Tag Archives: Sastra

HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN DARI LELUHUR

Hadih maja adalah nasehat yang menampilkan sejarah masa lampau Aceh, memadukan pengajaran serta hiburan. Dari sisi sejarah juga dapat dimasukkan dalam kategori hadih maja yakni cerita atau tradisi para nenek. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 46 Comments

ROMAN LEBURNJA KERATON ATJEH

Hari itu, Kamis pukul 12 siang, 24 Januari 1874. Belanda menyerbu ke dalam. Belanda memperoleh kemenangan atas Keraton Aceh setelah rakyat dan tentara Aceh bertahan 10 hari dalam padang peperangan yang sempit, untuk melindungi jarak antara pangkalan musuh dengan keraton yang hanya berjarak 100 meter saja. Hari itu adalah hari leburnya keraton Aceh. Continue reading

Rate this:

Posted in Buku, Cerita, Download, E-Book, Fiction, Kisah-Kisah, Kolom, Literature | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 37 Comments

JIKA HARI INI ADALAH KEMARIN

Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Seperti halnya ada kemungkinan bahwa hari ini adalah kemarin, dan ternyata besok (telah) datang tapi kita masih terpaku pada hari ini. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments

LAUT DAN SENJA

Laut dan senja, kekosongan dan kehampaan mengundang misteri dalam putih sempurna yang sungguh luas, membuat kita merenung, apakah kehidupan di samudera hampa itu dalam waktu yang terus bergulir. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 23 Comments

TELATAH YANG PATAH-PATAH

Selalu hidup adalah hasrat, atau ia menghimbau selayaknya fajar, tiap kali didatangi, ia fana, namun disanalah waktu ditetapkan. Shubuh datang, maghrib menjelang kemudian shubuh lagi, tapi repetisi itu tak terasa rutin, tiap menit, tiap jam, dan tiap hari. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Literature, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

AGAR KEPALA DAN HATI TAK TERBENTUR

Hidup seperti teater, terkadang tak perlu menemukan kebenaran, melainkan menghadapi kesalahan, dan mengatasinya, terkadang dengan sedih, terkadang dengan tertawa, mensyukuri kita masih hidup setidaknya sehari lagi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

AGAR HIDUP LEBIH TERASA HIDUP

Agar hidup lebih hidup, seharusnya kita tak perlu mempertakuti kematian, akan tetapi selayaknya yang kita takuti adalah tidak pernah berusaha memulai hidup. Ketika mati maka kita sampai pada sebuah titik konstan, stabil dan henti. Hidup bukanlah sesuatu yang ajeg, rapi jali dan nyaman. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH LIMA

Orang-orang Aceh dalam kehidupan sehari-hari tidak berbeda dengan orang-orang biasa. Mereka tidak meninggikan diri, atau sengaja memperlihatkan lagak, bahwa mereka orang-orang berani. Mereka tetap rendah hati, tidak takabur. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 22 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH EMPAT

Hari dimana dimana aku kehilangan orang yang sangat kuhormati, Sang Singa Aceh, Ibrahim Lamnga wafat pada 29 Juni 1878. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 26 Comments

DENGARLAH SUARA KEMATIAN

Karena itulah aku menyukai masa lalu. Setiap tahun yang berlalu, terus bertambah dalam catatanku. Dengarlah suara kematian, bunyinya seperti pedang yang tajam. Tipis mengiris. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 18 Comments