Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Sebagian rasa masih terbayang

MENANTIKAN BAYANG-BAYANG

Dari dulu hingga sekarang

Dalam hati terus mengenang

Mimpi-mimpi yang menggelandang

Tak lepas tak menghilang

 

Sebagian rasa masih terbayang

Terpasung kuat didalam dada

Sebagian rasa seakan melayang

Tiada membekas direlung jiwa

 

Kemana semua keberanian terbang

Semakin lama semakin terbuang

Didiriku yang pasrah sekarang

Hanya duduk terpaku mengenang

 

Dimanakah kiranya terpatri namamu

Duhai bayanganku yang menghilang

Kunantikan kembalinya dirimu

Hingga akhir hayat menjelang

 

                                                                           Banda Aceh, Minggu 17 Nopember 2002

Tentang rasa:

  1. Dalam Jubah Sufiku; 3 Agustus 2008;
  2. Dipersimpang Jalan; 3 Agustus 2008;
  3. Dua Puluh Empat Setengah Tahun; 6 Agustus 2008;
  4. Elegi Pagi Hari, Sebuah Puisi; 7 Agustus 2008;
  5. Indah Bunga; 20 September 2008;
  6. Hikayat Sang Pengembara; 6 Oktober 2008;
  7. Kalah Perang; 5 November 2008;
  8. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  9. Melebihi Keangkuhan Iblis; 5 Desember 2008;
  10. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  11. Orang Asing Yang Terasing; 3 Februari 2009;
  12. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  13. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  14. Mencumbui Kematian Sebuah Elegi; 16 Mei 2009;
  15. Selamat Ulang Tahun Mama; 1 Februari 2010;
  16. Sang Maha Durjana; 18 Juni 2010;
  17. Monolog Bulan; 4 Juni 2012;
  18. Ode Seekor Harimau; 18 Agustus 2012;
  19. Al-Muwasysyah; 23 Mei 2013;
  20. Surga; 17 Juni 2013;
  21. Setitik Noktah Di Dalam Noktah; 25 Februari 2015;
  22. Hidup; 16 September 2017;
  23. Renungan Malam; 19 November 2017;
  24. Seminggu Setelah Tsunami Aceh; 13 Desember 2017;
  25. Penantian; 21 Februari 2018;
Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

%d bloggers like this: