YANG MENGGELANDANG

Pernahkah kita bertanya, seberdosakan apakah kita? Ketika memilih tidak berbuat.

YANG MENGGELANDANG

 

Kita mesti pergi pagi-pagi

Sebelum kita kena guyur lagi

Sama pemilik emperan toko ini

Seperti kemarin kita alami

 

Ayo nak, kita ke pinggir kali

Mana tau ada rezeki

Dapat sampah syukur sekali

Bisa tukar sesuap nasi

 

Ayo anakku sayang, ayo kemari

Jangan kamu rewel lagi

Tak sanggup ibu menyusulmu lagi

Apalagi berjalan kesana kemari

 

Aduh sayang jangan nangis lagi

Tak usah ratapi dirimu sendiri

Walau perut belum terisi

 

Sudah nasib kita tertulis begini

Suratan takdir ditentukan gusti

Ayo anakku sayang, ayo kemari

 

Sudah peluk saja ibumu ini

Cuma ini yang dapat ibu beri

Kelak kau ingat besar nanti

 

Banda Aceh, Minggu 17 Nopember 2002

Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to YANG MENGGELANDANG

  1. kutukamus says:

    Renyah
    Jenaka
    Berisi πŸ™‚

  2. tengkuputeh says:

    Terima kasih banyak 😍😍😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s