Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Pernahkah kita bertanya, seberdosakan apakah kita? Ketika memilih tidak berbuat. Foto: Gelandangan di rimba ibu kota.

YANG MENGGELANDANG

 

Kita mesti pergi pagi-pagi

Sebelum kita kena guyur lagi

Sama pemilik emperan toko ini

Seperti kemarin kita alami

 

Ayo nak, kita ke pinggir kali

Mana tau ada rezeki

Dapat sampah syukur sekali

Bisa tukar sesuap nasi

 

Ayo anakku sayang, ayo kemari

Jangan kamu rewel lagi

Tak sanggup ibu menyusulmu lagi

Apalagi berjalan kesana kemari

 

Aduh sayang jangan nangis lagi

Tak usah ratapi dirimu sendiri

Walau perut belum terisi

 

Sudah nasib kita tertulis begini

Suratan takdir ditentukan gusti

Ayo anakku sayang, ayo kemari

 

Sudah peluk saja ibumu ini

Cuma ini yang dapat ibu beri

Kelak kau ingat besar nanti

 

Banda Aceh, Minggu 17 Nopember 2002

Hikmah yang terserak:

  1. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  2. Momentum; 18 Mei 2015;
  3. Ramadhan Dan Relativitas; 27 Juni 2015;
  4. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  5. Ibrahim; 20 September 2015;
  6. Hijrah; 14 Oktober 2015;
  7. Tsunami; 26 Desember 2015;
  8. Ismail; 9 September 2016;
  9. Idul Fitri Dan Hukum Tekanan Pascal; 25 Juni 2017;
  10. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  11. Manusia Semesta; 21 November 2017;
  12. Bagaimana Cara Cemburu Yang Baik dan Benar; 28 November 2017;
  13. Rindu Kami Padamu Ya Rasul; 9 Desember 2017;
  14. Pertemuan Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  15. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
Advertisements
Advertisements

4 thoughts on “YANG MENGGELANDANG

Leave a Reply

%d bloggers like this: