-
Recent Posts
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA FINLANDIA (RAKASTAMAALLE)
- MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR
- HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG
- KEMBALI PADA KEKASIH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Category Archives: Kisah-Kisah
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH SEMBILAN
“…bisa kau bayangkan betapa lemah orang Aceh di masa depan? Seratus atau dua ratus tahun lagi masihkah ada orang mengaku orang Aceh?”
Cut Nyak Din dalam Risalah Sang Durjana Bagian Dua Puluh Sembilan. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
|
Tagged Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kembali, Kota, Legenda, Malam, Manusia, Melayu, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Perempuan, Politik, Revolusi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Tradisi, Tragedi, Waktu, Wilayah Barat
|
14 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH DELAPAN
Apakah ada hak menyerang bangsa lain? Sebelum Belanda datang kami hidup aman sentosa. Tiba-tiba Belanda mengerahkan serdadu-serdadu mereka untuk merampas harta benda kami, membakar sawah-sawah dan membunuh ternak-ternak kami. Apa hak mereka? Mengepung kami dengan ketidakadilan, dengan bedil, meriam serta kapal besi mereka? Aku membenci Belanda namun bersamaan dengan itu, aku juga membenci diriku, karena aku tak bisa berbuat apa-apa. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir
|
Tagged Aceh, Asmara, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Iblis, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Laut, Legenda, logika, Manusia, Melayu, Menulis, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Politik, Revolusi, Saga, Sastra, Sejarah, Tradisi, Tragedi, Waktu
|
14 Comments
SATU DUNIA BERBAGAI DIMENSI
Menurut ilmu matematika dunia yang kita kenal memiliki tiga dimensi ruang yaitu: Panjang, lebar dan tinggi. Bila ditambahkan dengan dimensi waktu akan muncul dimensi keempat yaitu waktu kosong. Kita semua pasti memiliki kenangan indah masa kecil, itu adalah pengalaman yang menyenangkan. Continue reading →
Rate this:
SEMERBAK AROMA ANGSANA DI BANDA ACEH
Ini adalah sebuah kota yang menjanjikan kenangan. Banda Aceh sungguh indah, jalan lurus dengan barisan rapi gedung-gedung mungil dan pepohonan angsana yang rindang. Aromanya khas dan kuat selalu memberikan kesan kepada mereka yang datang dan pergi. Continue reading →
Rate this:
Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Opini, Pengembangan diri, Puisiku
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Budaya, Cerita, Cinta, Dunia, Gelap, Hidup, Hikayat, Hikmah, Indonesia, Kembali, Kerajaan Lama, Komedi, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Melayu, Menulis, Mesin, Metropolis, Mimpi, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Puisi, Revolusi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Syair, Tradisi, Tragedi, Waktu
|
4 Comments
MELALUI (KEMUDIAN) MENGALAMI
Kita (mungkin) sudah mati, di hari penghakiman, di sana, kita sedang menonton kembali segala perbuatan di dunia. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Hikmah, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Komedi, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Pengembangan, Peradaban, Saga, Sosial, Surealis, Tradisi, Waktu, Wilayah Barat
|
2 Comments
KETIKA ACEH MINTA MENJADI VASAL TURKI USTMANI
Kerajaan Aceh berusaha agar Turki membantu sebagai khalifah dunia Islam. Utusan Aceh menawarkan kedudukan Aceh sebagai bagian dari persemakmuran (Vassal State) bagian dari Turki Ustmani. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir
|
Tagged Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Ekonomi, Gelap, Hidup, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Komedi, Kota, Kuno, Laki-laki, Laut, Legenda, logika, Manusia, Melayu, Menulis, Mimpi, Nusantara, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Perang, Politik, Revolusi, Saga, Sejarah, Sosial, Tradisi, Tragedi, Waktu, Wilayah Barat
|
22 Comments
ARAH PENUNGGANG ZAMAN
Sebagaimana peradaban manusia (juga) berkembang dengan apa yang dihadapi. Perbenturan dan pergesekan justru mendewasakan meski sempat membuat terluka. Continue reading →
Rate this:
Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir
|
Tagged Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Hidup, Indonesia, Kampung, Kembali, Komedi, Kota, Legenda, logika, Malaikat, Malam, Manusia, Melayu, Menulis, Mesin, Mimpi, Pengembangan, Peradaban, Politik, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
|
Leave a comment
SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH
Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) kerajaan Aceh Darussalam mencapai puncak kejayaan jika diukur dari kemakmuran. Menjadi sebuah kekuatan ekonomi, politik dan pertahanan di kawasan Asia Tenggara. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Ekonomi, Hidup, Hikayat, Hikmah, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laut, Legenda, logika, Manusia, Metropolis, Mimpi, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Perang, Politik, Revolusi, Saga, Sejarah, Sosial, Tradisi, Waktu, Wilayah Barat
|
23 Comments
PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR
Pada tanggal 11 Februari 1899, Teuku Umar Johan Pahlawan meninggal dunia, gugur sebagai seorang jantan pahlawan yang patut dikenang. Ia yang lazim disebut dengan Teuku Uma atau Teuku Meulaboh tewas di medan jihad 2 kilometer dari Meulaboh (waktu itu) pada jam 8 malam. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini
|
Tagged Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Hikmah, Indonesia, Kampung, Kembali, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Melayu, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Perempuan, Politik, Puisi, Revolusi, Saga, Sejarah, Sosial, Syair, Tradisi, Tragedi, Waktu
|
24 Comments
HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU
Hamzah Fansuri adalah pujangga Melayu terbesar di abad ke-17 Masehi, terkemuka pada zaman itu. Disebut juga sebagai “Jalaluddin Rumi” kepulauan Nusantara, dikenal sebagai penemu / pencipta bentuk pantun pertama dalam bahasa Melayu. Keberadaan beliau selaku pujangga dan penyair sufi dapat dibuktikan oleh fakta-fakta sejarah. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Reportase
|
Tagged Aceh, Arab, Banda Aceh, Budaya, Cerita, Dunia, Hikayat, Hikmah, Indonesia, Islam, Kampung, Kota, Kuno, Laki-laki, Laut, Legenda, Literature, logika, Manusia, Melayu, Menulis, Nusantara, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Puisi, Revolusi, Saga, Sastra, Sejarah, Syair, Tradisi, Waktu
|
28 Comments