-
Recent Posts
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA FINLANDIA (RAKASTAMAALLE)
- MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR
- HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Puisi
MENANTIKAN BAYANG-BAYANG
MENANTIKAN BAYANG-BAYANG
Dari dulu hingga sekarang
Dalam hati terus mengenang
Mimpi-mimpi yang menggelandang
Tak lepas tak menghilang Continue reading
MENGECOH SANG RAJA
Sejarah sering kali mencatat bahwa perubahan terjadi tindakan-tindakan dari sedikit orang-orang besar, padahal sebenarnya sejarah lebih ditentukan oleh detil-detil yang dilakukan oleh orang-orang kecil. Ada banyak yang tak terlihat, terabaikan serta terlupakan. Pembisik Sang Raja misalnya. Continue reading
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku
Tagged Aceh, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Hikmah, Kampung, Kerajaan Lama, Komedi, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, logika, Manusia, Politik, Puisi, Revolusi, Saga, Sastra, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
51 Comments
BULAN DAN BINTANG
BULAN DAN BINTANG
Setangkai mawar biaskan lembayung
Indah merekah harum mewangi
Seiring kenangan akan impian
Akan dirimu di sisiku Continue reading
HARAP DAMAI
HARAP DAMAI. Sebuah Puisi yang ditulis ketika konflik Aceh sedang berada di titik puncak. Dalam setiap peperangan yang paling menderita, paling sengsara adalah mereka yang lemah dan tak berdaya. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku
Tagged Aceh, Banda Aceh, Drama, Indonesia, Kota, Lhokseumawe, Nusantara, Puisi, Revolusi, Sastra, Sejarah, Syair, Waktu
5 Comments
UNTUK SEBUAH SENYUMAN
UNTUK SEBUAH SENYUMAN
Didiri yang semakin terbuang cemas untuk kembali
Merasakan ragu sepanjang waktu dan membisu
Mengumpulkan sisa-sisa keberanian berjuang
Untuk sebuah senyuman terindah Continue reading
YANG MENGGELANDANG
YANG MENGGELANDANG
Kita mesti pergi pagi-pagi
Sebelum kita kena guyur lagi
Sama pemilik emperan toko ini
Seperti kemarin kita alami Continue reading
RINDU
RINDU. Mungkin aku merindukannya. Dia yang selalu memberiku semangat sekaligus kebanggaan Aku rindu dia. Setiap kali melihat matanya berbinar-binar seperti anak kecil, aku merasa sebagai pria terbaik.
Continue reading
SALAM KEPADA MALAHAYATI
Ia dan aku sama, merindukan sang kekasih nan jauh di Selat Malaka. Yang tercinta, Malahayati. Wahai angin, kutitipkan salam untuknya, kuharap disana ia baik-baik saja. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Puisiku
Tagged Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Hikayat, Indonesia, Islam, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Laut, Legenda, Malam, Manusia, Mimpi, Nona, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perempuan, Puisi, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi
2 Comments