ARAH PENUNGGANG ZAMAN

Kucing memanjat atap rumah.

ARAH PENUNGGANG ZAMAN

Arah zaman sulit ditebak, begitu pula penunggang zaman.

Tubuh setiap makhluk ibarat semesta, sel-sel membawa data. Tubuh kita membawa catatan sejarah, apa-apa yang pernah dialami, pernah terkena penyakit apa dan bisa mengeluarkan imun apa. Sebagaimana peradaban manusia (juga) berkembang dengan apa yang dihadapi. Perbenturan dan pergesekan justru mendewasakan meski sempat membuat terluka.

Bagi mereka yang dilahirkan sebelum tahun 1990-an maka tahun-tahun di atas 2020-an adalah tahun-tahun yang berbeda sama sekali. Ada banyak merupakan cara-cara lama menjadi tidak berlaku lagi.

Pintu informasi benar-benar terbuka lebar untuk siapapun dan di mana pun. Dahulu ketika ingin mencari informasi kita harus ke perpustakaan atau harus bertanya kepada yang ahli. Sekarang kita tinggal mencari informasi tentang hal tersebut melalui internet. Banyaknya informasi yang tersebar di internet membuat arus data menjadi terdistorsi, terlalu banyak pilihan sehingga bisa jadi si pengguna mengambil informasi yang belum tentu benar.

Kebebasan berekspresi juga tanpa batas dengan sosial media sebagai corongnya. Masalah lokal bisa menjadi global melintasi batas-batas yang tak terbayangkan sebelumnya. Lucunya ketika informasi melintas tanpa batas justru media sosial membagi orang-orang secara sikap berbatas.

Keadaan ini bukan tanpa hal yang baik, generasi yang lahir setelah tahun 2000-an memiliki kecerdasan yang unik, berbeda dengan generasi sebelumnya. Contoh baiknya adalah generasi muda ini lebih mencintai kopi daripada bir. Kemampuan menguasai banyak ketrampilan (pekerjaan tangan) sebagaimana generasi sebelumnya digantikan dengan kemampuan berteknologi.

Mungkin bagi sebagian orang (dari generasi sebelumnya) memandang sebelah mata pada generasi Z (sosial media) ini namun terkadang anak-anak baru ini (generasi tiktok dan instagram) mampu mengejutkan generasi facebook (atau Friendster?) dan sebelumnya.

Bayangkan anda seorang yang berumur 36 tahun dan dikalahkan dengan mudah seorang anak muda berumur 18 tahun dalam lintasan lari. Dikalahkan oleh orang-orang muda bagi sebagian besar adalah penghinaan terutama oleh mereka yang jarang kalah. Sebenarnya kalah apa salahnya?

Covid-19 telah menguncangkan zaman ini, ada banyak perilaku yang berubah serta merta. Ada hal-hal yang dulu dianggap hebat menjadi biasa saja, begitupun sebaliknya. Zaman berubah ke arah yang berbeda begitupun manusia. Ada yang bilang manusia tidak pernah berubah sepenuhnya. Memang ada pertambahan atau pengurangan pengetahuan, kemampuan ataupun pengalaman. Tapi perasaan tidak pernah berubah sepenuhnya.

Akh, bicara tentang perasaan ternyata sudah lama Abu tidak berpuisi.

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.