-
Recent Posts
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA FINLANDIA (RAKASTAMAALLE)
- MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR
- HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Bangsa Paringgi
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN SEMBILAN
Umar anak Meulaboh mengetok lantai kayu, bagaimanapun ia adalah keturunan Raja besar wilayah Barat. Tak senang dibantah apalagi diacuhkan. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
|
Tagged Aceh, Asia Timur, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Dunia, Durjana, Hikayat, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Malam, Manusia, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Politik, Saga, Sejarah, Tradisi, Tragedi, Wilayah Barat
|
48 Comments
BOIKOT ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Kami, Assosiasi Budjang Lapok dengan ini menyatakan tidak menerima perlakuan pihak lepau polong terhadap anggota kami tersayang Laksamana Chen, maka saya selaku ketua ABL dengan ini menyatakan memboikot lepau polong. Continue reading →
Rate this:
TERIMA KASIH PADA SASTRA
Terima kasih kepada sastra yang telah membebaskan untuk berkata tentang “apa” tanpa harus menjadi “apa”, sehingga “apa” yang dikatakannya mungkin dirasa “benar” namun yang berkata sendiri, mungkin bukanlah “wajah” kebenaran Continue reading →
Rate this:
Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku
|
Tagged Aceh, Andalusia, Arab, Asia Timur, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Lhokseumawe, Malaikat, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Nona, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Perempuan, Puisi, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi, Wilayah Barat
|
7 Comments
ANGIN DINGIN MENEPATI JANJI
“Angin dingin menepati janji bulan purnama tiada batas, rasa rindu membuatku melewati sehari bagaikan setahun, walaupun aku tidak tampan namun aku memiliki dada yang lapang dan tangan yang kuaaaat.” Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Mari Berpikir
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Cinta, Dunia, Islam, Kampung, Kembali, Kota, Legenda, Manusia, Menulis, Pengembangan, Puisi, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi
|
3 Comments
PADA AKHIRNYA KITA (JUGA) TAK PAHAM
Bahwa sifat serakah adalah sesuatu berbahaya, dia melingkupi segala cela. Kesombongan dan kekejian. Tidak mesti harta namun segalanya, bahkan sidrom langka yang begitu kuat sehingga masuk ke wilayah cemas dan akut. Bahwa rahmat tuhan tak dilihat sebagai sesuatu yang terpancar namun sebagai sesuatu yang harus diperebutkan. Continue reading →
Rate this:
Posted in Kisah-Kisah, Mari Berpikir, Opini
|
Tagged Bangsa Paringgi, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Iblis, Kampung, logika, Manusia, Menulis, Pengembangan, Peradaban, Politik, Saga, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
|
4 Comments
SEJARAH SYAHDU SEBUAH NEGERI
Agustus ini, jangan bicara tentang nasionalisme terutama dengan lantang. Karena kita sudah terbiasa melihat orang-orang berkata tentang nasionalisme dengan gegap gempita secepat angin berbalik arah mengkhianatinya. Mungkin, sebaiknya nasionalisme lebih baik dalam diam. Namun tulus. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
|
Tagged Bangsa Paringgi, Cerita, Dunia, Durjana, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Manusia, Nusantara, Peradaban, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Wilayah Barat
|
8 Comments
TO KILL A MOCKINGBIRD
Seorang Pahlawan tidak berarti harus selalu seorang anak muda dengan semangat berapi-api. Ia bisa saja berwujud seorang paruh baya atau anak yang belum menginjak belasan tahun. Yang memiliki keberanian dan harga diri. Maka bersyukurlah bagi setiap orang yang memiliki jiwa kanak-kanak dalam raganya. Continue reading →
Rate this:
Posted in Buku, Cerita, Mari Berpikir, Opini, Review
|
Tagged Bangsa Paringgi, Cerita, Dunia, Durjana, Kampung, Kota, Laki-laki, Malaikat, Manusia, Nona, Perempuan, Sastra, Tradisi, Wilayah Barat
|
9 Comments
APA YANG MACHIAVELLI LAKUKAN
Jika anda hidup di Negara penuh kekacauan, seperti Italia di abad ke 15 di mana sang Begawan lahir. Maka pilihlah seorang Machivelli maka segala urusan akan terselesaikan. Namun sama sekali tidak perlu jika hidup dinegara aman sentausa, atau setengah sentausa. Hanya negara chaos. Ingat peringatan saya!!! Continue reading →
Rate this:
Posted in Buku, Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Mari Berpikir, Opini, Review
|
Tagged Bangsa Paringgi, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Manusia, Menulis, Pengembangan, Peradaban, Sastra, Sejarah, Tradisi, Waktu, Wilayah Barat
|
16 Comments
GENERASI YANG HILANG
Apa jadinya sebuah bangsa apabila generasi terdahulu lebih baik dibanding generasi sekarang? Maka masa lalu akan penuh sanjung puji dan masa kini yang dijalani akan penuh kegeraman paling baik, atau caci maki bagi kekesalan yang melebihi batas. Namun generasi yang paling buruk nasibnya adalah sebuah generasi yang tidak memiliki sosok yang diteladani. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
|
Tagged Asia Timur, Bangsa Paringgi, Cerita, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, Manusia, Menulis, Mimpi, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Puisi, Syair, Tradisi, Wilayah Barat
|
6 Comments
PENYIHIR TERAKHIR
Seorang penyihir tidak bisa menangis, begitulah takdirnya namun ia terlihat terisak. Mendapati dirinya sendiri dan terkhianati. Dagunya yang menonjol keluar dan muka kehijauan tersebut terlihat sangat bersedih. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah
|
Tagged Bangsa Paringgi, Cerita, Dunia, Gelap, Hikayat, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, Manusia, Pengembangan, Peradaban, Perempuan, Sastra, Syair, Tradisi, Wilayah Barat
|
57 Comments