Category Archives: Puisiku

ODE SEEKOR HARIMAU

Duhai Harimau, bagaimana perasaanmu? Akan kakimu yang dirantai? Engkau bisu. Dada membusung itu kini tiada. Mungkinkah engkau sudah lupa akan harumnya tanah basah dipegunungan yang bertaut pada perdu durian. Pada lezatnya pepaya matang, pada manis landak hutan. Matamu tak mengenal air mata bukan? Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 14 Comments

TITIK TIADA KEMBALI

Dan ini adalah titik tiada akan kembali, adalah hidup sebuah pilihan untuk terus melangkah. Ketika bertemu kembali, diruang dan waktu yang lain lebih baik tanpa kata. Bebaskanlah tanggungjawab akan kata. Biarkan udara melingkupi jagad tanpa sepatah kalimat. Apapun itu ketika kaki melangkah, tiada guna menoleh kebelakang. Sungguh aku mengetahui bahwa akhir itu sudah dekat dan telah selesai menangisi hilangnya yang mutlak. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , | 1 Comment

MONOLOG BULAN

Mungkin hidup akan mati berkali dalam intuisi. Bahwa selalu ada yang menggetarkan dalam nostagia. Selalu ada yang menggetarkan dalam kisah perjuangan yang tak sampai, tapi berharga. Sebuah cerita yang tersembunyi dan tak akan mungkin dikisahkan, karena ia kalah. Terbuang, batil ditangan pemenang, para juara. Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Comments

SEBUAH PERJALANAN SEBUAH CERITA

Dan ketika perjalanan usai, ada yang tak menjadi bekas. Bahwa bukan hanya usia saja yang bertambah. Sungguh awal dari semua yang ada adalah ketiadaan. Disitulah apa yang berhenti tak akan hilang, dan manusia diteriakkan menjadi sesuatu yang baru. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

HUJJAH SENJA

Terkadang ketika matahari tenggelam dibalik gunung, ketika cahayanya hilang perlahan. Merasakan gelap datang. Terlintas kutuk akan rindu, rindu yang teramat sangat akan sebuah hati, yang disakiti berkali. Tanpa permaafan, tanpa penyesalan, tanpa pilihan untuk kembali. Bahwa semua harapan yang pernah ada, tiada tersisa. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

IBLIS NAMEC VS MANUSIA SAIYA

Ini bukan hanya pertarungan hidup dan mati. Ini adalah pertarungan akan kehidupan, meski aku enggan mengatakan ini pertarungan. Ini hanyalah ilusi. Aku yang berkali mati mampu bangkit kembali. Asalkan kepalaku utuh, maka ragaku mampu membentuk kembali tanpa harus bola naga. Merasakan lelah akan permainan ini, tiada lagi hasrat akan kemenangan. Untuk itu aku pergi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 59 Comments

SAHABAT

Sahabat, tiada guna segala nikmat dunia tanpa adanya persahabatan. Dalam persahabatan, aku selaku manusia memahami bahwa segala yang membawa bahagia itu bukanlah hal-hal yang luar biasa, melainkan sesuatu yang sangat biasa, terlewat oleh pandangan mata, menyegarkan. Bahwa setiap detik, kejadian menjadi arti. Tiada yang sia-sia. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

CERITA (BELUM) SELESAI

Perjuangan, mungkin menyelamatkan. Bukanlah sebuah keajaiban, melainkan sebuah keganjilan, sikap acuh pada ketakutan. Bahwa waktu bersama usia yang akan menambahkannya ke tubuh renta, menjadi legenda kepada generasi selanjutnya. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

SANTIAGO SANG PELAUT

Memaklumatkan menafikan segala gahar dunia, membuang jauh rasa benci dan iri pada dunia. Tiada ingin lagi terlibat dalam dunia, di mana yang luhur katanya diperjuangkan, ketika yang busuk tersebar. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 63 Comments

KETIKA IBLIS MEMBUNUH SEJARAH

Maka rasakanlah tusukan tombak ini langsung ke ulu hatimu, duhai sejarah. Sejarah yang malang dan tanpa bersalah. Dan setiap pembalasan membutuhkan tumbal, maka merupakan aibmu yang terkoyak-koyak taringku. Sejarah aku akan hadir dalam pemakamanmu, sebagai tanda kebuasanku. Sebagai prasasti akan kegemilangan seorang durjana. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , | 4 Comments