para pembaca?

XXX

KATALOG SERI CERITA ABL

  1. GEMPAR
  2. TERLARANG
  3. NASIB
  4. RAGA
  5. BOIKOT
  6. RISAU
  7. BAHAGIA
  8. BERAI
  9. LALAI
  10. CIDUK
  11. UNDANGAN
  12. LINGKARAN
  13. PLEDOI
  14. KURANG
  15. HILANG
  16. DENDANG
  17. PERKASA
  18. ENIGMA
  19. ALIANSI
  20. MEMORI
  21. BAYANGAN
  22. MERAJOK
  23. BATAS
  24. ILUSI
  25. EVOLUSI
  26. BUKU
  27. VIRTUE
  28. REALITAS
  29. KRISIS
  30. BERSATULAH
  31. AKHIR
Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments