-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Tragedi
SIAPA ORANG ACEH SEBENARNYA
Orang-orang Aceh yang sejati, semua sudah mati dalam perang melawan Belanda. Dahulu kita maju karena mereka, lihatlah sekarang kita ini miskin! Continue reading
GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI
Sebagaimana kejatuhan Adam dan Hawa, nasib burung rajawali itu tidak beruntung. Ia menolak makanan berupa bubur lezat yang ditawarkan oleh si perempuan tua itu, karena marah Nyonya Dunia menuangkan bubur panas yang sedang mendidih ke atas kepala burung. Ketika itulah, sang rajawali teringat akan keadaan bahagianya dahulu, ia teringat akan tuannya. Maka itulah ia berusaha untuk pulang. Continue reading
PENANTIAN
PENANTIAN. Tak semua warisan adalah bangunan. Tidak setiap kali ada tambatan yang tulus diri kita kini dan sebuah bangunan bersejarah. Jauh atau dekat sebuah peninggalan masa lalu tak ditentukan peta bumi, bahkan tak selamanya ditentukan oleh kronologi. Continue reading
SECANGKIR KOPI DARI ACEH
Secangkir kopi Aceh layak dinikmati, dengan waktu berlalu terus, warung kopi bukan hanya tempat orang bisa asyik berdebat, berembuk, minum-minum, main catur, kalah dengan sebal, atau menang dengan riang, asal membayar. Continue reading
Posted in Asal Usil, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Opini, Reportase
Tagged Aceh, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kopi, Kota, Laki-laki, Legenda, Malam, Manusia, Nusantara, Peradaban, Politik, Revolusi, Saga, Sejarah, Sosial, Tradisi, Tragedi, Waktu
118 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH SATU
Melalui tabung teropong aku terhenyak menyaksikan tidak kurang dari pada 60 kapal membuang jangkar. Merah-Putih-Biru bendera Belanda berkibar disana, tampaknya armada Belanda ingin mengunci Selat Malaka, menjauhkan Aceh dari bantuan manapun. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Puisiku
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Iblis, Indonesia, Islam, Kampung, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Manusia, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Syair, Tragedi, Waktu
27 Comments
KORPS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA
Marsose terdiri dari 1.200 orang dari berbagai bangsa, terdiri orang-orang Belanda, Perancis, Swiss, Belgia, Afrika, Ambon, Ambon, Menado, Jawa, juga beberapa orang Nias dan Timor. Pasukan ini, selain dipersenjatai karaben, juga dipersenjatai dengan senjata tradisional seperti klewang, rencong dan sebagainya. Mereka tidak tergantung pada angkutan militer dan biasa berjalan kaki. Mereka tidak bergantung pada jalur suplai logistik. Continue reading
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Opini
Tagged Aceh, Assosiasi, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Dunia, Durjana, Hidup, Iblis, Indonesia, Islam, Kembali, Kerajaan Lama, Laki-laki, Manusia, Nusantara, Peradaban, Perang, Politik, Revolusi, Saga, Sejarah, Sosial, Tradisi, Tragedi, Waktu
109 Comments