Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Untuk sebuah senyuman – Pulau Bunta

UNTUK SEBUAH SENYUMAN

 

Laut yang kian merahkan warna-warna tengelam

Jiwa-jiwa menangis air mata berbaur sia-sia

Sembilu menghentak membatu

Terasing dan semakin asing

 

Bagian-bagian kenangan lama semakin menjauh

Titik-titik harapan tak kunjung menyala

Keluh kesah berpusar menarik kedalam

Terseret jauh dan semakin menjauh

 

Berjuang Untuk sebuah senyuman terindah

Didiri yang semakin terbuang cemas untuk kembali

Merasakan ragu sepanjang waktu dan membisu

Mengumpulkan sisa-sisa keberanian berjuang

Untuk sebuah senyuman terindah

 

Banda Aceh, Selasa 24 September 2002

Puisi-puisi lama:

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Catatan Seorang Pecundang; 1 Agustus 2008;
  3. Maksud Hatiku Padamu; 1 Agustus 2008;
  4. Dinda Dimanakah Engkau Berada; 1 Agustus 2008;
  5. Elegi Puisi Kematian Cinta; 3 Agustus 2008;
  6. Dalam Jubah Sufiku; 3 Agustus 2008;
  7. Dipersimpang Jalan; 3 Agustus 2008;
  8. Puisi Terindah; 3 Agustus 2008;
  9. Maghribi dan East; 3 Agustus 2008;
  10. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  11. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  12. Dua Puluh Empat Setengah Tahun; 6 Agustus 2008;
  13. Elegi Pagi Hari, Sebuah Puisi; 7 Agustus 2008;
  14. Cryptogram; 4 September 2008;
  15. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  16. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
  17. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  18. Indah Bunga; 20 September 2008;
  19. Padamu Perempuanku; 25 September 2008;
  20. Hikayat Sang Pengembara; 6 Oktober 2008;
  21. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  22. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  23. Kalah Perang; 5 November 2008;
  24. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  25. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

%d bloggers like this: