-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Puisi
MARI BICARA TENTANG CINTA
Mengapa jiwa harus bergetar mengingat sebuah nama, sedang tak pernah paham dengan isyarat hakikat. Ada hal-hal dimana kata tak mampu mengungkapkan. Sebenarnya cinta adalah cinta, bukan sebuah pengorbanan. Continue reading →
Rate this:
PLEDOI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Perjuangan kita bukanlah perjuangan yang bergantung pada seorang perorang, namun bergantung pada kontuinitas organisasi perjuangan. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom
|
Tagged Assosiasi, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Nusantara, Perempuan, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Syair, Tradisi, Waktu
|
41 Comments
CURSE OF HATRED
I retreated from the battlefield, for reasons which even now I can not explain, I found myself crying, but maybe because I was too tired. If I do not want to be something I hate, so I’d better go. I felt tired and wanted to own. Continue reading →
Rate this:
Posted in International, Literature, Poetry
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Nona, Nusantara, Peradaban, Perempuan, Puisi, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi, Wilayah Barat
|
8 Comments
TAKUT
Bukan pula karena aku takut tak mampu menyembunyikan rasa takutku lagi. Tapi karena kami adalah sepasang musuh yang tak pernah bertemu (lagi), dimana aku gentar padanya, terhukum untuk cinta yang sama. Continue reading →
Rate this:
PASRAH
Aku mundur dari medan pertempuran, untuk alasan-alasan yang sekarang pun tak mampu kusarikan dalam kata-kata, aku mendapati diriku menangis, tetapi mungkin karena aku terlalu lelah. Kalau aku tidak ingin menjadi sesuatu yang kubenci, maka lebih baik aku pergi. Aku merasa letih dan ingin sendiri. Continue reading →
Rate this:
BENAK
Terkadang seorang penyair terlalu membesarkan apa yang ada dibenaknya, layaknya kecemasan burung jalak seolah mimpi seorang raja. Tapi itu perlu, apalah penghiburan bagi pemegang kuasa akan kata selain syair, sederhana bagi awam tapi luar biasa bagi yang paham. Continue reading →
Rate this:
MUSAFIR
Semua berawal dari pergi dan berakhir pada pulang. Hingga mendapati jatuh dan tak bisa bangkit lagi, tersesat dan tak tahu jalan pulang. Tiap-tiap langkah terlewat adalah sejarah. Dibalik diam ada syair, dalam gerak ada zikir. Continue reading →
Rate this:
SEBUAH PUSAKA UNTUKMU ANAKKU
Adalah engkau, anakku alasan itu. Ada yang terindukan ketika aku menyebut namamu. Disitu pula ada gentar yang getar. Apakah ini mendahului takdir-Nya, dan keyakinanku bahwa IA maha pengasih lagi maha penyayang, membuatku berazzam melanjutkan menulis untukmu bersama pasrah sekaligus gairah. Continue reading →
Rate this:
YANG MEMUKAU TAK SELAMANYA MEMUKAU
Ketika masa lalu mengelak, ketika (kita) tak merasa terkait dengan petilasan tua, disitulah harapan hadir. Harapan atas keyakinan berjuang untuk setia pada mimpi, adalah kegilaan yang memberi harga pada manusia. Continue reading →
Rate this:
EFEK KUPU-KUPU
Ketahuilah bahwa kita hidup tidak bersendirian meski sedang bersendiri, ada malaikat di sisi sekaligus Iblis di sisi yang lain. Engkau si batu merah berhati-hatilah sekaligus jangan terlalu berhati-hati. Jikalah mungkin, tantanglah sang matahari. Milikilah kemarahan yang membara. Gagallah berkali-kali, jatuhlah dengan teruk. Karena dengan jatuh, engkau belajar untuk bangkit. Continue reading →