-
Recent Posts
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA FINLANDIA (RAKASTAMAALLE)
- MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR
- HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Gelap
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TIGA
“Wahai lelaki yang berbau garam, jangan takut!” Ia tersenyum menatapku geli. Gerimis jatuh tepat dihidungku, aku tidak sedang dalam mimpi. Aku juga merasakan angin menampar-nampar pipiku, bahkan aku merasakan gemericik air ditepian telaga. Continue reading
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku
Tagged Aceh, Budaya, Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Kampung, Kerajaan Lama, Laki-laki, Laut, Legenda, Manusia, Nona, Nusantara, Pahlawan, Perang, Perempuan, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Syair, Tradisi, Tragedi, Waktu
28 Comments
GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI
Sebagaimana kejatuhan Adam dan Hawa, nasib burung rajawali itu tidak beruntung. Ia menolak makanan berupa bubur lezat yang ditawarkan oleh si perempuan tua itu, karena marah Nyonya Dunia menuangkan bubur panas yang sedang mendidih ke atas kepala burung. Ketika itulah, sang rajawali teringat akan keadaan bahagianya dahulu, ia teringat akan tuannya. Maka itulah ia berusaha untuk pulang. Continue reading
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH DUA
Apakah artinya lelaki? Lumpur menempel di sepatuku setiap kali melangkahkan kaki, kaki ini terasa letih dan pegal sekali. Rasanya tanah sudah mencabut sepatu dari kaki ini. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Laut, Legenda, Manusia, Mimpi, Nusantara, Pahlawan, Perang, Perempuan, Revolusi, Saga, Sastra, Sejarah, Waktu
28 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH SATU
Melalui tabung teropong aku terhenyak menyaksikan tidak kurang dari pada 60 kapal membuang jangkar. Merah-Putih-Biru bendera Belanda berkibar disana, tampaknya armada Belanda ingin mengunci Selat Malaka, menjauhkan Aceh dari bantuan manapun. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Puisiku
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Iblis, Indonesia, Islam, Kampung, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Manusia, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Syair, Tragedi, Waktu
27 Comments
BAGAIMANA CARA CEMBURU YANG BAIK DAN BENAR
Sampaikan rasa cemburu dalam bentuk yang cerdas, romantis lagi menyenangkan. Karena pada dasarnya seseorang ingin mengukur seberapa besar cinta pasangan itu memang salah satunya ditampakkan dengan cemburu. Continue reading
Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
Tagged Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Gelap, Hidup, Hikayat, Hikmah, Islam, Kampung, Kerajaan Lama, Komedi, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Manusia, Pengembangan, Peradaban, Perempuan, Saga, Sejarah, Sosial, Tradisi, Waktu
1 Comment