Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Dan (mungkin) hanya dalam sengsara dan mengenal kesengsaraan kebesaran jiwa bukan sebuah kesombongan. Dan (selalu) sebuah pagi setelah hujan akan sangat menyegarkan.

YANG MEMUKAU TAK SELAMANYA MEMUKAU

Disuatu senja ketika Matahari dan Bulan bertemu, menjaga jarak dan malu-malu. Ini semua mengingatkan bahwa sebuah tubuh bisa gentar, ketika ia ditinggalkan segala kembang pemuas dahaga rohani. Segala seolah menjadi pahit, ironis dan kehilangan gairah di dunia yang tak mau mengalah.

Ingin mengatakan bahwa sekarang tak ingin lebih buruk dari masa lalu, karena masa lalu yang sangat buruk. Ketika masa lalu mengelak, ketika (kita) tak merasa terkait dengan petilasan tua, disitulah harapan hadir. Harapan atas keyakinan berjuang untuk setia pada mimpi, adalah kegilaan yang memberi harga pada manusia.

Dan (terkadang) kita harus pasrah menerima nasib buruk ini sebagai takdir. Ketika terhenyak merasakan perasaaan, perasaan yang sudah lama tak pernah datang. Dan (mungkin) tak ada tafsir kata yang akan tepat berbicara, ketika lidah seolah menolak berkata-kata padahal banyak yang ingin diungkapkan. Dan (ternyata) derita jiwa tak menumpul seiring bertambah usia. Perasaan terkalahkan ini, padahal kita sudah bertemu di sejarah yang lain. Tapi (memang) hidup manusia dilecut waktu. Yang memukau tak selamanya memukau.

Dan (mungkin) hanya dalam sengsara dan mengenal kesengsaraan kebesaran jiwa bukan sebuah kesombongan. Dan (selalu) sebuah pagi setelah hujan akan sangat menyegarkan.

XXXXXXXXXX

Advertisements
Advertisements

4 thoughts on “YANG MEMUKAU TAK SELAMANYA MEMUKAU

  1. Saya hanya membayangkan saat saya masih menginjak usia-usia remaja dan pemuda, meski sekarangpun masih merasa muda.. Saya ingin sekali ada seseorang yang usianya sudah melewati masa-masa itu dan sudah menikah menceritakan ‘perjalanan’ yang sudah dilewatinya dan meninggalkan jejak-jejak yang jelas yang berguna untuk saya jadikan tanda atau semacam petunjuk perjalanan di masa remaja-pemuda saya. Sehingga saya tahu rambu-rambu itu dengan jelas, tahu apa yang harus saya lakukan, jalan mana yang harus dilalui, mana yang tidak boleh dilalui dan ‘perlengkapan’ apa yang harus ‘dibawa’.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: