-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Assosiasi
SANTIAGO SANG PELAUT
Memaklumatkan menafikan segala gahar dunia, membuang jauh rasa benci dan iri pada dunia. Tiada ingin lagi terlibat dalam dunia, di mana yang luhur katanya diperjuangkan, ketika yang busuk tersebar. Continue reading →
Rate this:
CELA SEMPURNA
Dan celalah dunia ini kawan, bahwa ini zaman yang besar yang dibopong oleh orang-orang kerdil. Dalam secangkir gelas kita tertawa dan saling menertawakan akan nasib kita. Bahwa disitulah sebuah dunia tak pernah hilang, dunia yang telah menjadi ilusi, dikemas diteriakkan sebagai sesuatu yang baru, justu tak diciptakan kembali. Continue reading →
Rate this:
BOIKOT ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Kami, Assosiasi Budjang Lapok dengan ini menyatakan tidak menerima perlakuan pihak lepau polong terhadap anggota kami tersayang Laksamana Chen, maka saya selaku ketua ABL dengan ini menyatakan memboikot lepau polong. Continue reading →
Rate this:
RISALAH SANG DURJANA
Kapten lanun haruslah kejam, Durjana itulah julukanku. Paling tidak harus menampakkan kebengisan. Senyum diwajahku ketika memancung kepala Kapten pelaut Belanda. Menghancurkan skuadron bermeriam berbendera Portugis. Bahkan Kapal perang kerajaan Inggris sekalipun tak membuatku gentar. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
|
Tagged Aceh, Assosiasi, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Metropolis, Mimpi, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Perempuan, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Tragedi, Waktu
|
70 Comments
TERIMA KASIH TELAH MENOLAKKU KEMARIN
Terimakasih telah menolakku kemarin, untung aku tak pernah mencaci apalagi membencimu. Karena itu hari ini aku tak pernah menyesal walau harus menanggung malu yang sekarang berubah menjadi sebuah kebanggaan di dadaku. Kukukuhkan hati mencegah rasa cinta menjadi benci. Lingkaran dendam tak seharusnya terjadi antara kita. Continue reading →
Rate this:
YANG MUDA YANG BERGUNA
Kaum pemuda (tentunya pemudi termasuk didalamnya) merupakan pendobrak ketika generasi yang lebih tua mengalami pengapuran, untuk memberi energi baru kepada bangsa ini kerap kali menyelamatkan bengsa untuk direfresh kembali. Sifat bertindak tanpa berpikir terkadang diperlukan dalam situasi tertentu. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini
|
Tagged Aceh, Assosiasi, Budaya, Cerita, Dunia, Hidup, Hikayat, Islam, Kampung, Kembali, Laut, Lhokseumawe, logika, Manusia, Menulis, Mesin, Mimpi, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Sejarah, Sosial, Tradisi, Waktu
|
21 Comments
TAFSIR SANG PENAFSIR
Menjalani daif, kesalahan. Siapakah yang memastikan sepanjang jalan kehidupan dalam hari-hari mengalir, ataukah pernah dia menumbuhkan cinta, menetapkan hati. Benarkah ia? Tak ada dendam disana, tak ada rasa ingin membalas, menuntut, atau melakukan tindakan membela diri. Ataukah bebaskah ia? Dari rasa dengki menjadi-jadi. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku
|
Tagged Aceh, Andalusia, Arab, Assosiasi, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Lhokseumawe, logika, Malaikat, Malam, Manusia, Menulis, Mesin, Mimpi, Nona, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Perempuan, Puisi, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi, Wilayah Barat
|
20 Comments
JOMBLO BUKAN BERARTI HOMO
Jomblo merupakan fenomena menarik untuk dibicarakan, dituliskan, atau hanya sekedar untuk diperdengarkan. Jomblo seolah-olah telah menjadi sebuah fenomena kontemporer yang berlaku saat ini. Dan wacana yang berkembang di dunia anak muda saat ini bahwa seolah-olah aib ketika seseorang pada kenyataannya men-jomblo. Continue reading →
Rate this:
THINK GLOBALLY, DRESS LOCALLY
“Think Globally Dress Locally,” Sebuah palmflet tertera pada resepsionis Losmen Singgahan yang terletak di pasar kota Lamno di pesisir Barat Aceh, artinya “Berpikir global berpakaian lokal”. Kota yang terkenal dengan keturunan Portugisnya dulu. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir
|
Tagged Aceh, Assosiasi, Budaya, Cerita, Dunia, Gelap, Hidup, Indonesia, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Laki-laki, Legenda, logika, Manusia, Pengembangan, Peradaban, Sejarah, Sosial, Tradisi, Waktu, Wilayah Barat
|
3 Comments
PERSAHABATAN ITU TIDAK RASIONAL
Dalam persahabatan kerap kita menafikan logika, karena ia sendiri tak terikat hubungan kausalitas baik itu tujuan maupun ideologi. Kita hanya dapat tersenyum dengan perbedaan pandangan mereka tanpa niat sedikitpun untuk mengoreksi dan keras. Continue reading →