Tag Archives: Kembali

TAFSIR SANG PENAFSIR

Menjalani daif, kesalahan. Siapakah yang memastikan sepanjang jalan kehidupan dalam hari-hari mengalir, ataukah pernah dia menumbuhkan cinta, menetapkan hati. Benarkah ia? Tak ada dendam disana, tak ada rasa ingin membalas, menuntut, atau melakukan tindakan membela diri. Ataukah bebaskah ia? Dari rasa dengki menjadi-jadi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments

MANAJEMEN KRITIK

Seseorang yang berhenti mendengarkan kritik dan belajar walau sehebat apapun dia tak akan menjadi lebih baik. Dalam berbagai kasus, kritik telah menghancurkan mental banyak orang. Sehingga mereka terpuruk dan tak dapat kembali lagi. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 16 Comments

BENCI DI ATAS CINTA

Yah, nona akhirnya engkau menemukanku disini. Dipersembunyian yang amat kurahasiakan darimu, sebagai liang pencurahan hati dan pikiran bebas lepas. Engkau yang berkata menitikkan air mata membacanya. Maka ketahuilah bahwa aku tak percaya pada kata-katamu lagi meski engkau mengatakan siang itu terang, dan malam itu gelap. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 19 Comments

SEBUAH INTEGRITAS

Dalam perjalanan tersebut, Abu merenungi kata-kata TSP. “Jika ingin dihormati orang lain, maka terlebih dahulu kita harus menghormati diri kita sendiri.” Itulah Integritas pikir Abu. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

MALAYSIA PROTOTYPE NEGARA IDEAL

Malaysia adalah negara yang mengetahui potensi dirinya, walaupun negaranya kecil mampu membuat dirinya maju. Sebagai contoh produksi kelapa sawit Malaysia merupakan nomor satu didunia Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

ELEGI PAGI HARI SEBUAH CERPEN

Entah bau apa ini, sejenis apak menyengat. Suasana Pasar Pagi membawa keharuman tindih menindih antara pesing ikan, anyir darah serta bau alami sayuran dan buah. Lapak pedagang campur baur dengan lalu lalang pembeli, kepalaku berputar-putar bertambah pusing dengan sengatan matahari yang lansung menerpa ubun-ubun. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 65 Comments

THINK GLOBALLY, DRESS LOCALLY

“Think Globally Dress Locally,” Sebuah palmflet tertera pada resepsionis Losmen Singgahan yang terletak di pasar kota Lamno di pesisir Barat Aceh, artinya “Berpikir global berpakaian lokal”. Kota yang terkenal dengan keturunan Portugisnya dulu. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

TERJERAT KESOMBONGAN

Sombong, adakah sifat itu didiri ini? Sekuat apapun seseorang mengatakan tidak namun orang lainlah yang menilai. Dan itulah penilaian banyak teman tentang diri ini, hiks…hiks…hiks… Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PERSAHABATAN ITU TIDAK RASIONAL

Dalam persahabatan kerap kita menafikan logika, karena ia sendiri tak terikat hubungan kausalitas baik itu tujuan maupun ideologi. Kita hanya dapat tersenyum dengan perbedaan pandangan mereka tanpa niat sedikitpun untuk mengoreksi dan keras. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

ELEGI PAGI HARI SEBUAH PUISI

Ketika terbangun pagi ini
Ku sadari hidup trus berlanjut
Memandang lurus ke depan
Dengan kepala terdonggak

Dalam setiap tarikan nafas
Ku sadari hidup ini terlalu berharga
Tuk sekedar tertawa
Atau hanya memejamkan mata

Mana cita-cita yang dulu membara
Haruskah pupus berjalan waktu
Betapa misteri diri
Tak terpahami oleh jiwa

Kemana semua tanya kubawa
Ketika tubuh merenta
Tulang-tulang merapuh sudah
Dan matahari trus meninggi

Lhokseumawe, 1 April 2008 Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 11 Comments